11 April 2007

ramadhankan hatiku

Wednesday, October 12, 2005 - ramadhankan hatiku*)

Alangkah sayangnya Ramadhan tersia-sia. Alangkah sayangnya Ramadhan merana ditinggalkan. Bila dunia masih saja memecut punggung engkau untuk segera meraih kenikmatannya. Hingga malamnya masih saja tak terisi dengan berdiri tarawih. Masih saja tak terisi dengan ayat-ayatnya barang satu atau dua juz. Masih saja syahwat merajalela di hati. Masih saja mulut menyemprotkan bisanya kemana-mana. Buruk sangka, hasad, dengki, riya’ dan segala macam penggelap hati masih saja dijadikan penghias diri. Duhai diri insyaflah...
Satu hiasan indah di malam-malam Ramadhan adalah tarawih. Berusahalah untuk tak ditinggalkan. Jikalau tak sempat pergi berbondong-bondong ke masjid terdekat karena sibuk di kantor, macet dalam perjalanan pulang, atau urusan lainnya, tetaplah jangan engkau tinggalkan ia karena waktu masih lapang hingga imsak.
Jikalau engkau mampu menegakkannya bersama-sama di masjid penuh barakah, maka bersiaplah engkau akan menerima banyak nilai kebaikan. Setiap langkah yang kau gerakkan menuju masjid itu akan dihitung dengan berlipat ganjaran. Setiap senyum yang engkau sunggingkan kepada saudaramu adalah sedekah yang berlipat ganjarannya. Setiap satu jabat tangan kepada saudaramu akan merontokkan dosa-dosa engkau dan saudara-saudaramu sampai engkau lepaskan kembali jabat tanganmu.
Setiap rakaat penghormatan kepada masjidmu dengan tahiyatul masjid akan dihitung dengan berlipat ganjaran. Setiap rakaat rawatibmu—yang seringnya engkau tinggalkan, akan dihitung dengan berlipat ganjaran. Setiap rakaat shalat wajibmu dengan berjama’ah akan dihitung berlipat ganda ganjarannya.Bahkan setiap rakaat tarawih dan witirmu akan dihitung berlipat ganjarannya. Pula engkau akan dapatkan siraman yang menyegarkan qolbu dari para ustadz. Hingga seperak dua perak yang engkau masukkan ke kotak amal akan dihitung berlipat ganjarannya. Bahkan bila bertekad kuat maka engkau akan dapatkan malam dinanti, malam seribu bulan. Subhanallah...
Maka kebaikan mana lagi yang akan dapat menandinginya sebagai hiasan indahmu duhai diri, duhai kawan? Itu baru satu penghias saja yakni tarawih. Masih banyak yang dapat kau jadikan penghias indahmu di sepanjang ramadhan kali ini.
Wahai diri, wahai kawan, jangan engkau sia-siakan malam-malam ramadhanmu sampai engkau merasa hatimu, dirimu telah diramadhankan oleh-Nya.



- mengutip judul sebuah lagu yang dinyanyikan Hedy Yunus
inspirer: Ustadz Ferry Nur


riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
putih
08:47 12 Oktober 2005

No comments: