<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755</id><updated>2011-10-10T13:53:28.687+07:00</updated><category term='Tokoh [good and badguys]'/><category term='Blog Tutorial'/><category term='selembar puisi'/><category term='Buku'/><category term='About Me [Completed]'/><category term='BATRE V'/><category term='ratapan sejarah'/><category term='Dunia Islam'/><category term='perpajakan'/><category term='dakwah politik'/><category term='tutorial'/><category term='geography'/><category term='kisah-kisah pencerahan'/><category term='apa arti dedaunan?'/><category term='sejumput rintih'/><category term='Macam-macam Tips'/><category term='TIPS MENULIS'/><title type='text'>riza almanfaluthi dedaunan di ranting cemara</title><subtitle type='html'>Blog Riza Almanfaluthi, dedaunan di ranting cemara, sebuah pengharapan akan kebahagiaan selalu bisa dinikmati kapan saja, di mana saja. inilah tempat dimana kreasi tentang pengharapan yang lebih baik akan tercipta dengan kata-kata, di detik-detiknya, di setiap waktu yang selalu berputar.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>272</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-9054449558744889752</id><published>2008-01-03T16:23:00.000+07:00</published><updated>2008-01-03T16:39:43.266+07:00</updated><title type='text'>PINDAH BLOG</title><content type='html'>SEHUBUNGAN SELAMA HAMPIR SETENGAH TAHUN SAYA TIDAK BISA MENGAKSES BLOG SAYA, DIKARENAKAN BLOG SAYA TERBLOKIR OLEH ADMIN BLOGSPOT KARENA DIANGGAP SEBAGAI PENYEBAR SPAM, MAKA DENGAN INI TANPA ADA RASA BERDOSA SAYA PUTUSKAN UNTUK BERALIH KE WEBLOG YANG MENDUKUNG SEPENUHNYA KEPADA PEMBERIAN KENYAMANAN BAGI PENGGUNANYA YAITU WORDPRESS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI SAYA BLOGSPOT JEMPOL KE BAWAH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPUTUSAN INI BERLAKU SAMPAI JANGKA WAKTU YANG TIDAK BISA DITENTUKAN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI ALAMAT SAYA YANG BARU: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://dirantingcemara.wordpress.com"&gt;http://dirantingcemara.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ranah peradaban Islam nan jaya] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bisa bersilaturahim di sana dengan nyaman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-9054449558744889752?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/9054449558744889752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=9054449558744889752&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/9054449558744889752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/9054449558744889752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2008/01/pindah-blog.html' title='PINDAH BLOG'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-123483817490041297</id><published>2007-07-17T08:36:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T08:37:31.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam-macam Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS MENULIS'/><title type='text'>BUKAN KUCING GARONG</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BUKAN TENTANG KUCING GARONG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tips agar tulisan yang kita buat dapat menarik pembaca untuk membacanya sampai akhir adalah pemilihan judul yang bagus. Helvy Tiana Rosa, Ahad 15 Juli kemarin, memberikan tips-tipsnya kepada para peserta diskusi cerita pendek (cerpen) Forum Lingkar Pena se-Jabodetabek.  &lt;br /&gt;Diskusi dua mingguan yang diselenggarakan FLP Depok ini memang dikhususkan untuk membedah cerpen-cerpen yang layak untuk dibedah. Setelah mengundang Ratno Fadillah pada pertemuan pertama dengan format baru, maka pekan kemarin mengundang Helvy Tiana Rosa untuk membedah tuntas 19 cerpen yang masuk.  &lt;br /&gt;Format baru pembedahan cerpen ini adalah dengan membuat kumpulan cerpen itu dalam sebuah buku. Waktu bedah pertama judul yang diambil sebagai judul kaver adalah Bulan Redup (Bojo Loro)—ada gambar ilustrasinya lagi, di bagian belakangnya ada puisi yang berjudul Rajah Cinta (Ananda di Palembang pasti ingat sekali puisi ini ).  Untuk kali yang kedua judul yang diambil sebagai kaver adalah judul cerpennya Ratno Fadillah “Menanti Paman Izrail”. Menurut saya ciamik sekali cerpen ini memainkan emosi pembaca. &lt;br /&gt;Pantas kalau Helvy memasukkan cerpen ini sebagai cerpen yang mempunyai judul yang menarik. Lebih menarik daripada judul cerpen yang dinobatkan menjadi jawara pada pekan itu yang berjudul:  Terbasuh Megatruh karya dari Indarpati. (Untuk mengetahui lebih dalam tentang dirinya coba search di Paman Google, maaf soalnya saya lupa nama blognya). Tidak hanya itu cerpen Ratno juga termasuk dua cerpen terpilih oleh Helvy yang mempunyai pembukaan menarik selain cerpennya Denni Prabowo yang dimuat di Jawa Pos berjudul: Mayra.&lt;br /&gt;Kembali kepada masalah judul cerpen—ini menurut Helvy, tapi bagi saya tidak hanya untuk cerpen, semua karya tulis pun senantiasa harus memiliki judul yang bagus—maka untuk bisa membuat judul yang menarik ia harus punya kriteria-kriteria seperti di bawah ini. (Kriteria dari Helvy, Penjelasan singkat dari saya).&lt;br /&gt;1. Judul menggambarkan cerita&lt;br /&gt;Terkadang penulis terjebak untuk menggadaikan isi cerita demi judul. Contohnya sebuah tulisan yang berjudul Kucing Garong misalnya. Judulnya memang menarik. Tapi ternyata isi tulisan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Kucing Garong baik secara tersurat ataupun tersirat. Ini hanya gara-gara lagu dangdut cerbonan itu lagi ngetrend diputar di sembarang tempat. Di bis AKAP, warung remang-remang sepanjang pantura, televisi, radio, kafe dangdut, pasar malam, dan lain sebagainya. Yeah…!&lt;br /&gt;Menanti Paman Izrail, adalah judul cerpen yang menggambarkan isi cerita. Diinspirasi peristiwa bunuh diri  ibu dengan tiga orang anaknya, cerpen ini dimulai dengan bujukan seorang ibu kepada anak-anaknya untuk menanti pamannya yang akan datang esok hari. Dan untuk menemui paman yang baik hati itu tentunya sang Ibu harus membunuh tiga anaknya itu. Karena Paman Izrail itu sebenarnya adalah malaikat maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Enak diucapkan&lt;br /&gt;Salah satu kritik yang dilontarkan Helvy pada cerpennya Indarpati yaitu pada judulnya, yang walaupun ber-rima karena berakhiran uh di setiap katanya, tapi bagi Helvy judul ini tidak menarik. “Kenapa tidak Megatruh saja?” tanya Helvy. “Apa karena takut meniru judul cerpennya Danarto yang berjudul sama?” cecar Helvy.  Boleh-boleh saja kok kita punya cerpen dengan judul sama,“ kata Helvy tegas. Indarpati cuma berkomentar ”Mbak Helvy tidak merasakan ruh Jawa dari cerpen saya ini”. Maklum cerpen Indarpati ini budaya lokalnya kental banget. Njawani, beda dengan kultur dari Mbak Helvy yang orang Medan- Aceh.&lt;br /&gt;Lalu judul yang enak diucapkan itu seperti apa? Ini masalah subyektifitas. Dan setiap orang punya nilai subyektifitas yang berbeda. Enak diucapkan bagi saya yah seperti ini: Kucing Garong, Bojo Loro, Mayra, dan lain-lain. Minimal tidak membuat lidah kepleset karena sulit untuk diucapkan, contohnya Entrepreneur yang Keblinger,  Jamahiriah Trap. (Untuk Pak Ekonov, maafkan saya karena telah berani-beraninya  mengkritik judul topik Anda di forum diskusi kita) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Boleh puitis tapi tak berlebihan&lt;br /&gt;Bulan Redup, Malam Selalu Gelap bisa jadi adalah cerpen-cerpen yang judulnya puitis tapi berlebihan. Sudah tahu malam itu gelap dan bulan itu selalu redup tak seterang mentari di siang bolong, lalu mengapa tetap dipaksakan untuk ditulis? Semua orang tahu kok. Tapi untuk judul sebuah puisi, sah-sah saja. Tapi ini prosa bo…bukan puisi. &lt;br /&gt;Juga yang termasuk berlebihan adalah seperti ini “Meraup Rembulan Menakar Malam Mencumbu Derita”. Terlalu panjang dan seperti nama jurus di cerita silat Kho Ping Hoo. Sekalian saja ditambahkan “Menggedor  Bumi, mencengkram Naga.” Persis bukan?&lt;br /&gt;Yang puitis tapi tidak berlebihan seperti apa? Banyak sekali. Contohnya judul tulisan yang dibuat oleh Rifki (Key-key), Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Atau dari Bayu Gawtama, Cinta yang takkan Mampu Terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pakai Kalimat Negasi&lt;br /&gt;Maksudnya adalah judul hendaknya memakai kata atau kalimat penyangkalan, pembatalan, peniadaan, berlawanan dengan kodrat alam. Misalnya Bukan di Negeri Dongeng, Perempuan yang Membelai Luka, Perempuan yang Mencabik Luka, Menari di atas Luka, Tak Harus Menjadi Miss Universe.&lt;br /&gt;Tapi sayangnya banyak juga penulis terjebak di sini. Alih-alih ingin membuat judul yang bernegasi tapi ia membuat judul yang membuat kontroversi dan melanggar aturan masyarakat atau agama yang suci. Karena bagi yang berkecimpung di dunia kepenulisan, syahwat seperti ini begitu rawan untuk meledak.  Seperti judul yang memanusiakan Tuhan, yang menuhankan Rasulullah (saya sampai tak enak untuk menuliskannya, Nau’dzubillah), atau alat kelamin wanita.&lt;br /&gt;Menurut saya alangkah lebih baik saat penulis menggunakan kalimat yang bernegasi ia menghindari segala sesuatu kontroversial atau tabu di masyarakat. Soalnya kita tidak bisa berlindung dibalik kebebasan berkreasi seperti yang didengung-dengungkan penulis barat. Tetap syariat yang menjadi utama agar tulisan itu tidak kehilangan sesuatu yang mencerahkan buat yang lain. &lt;br /&gt;Nah itulah tips-tips membuat judul yang bagus yang diberikan oleh Helvy. Judul yang bagus harus berkaitan erat dengan isi. Isi yang menarik dengan judul yang bagus seperti sayur dengan garam. Tidak bisa terpisahkan. Tapi tips-tips ini mungkin tidak berlaku untuk dan pada semua orang, karena seorang penulis sekaliber Putu Wijaya terbiasa untuk menggunakan judul yang di luar pakem seperti di atas, judul yang aneh, dan tidak menarik sama sekali. Tapi masalahnya apakah kita sekaliber Putu Wijaya?&lt;br /&gt;Itu saja. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;11:48 16 Juli 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-123483817490041297?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/123483817490041297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=123483817490041297&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/123483817490041297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/123483817490041297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/07/bukan-kucing-garong.html' title='BUKAN KUCING GARONG'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5687907011900178990</id><published>2007-07-17T08:32:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T08:35:59.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>MUKA BANDIT</title><content type='html'>MUKA BANDIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi pukul 10.00 tepat saya meninggalkan halaman masjid tempat pertemuan pekanan dilakukan untuk menuju bandara Soekarno Hatta menjemput paman saya yang akan tiba dari Arab Saudi. Menurut SMS yang saya terima dari rombongan keluarga paman saya yang sudah terlebih dahulu sampai di bandara, rencananya pesawat yang membawa paman saya itu akan mendarat pukul 13.00 WIB. &lt;br /&gt; Perjalanan yang biasa saya tempuh  ke sana adalah dengan naik KRL di stasiun Citayam lalu turun di Stasiun Pasar Minggu. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan Bus Damri yang biasa mangkal di Terminal Pasar Minggu. Sampai di bandara, di terminal  2, jam satu siang kurang sedikit. Ternyata berdasarkan jadwal yang terpampang di layar pengumuman pendaratan, pesawat Saudi Airlines itu baru tiba di Indonesia pukul 13.54 WIB.&lt;br /&gt; Dan baru pada jam setengah empat sore, saya benar-benar dapat melihat paman saya keluar dari pintu kedatangan. Setelah berbasa-basi sebentar dia bilang, “Besok kita ke PRJ, antar yah…” &lt;br /&gt;Siap…!&lt;br /&gt;Pekan Raya Jakarta&lt;br /&gt;Perjalanan kemarin amat melelahkan menurut saya. Selain karena  harus mampir di rumah teman paman saya di daerah Ciledug, kapasitas angkut yang berlebih sehingga kami harus berdesakan, juga perjalanan pulang ke tempat saya yang memakan waktu lama. Kini esoknya, di hari ahad ini, saya pun harus menemani paman saya yang ingin berjalan-jalan di Pekan Raya Jakarta (PRJ).  Rencananya pula sehabis dari PRJ kami akan mengunjungi Masjid Kubah Emas. “Mumpung di Jakarta, ” kata bibi saya. &lt;br /&gt;Oke deh…walaupun lelah dari kemarin belum juga kunjung hilang, saya menyanggupi untuk mengantar mereka. Dalam hati saya berkata “kepada keluarga siapa lagi saya akan berbakti setelah ibu saya meninggal?” &lt;br /&gt;Perjalanan di mulai dari pintu tol Cieutereup lalu keluar di pintu tol Ancol-Mangga Dua. Tidak berapa lama kami pun sampai di arena PRJ. Setelah memarkirkan mobil, kami bergegas untuk memasuki tempat pameran. Tiket masuk per kepala sebesar Rp20.000,00 di hari libu. Anak umur 3 tahun ke atas diharuskan memiliki tiket pula. &lt;br /&gt;Terus terang saja, saya termasuk orang yang tidak menyukai keramaian pasar atau mal. Selain karena bisa menaikkan syahwat belanja juga bisa meliarkan hasrat hedonisme manusia—dan untuk mengatasi ini saya cuma membawa uang tunai seratus ribu saja agar saya menyadari saat “ingin” sesuatu, uang saya hanya segitunya saja.&lt;br /&gt;Semakin siang semakin banyak pula pengunjung yang datang. Dan tidak terasa saat saya berkunjung di stand daerah dan UKM, saya telah berpisah dari rombongan utama. Saya raba saku saya, hp saya masih ada ditempatnya. Tapi ada yang aneh, kok selama ini tidak ada aktivitas getar dari hp itu. Alamak, ternyata hp saya sudah mati. Lalu bagaimana saya harus mencari mereka di antara puluhan ribu orang yang berada di tempat itu.&lt;br /&gt;Saya lakoni cara manual, berkeliling ke berbagai tempat utama pameran. Dari hall ke hall, dari stand ke stand, dari counter ke counter. Tidak ketemu…! Kaki saya sampai pegal-pegal. Istirahat deh di salah satu sudut counter penjual makanan ringan. Sambil melihat-lihat sekeliling, kali aja ada yang bisa meminjamkan charger atau hp—ingat loh saya tidak meminta pulsa kepada mereka.&lt;br /&gt;“Pak, bapak punya charger enggak Pak? Saya mau menghubungi saudara saya di sini, tapi hp saya mati”   tanya saya pada sekelompok orang penjaga stand yang saat itu lagi sepi. &lt;br /&gt;“Chargernya ketinggalan di rumah,” jawab salah satu dari mereka. Saya pun meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;Saya kembali melihat seorang bapak tua yang sedang duduk-duduk dengan hp berada di pinggangnya. &lt;br /&gt;“Pak bisa bantu saya enggak Pak? Saya mau kontak saudara saya di sini. Tapi baterai saya habis. Jadi saya mau pinjam hpnya bapak, nanti saya telponnya pakai kartu saya Pak,” pinta saya setengah memelas.&lt;br /&gt;“Masnya pinjam saja charger di counter hp di sana, ” tunjuk dia pada sebuah stand  merek hp ternama. &lt;br /&gt;“Terimakasih Pak.” Dua kali saya di tolak. Kali ini episode acara televisi TOLONG benar-benar terjadi pada diri saya. &lt;br /&gt;Saya pergi ke tempat yang ditunjuk oleh Bapak itu. Tapi saya lihat stand  itu dipenuhi banyak orang, semua pelayannya sibuk, dan jelas saya tidak banyak berharap meminta pertolongan dari mereka.&lt;br /&gt;Lalu saya kembali mencari orang yang dari gayanya bisa membantu saya keluar dari kesulitan. Dua orang yang sedang berbincang-bincang di depan toilet yang saya tanyai, menjawab dengan jawaban singkat, “saya tidak punya hp.”  Dan orang terakhir—penjaga stand minuman—pun tidak bisa menolong saya.&lt;br /&gt;Saat itulah saya merasakan menjadi orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan. Saat itulah saya merasa menjadi tokoh utama dari program variety show televisi. Saat itulah saya merasa menjadi orang yang kesendirian. Mengapa mereka tidak mau memberikan pertolongan yah? Apa karena muka saya muka bandit hingga menjadi parameter tersendiri layak atau tidaknya seseorang untuk ditolong? Saya merasakan sekali nada kecurigaan dari tatapan bapak yang menyuruh saya meminjam charger di counter hp dan juga dari dua pemuda yang  sedang ngobrol di depan toilet. Wajarlah mereka curiga, ini Jakarta Bung! Di mana banyak kepalsuan dijajakan dan diobral ke mana-mana. Di saat kejujuran menjadi barang paling langka pada saat ini. Dan pada akhirnya saat itulah saya bertekad kalau saya dimintakan pertolongan dalam masalah ini Insya Allah akan saya bantu sekuat tenaga. &lt;br /&gt;Tekad saya itu ternyata diberikan jalan oleh Allah untuk direalisasikan pembuktiannya. Senin pagi ini, ada kecelakaan di jalan antara Tanjung Barat dan Pasar Minggu. Pengendara sepeda motor menabrak motor yang berada di depannya. Yang menabrak jatuh dan ditabrak dari belakang oleh motor lain. Yang ditabrak malah tidak apa-apa bahkan langsung melanjutkan perjalanan lagi. Sedangkan dua orang ini luka-luka lecet di kaki, tangan, dan juga di dagu. &lt;br /&gt;Saya sempatkan untuk menuntun salah satu motor mereka. “Bagaimana, ada yang luka parah enggak? tanya saya pada penabrak kedua yang tidak bisa menghindari penabrak pertama . “Dagu dan kaki ini masih keluar darah,” jawabnya. Benar, cairan berwarna merah membasahi tangannya yang mengusap-usap dagunya.&lt;br /&gt;Si penabrak pertama menghampiri saya sambil berjalan tertatih-tatih dan wajah meringis kesakitan dan berkata: “Bapak punya pulsa banyak enggak?  Saya mau menghubungi orang Jepang atasan saya, pulsa saya mau habis nih” pintanya. Jelas saya langsung memberikan hp saya padanya. Peristiwa hari Ahad kemarin benar-benar membekas pada sanubari saya. Berikan pertolongan…apalagi sekadar pulsa ini. Ada banyak yang dihubunginya,  saya pun menunggu lama. Berkali-kali ia meminta izin untuk menghubungi yang lain. “Silakan pakai saja.”&lt;br /&gt;Barulah setelah saya memastikan mereka tidak membutuhkan hp ini, saya pamit untuk melanjutkan perjalanan kembali, absen pagi sudah terasa memanggil-manggil di telinga. Selalu saja ada hikmah yang tersembunyi, kata teman satu seksi saya saat saya menceritakan hal ini padanya. Tentang sebuah pelajaran dan pembuktian realita atas  sebuah tekad agar tidak menjadi omong kosong belaka. &lt;br /&gt;Syukurnya Allah memberikan pelajaran atau tes ini segera, agar saya merasakan hikmah di balik semua itu. Agar saya selalu belajar untuk menjadikan tangan ini selalu di atas. Agar saya tidak menggunakan parameter layak tidaknya seseorang itu perlu ditolong hanya di lihat dari mukanya, muka bandit atau muka Kyai. Enggak enaklah dinilai seperti itu. Bisa jadi muka saya muka bandit tapi hati ini boo, hati Ebiet (halah…). Kawan, hari ini dan kemarin saya mendapat banyak pelajaran loh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;16:16 02 Juli 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://10.9.4.215/blog/dedaunan&lt;br /&gt;http://dirantingcemara/blogspot.com&lt;br /&gt;almanfaluthi@gmail.com &lt;br /&gt;riza.almanfaluthi@pajak.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5687907011900178990?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5687907011900178990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5687907011900178990&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5687907011900178990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5687907011900178990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/07/muka-bandit.html' title='MUKA BANDIT'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-4233411932980378285</id><published>2007-06-26T14:05:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T14:06:25.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>BIOLA TAK BERDAWAI</title><content type='html'>Biola Tak Berdawai&lt;br /&gt;:Sebuah Roman&lt;br /&gt;Seno Gumira Ajidarma &amp; Sekar Ayu Asmara&lt;br /&gt;Penerbit PT Andal Krida Nusantara (Akur)&lt;br /&gt;Cet. II Maret  2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tanpa dawai, bagaimanakah biola bisa bersuara? Biola bagaikan tubuh, dan suara itulah jiwanya—tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia yang membuatnya bicara? Jiwa hanya bisa disuarakan lewat tubuh manusia, tetapi ketika tubuh manusia itu tidak mampu menjadi perantara yang mampu menjelmakan jiwa, tubuh itu bagaikan biola tak berdawai. (Prolog, hal 1)&lt;br /&gt;Buku ini ditulis berdasarkan skenario dan film karya Sekar Ayu Asmara. Dengan cara pandang seorang anak tunadaksa (dengan banyak cacat yang diderita) bernama Dewa.  Autistik, bisu, tubuh kecil yang tidak bisa berkembang, mata terbuka tapi tidak melihat, telinga yang bisa menangkap bunyi tapi tidak mendengar, jaringan otak yang rusak, leher yang selalu miring, kepala yang selalu tertunduk, wajah bagaikan anak genderuwo adalah gambaran dari anak itu.  &lt;br /&gt;Sebagai salah satu bayi yang tumbuh besar sampai umur delapan tahun—yang di luar perkiraan kebanyakan orang di panti asuhan tersebut, ia adalah belahan jiwa dari salah seorang pengasuhnya, Renjani. Renjani bersama Mbak Wid adalah pengurus panti asuhan yang bernama Rumah Asuh Ibu Sejati, terletak di daerah para pengrajin perak bernama Kotagede di pinggiran kota Yogyakarta. Tempat di mana mereka menampung bayi-bayi yang tidak dikehendaki, karena cacat ataupun karena hasil dari hubungan gelap. &lt;br /&gt;Renjani bersama Dewa mengarungi pergiliran waktu dengan menyaksikan kedatangan para bayi tunadaksa yang cepat pula meninggalkan mereka karena kematian, meninggalkan mereka menuju ke pekuburan bayi. Begitu pula dengan Mbak Wid, seorang dokter kepala, yang di siang harinya mengenakan pakaian putih-putih, tapi di saat malam tiba, ia berubah menjadi perempuan berbaju hitam-hitam yang begitu percaya ramalan kartu Tarot dan menyepi di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan seratus lilin. Selalu, Renjani menemani Mbak Wid dalam permainan kartu itu, tentu dengan Dewa yang tetap terdiam membisu, dengan leher yang selalu miring, dan kepala yang selalu tertunduk.&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika saat Dewa mendengar alunan biola dari sebuah CD, sebuah kekuatan mampu membuat kepalanya terangkat—hanya sepersekian detik, dan Renjani—ibunya yang mantan penari balet—melihat itu! Renjani menghambur memeluknya. “ Dewa, Dewa—Dewa suka ibu menari ya? Ah, Ibu sayang sekali sama kamu Dewa!”&lt;br /&gt; Sepersekian detik itulah yang kemudian membawa Renjani dan Dewa melihat Ballet Ramayana yang dimainkan setiap bulan purnama di Candi Prambanan. Lalu berkenalan dengan pemuda yang lebih muda usia daripadanya. Bhisma, salah seorang pemain biola dari pertunjukan itu selalu memperhatikan Renjani saat pertunjukan berlangsung. Singkat cerita, Bhisma semakin akrab dengan Renjani, pun dengan Dewa yang ia sebut sebut sebagai biola  tak berdawai.&lt;br /&gt;Tapi keakraban dan benih cinta yang mulai tumbuh itu rusak saat Bhisma memaksa Renjani menerima dirinya karena itu berarti mengusik masa lalu Renjani yang gelap, yang menjadi satu-satunya alasan mengapa ia pindah dari Jakarta ke tempat sepi ini. Ia belum sanggup berdamai dengan masa lalunya. Masa lalu yang merusak kehormatannya sebagai seorang perempuan. Ia diperkosa oleh guru baletnya. &lt;br /&gt;Jejak-jejak gelap itu menjelma menjadi segumpal daging yang Renjani secara ceroboh menggugurkannya. Lalu menjadi kanker yang membuatnya koma selama seminggu dan akhirnya berkumpul bersama bayi-bayi tunadaksa yang tidak sanggup bertahan hidup di dunia. Bhisma menyesal atas pemaksaannya itu. &lt;br /&gt;Penyesalan yang hanya bisa membuatnya melakukan sebuah konser tunggal. Di kuburan Renjani. Di kuburan para tunadaksa itu. Memainkan resital gubahannya yang baru terselesaikan dan tak sempat tertunaikan untuk dimainkan di hadapan Renjani. &lt;br /&gt;Tapi walaupun terlambat konser itu bagi Dewa adalah konser dari seribu biola, seribu harpa, seribu seruling, seribu piano, seribu timpani, seribu cello, seribu bas betot, seribu harmonica, seribu gitar listrik, dan  seribu anggota paduan suara malaikat dari sorga. Membuat langit ini penuh dengan cahaya dan lapisan-lapisan emas berkilauan. Dan yang mampu membuat Bhisma tertegun, mampu membuat biola itu berhenti sejenak, mampu membuat Dewa berkata: “D..de….f….faa…shaa…shaa…aang…iii…buuu.” &lt;br /&gt;Dewa sayang kamu Renjani.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan roman ini bercerita dengan sederhana sekali. Sekali lagi, sederhana sekali. Ada yang membuatnya beda dan menjadikan novel ini berciri khas unik yaitu penyelipan kisah-kisah pewayangan, kakawin  Bharata-Yuddha beserta para tokoh-tokohnya, Drupadi, Pandawa, Kurawa, Bhisma, Sengkuni, Dorna,  dan yang lainnya. Kisah-kisah yang terlupakan oleh saya.  Namun sempat membangkitkan memori bahwa saya sempat membaca komiknya waktu masih SD dulu. &lt;br /&gt;Filmnya meraih berbagai penghargaan internasional namun roman adaptasi dengan judul sama ini bagi saya biasa-biasa saja. Belum menggugah rasa kebahasaan saya walaupun ditulis oleh seorang yang bernama Seno Gumira Ajidarma. Penulis serba bisa Indonesia yang paling produktif—sebagaimana ditulis dalam kata pengantar buku itu—yang piawai sekali memainkan kata-kata dan sekali lagi menurut penulis kata pengantar tersebut mampu menangkap echo cinta dari film itu. Bagi saya Seno tidak sepiawai saat memainkan kata dan cinta tentunya dalam “Sepotong senja untuk Pacarku.” Karena ia terkungkung dalam sebuah skenario? Entah. Buku ini cukup dibaca saat waktu senggang saja.&lt;br /&gt;Namun kavernya bagi saya mampu untuk “menutupi” kekurangan ini. Indah. Biola tak berdawai, kupu-kupu jingga, warna hitam yang dominan adalah sebuah citra tepat dari sebuah sampul yang menggambarkan isi buku ini. Sebuah asa akan asmara, yang hilang terampas oleh duka dan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;06.08 23 Juni 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-4233411932980378285?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/4233411932980378285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=4233411932980378285&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4233411932980378285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4233411932980378285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/06/biola-tak-berdawai.html' title='BIOLA TAK BERDAWAI'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7535115225194547128</id><published>2007-06-26T13:54:00.001+07:00</published><updated>2007-06-26T14:08:12.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selembar puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS MENULIS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>PETAKA ASMARA</title><content type='html'>Sampai saat ini tugas yang diberikan kepadaku untuk menulis sebuah cerita pendek belum juga selesai. Entah kenapa, istilah cerpen menjadi momok menakutkan bagi saya. Ketakutan-ketakutan yang tidak pernah saya jumpai saat menulis nonfiksi terasa sekali menghantui. Entah ketidakdalaman cerita, entah ketidakkuatan karakter, entah kesalahan setting, entah takut dianggap jelek, entah dianggap tidak piawai dan entah-entah lainnya yang membuatku tidak bisa menulis cerpen.&lt;br /&gt;        Tapi ternyata saya kudu diterapi juga, bahwa saya sudah tidak menulis entah fiksi dan nonfiksi sudah hampir setengah bulan lamanya. Waktu yang membuatku khawatir saya tidak bisa menulis lagi. Benar-benar tidak ada gejolak dari dalam untuk bisa menggerakkan jari saya menuliskan sesuatu. Maka untuk menepis kekhawatiran itu saya menuliskan apa saja di blog ini. &lt;br /&gt;        Tentang saya yang penuh dengan kecemasan tidak bisa menulis lagi. Tentang saya yang takut saya kembali mutung di tengah jalan dan berhenti dari belajar menulis di FLP karena banyak tugas-tugas yang belum saya kerjakan. Tentang saya yang lagi sakit. Sakit hati. Maksudnya adalah hati saya yang lagi penuh dengan penyakit hati saat ini. Tentang saya yang lagi merindukan suasana. Tentang saya yang mengenang jalan-jalan kota Bogor yang sempat saya susuri kemarin dari Gadog Puncak. Hingga tentang saya yang mencoba mencari jati diri agar tidak kehilangan orientasi. Hidup ini mau dibawa kemana?&lt;br /&gt;        Sabtu dan Minggu kemarin memang benar-benar penuh dengan pertarungan antara kehidupan dunia dan akhirat. Antara orientasi mengejar dunia atau mengejar akhirat. Dan pada akhirnya saya memang kalah. Orientasi dunia begitu mendominasi. Hingga lupa ada kehidupan akhirat. Kelelahan mengatur waktu atau kemalasan yang timbul dari banyaknya waktu luang membuat saya berpikir, "oh enaknya kalau hidup tidak memikirkan umat". &lt;br /&gt;        Enak bisa mancing, bisa jalan-jalan, bisa piknik, bisa santai, bisa main game seharian, bisa tidur siang, bisa berkumpul dengan keluarga, dan bisa menikmati kesenangan duniawi lainnya. Pada akhirnya dari kenikmatan berangan-angan "seandainya aku" itu malah membuatku lupa akan banyak amanah. Walhasil saya benar-benar terlena. Saya banyak melanggar amanah yang saya pegang. So, saya beri nilai sabtu dan ahadku kemarin dengan nilai D, tidak lulus.&lt;br /&gt;        Biasanya kesadaran tentang penilaian jelek dari hari-hariku adalah bila pagi telah jelang. Saya merasa ada energi kebaruan yang membuatku bertekad untuk memperbaiki hari ini menjadi lebih baik dari kemarin. Saat shubuh tiba, bergegas ke masjid, sholat berjama'ah, berzikir, dan berdoa, membuat saya merasakan ada semangat baru. Semangat yang menghilangkan keburukan  hari-hari kemarin. Semangat agar hari ini lebih baik. Semangat untuk membantu sesama. Semangat untuk menghapus keburukan-keburukan dengan kebaikan-kebaikan. Semangat agar saya tetap hidup. Hidup dengan membawa makna: "bermanfaat buat yang lain". Walaupun terkadang itu cuma bertahan sampai dhuhur menjelang. Tapi tak mengapa yang penting ada suatu upaya menuju perbaikan tersebut. &lt;br /&gt;        Alhamdulillah, sampai saya menulis paragraf ini, saya merasakan sebuah kepuasan tersendiri. ada energi positif mengalir dalam jiwa saya. Ini berarti terapi menulisku lumayan berhasil melawan kehampaan jiwa. Saya berharap energi itu tidak menjadi kecil lalu meredup tapi semakin membesar untuk menjadi bola salju yang membawa manfaat buat orang lain. Saya bisa menjadikan menulis adalah terapi terbaik bagi saya. &lt;br /&gt;        Dan saya yakin terapi ini pun baik bagi Anda. Tulislah apa yang Anda ingin tulis. Jangan takut untuk memulai. Walalupun ketakutan saya dalam menulis cerpen belumlah  terobati tetapi dengan menulis apa saja bisa mengusir ketakutan-ketakutan yang lain. Jadikan menulis sebagai obat buat diri Anda. ceritakan semuanya. ceritakan semuanya. Jangan malu. Jangan takut. Sekarang juga. Tulis apa adanya. Biarkan jiwamu menilai tulisanmu sendiri. Bukan orang lain. Maka akan kau rasakan terapi menulis ini berguna untuk dirimu.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Petaka Asmara&lt;br /&gt;Jika jiwa tersesat pada labirin kenangan&lt;br /&gt;maka terkadang asmara-asmara masa lalu &lt;br /&gt;timbul tenggelam dengan tangan yang menggapai-gapai&lt;br /&gt;tolong aku tolong aku&lt;br /&gt;jangan biarkan aku terjebak dalam waktu&lt;br /&gt;mengenangmu selalu&lt;br /&gt;bahkan mendengar namaku saja engkau tak sudi &lt;br /&gt;karena itu adalah masa lalumu&lt;br /&gt;tolong aku tolong aku&lt;br /&gt;sampai kapan aku akan berteriak demikian&lt;br /&gt;jika sekadar berita tentang aku &lt;br /&gt;pun membuatmu mual&lt;br /&gt;mual pada segalanya&lt;br /&gt;mabuk pada kerontang jiwa&lt;br /&gt;ah andai waktu tak pernah menemukan diriku&lt;br /&gt;aku tak akan mungkin berteriak:&lt;br /&gt;tolong aku tolong aku &lt;br /&gt;sampai kapan????!!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;13.00 18 Juni 2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7535115225194547128?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7535115225194547128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7535115225194547128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7535115225194547128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7535115225194547128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/06/petaka-asmara.html' title='PETAKA ASMARA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-2147257757375003254</id><published>2007-06-06T10:44:00.000+07:00</published><updated>2007-06-06T10:45:40.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>KAMAR</title><content type='html'>Matamu adalah telaga, dan aku tenggelam di dalamnya. Kalimat indah itu keluar dari mulut Ketua FLP Depok ketika bertugas sebagai tutor menggantikan tutor utama kami--Mas Denny yang sedang rihlah ke Padang. &lt;br /&gt;Kalimat itu adalah deskripsi tentang keindahan sebuah mata. Dalam sastra sebuah deskripsi terkadang tidak perlu dengan menunjuk sesuatu dengan gamblang. Misalnya dengan kalimat "matamu cantik" tapi lebih indah pula bila dengan penggambaran metaforis. &lt;br /&gt;Ya, Sabtu itu kami belajar untuk mendeskripsikan sesuatu. Pada makalah yang dibagikan itu Denny mengutip ismail Marahimin menulis bahwa deskripsi bisa dibedakan menjadi dua macam. Pertama, deskripsi ekspositoris yang merupakan deskripsi yang sangat logis, yang isinya merupakan daftar rincian, semuanya, atau yang menurut penulisnya hal yang penting-penting saja, yang disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis dari obyek yang diamati.&lt;br /&gt;Sedangkan deskripsi impresionistis adalah penggambaran yang didasarkan kuat lemahnya sebuah kesan penulis terhadap bagian obyek-obyek yang ingin digambarkannya. Kata kucinya ada pada kesan terkuat yang tertangkap.&lt;br /&gt;Pada akhir pertemuan tanpa berpanjang kata, kami ditugaskan untuk mendeskripsikan kamar masing-masing. Dan inilah deskripsi kamar saya. Selamat menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih saja terdiam di sudut. Di atas ranjang memandang sekeliling kamar yang sudah sekian tahun tidak berubah. Aksesorisnya belaka yang berubah seiring dengan mandala waktu. &lt;br /&gt;Kalau engkau bayangkan sebuah kamar yang luas, dengan keharmonisan warna cat menyiratkan sebuah keseimbangan alam, ranjang yang besar, lemari-lemari tinggi, meja rias dengan kekokohan pohon jati, cermin yang bening, keramik Italia kualitas terbaik yang mempercantik lantai, tirai lebar berbordir penghalang sinaran mentari pagi dan hembusan angin yang masuk dari jendela,  kamar mandi yang tak kalah indah, dan luasnya setengah darinya, maka bayangan itu cuma ada di sinetron-sinetron Indonesia. Jangan engkau bayangkan itu.&lt;br /&gt;Kamar si pemilik rumah ini hanya cukup untuk memuat dua meja pingpong. Bercat hijau muda. Dengan satu jendela berkaca nako—tanpa tirai—yang mengemis-ngemis cahaya. Maklum saja kamar ini berada di bagian belakang, bersebelahan dengan dapur. Suara berisik pun dominan sekali di setiap pagi. &lt;br /&gt;Karena tiada kecukupan dengan cahaya, maka lampu hemat energi 25 watt menjadi sumber penerangan yang ampuh untuk mengusir kegelapan selamanya, terkecuali kalau ia sudah kehilangan daya. Tapi cukup lama biasanya, berkisar dua warsa. &lt;br /&gt;Lantainya hanya ditutup dengan keramik kelas dua. Hijau muda juga. Baru terlihat mengilat dan harumnya memenuhi ruangan jika dipel dengan cairan khusus pembersih lantai. &lt;br /&gt;Pintu kamarnya cukup kokoh. Terbuat dari kayu yang dipelitur seadanya. Maunya sih nyeni, tapi apa lacur tukang bangunan yang memasangnya bukan tukang kayu ahli, jadinya masih terlihat kasar. Dan pintu ini pun harus didorong dengan kuat agar bisa menutup rapat. &lt;br /&gt;Lemarinya cukup tinggi juga. Nah, ini baru bikinan tukang kayu asli. Kayunya dibuat halus dan dipelitur mengilat sekali. Sayang ada yang merusak keindahannya. Ada selot terpasang di bagian luar. Tentunya untuk menutup pintu lemari yang tidak bisa terkunci dari dalam. &lt;br /&gt;Isinya? Ah, engkau pasti tahu apa yang ada di dalamnya. Sekadar tumpukan penutup aurat sebagai pembeda keberadaban manusia zaman batu dengan masa kini. Dan sekadar lembaran-lembaran kertas penanda keberadaan seseorang di dunia ini. &lt;br /&gt;Ho...ho...ho...ada pula lembaran-lembaran lain yang lebih kecil ukurannya, bergambar, dan bernomor seri tertumpuk rapi. Biasanya setiap pagi si pemilik rumah ini membagi-bagikan itu kepada para penghuni rumah yang lain. Yang biasa kudengar mengiringi pembagian itu adalah celotehan dari si kecil: ”Mi, kok cuma seribu?”&lt;br /&gt;Di sebelah lemari itu ada meja kecil setinggi lutut orang dewasa. Cukup untuk menaruh sebuah tape recorder. Lebih tepatnya lagi meja ini berguna untuk menaruh apa saja. Kaset-kaset yang bertumpuk tidak teratur, kunci sepeda motor, sobekan-sobekan kertas, brosur-brosur penawaran kredit bank, buku diary, majalah, makalah, pulpen,  dan banyak lagi lainnya. Sepertinya meja ini tak layak muat untuk menerima segalanya. Yang pasti: berantakan sekali.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu. Di sisi lain dari lemari ada juga rak kecil berwarna biru laut terbuat dari plastik. Niatnya mungkin untuk menaruh peralatan sembahyang, tapi itu cuma di bagian atasnya.Lagi-lagi yang tampak adalah tumpukan kertas, buku dan majalah. Namun terlihat pula tiga buah tas kerja di sana. &lt;br /&gt;Di sudut kamar yang lain teronggok meja rias dengan begitu banyak kosmetik di atasnya. Ada cermin besar di sana. Cukup untuk melihat setengah tubuh manusia. Tentu hanya fisik yang terlihat. Tidak ada isi hati yang tampak. Tapi memang jujur sekali sang cermin ini memantulkan bayangan. &lt;br /&gt;Kulit yang menghitam, rambut yang memutih, kulit yang mengeriput, mata yang menyayu tanpa cahaya, tubuh yang membongkok karena tulang yang merapuh, senyum yang enggan bangkit dari sudut bibir, gigi yang tinggal satu dua ditampilkan apa adanya pula. Tidak dilebihkan atau dikurangkan sedikitpun. Jujur, jujur sekali. Terkecuali sumber bayangan itu memakai topeng. Pun saat ia benar-benar memakai topeng pada galibnya  itu adalah sebuah bentuk kejujuran pula.   Sebuah pantulan, sebuah penegasan:  Ia memakai topeng! &lt;br /&gt;Lalu persis di antara rak plastik dan meja rias itu ada sebuah pintu lagi. Pintu kamar mandi. Yup, kamar ini mempunyai kamar mandi di dalamnya. Kecil dan tidak luas. Sekilas aku melihat di sana ada kran, ember, gayung dan tentunya...ah, aku geli menceritakannya kepada engkau. Lain kali aku membisikkan segalanya padamu, tidak saat ini,  dan hanya untuk kamu saja, tidak untuk yang lain.&lt;br /&gt;Kini, saatnya membicarakan tempat di mana aku sedang memandang sekeliling kamar ini. Ranjang ini. Aku berdiri di tempat di mana biasanya sepasang pemilik rumah ini membaringkan kepalanya di ranjang ini. Terlihat sekali bayanganku ada di cermin meja rias di seberang sana. &lt;br /&gt;Ranjang ini empuk sekali. Saking empuknya ketika seseorang menggeser tubuhnya terasa sekali goyangannya. Ini berarti, ranjang itu cuma spring bed murahan. Kalau yang benar-benar mewah, asli, dan mahal maka jalinan kawat spiral yang menyusunnya tidak konvensional tetapi dirancang khusus dengan per sejajar yang terpisah, tidak saling terkait, terbungkus kantong kain satu per satu dan tidak dikaitkan dengan kawat helical yang dapat mengurangi gunjangan. Ini jelas akan menambah kenyamanan bertidur. Saat orang bisa nyaman tidur maka sehatlah ia. &lt;br /&gt;Engkau pasti bertanya, kenapa aku bisa tahu sejauh itu? Ah, aku ini bisa melihat apa saja walaupun mereka menyangka aku tidak bisa melihat. Aku ini bisa mendengar apa saja walaupun mereka menyangka aku tidak bisa mendengar. Aku ini bisa berbicara apa saja walaupun mereka menyangka aku diam membisu di setiap waktu. Aku ini bisa merasakan apa saja walaupun mereka tidak pernah menyangka aku dapat merasakan segalanya. Bahkan aku bisa kejam membunuh. Faktanya di setiap lenganku ada bercak-bercak—tidak cukup setetes atau sepercik—darah dari musuh-musuh mereka yang bergerilya di setiap malam.&lt;br /&gt;Ohya, ada selimut di atas ranjang itu. Selimut yang biasa tak terpakai oleh mereka berdua—karena kamar tak berpendingin ini sudah cukup membuat mereka kepanasan-- Hanya pada saat-saat tertentu saja selimut itu berfungsi. Tak perlu kuceritakan pula kepada engkau tentang semua yang aku lihat, aku dengar, dan aku rasakan. Karena ini bukan cerita stensilan.  &lt;br /&gt;“Brak….!” suara pintu terbuka memecahkan perenunganku pada deskripsi kamar ini. Aku melirik. Sosok perempuan terlihat memasuki kamar. Memandang sebentar ke sekeliling kamar. Melangkah ke ranjang. Membereskan bantal dan selimut. Lalu memungutku. &lt;br /&gt;Aku sadar kini waktunya untuk bertugas. Aku kencangkan otot-ototku. Energi kusalurkan pada setiap lenganku yang panjang, ramping, dan lurus.  Persis saat ia menjerembabkan aku di permukaan kasur. Membersihkan segala macam debu dan tungau yang tidak bisa terlihat oleh mata biasa. Berkali-kali aku dipukulkan ke kasur dan menyapu bersih segala macam benda-benda kecil di atasnya. Aku sudah terbiasa. Paling cuma belasan kali. &lt;br /&gt;Tidak berhenti sampai di situ. Ada tugas lain. Kini aku melayang-layang di seantero kamar. Mencari makhluk-makhluk kecil bersayap dan penghisap darah. Kamar yang lembab ini memangnya menjadi habitat terbaik untuk tumbuh kembang mereka. Perempuan itu melihat seekor terbang menghindari terjanganku yang digerakkan oleh tangan perempuan ini. ”Wusss...!” Masih menerpa angin. Dan aku masih waspada dengan tetap menyalurkan tenaga ke sekujur lenganku. &lt;br /&gt;”Tap...” Aku merasakan momentum luar biasa. Saat lenganku menangkap dan menggencetnya. Ada cairan merah keluar dari tubuh nyamuk itu. Mungkin ia sempat menggigit penghuni rumah ini. Tidak lama aku dibiarkan menggeletak di atas meja rias. Kudengar perempuan itu berkata kepada lelaki yang baru saja memasuki kamar, ”Nanti belikan satu lagi sapu lidi untuk di kamar depan. Yang ini biar di sini saja.” Tiba-tiba kamar itu gelap.&lt;br /&gt;Tapi jangan dikira aku ini buta karena aku bisa melihat apa saja walaupun mereka menyangka aku tidak bisa melihat. Jangan dikira aku ini tuli karena aku bisa mendengar apa saja walaupun mereka menyangka aku tidak bisa mendengar. Jangan dikira aku ini bisu karena aku bisa berbicara apa saja walaupun mereka menyangka aku diam membisu di setiap waktu. Jangan dikira pula aku ini tidak perasa karena aku ini bisa merasakan apa saja walaupun mereka tidak pernah menyangka aku dapat merasakan segalanya. &lt;br /&gt;Kegelapan ini tidak akan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;16:14 05 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-2147257757375003254?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/2147257757375003254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=2147257757375003254&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2147257757375003254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2147257757375003254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/06/kamar.html' title='KAMAR'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5287398015083564137</id><published>2007-05-28T14:34:00.001+07:00</published><updated>2007-05-28T14:41:48.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>MENGAPA MEREKA MEMBENCI SAYA?</title><content type='html'>Seseorang telah mengirimkan sebuah surat melalui Private Message saya di sebuah forum diskusi. Seorang sahabat saya. Sebuah surat yang panjang. Bercerita tentang alasan sosok-sosok salafy membenci saya. Harapannya saya mengerti tentang mereka. It's Oke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seizinnya saya bisa mempublikasikan surat menyurat kami tentang hal ini. Berikut di bawah: yang pertama adalah surat sahabat saya tersebut. Lalu setelahnya adalah balasan dari saya. Selamat Membaca korespondensi indah ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ohya &lt;/em&gt;, namanya yang saya tuliskan adalah bukan nama yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-- Previous Private Message --&lt;br /&gt;Sent by : UmmuRonggo&lt;br /&gt;Sent : 25 May 2007 at 09:02&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia itu berbeda. Setiap manusia mempunyai FOR (Frame of References), yang membingkai setiap dasar pemikiran maupun bertindaknya. Dosen Tehnik Komunikasiku mengistilahkan dengan kaca mata kuda. Artinya cara seseorang memandang , berfikir, menanggapi ataupun merasakan suatu hal/permasalahan adalah sangat bergantung pada kaca matanya. Kaca mata ini dilatarbelakangi oleh kejadian –kejadian di masa lalu, bagaimana lingkungan , pola didik keluarga, pendidikan maupun pengalaman pengalaman yang dirasakan. Nah, karena itu dua orang kembarpun akan mempunyai FOR yang berbeda.&lt;br /&gt;Semalam tarawihku yang tak kusukai , menurutku. Dari semenjak sholat Isya, dan kutau Bapak tua itu yang menjadi imamnya, aku sudah tak bergairah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dengan imam favoritku yang kemarin. Kemarin aku begitu khusu’ menikmati tarawihku. Dibawah langit yang cerah, dan lantunan ayat-ayat hapalanku yang hampir hilang , kunikmati dan berusaha kukumpulkan kembali hapalanku yang hampir hilang. Iya, surat surat An Nabaa, Al Insiqooq, dan surat2  awal di juz 30 , membuatku menikmati sholatku ini. Walau menurut jamaah lain, Imamku ini yang terlama tarawihnya karena pilihan ayat2nya yang tak biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi imam tarawihku semalam.Aku sudah hapal .Dia (beliau, maksudku, bagaimanapun aku harus tetap menghormatinya) akan memulai setiap Takbiratul ihramnya , dengan membacakan; Ussoli sunnatan tarawih…  ,sebelum witir, dengan doa ; nawaitu shaumagoddin…,  witir 3 rakaat dengan dua salam , dan di rakaat terakhir ditambah qunut. Terpikir olehku sejak solat Isyaku, untuk pulang dan tarawih di rumah. Tapi kuurungkan, karena kunci rumah dipegang suamiku yang sholat di jamaah laki laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak sekali perbedaan perbedaan di sekitar kita. Walau mungkin perbedaan perbedaan itu belumlah menjauhkan diriku dari mesjid.Biar bagaimanapun aku (-beserta suami juga keturunanku) ingin termasuk dalam golongan pemuda yang termasuk dalam tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah disaat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (gol.pemuda yang hatinya tertambat di mesjid). Walau terkadang ada aktifitas2 di mesjid yang bertentangan dengan prinsip ku seperti imam diatas (salaman setelah sholat, peringatan hari hari besar islam, seperti Nuzulul Qur’an, Isro Mi’raj dll )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca AL IKHWAN=AHLUL BID’AH=OSAMA? dan Siapa Teroris? Siapa Khawarij? (ini bukan resensi) dari mas dedaunan ; membuatku sedikit memahami latarbelakang atau FOR dari penulis. Ataupula membaca tema kontroversial di forum diskusi DSH , membuat saya mengerti dan maklum atas debat yang tidak berkesudahan. Dan menjadikan diriku untuk tidak turut dalam ajang tersebut. Biar bagaimanapun masing2 pihak punya prinsip2 keislaman yang berbeda yang melatarbelakangi pendapat2 mereka. &lt;br /&gt;Aku jebolan –he he kaya kuliah aja—suatu jamaah yang keras –yang terlempar keluar karena memilih prinsip untuk menikah dengan orang diluar jamaah,... aku tidak menyesalinya, ini kuanggap salah satu jalan untuk mencari firqotun najiyahnya (gol yang selamat). Walau terkadang teman temanku di jamaah berusaha membujukku kembali,...    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati PKS dan gerak dakwahnya, terus terang aku respek terhadap orang orangnya dibanding partai partai lain... kuanggap lebih bersih dan bisa dipercaya,...&lt;br /&gt;tapi untuk terjun dan aktif  di sana , aku tak melihat jalan partai sebagai jalan yang ditunjukkan Sang Teladan –walau kusadari ada perbedaan mengenai sarana dakwah itu harus sesuai tuntunan/sunnah atau boleh mengikuti perkembangan jaman-- , dan sedikit risih melihat sedikit toleransi2 agama yang dilakukan petinggi 2 partai. &lt;br /&gt;Melihat ulah oknum yang mengganggu mas dedaunan dengan kata2 (kotor/kejamnya,...?)&lt;br /&gt;Aku memang tidak respek terhadap oknum ini,...&lt;br /&gt;Tapi menurut pendapatku,...sebagaimana pengantar diatas ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada segolongan manusia yang sedang mencari jamaah,  ada yang sudah berada di suatu jamaah atau ada pula yang tidak memilih satu pun (seperti aku, yang berusaha mencari kebaikan dari semua jamaah) ...&lt;br /&gt;Terkadang tidak suka /risih melihat kefanatikan yang ditunjukkan seseorang terhadap jamaahnya di suatu forum,..&lt;br /&gt;Melihat tulisan tulisan mas dedaunan, aku sedikit menarik kesimpulan bahwa oknum itu tidak suka melihat tulisan tulisan atau kefanatikan yang ditunjukkan oleh tulisan tulisan mas ..&lt;br /&gt;Aku tidak berusaha memberi nasihat : jangan pakai simbol simbol ataupun kefanatikan  terhadap partai atau golongan di forum umum...  (atau aku salah, DSh forumnya PKS yaa)..&lt;br /&gt;Karena aku sadar , itu adalah sebagian dakwah mereka, karena itu juga curahan atas kesenangan/semangat hidup mereka. &lt;br /&gt;Cobalah sedikit memahami ataupun toleran terhadap perasaan orang lain,.. sebagaimana mungkin sebagian kita kurang respek kalau seseorang terlalu bersemangat menunjukan kesalafyannya...&lt;br /&gt;Maaf kalau pendapat saya salah...&lt;br /&gt;Allohua’lam bishshowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Inilah balasan surat saya:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Ba’da tahmid dan salam.&lt;br /&gt;Semoga Allah meridhoi kita semua dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Sudah lama kita tidak bersilaturahim.&lt;br /&gt;Terimakasih pula atas nasehat yang telah diberikan. Semoga Allah memberikan keberkahan terhadap Ummu Faiz.&lt;br /&gt;Membaca tulisan Anda Ummu Faiz membuat saya berfikir, bahwa masalah-masalah yang Anda sebutkan di awal surat tersebut yaitu tentang perbedaan di pelaksanaan sholat tarawih lagi-lagi berujung pada perbedaan furu yang tidak seharusnya menyebabkan orang menjadi berpecah belah. Saya setuju dengan Anda.&lt;br /&gt;Dan saya menganggap bahwa semua yang dilakukan oleh imam tersebut dan tentunya berbeda dengan yang dipahami oleh Ummu Faiz adalah bagi saya sesuatu yang biasa-biasa saja. Lagi-lagi ini ditentukan oleh FOR seperti yang Ummu Faiz sebutkan di paragraf pertama. Juga untuk masalah salaman setelah sholat dan PHBI, bagi saya yang pertama adalah masalah furu yang sudah sejak lama menjadi perbedaan bila kita merujuk lebih jauh kebelakang, ternyata para ulama terdahulu pun punya komentar tentang salaman setelah shalat. &lt;br /&gt;Sedangkan untuk PHBI jika kita berpendapat bahwa itu tidak suatu keharusan maka bukanlah sebuah kebid’ahan (tolong untuk tidak dibahas lagi), dan hanya merupakan sebuah acara seremonial sebagai metode pengembangan dakwah dan ajang taushiyah agar masyarakat bisa menerima kebenaran.&lt;br /&gt; Tetapi saya sangat menghargai sebuah prinsip yang Anda pegang wahai Ummu Faiz, untuk tidak turut dalam ajang tersebut. Sungguh, sebuah rumah akan dibangun di surga bagi orang yang bisa menghindari jidal baik ia benar ataupun salah.&lt;br /&gt;Juga pada respek Anda pada gerak dakwah sebuah jama’ah yang bernama PKS. Semoga ini menjadi titik awal bagi kita untuk senantiasa merenda nilai-nilai ukhuwah itu. Dan tak perlu risih dengan semua aktivitas para petinggi partai itu karena semuanya telah melalui jalan syura. Lagi-lagi perbedaan pandangan dan tentunya FOR melandasi semua itu. Yang penting bagi kami selama itu tidak keluar dari koridor Alqur’an dan Assunnah maka hukumnya mubah. &lt;br /&gt;Yang saya tidak di mengerti adalah kefanatikan yang seperti apa yang saya tulis? Bagi orang lain yang tidak mengikuti pergerakan (jama’ah) tulisan-tulisan saya adalah tulisan-tulisan yang biasa- biasa saja. Bahkan bagi orang yang mengikuti pergerakan (jama’ah) sekalipun seperti dari HTI, MMI, Jama’ah Tabligh, NU, dan Muhammadiyah pun memandang hal yang sama. Yaitu tulisan saya biasa-biasa saja. &lt;br /&gt;Dan saya cuma berkesimpulan—dan ini menurut pandangan saya—yang menganggap saya fanatik adalah mereka-mereka yang sangat membenci jalan dakwah yang mulia ini. Maka yang keluar dari—maaf—mulut-mulutnya adalah celaan serta makian saja. Itu biasa saja bagi saya. Maka dari itu saya tidak menanggapinya. Apalagi di sana di DSHNet adalah habitat alami saya bahkan banyak ikhwah yang lainnya. (Sekaligus menyatakan memang betul bahwa DSHNet itu bukan forum umum, DSHNet pun adalah sama seperti situs-situs pembawa misi dakwah lainnya yang dibuat oleh saudara-saudara salafy lainnya di intranet seperti Al-Ilmu, Al-Atsary, dan sebagainya.)&lt;br /&gt;Bagi saya tidak masalah saat menampilkan sebuah kefanatikan—memakai istilah yang Anda sebut tadi—asal tidak ada sebuah upaya ketersinggungan dari pihak lain. Dan itu yang saya jaga. Bahkan saya respek terhadap mereka yang menonjolkan ke-HTI-annya, ke-JT-annya, pun kepada sauadara-saudara salafy yang menonjolkan kesalafiannya, asalkan tetap pada koridor yang dibenarkan. &lt;br /&gt;Tetapi hal lain pada banyak kasus faktanya adalah bila kefanatikan dari seseorang yang menunjukkan kesalafiannya. Lagi-lagi itu tidak masalah bagi saya bila menonjolkannya di situsnya sendiri dan tetap menjaga etika seorang muslim. Namun yang terjadi pada tataran realitanya adalah sebuah upaya pembenaran diri sendiri dan penyalahan pada diri orang lain serta tidak menjaga adab berbeda pendapat. Itu masalahnya saudaraku.&lt;br /&gt;Dan tentang upaya memahami mereka, bersikap toleran terhadap mereka sudah sering dilakukan oleh begitu banyak ikhwah di DSH ini. Sejak DSH berdiri di tahun 2003 hingga pada medio Oktober 2006. Sudah lama celaan, makian, hinaan diterima dengan lapang dada. Begitu banyak mudharat yang timbul di sana. Di forum dakwah itu. Dari adanya ketersinggungan kecil hingga retaknya ukhuwah. Maka dengan sebuah kesadaran bahwa menjaga ukhuwah itu hukumnya wajib, maka ba’da lebaran 2006 kemarin berdasarkan hasil syura terbentuklah sebuah forum moderasi untuk meng-cut semua postingan yang berbau busuk, sangit dan anyir yang bisa menodai sebuah kain indah pada agama yang hak ini yang bernama ukhuwah.&lt;br /&gt;Dan alhamdulillah, Allah telah memberikan jalannya. Ukhuwah itu senantiasa terjaga erat di forum keluarga. Di forum dakwah pun demikian Insya Allah. Inilah miliu keberkahan yang Allah berikan kepada para pengunjung DSH agar senantiasa mendapatkan ilmu sekaligus ukhuwah. Semoga kami senantiasa ber-iltizam pada upaya kami ini.&lt;br /&gt;Demikianlah saudaraku apa yang bisa saya sampaikan pada Anda Ummu Faiz. Terimakasih telah menganggap saya sebagai saudara Anda—karena bagi saya bila seseorang telah menasehati saya dengan penuh hikmah itulah sebenar-benarnya saudara. Yang senantiasa menasehati saudaranya dalam kesabaran dan kebenaran. Semoga Allah senantiasa memberikan kemuliaan pada diri Anda dan keluarga Anda di dunia dan akhirat.  Semoga senantiasa diberikan rizki yang banyak, halal, dan berkah. Semoga Anda pun diberikan pahala kebaikan yang amat banyak dan luas seluas bumi dan langit-Nya. Semoga Allah mengumpulkan kita di surga-Nya. Kabulkanlah ya Allah.&lt;br /&gt;Maafkan bila ada yang salah-salah kata. Tentu karena: ”siapalah saya ini?” Cuma manusia biasa. Kebenaran datangnya dari Allah. Billahittaufik wal hidayah.&lt;br /&gt;Wassalaamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;10:24 25 Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;1. Bolehkah saya menampilkan surat Anda dan balasan saya ini di blog saya. Tentunya dengan menyamarkan nama Anda. Karena saya berpikir ini sebuah pendokumentasian yang amat berharga. Sebagaimana surat-menyurat antara Soekarno (Tokoh Nasionalis) dan A Hassan (Tokoh Persis) yang terekam sejarah dengan baik.&lt;br /&gt;2. Kayaknya setting pengantar(pembukaan surat) Anda sudah lama sekali: di era ramadhan dulu. Atau karena sudah lama ditulis dan uneg-uneg ini baru dikirim saya sekarang?  BTW, terimakasih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5287398015083564137?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5287398015083564137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5287398015083564137&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5287398015083564137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5287398015083564137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/05/mengapa-mereka-membenci-saya.html' title='MENGAPA MEREKA MEMBENCI SAYA?'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1481818190722487640</id><published>2007-05-16T08:03:00.000+07:00</published><updated>2007-05-16T08:11:45.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam-macam Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>BELAJAR ILMU KEBAL</title><content type='html'>BELAJAR ILMU KEBAL&lt;br /&gt;http://10.9.4.215/blog/dedaunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan untuk bisa memiliki ilmu-ilmu kebal. Ilmu yang membuat badan atau tubuh kita utuh tanpa kurang suatu apapun saat ditusuk, diiris, dibacok senjata tajam. Atau saat dibakar, berjalan di atas pecahan beling dan bara api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaratnya antara lain bertapa di tempat sunyi dan angker, membawa menyan dan sesaji, melakukan wirid-wirid tertentu ataupun mantra-mantra nenek moyang. Puasa mutih selama empat puluh hari empat puluh malam. Atau sama sekali tidak makan ataupun minum. Bahkan yang paling ekstrim adalah dengan melakukan hal-hal yang aneh yaitu makan daging mayat ataupun menyetubuhinya sampai mencapai bilangan tertentu. Biasanya kalau sudah 99  banyaknya, untuk mencari yang ke-100 susah banget, alih-alih berhasil malah gagal. (sinetron misteri kalee...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian ini hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak syarat-syarat yang diminta oleh setan. Ujung-ujungnya adalah penghambaan manusia pada dirinya. Tidak kurang bahkan ingin lebih. Tumbal akidah itu sudah pasti menjadi taruhannya. Menjual dengan murah kehidupan akhirat dengan kefanaan dunia. Murah, murah sekali. &lt;br /&gt;Tapi banyak sekali loh yang mau. Iklan-iklan yang mengajak orang pada jalan pintas ini banyak bertebaran di koran-koran. Mulai dari yang benar-benar mengaku sebagai dukun dengan wajah angker, rambut terurai panjang sebahu, dan kumis serta jenggot yang menjuntai sampai pada tampilan yang bagaikan sosok-sosok walisongo dan bergelar kyai ataupun ustadz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi diiming-imingi keberhasilan 100% dan jaminan uang kembali. Dan satu lagi yang membedakannya dengan dukun-dukun kampung berbangklon, bergelang bahar, berkalung tengkorak tergantung di leher, untuk mereka yang mau ilmu kebal ini, tidak perlu melakoni syarat-syarat di atas. Gampang. Tinggal menyerahkan mahar dengan angka tertentu yang telah disepakati maka ilmu pun bisa langsung ditransfer saat itu. Real Time  Systems bo...Murah, murah sekali. Laris manis tanjung kimpul. Duh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi yang berpikiran rasional, tidak ada ilmu kebal yang demikian. Yang ada adalah bagaimana menciptakan alat untuk bisa melindungi tubuh dari terjangan pedang, panah, bahkan peluru tajam. Nabi Daud AS sudah memulai sejak dulu kala dengan menciptakan baju baja. Dan di abad pertengahan perlindungan itu menutupi seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Karena tidak efektif dan efisien, kini baju itu cuma tinggal jadi barang rongsokan ataupun jadi barang tontonan di museum-museum orang barat sono. Paling hebat cuma jadi figuran film kartun di kastil-kastil tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang karena sudah dikuasai ilmunya, banyak sekali ragam baju kebal seperti ini. Kesatuan pemadam kebakaran yang paling moderen dan para astronot sudah memakai baju antiapi dan antipanas ini. Bahkan para ilusionis dan penyuka rasa sakit sudah memakainya dalam setiap pertunjukannya. Tidak hanya untuk menahan api, tapi untuk menahan sambaran setrum jutaan volt juga halilintar. Gundala Putera Petir—superhero made in Indonesia rekaan masa lalu—mungkin kalah aksi dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalagi rompi antipeluru yang merupakan baju berupa rompi terbuat dari kain dilengkapi bahan penahan kejut (kevlar) di dalamnya dan berfungsi sebagai penahan bacokan benda tajam, pecahan granat, tekanan/kejut dari pistol dan senjata laras panjang [1]. Rompi ini tidak hanya dipakai oleh prajurit Amerika Serikat untuk menjajah dunia, tapi juga oleh kesatuan-kesatuan tempur di setiap negara. Juga  para penjual jasa keamanan swasta sekelas Blackwater Security Consulting, Vinnel, Dyncorp hingga yang cuma sekelas pengamanan uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya dari kevlar, dengan teknologi yang semakin canggih, kini sudah dilakukan penelitian  untuk mengganti kevlar dengan benang sutra laba-laba. Karena benang ini merupakan suatu jaringan serat yang sangat ringan dan kekuatan serta kelenturannya jauh melebihi Kevlar—serat sintesis terkuat yang ada saat ini buatan perusahaan DuPont. Kekuatan benang sutra ini bahkan mampu menahan peluru yang ditembakkan tanpa menyakiti orang yang memakainya sebagai baju anti peluru [2]. Tapi jelas ini mahal. Mahal, mahal sekali, duh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah usaha manusia untuk melindungi dirinya agar senantiasa selamat. Yang pertama dengan upaya yang murah tapi haram dengan menggadaikan hartanya yang paling mahal, yaitu aqidah, hingga menempuh cara yang rasional tapi berbiaya tinggi. Karena saking mahalnya, satu paket proyek pertahanan keamanan bisa untuk membangun dan merehabilitasi ribuan sekolah. Otomatis kalau yang ini jadi target utama, amanah Undang-undang Sisdiknas tentang biaya untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN tidak akan mungkin tercapai dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya, semua di atas adalah untuk perlindungan fisik semata. Tidak menyentuh psikis manusia yang sebetulnya perlu bahkan wajib untuk dilindungi. Karena bila psikis manusia tidak dilindungi dari pengalaman buruk seperti penghinaan, perlakuan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan dan teman-temannya itu, maka pengalaman buruk itu akan menjadi sampah yang mengotori pikiran. Semakin sering kita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita [3]. Pikiran kotor hasilnya stres, setelah stres datanglah stroke. Setelah stroke? You know-lah...&lt;br /&gt;Bagaimana cara menyingkirkannya? Kita kudu membuat armor. Dan ini berarti kita harus belajar ilmu kebal yang satu ini. Tapi tunggu dulu. Latar belakangnya bagaimana nih kok bisa pembahasannya sampai ke sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, beberapa hari yang lalu, dalam sebuah email pribadi saya, muncul sebutan-sebutan seperti ini: eh p*c*n murahan....dasar cemen..... sok hebad...l*mp d*ck...banci im yawr worst nite mare ever..... i see u melt in hell. (Tanpa saya kurangi sedikitpun bahkan titik-titiknya, saya cuma mengganti huruf vokal pada kata-kata tertentu dengan karakter star)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waow, saya cuma mengerti 7 kata di awal. Tapi itu pun setelah saya bertanya apa arti p*c*n pada seorang teman. Kalimat yang memakai bahasa Inggris itu pun saya raba-raba artinya. Mungkin artinya: belok kiri jalan terus atau semacam: sesama kere dilarang saling mendahului (halah...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seorang teman bahkan sampai berkata: ”kalau saya yang dihina seperti itu, saya paling nangis darah.” Saya? Saya pantang untuk menangis darah sampai kapan pun, tapi nangis mewek bisa jadi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana supaya kita bisa kebal dari serangan ”mematikan” seperti ini. Ayuk kita sama-sama belajar. Jangan pernah berbaik sangka dulu pada saya bahwa saya paling ahli ngadepin kayak ginian. Yang asyiknya dari ilmu kebal ini dan yang paling membedakannya dari ilmu-ilmu kebal di atas adalah, semakin kita serang balik semakin kalahlah kita. Rontok terperdaya. Lemah letih lesu lunglai. Bahkan para prajurit setan jadi ber-standing ovation persis para tamu istimewa nonton penganugerahan  piala Citra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ilmu ini ada tiga jurus.  Setiap jurus harus diresapi maknanya agar bersenyawa dengan diri. Ketika sudah menyatu maka akan terbentuklah unsur kebaikan. Tinggal menunggu reaksi kimiawinya saja. Berupa pahala yang akan memberatkan amal timbangan kita kelak. Catettttt....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus pertama:&lt;br /&gt;Selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, carilah seribu satu alasan agar kita tidak benci. Ingatlah selalu kebaikannya. Jangan sampai kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan.&lt;br /&gt;Sudah dicatat, dibaca, direnungkan? Mari melangkah ke jurus selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus kedua:&lt;br /&gt;Segera lupakan semua perlakuan buruk orang lain. Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yg lain. Demikian pula saat orang berlaku buruk pada kita, menghina misalnya, alangkah bijak bila kita segera menghapusnya, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang.&lt;br /&gt;Semoga upaya belajar saya ini bukan untuk menunjukkan kepada orang lain tentang kemarahan seseorang. Oke, kita lanjutkan. Tunggu dulu, sepertinya kuda-kuda Anda kurang kokoh. Perlu kekokohan kuda-kuda agar jurus ini ampuh dan punya kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus ketiga:&lt;br /&gt;Mohonlah kepada Allah SWT agar diberi hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Ada doa dalam Alquran yang bisa kita panjatkan,"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan lidahku; agar mereka mengerti perkataanku." (QS Thaahaa [20]:25-28). &lt;br /&gt;Selesai sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;”Cucuku, sepertinya ilmu kebal yang kakek miliki selama ini, sudah kakek turunkan semuanya kepadamu. Kini saatnya untuk mengabdikan seluruh ilmumu bagi kawulo alit. Memberantas kejahatan. Menegakkan keadilan agar masyarakat sejahtera. Satu pesan kakek pergilah ke negeri Madangkara, temuilah Prabu Brama Kumbara, sesungguhnya ia adalah ayahmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya pesan sang kakek seperti dalam sandiwara radio atau film silat Indonesia jadul ini sama dengan pesan saya untuk mengakhiri semuanya. Kiranya harapan saya dan Anda tentunya adalah sama dengan harapan seorang blogger (chi) yang  membaca dan mempelajari ilmu kebal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hmm, benar juga ya. Kalau habis membaca tulisan ini hati langsung adem. Inginnya jadi putih, hatinya jadi bersih. Yang paling susah itu memang istiqomahnya. Senang banget bacanya, makanya saya taruh di sini, biar tidak hilang dan bisa dibaca berulang-ulang, terus siapa tahu bisa bermanfaat buat yg lain kalau dibaca. Buat aku sih tulisan itu bisa menjadi penyejuk hati kalau lagi emosi, kalau lagi tidak PeDe, kalau masih dendaman, kalau masih susah melupakan ketika memaafkan...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji':&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Analisa Kebijakan Penggunaan Rompi Tahan Peluru Taktis Di Lapangan&lt;br /&gt;    &lt;a href="http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=12&amp;mnorutisi=2"&gt;http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=12&amp;mnorutisi=2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Benang Laba-laba dari Susu Kambing&lt;br /&gt;    &lt;a href="http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&amp;ext=17"&gt;http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&amp;ext=17&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Membersihkan 'Sampah' dari Pikiran   &lt;br /&gt;    &lt;a href="http://jerryronancy.blogs.friendster.com/chi/"&gt;http://jerryronancy.blogs.friendster.com/chi/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;10:15 11 Mei 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1481818190722487640?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1481818190722487640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1481818190722487640&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1481818190722487640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1481818190722487640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/05/belajar-ilmu-kebal.html' title='BELAJAR ILMU KEBAL'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-2040329432904274002</id><published>2007-05-07T08:40:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T08:52:35.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BATRE V'/><title type='text'>DEAL GROUP I BATRE V</title><content type='html'>Yth. Kawan-kawan peserta Batre V &lt;br /&gt;Kelompok I yang tidak hadir pada pertemuan tanggal 05 Mei 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalaamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Ba’da tahmid dan salam&lt;br /&gt;Sabtu kemarin dari 11 anggota kelompok I yang hadir hanya 5 orang peserta, yaitu saya sendiri, Anindita Gayatri, Syafaatus Syarifah, Siti Azizah, Yulia Hasanah, dan Amalia Hassan.&lt;br /&gt;Pertemuan kemarin adalah pertemuan untuk menyepakati siapa yang menjadi ketua kelompok, sekretaris, dan bendahara. Juga untuk menentukan pertemuan lanjutan, serta kewajiban-kewajiban para peserta. Berikut hasil kesepakatan dari pertemuan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena saya satu-satunya laki-laki di kelompok I yang hadir pada pertemuan itu, maka saya langsung didaulat untuk menjadi ketua kelompok. Selagi mampu saya terima saja amanah itu;&lt;br /&gt;2. Sekretaris adalah Anindita Gayatri sedangkan Bendahara adalah Siti Azizah;&lt;br /&gt;3. Iuran peserta sebesar Rp30.000,00 per bulan. Yang dikumpulkan di pertemuan terakhir dalam bulan tersebut. Biasanya di minggu keempat.  Langsung disetorkan  ke Bendahara.&lt;br /&gt;4. Setiap anggota kelompok I wajib hadir untuk mengikuti pertemuan yang diselenggarakan sekali dalam dua minggu. Apabila tidak bisa hadir maka diwajibkan untuk menemui Tutor pada hari esoknya atau pada hari yang telah disepakati. Apabila ternyata tidak bisa juga, maka ia harus berkewajiban untuk membuat sebuah tulisan dalam bentuk apa saja atau resensi sebuah buku. Di pertemuan selanjutnya akan ditagih atau apabila sudah dibuat maka tulisan tersebut dikumpulkan kepada Sekretaris.&lt;br /&gt;5. Untuk pertemuan selanjutnya yaitu pertemuan perdana dari pelatihan BATRE V untuk kelompok 1 ini maka akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal 12 Mei 2007 pukul 09.00 pagi WIB. &lt;br /&gt;6. Telah dibagikan Daftar Peserta BATRE V Kelompok I, Silabus Pertemuan, dan Materi Pertemuan I dengan judul: Menulis Cerpen oleh Denny Prabowo serta Dongeng Kancil oleh Sapardi Djoko Damono. Bagi yang belum mendapatkan materi tersebut bisa langsung kontak kepada &lt;br /&gt;- Tutor kita yaitu Denny Prabowo di nomor 08881425XXX/081802901XXX&lt;br /&gt;- Asisten Tutor yaitu Nurhadiansyah di nomor: 08881750XXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ada tugas yang harus dikumpulkan pada hari Sabtu tanggal 12 Mei 2007 besok, yaitu mengumpulkan 3 dongeng (lokal ataupun internasional) terkenal dan dibuatkan sinopsisnya. Kita akan berusaha untuk merekonstruksi dongeng tersebut pada pertemuan I nanti;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hasil dari pertemuan kelompok I ini. Bila ada yang kurang jelas sila untuk menghubungi saya via telepon di nomor yang telah saya kirimkan via sms Sabtu kemarin. Kurang lebihnya mohon maaf. Billahittaufik wal hidayah.&lt;br /&gt;Wassalaamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;http://dirantingcemara.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-2040329432904274002?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/2040329432904274002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=2040329432904274002&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2040329432904274002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2040329432904274002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/05/deal-group-i-batre-v.html' title='DEAL GROUP I BATRE V'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-6484900183277012595</id><published>2007-05-03T09:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T16:37:45.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam-macam Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blog Tutorial'/><title type='text'>ADD FAVICON</title><content type='html'>ADD FAVICON [MENAMBAH FAVICON DI BLOGSPOT]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Blog saya kedatangan seorang pengunjung dari Malaysia. Namanya Irfan Jani. Sebagai balasan atas kunjungannya tersebut saya pun berusaha mengintip jeroan dari blognya: &lt;a href="http://irfanreka.wordpress.com/"&gt;Irfanreka&lt;/a&gt;. Dan saya mendapatkan pelajaran bagus dari blog itu. Yaitu membuat Favicon.  Apa itu Favicon? Yang saya kotakkan dengan warna hitam pada gambar dibawah ini adalah Favicon.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RjlJBxE1_YI/AAAAAAAAABU/Qtkfm29PEu4/s1600-h/favicon.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RjlJBxE1_YI/AAAAAAAAABU/Qtkfm29PEu4/s200/favicon.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5060155951029812610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip dari blog Irfan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apa yang anda lihat di atas adalah dinamakan sebagai “Favicon”. Apakah fungsinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat secara kasar, ia hanyalah hiasan ikon pada alamat web sahaja. Realitinya, ia sebenarnya adalah simbol/logo yang akan memudahkan sesiapa sahaja untuk mengingat jenama anda apabila menanda (bookmarking) halaman milik anda. (hanya drag ikon itu dan bawa ke bahagian Tab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Favicon hanya terdapat pada Pelayar Musang (Firefox..hehe) dan Internet Explorer 5+ dan ke atas Sahaja. Tapi, siapa tahu akan datang semua pelayar akan turut serta, kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Saya memakai Opera sebagai perambah (browser) dan untuk saya pasang di blog saya di Blogspot.  Ternyata bisa memasang fungsi Favicon terebut. Dan tak perlu muluk-muluk Anda harus mempunyai Adobe Photoshop untuk mengolah gambar menjadi berformat ico. Saya memakai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;paint&lt;/span&gt; bawaan Windows juga bisa (sebagaimana saran dari Irfan juga). Oke tanpa berpanjang lebar saya akan memberikan ilmu dan pengalaman saya yang memang sedikit ini kepada Anda semua. Tapi sebelumnya alangkah lebih baiknya Anda membaca dulu blognya Irfan tersebut.  Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama Anda buka Program Paint di Accessories.&lt;br /&gt;2. Open file pilihan Anda. Saya memilih gambar daun.&lt;br /&gt;3. Buat ukuran file tersebut menjadi 16 x 16. Caranya buka: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Image – Stretch/Skew.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. Isi di pilihan Stretch, untuk horizontal dan vertikalnya dengan angka 16. Tekan OK.&lt;br /&gt;5. Lalu Save As, pilih Save as Type: PNG agar tidak ada ketajaman warna yang berkurang. Lalu beri nama apa saja dengan membubuhkan titik dan huruf ico dibelakang nama file tersebut. File saya diberi nama daun.ico. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RjlKUxE1_ZI/AAAAAAAAABc/6lphZE_Xm9c/s1600-h/Simpan.PNG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RjlKUxE1_ZI/AAAAAAAAABc/6lphZE_Xm9c/s200/Simpan.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5060157376958954898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Save.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saatnya untuk menampilkannya diblog kita.&lt;br /&gt;1. Upload file tersebut di blog kita. Bisa di sidebar atau di dalam postingan blog kita. Saya memilih untuk menampilkannya di postingan blog saya. &lt;br /&gt;2. Kemudian catat alamat favicon itu dengan mengklik kanan lalu pilih properties. Alamat file saya ada di: &lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;font color="#0000FF"&gt;&lt;span style="background-color: #C0C0C0"&gt;&lt;br /&gt;http://1.