16 May 2007

BELAJAR ILMU KEBAL

BELAJAR ILMU KEBAL
http://10.9.4.215/blog/dedaunan

Ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan untuk bisa memiliki ilmu-ilmu kebal. Ilmu yang membuat badan atau tubuh kita utuh tanpa kurang suatu apapun saat ditusuk, diiris, dibacok senjata tajam. Atau saat dibakar, berjalan di atas pecahan beling dan bara api.

Syaratnya antara lain bertapa di tempat sunyi dan angker, membawa menyan dan sesaji, melakukan wirid-wirid tertentu ataupun mantra-mantra nenek moyang. Puasa mutih selama empat puluh hari empat puluh malam. Atau sama sekali tidak makan ataupun minum. Bahkan yang paling ekstrim adalah dengan melakukan hal-hal yang aneh yaitu makan daging mayat ataupun menyetubuhinya sampai mencapai bilangan tertentu. Biasanya kalau sudah 99 banyaknya, untuk mencari yang ke-100 susah banget, alih-alih berhasil malah gagal. (sinetron misteri kalee...)

Yang demikian ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak syarat-syarat yang diminta oleh setan. Ujung-ujungnya adalah penghambaan manusia pada dirinya. Tidak kurang bahkan ingin lebih. Tumbal akidah itu sudah pasti menjadi taruhannya. Menjual dengan murah kehidupan akhirat dengan kefanaan dunia. Murah, murah sekali.
Tapi banyak sekali loh yang mau. Iklan-iklan yang mengajak orang pada jalan pintas ini banyak bertebaran di koran-koran. Mulai dari yang benar-benar mengaku sebagai dukun dengan wajah angker, rambut terurai panjang sebahu, dan kumis serta jenggot yang menjuntai sampai pada tampilan yang bagaikan sosok-sosok walisongo dan bergelar kyai ataupun ustadz.

Apalagi diiming-imingi keberhasilan 100% dan jaminan uang kembali. Dan satu lagi yang membedakannya dengan dukun-dukun kampung berbangklon, bergelang bahar, berkalung tengkorak tergantung di leher, untuk mereka yang mau ilmu kebal ini, tidak perlu melakoni syarat-syarat di atas. Gampang. Tinggal menyerahkan mahar dengan angka tertentu yang telah disepakati maka ilmu pun bisa langsung ditransfer saat itu. Real Time Systems bo...Murah, murah sekali. Laris manis tanjung kimpul. Duh...

Tapi bagi yang berpikiran rasional, tidak ada ilmu kebal yang demikian. Yang ada adalah bagaimana menciptakan alat untuk bisa melindungi tubuh dari terjangan pedang, panah, bahkan peluru tajam. Nabi Daud AS sudah memulai sejak dulu kala dengan menciptakan baju baja. Dan di abad pertengahan perlindungan itu menutupi seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Karena tidak efektif dan efisien, kini baju itu cuma tinggal jadi barang rongsokan ataupun jadi barang tontonan di museum-museum orang barat sono. Paling hebat cuma jadi figuran film kartun di kastil-kastil tua.

Sekarang karena sudah dikuasai ilmunya, banyak sekali ragam baju kebal seperti ini. Kesatuan pemadam kebakaran yang paling moderen dan para astronot sudah memakai baju antiapi dan antipanas ini. Bahkan para ilusionis dan penyuka rasa sakit sudah memakainya dalam setiap pertunjukannya. Tidak hanya untuk menahan api, tapi untuk menahan sambaran setrum jutaan volt juga halilintar. Gundala Putera Petir—superhero made in Indonesia rekaan masa lalu—mungkin kalah aksi dengan mereka.

Adalagi rompi antipeluru yang merupakan baju berupa rompi terbuat dari kain dilengkapi bahan penahan kejut (kevlar) di dalamnya dan berfungsi sebagai penahan bacokan benda tajam, pecahan granat, tekanan/kejut dari pistol dan senjata laras panjang [1]. Rompi ini tidak hanya dipakai oleh prajurit Amerika Serikat untuk menjajah dunia, tapi juga oleh kesatuan-kesatuan tempur di setiap negara. Juga para penjual jasa keamanan swasta sekelas Blackwater Security Consulting, Vinnel, Dyncorp hingga yang cuma sekelas pengamanan uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Tidak hanya dari kevlar, dengan teknologi yang semakin canggih, kini sudah dilakukan penelitian untuk mengganti kevlar dengan benang sutra laba-laba. Karena benang ini merupakan suatu jaringan serat yang sangat ringan dan kekuatan serta kelenturannya jauh melebihi Kevlar—serat sintesis terkuat yang ada saat ini buatan perusahaan DuPont. Kekuatan benang sutra ini bahkan mampu menahan peluru yang ditembakkan tanpa menyakiti orang yang memakainya sebagai baju anti peluru [2]. Tapi jelas ini mahal. Mahal, mahal sekali, duh...

Inilah usaha manusia untuk melindungi dirinya agar senantiasa selamat. Yang pertama dengan upaya yang murah tapi haram dengan menggadaikan hartanya yang paling mahal, yaitu aqidah, hingga menempuh cara yang rasional tapi berbiaya tinggi. Karena saking mahalnya, satu paket proyek pertahanan keamanan bisa untuk membangun dan merehabilitasi ribuan sekolah. Otomatis kalau yang ini jadi target utama, amanah Undang-undang Sisdiknas tentang biaya untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN tidak akan mungkin tercapai dengan segera.

Ya, semua di atas adalah untuk perlindungan fisik semata. Tidak menyentuh psikis manusia yang sebetulnya perlu bahkan wajib untuk dilindungi. Karena bila psikis manusia tidak dilindungi dari pengalaman buruk seperti penghinaan, perlakuan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan dan teman-temannya itu, maka pengalaman buruk itu akan menjadi sampah yang mengotori pikiran. Semakin sering kita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita [3]. Pikiran kotor hasilnya stres, setelah stres datanglah stroke. Setelah stroke? You know-lah...
Bagaimana cara menyingkirkannya? Kita kudu membuat armor. Dan ini berarti kita harus belajar ilmu kebal yang satu ini. Tapi tunggu dulu. Latar belakangnya bagaimana nih kok bisa pembahasannya sampai ke sini.

Yup, beberapa hari yang lalu, dalam sebuah email pribadi saya, muncul sebutan-sebutan seperti ini: eh p*c*n murahan....dasar cemen..... sok hebad...l*mp d*ck...banci im yawr worst nite mare ever..... i see u melt in hell. (Tanpa saya kurangi sedikitpun bahkan titik-titiknya, saya cuma mengganti huruf vokal pada kata-kata tertentu dengan karakter star)

Waow, saya cuma mengerti 7 kata di awal. Tapi itu pun setelah saya bertanya apa arti p*c*n pada seorang teman. Kalimat yang memakai bahasa Inggris itu pun saya raba-raba artinya. Mungkin artinya: belok kiri jalan terus atau semacam: sesama kere dilarang saling mendahului (halah...).

Seorang teman bahkan sampai berkata: ”kalau saya yang dihina seperti itu, saya paling nangis darah.” Saya? Saya pantang untuk menangis darah sampai kapan pun, tapi nangis mewek bisa jadi. 

Bagaimana supaya kita bisa kebal dari serangan ”mematikan” seperti ini. Ayuk kita sama-sama belajar. Jangan pernah berbaik sangka dulu pada saya bahwa saya paling ahli ngadepin kayak ginian. Yang asyiknya dari ilmu kebal ini dan yang paling membedakannya dari ilmu-ilmu kebal di atas adalah, semakin kita serang balik semakin kalahlah kita. Rontok terperdaya. Lemah letih lesu lunglai. Bahkan para prajurit setan jadi ber-standing ovation persis para tamu istimewa nonton penganugerahan piala Citra.

Ilmu ini ada tiga jurus. Setiap jurus harus diresapi maknanya agar bersenyawa dengan diri. Ketika sudah menyatu maka akan terbentuklah unsur kebaikan. Tinggal menunggu reaksi kimiawinya saja. Berupa pahala yang akan memberatkan amal timbangan kita kelak. Catettttt....

Jurus pertama:
Selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, carilah seribu satu alasan agar kita tidak benci. Ingatlah selalu kebaikannya. Jangan sampai kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan.
Sudah dicatat, dibaca, direnungkan? Mari melangkah ke jurus selanjutnya.

Jurus kedua:
Segera lupakan semua perlakuan buruk orang lain. Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yg lain. Demikian pula saat orang berlaku buruk pada kita, menghina misalnya, alangkah bijak bila kita segera menghapusnya, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang.
Semoga upaya belajar saya ini bukan untuk menunjukkan kepada orang lain tentang kemarahan seseorang. Oke, kita lanjutkan. Tunggu dulu, sepertinya kuda-kuda Anda kurang kokoh. Perlu kekokohan kuda-kuda agar jurus ini ampuh dan punya kekuatan.

Jurus ketiga:
Mohonlah kepada Allah SWT agar diberi hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Ada doa dalam Alquran yang bisa kita panjatkan,"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan lidahku; agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thaahaa [20]:25-28).
Selesai sudah.

***
”Cucuku, sepertinya ilmu kebal yang kakek miliki selama ini, sudah kakek turunkan semuanya kepadamu. Kini saatnya untuk mengabdikan seluruh ilmumu bagi kawulo alit. Memberantas kejahatan. Menegakkan keadilan agar masyarakat sejahtera. Satu pesan kakek pergilah ke negeri Madangkara, temuilah Prabu Brama Kumbara, sesungguhnya ia adalah ayahmu.”

***

Kayaknya pesan sang kakek seperti dalam sandiwara radio atau film silat Indonesia jadul ini sama dengan pesan saya untuk mengakhiri semuanya. Kiranya harapan saya dan Anda tentunya adalah sama dengan harapan seorang blogger (chi) yang membaca dan mempelajari ilmu kebal ini:

”Hmm, benar juga ya. Kalau habis membaca tulisan ini hati langsung adem. Inginnya jadi putih, hatinya jadi bersih. Yang paling susah itu memang istiqomahnya. Senang banget bacanya, makanya saya taruh di sini, biar tidak hilang dan bisa dibaca berulang-ulang, terus siapa tahu bisa bermanfaat buat yg lain kalau dibaca. Buat aku sih tulisan itu bisa menjadi penyejuk hati kalau lagi emosi, kalau lagi tidak PeDe, kalau masih dendaman, kalau masih susah melupakan ketika memaafkan...”

Semoga.



Maraji':

1. Analisa Kebijakan Penggunaan Rompi Tahan Peluru Taktis Di Lapangan
http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=12&mnorutisi=2
2. Benang Laba-laba dari Susu Kambing
http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=17
3. Membersihkan 'Sampah' dari Pikiran
http://jerryronancy.blogs.friendster.com/chi/

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
10:15 11 Mei 2007

1 comment:

SangPelangi said...

salam riza.
hehe.. agak lucu pada awalnya..
akhirnya teks banyak pengajaran yang boleh diambil,
tak sangka untuk menjadi kebal sungguh mudah..hehehe

salam dari bumi Jepang.
IrfanReka