11 April 2007

semua yang terindah

Wednesday, September 14, 2005 - semua yang terindah

Bu...
Pagi ini masih indah
dengan mentari yang masih tersenyum
dengan dedaunan yang masih menghijau
dengan embun yang masih terang kilaunya
maka, bilakah kami menjadi pagi untuk ibu?
Bu...
Dhuha ini masih indah
dengan rokaat-rokaat yang tersulam doa
dengan munajat sejenak yang menerbangkan jiwa
dengan nikmat-Nya yang masih tiada tertara
maka, bilakah kami menjadi dhuha untuk ibu?
Bu...
Siang ini masih indah
dengan angin yang masih terasa sepoinya
dengan cemara yang masih menari-nari kerananya
dengan rehat lama yang meringankan raga
maka, bilakah kami menjadi siang untuk ibu?
Bu...
senja ini masih indah
dengan kilau jingga yang meronakan cakrawala
dengan ombak yang masih mengejar-ngejar pantai
dengan pasir putihnya yang mengilat berkilau
maka, bilakah kami menjadi senja untuk Ibu?
Bu...
malam ini masih indah
dengan siluet merkuri yang masih tegak di sepanjang jalan
dengan purnama yang membulat di sudut jiwa
dengan bintang gemintang yang semarak di permadani gulita
maka, bilakah kami menjadi malam untuk ibu?

Bu...
saat semuanya berputar
saat warsa itu telah tiba menjadi 49
saat itulah kami berkata:
kami adalah
masa
cita
citra
yang terindah untuk Ibu



riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
di jelang 49 Ibu Kakanwil
11:11 14 September 2005

No comments: