11 April 2007

Para Ustadz Pelayan TPT

Thursday, October 20, 2005 - Para Ustadz Pelayan TPT


Ada sesuatu yang berbeda di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) KPP PMA Tiga hari ini. Tampak para ustadz begitu sibuknya melayani Wajib Pajak di hari terakhir pelaporan SPT. Tapi mereka bukan sembarang ustadz. Ya, mereka adalah para pegawai di seksi Pelayanan KPP PMA Tiga sendiri yang memakai baju koko dan peci hitam (milik pribadi dan bukan pemberian kantor) untuk melayani Wajib Pajak di bulan ramadhan yang suci ini.



Terasa teduh sekali. Terasa indah dipandang mata. Menyejukkan. Dan menjungkirbalikkan stigma yang melekat selama ini kepada petugas pajak. Ada proses perubahan di sini. Ataupun dalam bahasa manajemen strategis ada proses unfreezing dari suatu kestatisan gerak. Bagaimana tidak, biasanya yang kita jumpai adalah para petugas yang berkemeja rapih dengan dasi yang menempel gagahnya di leher. Kali ini di ramadhan ini, mereka tidak seperti biasanya. Inilah berkah dari ramadhan mubarak.



Suatu keniscayaan bahwa keteduhan yang muncul ini adalah upaya berkelanjutan dari suatu perubahan radikal yang harus—mau tidak mau—dilakukan oleh KPP PMA Tiga, sebagai KPP yang telah memegang kode etik dalam setiap pelayanan dan tugasnya. Yang dalam bahasa gaulnya, telah menjadi syari’ah. Maka upaya ini patut dihargai sebagai upaya cemerlang dan pengukuhan stigma kebaikan yang akan melekat pada KPP PMA Tiga, bukan sebagai pemanis mata saja.



Tentu bahwa keindahan, keteduhan, dan kesejukan tersebut tidak berhenti pada hanya terekspresikannya dengan tampilan fisik dan pada bulan suci nan mulia ini, namun juga diharapkan bahwa keindahan, keteduhan, dan kesejukan juga melekat pada batin dan jiwa seluruh pegawai KPP PMA Tiga dan di bulan-bulan setelah ramadhan.



Karena sesungguhnya kebahagiaan itu tidak hanya berhenti pada kebahagiaan dzahir atau fisik semata namun juga beriring dengan adanya kebahagiaan jiwa berupa ketenangan saat bekerja, ketenangan dalam bersosialisasi, dan masih banyak lainnya.



Sekali lagi ide bersama para petugas pelayanan yang muncul ini patut dihargai. Patut menjadi contoh dan teladan bagi KPP yang lain. Tentu didasari bahwa semua itu karena Allah serta adanya tekad yang kuat untuk berubah. Percuma saja petugas TPT di berikan tampilan indah itu sedangkan pada tataran nyatanya tingkah laku para pegawai KPP tersebut masih seperti yang lama dan tidak berubah.



Salut. Semoga Allah merahmati kalian dan kita semua.











riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara



ramai



13:49 20 September 2005

No comments: