28 May 2007

MENGAPA MEREKA MEMBENCI SAYA?

Seseorang telah mengirimkan sebuah surat melalui Private Message saya di sebuah forum diskusi. Seorang sahabat saya. Sebuah surat yang panjang. Bercerita tentang alasan sosok-sosok salafy membenci saya. Harapannya saya mengerti tentang mereka. It's Oke.

Dengan seizinnya saya bisa mempublikasikan surat menyurat kami tentang hal ini. Berikut di bawah: yang pertama adalah surat sahabat saya tersebut. Lalu setelahnya adalah balasan dari saya. Selamat Membaca korespondensi indah ini.
Ohya , namanya yang saya tuliskan adalah bukan nama yang sebenarnya.


-- Previous Private Message --
Sent by : UmmuRonggo
Sent : 25 May 2007 at 09:02


Setiap manusia itu berbeda. Setiap manusia mempunyai FOR (Frame of References), yang membingkai setiap dasar pemikiran maupun bertindaknya. Dosen Tehnik Komunikasiku mengistilahkan dengan kaca mata kuda. Artinya cara seseorang memandang , berfikir, menanggapi ataupun merasakan suatu hal/permasalahan adalah sangat bergantung pada kaca matanya. Kaca mata ini dilatarbelakangi oleh kejadian –kejadian di masa lalu, bagaimana lingkungan , pola didik keluarga, pendidikan maupun pengalaman pengalaman yang dirasakan. Nah, karena itu dua orang kembarpun akan mempunyai FOR yang berbeda.
Semalam tarawihku yang tak kusukai , menurutku. Dari semenjak sholat Isya, dan kutau Bapak tua itu yang menjadi imamnya, aku sudah tak bergairah.

Beda dengan imam favoritku yang kemarin. Kemarin aku begitu khusu’ menikmati tarawihku. Dibawah langit yang cerah, dan lantunan ayat-ayat hapalanku yang hampir hilang , kunikmati dan berusaha kukumpulkan kembali hapalanku yang hampir hilang. Iya, surat surat An Nabaa, Al Insiqooq, dan surat2 awal di juz 30 , membuatku menikmati sholatku ini. Walau menurut jamaah lain, Imamku ini yang terlama tarawihnya karena pilihan ayat2nya yang tak biasa.

Tapi imam tarawihku semalam.Aku sudah hapal .Dia (beliau, maksudku, bagaimanapun aku harus tetap menghormatinya) akan memulai setiap Takbiratul ihramnya , dengan membacakan; Ussoli sunnatan tarawih… ,sebelum witir, dengan doa ; nawaitu shaumagoddin…, witir 3 rakaat dengan dua salam , dan di rakaat terakhir ditambah qunut. Terpikir olehku sejak solat Isyaku, untuk pulang dan tarawih di rumah. Tapi kuurungkan, karena kunci rumah dipegang suamiku yang sholat di jamaah laki laki.

Memang banyak sekali perbedaan perbedaan di sekitar kita. Walau mungkin perbedaan perbedaan itu belumlah menjauhkan diriku dari mesjid.Biar bagaimanapun aku (-beserta suami juga keturunanku) ingin termasuk dalam golongan pemuda yang termasuk dalam tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (gol.pemuda yang hatinya tertambat di mesjid). Walau terkadang ada aktifitas2 di mesjid yang bertentangan dengan prinsip ku seperti imam diatas (salaman setelah sholat, peringatan hari hari besar islam, seperti Nuzulul Qur’an, Isro Mi’raj dll )

Membaca AL IKHWAN=AHLUL BID’AH=OSAMA? dan Siapa Teroris? Siapa Khawarij? (ini bukan resensi) dari mas dedaunan ; membuatku sedikit memahami latarbelakang atau FOR dari penulis. Ataupula membaca tema kontroversial di forum diskusi DSH , membuat saya mengerti dan maklum atas debat yang tidak berkesudahan. Dan menjadikan diriku untuk tidak turut dalam ajang tersebut. Biar bagaimanapun masing2 pihak punya prinsip2 keislaman yang berbeda yang melatarbelakangi pendapat2 mereka.
Aku jebolan –he he kaya kuliah aja—suatu jamaah yang keras –yang terlempar keluar karena memilih prinsip untuk menikah dengan orang diluar jamaah,... aku tidak menyesalinya, ini kuanggap salah satu jalan untuk mencari firqotun najiyahnya (gol yang selamat). Walau terkadang teman temanku di jamaah berusaha membujukku kembali,...

Mencermati PKS dan gerak dakwahnya, terus terang aku respek terhadap orang orangnya dibanding partai partai lain... kuanggap lebih bersih dan bisa dipercaya,...
tapi untuk terjun dan aktif di sana , aku tak melihat jalan partai sebagai jalan yang ditunjukkan Sang Teladan –walau kusadari ada perbedaan mengenai sarana dakwah itu harus sesuai tuntunan/sunnah atau boleh mengikuti perkembangan jaman-- , dan sedikit risih melihat sedikit toleransi2 agama yang dilakukan petinggi 2 partai.
Melihat ulah oknum yang mengganggu mas dedaunan dengan kata2 (kotor/kejamnya,...?)
Aku memang tidak respek terhadap oknum ini,...
Tapi menurut pendapatku,...sebagaimana pengantar diatas ...

Ada segolongan manusia yang sedang mencari jamaah, ada yang sudah berada di suatu jamaah atau ada pula yang tidak memilih satu pun (seperti aku, yang berusaha mencari kebaikan dari semua jamaah) ...
Terkadang tidak suka /risih melihat kefanatikan yang ditunjukkan seseorang terhadap jamaahnya di suatu forum,..
Melihat tulisan tulisan mas dedaunan, aku sedikit menarik kesimpulan bahwa oknum itu tidak suka melihat tulisan tulisan atau kefanatikan yang ditunjukkan oleh tulisan tulisan mas ..
Aku tidak berusaha memberi nasihat : jangan pakai simbol simbol ataupun kefanatikan terhadap partai atau golongan di forum umum... (atau aku salah, DSh forumnya PKS yaa)..
Karena aku sadar , itu adalah sebagian dakwah mereka, karena itu juga curahan atas kesenangan/semangat hidup mereka.
Cobalah sedikit memahami ataupun toleran terhadap perasaan orang lain,.. sebagaimana mungkin sebagian kita kurang respek kalau seseorang terlalu bersemangat menunjukan kesalafyannya...
Maaf kalau pendapat saya salah...
Allohua’lam bishshowab.


Inilah balasan surat saya:

Assalaamu’alaikum wr.wb.
Ba’da tahmid dan salam.
Semoga Allah meridhoi kita semua dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Sudah lama kita tidak bersilaturahim.
Terimakasih pula atas nasehat yang telah diberikan. Semoga Allah memberikan keberkahan terhadap Ummu Faiz.
Membaca tulisan Anda Ummu Faiz membuat saya berfikir, bahwa masalah-masalah yang Anda sebutkan di awal surat tersebut yaitu tentang perbedaan di pelaksanaan sholat tarawih lagi-lagi berujung pada perbedaan furu yang tidak seharusnya menyebabkan orang menjadi berpecah belah. Saya setuju dengan Anda.
Dan saya menganggap bahwa semua yang dilakukan oleh imam tersebut dan tentunya berbeda dengan yang dipahami oleh Ummu Faiz adalah bagi saya sesuatu yang biasa-biasa saja. Lagi-lagi ini ditentukan oleh FOR seperti yang Ummu Faiz sebutkan di paragraf pertama. Juga untuk masalah salaman setelah sholat dan PHBI, bagi saya yang pertama adalah masalah furu yang sudah sejak lama menjadi perbedaan bila kita merujuk lebih jauh kebelakang, ternyata para ulama terdahulu pun punya komentar tentang salaman setelah shalat.
Sedangkan untuk PHBI jika kita berpendapat bahwa itu tidak suatu keharusan maka bukanlah sebuah kebid’ahan (tolong untuk tidak dibahas lagi), dan hanya merupakan sebuah acara seremonial sebagai metode pengembangan dakwah dan ajang taushiyah agar masyarakat bisa menerima kebenaran.
Tetapi saya sangat menghargai sebuah prinsip yang Anda pegang wahai Ummu Faiz, untuk tidak turut dalam ajang tersebut. Sungguh, sebuah rumah akan dibangun di surga bagi orang yang bisa menghindari jidal baik ia benar ataupun salah.
Juga pada respek Anda pada gerak dakwah sebuah jama’ah yang bernama PKS. Semoga ini menjadi titik awal bagi kita untuk senantiasa merenda nilai-nilai ukhuwah itu. Dan tak perlu risih dengan semua aktivitas para petinggi partai itu karena semuanya telah melalui jalan syura. Lagi-lagi perbedaan pandangan dan tentunya FOR melandasi semua itu. Yang penting bagi kami selama itu tidak keluar dari koridor Alqur’an dan Assunnah maka hukumnya mubah.
Yang saya tidak di mengerti adalah kefanatikan yang seperti apa yang saya tulis? Bagi orang lain yang tidak mengikuti pergerakan (jama’ah) tulisan-tulisan saya adalah tulisan-tulisan yang biasa- biasa saja. Bahkan bagi orang yang mengikuti pergerakan (jama’ah) sekalipun seperti dari HTI, MMI, Jama’ah Tabligh, NU, dan Muhammadiyah pun memandang hal yang sama. Yaitu tulisan saya biasa-biasa saja.
Dan saya cuma berkesimpulan—dan ini menurut pandangan saya—yang menganggap saya fanatik adalah mereka-mereka yang sangat membenci jalan dakwah yang mulia ini. Maka yang keluar dari—maaf—mulut-mulutnya adalah celaan serta makian saja. Itu biasa saja bagi saya. Maka dari itu saya tidak menanggapinya. Apalagi di sana di DSHNet adalah habitat alami saya bahkan banyak ikhwah yang lainnya. (Sekaligus menyatakan memang betul bahwa DSHNet itu bukan forum umum, DSHNet pun adalah sama seperti situs-situs pembawa misi dakwah lainnya yang dibuat oleh saudara-saudara salafy lainnya di intranet seperti Al-Ilmu, Al-Atsary, dan sebagainya.)
Bagi saya tidak masalah saat menampilkan sebuah kefanatikan—memakai istilah yang Anda sebut tadi—asal tidak ada sebuah upaya ketersinggungan dari pihak lain. Dan itu yang saya jaga. Bahkan saya respek terhadap mereka yang menonjolkan ke-HTI-annya, ke-JT-annya, pun kepada sauadara-saudara salafy yang menonjolkan kesalafiannya, asalkan tetap pada koridor yang dibenarkan.
Tetapi hal lain pada banyak kasus faktanya adalah bila kefanatikan dari seseorang yang menunjukkan kesalafiannya. Lagi-lagi itu tidak masalah bagi saya bila menonjolkannya di situsnya sendiri dan tetap menjaga etika seorang muslim. Namun yang terjadi pada tataran realitanya adalah sebuah upaya pembenaran diri sendiri dan penyalahan pada diri orang lain serta tidak menjaga adab berbeda pendapat. Itu masalahnya saudaraku.
Dan tentang upaya memahami mereka, bersikap toleran terhadap mereka sudah sering dilakukan oleh begitu banyak ikhwah di DSH ini. Sejak DSH berdiri di tahun 2003 hingga pada medio Oktober 2006. Sudah lama celaan, makian, hinaan diterima dengan lapang dada. Begitu banyak mudharat yang timbul di sana. Di forum dakwah itu. Dari adanya ketersinggungan kecil hingga retaknya ukhuwah. Maka dengan sebuah kesadaran bahwa menjaga ukhuwah itu hukumnya wajib, maka ba’da lebaran 2006 kemarin berdasarkan hasil syura terbentuklah sebuah forum moderasi untuk meng-cut semua postingan yang berbau busuk, sangit dan anyir yang bisa menodai sebuah kain indah pada agama yang hak ini yang bernama ukhuwah.
Dan alhamdulillah, Allah telah memberikan jalannya. Ukhuwah itu senantiasa terjaga erat di forum keluarga. Di forum dakwah pun demikian Insya Allah. Inilah miliu keberkahan yang Allah berikan kepada para pengunjung DSH agar senantiasa mendapatkan ilmu sekaligus ukhuwah. Semoga kami senantiasa ber-iltizam pada upaya kami ini.
Demikianlah saudaraku apa yang bisa saya sampaikan pada Anda Ummu Faiz. Terimakasih telah menganggap saya sebagai saudara Anda—karena bagi saya bila seseorang telah menasehati saya dengan penuh hikmah itulah sebenar-benarnya saudara. Yang senantiasa menasehati saudaranya dalam kesabaran dan kebenaran. Semoga Allah senantiasa memberikan kemuliaan pada diri Anda dan keluarga Anda di dunia dan akhirat. Semoga senantiasa diberikan rizki yang banyak, halal, dan berkah. Semoga Anda pun diberikan pahala kebaikan yang amat banyak dan luas seluas bumi dan langit-Nya. Semoga Allah mengumpulkan kita di surga-Nya. Kabulkanlah ya Allah.
Maafkan bila ada yang salah-salah kata. Tentu karena: ”siapalah saya ini?” Cuma manusia biasa. Kebenaran datangnya dari Allah. Billahittaufik wal hidayah.
Wassalaamu’alaikum wr.wb.



Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
10:24 25 Mei 2007

NB:
1. Bolehkah saya menampilkan surat Anda dan balasan saya ini di blog saya. Tentunya dengan menyamarkan nama Anda. Karena saya berpikir ini sebuah pendokumentasian yang amat berharga. Sebagaimana surat-menyurat antara Soekarno (Tokoh Nasionalis) dan A Hassan (Tokoh Persis) yang terekam sejarah dengan baik.
2. Kayaknya setting pengantar(pembukaan surat) Anda sudah lama sekali: di era ramadhan dulu. Atau karena sudah lama ditulis dan uneg-uneg ini baru dikirim saya sekarang?  BTW, terimakasih banyak.


***

16 May 2007

BELAJAR ILMU KEBAL

BELAJAR ILMU KEBAL
http://10.9.4.215/blog/dedaunan

Ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan untuk bisa memiliki ilmu-ilmu kebal. Ilmu yang membuat badan atau tubuh kita utuh tanpa kurang suatu apapun saat ditusuk, diiris, dibacok senjata tajam. Atau saat dibakar, berjalan di atas pecahan beling dan bara api.

Syaratnya antara lain bertapa di tempat sunyi dan angker, membawa menyan dan sesaji, melakukan wirid-wirid tertentu ataupun mantra-mantra nenek moyang. Puasa mutih selama empat puluh hari empat puluh malam. Atau sama sekali tidak makan ataupun minum. Bahkan yang paling ekstrim adalah dengan melakukan hal-hal yang aneh yaitu makan daging mayat ataupun menyetubuhinya sampai mencapai bilangan tertentu. Biasanya kalau sudah 99 banyaknya, untuk mencari yang ke-100 susah banget, alih-alih berhasil malah gagal. (sinetron misteri kalee...)

Yang demikian ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak syarat-syarat yang diminta oleh setan. Ujung-ujungnya adalah penghambaan manusia pada dirinya. Tidak kurang bahkan ingin lebih. Tumbal akidah itu sudah pasti menjadi taruhannya. Menjual dengan murah kehidupan akhirat dengan kefanaan dunia. Murah, murah sekali.
Tapi banyak sekali loh yang mau. Iklan-iklan yang mengajak orang pada jalan pintas ini banyak bertebaran di koran-koran. Mulai dari yang benar-benar mengaku sebagai dukun dengan wajah angker, rambut terurai panjang sebahu, dan kumis serta jenggot yang menjuntai sampai pada tampilan yang bagaikan sosok-sosok walisongo dan bergelar kyai ataupun ustadz.

Apalagi diiming-imingi keberhasilan 100% dan jaminan uang kembali. Dan satu lagi yang membedakannya dengan dukun-dukun kampung berbangklon, bergelang bahar, berkalung tengkorak tergantung di leher, untuk mereka yang mau ilmu kebal ini, tidak perlu melakoni syarat-syarat di atas. Gampang. Tinggal menyerahkan mahar dengan angka tertentu yang telah disepakati maka ilmu pun bisa langsung ditransfer saat itu. Real Time Systems bo...Murah, murah sekali. Laris manis tanjung kimpul. Duh...

Tapi bagi yang berpikiran rasional, tidak ada ilmu kebal yang demikian. Yang ada adalah bagaimana menciptakan alat untuk bisa melindungi tubuh dari terjangan pedang, panah, bahkan peluru tajam. Nabi Daud AS sudah memulai sejak dulu kala dengan menciptakan baju baja. Dan di abad pertengahan perlindungan itu menutupi seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Karena tidak efektif dan efisien, kini baju itu cuma tinggal jadi barang rongsokan ataupun jadi barang tontonan di museum-museum orang barat sono. Paling hebat cuma jadi figuran film kartun di kastil-kastil tua.

Sekarang karena sudah dikuasai ilmunya, banyak sekali ragam baju kebal seperti ini. Kesatuan pemadam kebakaran yang paling moderen dan para astronot sudah memakai baju antiapi dan antipanas ini. Bahkan para ilusionis dan penyuka rasa sakit sudah memakainya dalam setiap pertunjukannya. Tidak hanya untuk menahan api, tapi untuk menahan sambaran setrum jutaan volt juga halilintar. Gundala Putera Petir—superhero made in Indonesia rekaan masa lalu—mungkin kalah aksi dengan mereka.

Adalagi rompi antipeluru yang merupakan baju berupa rompi terbuat dari kain dilengkapi bahan penahan kejut (kevlar) di dalamnya dan berfungsi sebagai penahan bacokan benda tajam, pecahan granat, tekanan/kejut dari pistol dan senjata laras panjang [1]. Rompi ini tidak hanya dipakai oleh prajurit Amerika Serikat untuk menjajah dunia, tapi juga oleh kesatuan-kesatuan tempur di setiap negara. Juga para penjual jasa keamanan swasta sekelas Blackwater Security Consulting, Vinnel, Dyncorp hingga yang cuma sekelas pengamanan uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Tidak hanya dari kevlar, dengan teknologi yang semakin canggih, kini sudah dilakukan penelitian untuk mengganti kevlar dengan benang sutra laba-laba. Karena benang ini merupakan suatu jaringan serat yang sangat ringan dan kekuatan serta kelenturannya jauh melebihi Kevlar—serat sintesis terkuat yang ada saat ini buatan perusahaan DuPont. Kekuatan benang sutra ini bahkan mampu menahan peluru yang ditembakkan tanpa menyakiti orang yang memakainya sebagai baju anti peluru [2]. Tapi jelas ini mahal. Mahal, mahal sekali, duh...

Inilah usaha manusia untuk melindungi dirinya agar senantiasa selamat. Yang pertama dengan upaya yang murah tapi haram dengan menggadaikan hartanya yang paling mahal, yaitu aqidah, hingga menempuh cara yang rasional tapi berbiaya tinggi. Karena saking mahalnya, satu paket proyek pertahanan keamanan bisa untuk membangun dan merehabilitasi ribuan sekolah. Otomatis kalau yang ini jadi target utama, amanah Undang-undang Sisdiknas tentang biaya untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN tidak akan mungkin tercapai dengan segera.

Ya, semua di atas adalah untuk perlindungan fisik semata. Tidak menyentuh psikis manusia yang sebetulnya perlu bahkan wajib untuk dilindungi. Karena bila psikis manusia tidak dilindungi dari pengalaman buruk seperti penghinaan, perlakuan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan dan teman-temannya itu, maka pengalaman buruk itu akan menjadi sampah yang mengotori pikiran. Semakin sering kita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita [3]. Pikiran kotor hasilnya stres, setelah stres datanglah stroke. Setelah stroke? You know-lah...
Bagaimana cara menyingkirkannya? Kita kudu membuat armor. Dan ini berarti kita harus belajar ilmu kebal yang satu ini. Tapi tunggu dulu. Latar belakangnya bagaimana nih kok bisa pembahasannya sampai ke sini.

Yup, beberapa hari yang lalu, dalam sebuah email pribadi saya, muncul sebutan-sebutan seperti ini: eh p*c*n murahan....dasar cemen..... sok hebad...l*mp d*ck...banci im yawr worst nite mare ever..... i see u melt in hell. (Tanpa saya kurangi sedikitpun bahkan titik-titiknya, saya cuma mengganti huruf vokal pada kata-kata tertentu dengan karakter star)

Waow, saya cuma mengerti 7 kata di awal. Tapi itu pun setelah saya bertanya apa arti p*c*n pada seorang teman. Kalimat yang memakai bahasa Inggris itu pun saya raba-raba artinya. Mungkin artinya: belok kiri jalan terus atau semacam: sesama kere dilarang saling mendahului (halah...).

Seorang teman bahkan sampai berkata: ”kalau saya yang dihina seperti itu, saya paling nangis darah.” Saya? Saya pantang untuk menangis darah sampai kapan pun, tapi nangis mewek bisa jadi. 

Bagaimana supaya kita bisa kebal dari serangan ”mematikan” seperti ini. Ayuk kita sama-sama belajar. Jangan pernah berbaik sangka dulu pada saya bahwa saya paling ahli ngadepin kayak ginian. Yang asyiknya dari ilmu kebal ini dan yang paling membedakannya dari ilmu-ilmu kebal di atas adalah, semakin kita serang balik semakin kalahlah kita. Rontok terperdaya. Lemah letih lesu lunglai. Bahkan para prajurit setan jadi ber-standing ovation persis para tamu istimewa nonton penganugerahan piala Citra.

Ilmu ini ada tiga jurus. Setiap jurus harus diresapi maknanya agar bersenyawa dengan diri. Ketika sudah menyatu maka akan terbentuklah unsur kebaikan. Tinggal menunggu reaksi kimiawinya saja. Berupa pahala yang akan memberatkan amal timbangan kita kelak. Catettttt....

Jurus pertama:
Selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, carilah seribu satu alasan agar kita tidak benci. Ingatlah selalu kebaikannya. Jangan sampai kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan.
Sudah dicatat, dibaca, direnungkan? Mari melangkah ke jurus selanjutnya.

Jurus kedua:
Segera lupakan semua perlakuan buruk orang lain. Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yg lain. Demikian pula saat orang berlaku buruk pada kita, menghina misalnya, alangkah bijak bila kita segera menghapusnya, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang.
Semoga upaya belajar saya ini bukan untuk menunjukkan kepada orang lain tentang kemarahan seseorang. Oke, kita lanjutkan. Tunggu dulu, sepertinya kuda-kuda Anda kurang kokoh. Perlu kekokohan kuda-kuda agar jurus ini ampuh dan punya kekuatan.

Jurus ketiga:
Mohonlah kepada Allah SWT agar diberi hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Ada doa dalam Alquran yang bisa kita panjatkan,"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan lidahku; agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thaahaa [20]:25-28).
Selesai sudah.

***
”Cucuku, sepertinya ilmu kebal yang kakek miliki selama ini, sudah kakek turunkan semuanya kepadamu. Kini saatnya untuk mengabdikan seluruh ilmumu bagi kawulo alit. Memberantas kejahatan. Menegakkan keadilan agar masyarakat sejahtera. Satu pesan kakek pergilah ke negeri Madangkara, temuilah Prabu Brama Kumbara, sesungguhnya ia adalah ayahmu.”

***

Kayaknya pesan sang kakek seperti dalam sandiwara radio atau film silat Indonesia jadul ini sama dengan pesan saya untuk mengakhiri semuanya. Kiranya harapan saya dan Anda tentunya adalah sama dengan harapan seorang blogger (chi) yang membaca dan mempelajari ilmu kebal ini:

”Hmm, benar juga ya. Kalau habis membaca tulisan ini hati langsung adem. Inginnya jadi putih, hatinya jadi bersih. Yang paling susah itu memang istiqomahnya. Senang banget bacanya, makanya saya taruh di sini, biar tidak hilang dan bisa dibaca berulang-ulang, terus siapa tahu bisa bermanfaat buat yg lain kalau dibaca. Buat aku sih tulisan itu bisa menjadi penyejuk hati kalau lagi emosi, kalau lagi tidak PeDe, kalau masih dendaman, kalau masih susah melupakan ketika memaafkan...”

Semoga.



Maraji':

1. Analisa Kebijakan Penggunaan Rompi Tahan Peluru Taktis Di Lapangan
http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=12&mnorutisi=2
2. Benang Laba-laba dari Susu Kambing
http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=17
3. Membersihkan 'Sampah' dari Pikiran
http://jerryronancy.blogs.friendster.com/chi/

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
10:15 11 Mei 2007

07 May 2007

DEAL GROUP I BATRE V

Yth. Kawan-kawan peserta Batre V
Kelompok I yang tidak hadir pada pertemuan tanggal 05 Mei 2007


Assalaamu’alaikum wr.wb.
Ba’da tahmid dan salam
Sabtu kemarin dari 11 anggota kelompok I yang hadir hanya 5 orang peserta, yaitu saya sendiri, Anindita Gayatri, Syafaatus Syarifah, Siti Azizah, Yulia Hasanah, dan Amalia Hassan.
Pertemuan kemarin adalah pertemuan untuk menyepakati siapa yang menjadi ketua kelompok, sekretaris, dan bendahara. Juga untuk menentukan pertemuan lanjutan, serta kewajiban-kewajiban para peserta. Berikut hasil kesepakatan dari pertemuan tersebut:

1. Karena saya satu-satunya laki-laki di kelompok I yang hadir pada pertemuan itu, maka saya langsung didaulat untuk menjadi ketua kelompok. Selagi mampu saya terima saja amanah itu;
2. Sekretaris adalah Anindita Gayatri sedangkan Bendahara adalah Siti Azizah;
3. Iuran peserta sebesar Rp30.000,00 per bulan. Yang dikumpulkan di pertemuan terakhir dalam bulan tersebut. Biasanya di minggu keempat. Langsung disetorkan ke Bendahara.
4. Setiap anggota kelompok I wajib hadir untuk mengikuti pertemuan yang diselenggarakan sekali dalam dua minggu. Apabila tidak bisa hadir maka diwajibkan untuk menemui Tutor pada hari esoknya atau pada hari yang telah disepakati. Apabila ternyata tidak bisa juga, maka ia harus berkewajiban untuk membuat sebuah tulisan dalam bentuk apa saja atau resensi sebuah buku. Di pertemuan selanjutnya akan ditagih atau apabila sudah dibuat maka tulisan tersebut dikumpulkan kepada Sekretaris.
5. Untuk pertemuan selanjutnya yaitu pertemuan perdana dari pelatihan BATRE V untuk kelompok 1 ini maka akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal 12 Mei 2007 pukul 09.00 pagi WIB.
6. Telah dibagikan Daftar Peserta BATRE V Kelompok I, Silabus Pertemuan, dan Materi Pertemuan I dengan judul: Menulis Cerpen oleh Denny Prabowo serta Dongeng Kancil oleh Sapardi Djoko Damono. Bagi yang belum mendapatkan materi tersebut bisa langsung kontak kepada
- Tutor kita yaitu Denny Prabowo di nomor 08881425XXX/081802901XXX
- Asisten Tutor yaitu Nurhadiansyah di nomor: 08881750XXX

7. Ada tugas yang harus dikumpulkan pada hari Sabtu tanggal 12 Mei 2007 besok, yaitu mengumpulkan 3 dongeng (lokal ataupun internasional) terkenal dan dibuatkan sinopsisnya. Kita akan berusaha untuk merekonstruksi dongeng tersebut pada pertemuan I nanti;

Demikian hasil dari pertemuan kelompok I ini. Bila ada yang kurang jelas sila untuk menghubungi saya via telepon di nomor yang telah saya kirimkan via sms Sabtu kemarin. Kurang lebihnya mohon maaf. Billahittaufik wal hidayah.
Wassalaamu’alaikum wr.wb.


Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
http://dirantingcemara.blogspot.com

03 May 2007

ADD FAVICON

ADD FAVICON [MENAMBAH FAVICON DI BLOGSPOT]

Blog saya kedatangan seorang pengunjung dari Malaysia. Namanya Irfan Jani. Sebagai balasan atas kunjungannya tersebut saya pun berusaha mengintip jeroan dari blognya: Irfanreka. Dan saya mendapatkan pelajaran bagus dari blog itu. Yaitu membuat Favicon. Apa itu Favicon? Yang saya kotakkan dengan warna hitam pada gambar dibawah ini adalah Favicon.






Mengutip dari blog Irfan:

***
Apa yang anda lihat di atas adalah dinamakan sebagai “Favicon”. Apakah fungsinya?

Jika dilihat secara kasar, ia hanyalah hiasan ikon pada alamat web sahaja. Realitinya, ia sebenarnya adalah simbol/logo yang akan memudahkan sesiapa sahaja untuk mengingat jenama anda apabila menanda (bookmarking) halaman milik anda. (hanya drag ikon itu dan bawa ke bahagian Tab).

Fungsi Favicon hanya terdapat pada Pelayar Musang (Firefox..hehe) dan Internet Explorer 5+ dan ke atas Sahaja. Tapi, siapa tahu akan datang semua pelayar akan turut serta, kan?

***

Saya memakai Opera sebagai perambah (browser) dan untuk saya pasang di blog saya di Blogspot. Ternyata bisa memasang fungsi Favicon terebut. Dan tak perlu muluk-muluk Anda harus mempunyai Adobe Photoshop untuk mengolah gambar menjadi berformat ico. Saya memakai paint bawaan Windows juga bisa (sebagaimana saran dari Irfan juga). Oke tanpa berpanjang lebar saya akan memberikan ilmu dan pengalaman saya yang memang sedikit ini kepada Anda semua. Tapi sebelumnya alangkah lebih baiknya Anda membaca dulu blognya Irfan tersebut. Selamat mencoba.

1. Pertama Anda buka Program Paint di Accessories.
2. Open file pilihan Anda. Saya memilih gambar daun.
3. Buat ukuran file tersebut menjadi 16 x 16. Caranya buka: Image – Stretch/Skew.
4. Isi di pilihan Stretch, untuk horizontal dan vertikalnya dengan angka 16. Tekan OK.
5. Lalu Save As, pilih Save as Type: PNG agar tidak ada ketajaman warna yang berkurang. Lalu beri nama apa saja dengan membubuhkan titik dan huruf ico dibelakang nama file tersebut. File saya diberi nama daun.ico.







6. Save.

Sekarang saatnya untuk menampilkannya diblog kita.
1. Upload file tersebut di blog kita. Bisa di sidebar atau di dalam postingan blog kita. Saya memilih untuk menampilkannya di postingan blog saya.
2. Kemudian catat alamat favicon itu dengan mengklik kanan lalu pilih properties. Alamat file saya ada di:


http://1.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rjk5lBE1_XI/AAAAAAAAABM/lJm9AbJcj_U/s200/Daun.ico


 




3. Edit HTML blog Anda dengan memasukkan kode ini:

<link
rel="shortcut icon" href="[alamat ico]" mce_href="[alamat ico]"
type="image/x-icon" />




4. Ganti [alamat ico] dengan alamat favicon pada poin dua di atas.
5. Menaruh kode tersebut di bawah

<HEAD>



6. Lalu save/simpan hasil edit HTML Anda.
7. Silakan lihat blog Anda sekarang. Favicon tersebut sudah muncul di Tab atau jendela browser Anda.

Wait the minutes...I’ll try to look my blog with other browser. Yes, Opera. It’s work.
And Mozilla, It’s work too. But, in IE, nothing happen. I do not know.
Tapi tidaklah mengapa. Yang penting ini berhasil.

Terimakasih kepada Irfan atas ilmunya.


Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Kalibata masih sunyi
09:23 03 Mei 2007