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rjk5lBE1_XI/AAAAAAAAABM/lJm9AbJcj_U/s200/Daun.ico&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Edit HTML blog Anda dengan memasukkan kode ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;font color="#0000FF"&gt;&lt;span style="background-color: #C0C0C0"&gt;&amp;lt;link &lt;br /&gt;rel=&amp;quot;shortcut icon&amp;quot; href=&amp;quot;[alamat ico]&amp;quot; mce_href=&amp;quot;[alamat ico]&amp;quot; &lt;br /&gt;type=&amp;quot;image/x-icon&amp;quot; /&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ganti [alamat ico] dengan alamat favicon pada poin dua di atas.&lt;br /&gt;5. Menaruh kode tersebut di bawah &lt;p&gt;&lt;span style="background-color: #C0C0C0"&gt;&lt;font color="#0000FF"&gt;&amp;lt;HEAD&amp;gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lalu save/simpan hasil edit HTML Anda.&lt;br /&gt;7. Silakan lihat blog Anda sekarang. Favicon tersebut sudah muncul di Tab atau jendela browser Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wait the minutes...I’ll try to look my blog with other browser. Yes, Opera. It’s work.&lt;br /&gt;And Mozilla, It’s work too. But, in IE, nothing happen. I do not know. &lt;br /&gt;Tapi tidaklah mengapa. Yang penting ini berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kepada Irfan atas ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;Kalibata masih sunyi&lt;br /&gt;09:23 03 Mei 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-6484900183277012595?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/6484900183277012595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=6484900183277012595&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/6484900183277012595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/6484900183277012595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/05/add-favicon.html' title='ADD FAVICON'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RjlJBxE1_YI/AAAAAAAAABU/Qtkfm29PEu4/s72-c/favicon.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5980159337142692733</id><published>2007-04-30T13:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T16:37:45.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>AISHWARYA RAY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rjk5lBE1_XI/AAAAAAAAABM/lJm9AbJcj_U/s1600-h/Daun.ico"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rjk5lBE1_XI/AAAAAAAAABM/lJm9AbJcj_U/s200/Daun.ico" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5060138964434156914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AISHWARYA RAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai tua itu duduk-duduk di depan teras masjid sambil memandang ke ufuk timur yang penuh semburat mentari pagi. Posisi masjid yang lebih tinggi dan berada di atas tebing membuatnya leluasa untuk memandang pesona alam. Halimun masih saja menyelimuti atap-atap rumah penduduk desa di bawah sana. Kicau burung membahana diiringi gemericik air pancuran yang berada di samping masjid itu. Ada geliat para petani menuju sawah dengan cangkul yang tergantung di pundak masing-masing.&lt;br /&gt;Benar-benar deskripsi klasik dari sebuah pemandangan pedesaan bumi pasundan semuanya terukir jelas di pagi itu. Pagi yang seperti biasa ia lalui bertahun-tahun ini dengan zikir-zikir Almatsurat usai subuh yang terlontar dari mulutnya dan mulut para  santrinya. Setelahnya ia akan sendiri duduk-duduk di teras masjid dengan mushaf berada di pangkuannya. Membiarkan ia dimandikan cahaya. Menghangatkan tubuhnya yang mulai merenta hingga dhuha jelang. Sedangkan para santrinya sekarang mulai mengisi kekosongan pagi itu dengan aktivitas rutinnya.&lt;br /&gt;Tapi ada salah satu santrinya tetap tidak beranjak dari tempat duduknya. Beberapa saat kemudian bahkan ia mendekat pada ajengan yang sangat dihormatinya di pesantren itu. Sang Kyai menoleh pada salah satu santri ”khususnya” ini. Dan selanjutnya cuma dialog ini yang terekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Assalaamu’alaikum Ki&lt;br /&gt;Kyai : Wa’alaikum salam. Loh kok masih di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Iya, Ki. Mau curhat lagi.&lt;br /&gt;Kyai : Masalah yang kemarin sudah selesai? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Alhamdulillah sudah Ki. Sekarang saya sudah bisa membiayai kuliah saya sendiri. Bulan depan orang tua saya tidak akan lagi kirim uang. Upah jadi asisten dosen lumayan cukup Ki, apalagi ditambah ngerjain proyek kecil-kecilan.&lt;br /&gt;Kyai : Syukurlah. Sekarang apa lagi? Masalah cewek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Kyai kok tahu?&lt;br /&gt;Kyai : Halah, orang tua kok dilawan. Kamu itu kalau tidak masalah uang ya masalah itu tadi. Kuno tapi eksis, masalah sedari Nabi Adam diturunkan ke bumi sampai hari kiamat yang tidak pernah selesai dengan sendirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Tapi Ki, untuk yang satu ini memang kuno, tapi...&lt;br /&gt;Kyai : Tapi apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Kuno dan moderen. Kuno karena yang dibahas adalah wanita, moderen karena ia lagi heboh di jagat dunia hiburan. Dan karena ia telah meluluhlantakkan kekosongan hati saya Ki...&lt;br /&gt;Kyai : Wah..wah...kamu ini pura-pura gak tahu atau sengaja nyeleneh. Pondasi sebuah pesantren sangat jauh dari sebuah hedonisme. Bahkan ianya layaknya bumi dan langit. Tak usah kamu bawa-bawa ke sini. Saya juga heran dapat dari mana info-info seperti itu. Di sini kan tidak ada televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri: Koran Ki. Koran. Itupun cuma dari sobekan kertas pembungkus nasi uduk yang biasa saya beli di kantin kampus. &lt;br /&gt;Kyai : Tunggu...tunggu dulu. Memangnya apa sih yang akan kamu ceritakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Begini Ki, saya kok ngimpi. Ngimpi kawin sama bintang film India.&lt;br /&gt;Kyai:  : Kawin apa nikah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Nikah Ki...nikah. Bukan ”kawin” seperti itu ah...&lt;br /&gt;Kyai : Lalu apa tidak enaknya buat kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Ya, itu Ki. Saya jadinya nelangsa. Bintang film itu kawin sama bintang film lainnya. Kenapa ya Ki, dia tidak kawin sama saya saja gitu loh...&lt;br /&gt;Kyai : Busyet...emangnya siapa kamu jang...? Selebritis? Orang terkaya di dunia?  Pembalap F1? Atau pesepakbola tersohor? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Yah Kyai…dengerin saya dulu dong Ki. Kyai, mau dengerin curhat saya enggak sih?&lt;br /&gt;Kyai : He…he…he…Iya, saya dengerin. Siapa bintang film itu?&lt;br /&gt;Santri : Aishwarya Ray. Ratu kecantikan dunia. Cantik sekali, Ki. Matanya, duh…matanya itu lo Ki.  Seindah zamrud merah. Hidungnya, rambutnya …ram…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : Stop…! Stop…! Pikiranmu sudah mulai ngeres, sudah pisikelli. Santri kayak kamu kok bisa mikirin awewe?&lt;br /&gt;Santri : Saya manusia Ki, bukan malaikat. Saya baru menemukan manusia secantik dia. Tapi kenapa dia tidak nikah sama saya saja gitu… Nikahnya kok sama anaknya Amitabh Bachan. Kyai pasti tau deh Amitabh Bachan. Seumuran Kyai mungkin. Dia kan bintang film terkenal dulunya Kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : Saya tidak kenal dia dan saya tidak pernah nonton film india. Lanjut!&lt;br /&gt;Santri : Ya itu tadi Kyai. Kenapa dia kawin sama yang lain. Kenapa tidak sama saya? Coba kalau Allah menakdirkan dia kawin sama saya. Saya akan memberikan cinta saya untuknya. Saya akan memberikan rindu ini hanya untuknya. Sepenuh hati. Saya tidak akan pernah menyakiti dia.  Baik dengan ucapan atau tindakan saya. Duh, saya nelangsa Kyai...Ray itu bidadari buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : Hei, memangnya Ray itu kenal sama kamu?&lt;br /&gt;Santri : Tidak Kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : Lalu kenapa optimis sekali kalau Ray  itu mau dikawin sama kamu?&lt;br /&gt;Santri : Yah, makanya itu kan kalau  Allah menakdirkan demikian. Tahu-tahu dia sudah ada dihadapan saya dan mau dilamar oleh saya. Tinggal Allah tunjukkan jalan saja padanya, Beres sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : Kalaupun Ray itu kenal sama kamu, malah mau dikawin sama kamu. Emang boleh kamu ngawinin dia?&lt;br /&gt;Santri : Lah siapa yang melarang? Boleh kan  saya muslim kawin sama dia. Kalau ada yang melarang, berarti melanggar hak asasi saya dong kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : Halah, jang...jang sudah berapa lama sih kamu nyantri di sini? Baca kitab-kitab di sini? Segitu aja kok gak tau? Kumaha eta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Memangnya kenapa Kyai?&lt;br /&gt;Kyai : Kamu ini pura-pura lupa atau tidak tahu sama sekali?&lt;br /&gt;Santri : Sepengetahuan saya, boleh dong Kyai, seorang muslim kawin sama wanita musyrik.&lt;br /&gt;Kyai : Salah besar. Yang melarang kamu untuk ngawinin Ray itu si pemilik hak Asasi paling mutlak di semesta ini. Tuhannya aku dan kamu. Allah. Baca lagi AlBaqarah ayat 221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musrik, sebelum mereka beriman. Saya pastikan si Ray itu hindu bukan? Perempuan penyembah berhala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Betul sih, dia hindu. Kawinnya dia sama abishek pake adat hindu.  Jadi haram ya Kyai, ngawinin wanita hindu. Saya mengira yang tidak boleh itu kalau ada wanita muslimah nikah sama pria musyrik. Ternyata laki-laki muslim tidak boleh juga. Mengapa sih kyai...? Kan dia perempuan, setidaknya secara psikologis perempuan mudah untuk diajak kemana arah dari suami. Tinggal bagaimana saya sebagai seorang pria benar-benar berkomitmen memegang ajaran ini. Jadi tak mungkin untuk bisa keluar dari agama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai: Siapa menjamin? Perintahnya pun sudah tegas begitu. Berbeda jikalau kamu menikahi perempuan-perempuan ahli kitab. Tapi itupun dengan syarat tiadanya kekhawatiran perempuan-perempuan itu akan memberikan pengaruh kepada anak-anak kamu termasuk pendidikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Kyai belum menjawab di balik semua itu. Mengapa kami tidak boleh bersatu?&lt;br /&gt;Kyai : Bagaimana sesuatu yang berbeda sangat jauh bisa didekatkan? disatukan? Di satu pihak mengajak ke surga sedang di lain pihak mengajak ke neraka. Di satu pihak beriman kepada Allah dan para Nabi serta hari kiamat, sedang di lain pihak menyekutukan Allah dan ingkar kepada nabi serta hari kiamat. Tujuan perkawinan ialah untuk mencapai ketenteraman dan kasih-sayang. Sekarang bagaimana mungkin dua segi yang kontradiksi ini akan bertemu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Sayang, Ray bukanlah seorang nasrani?&lt;br /&gt;Kyai : Halah, semuanya tidak lebih baik dari seorang muslimah. Rasul sendiri pernah bersabda: pilihlah perempuan yang beragama, sebab kalau tidak celakalah dirimu. Walaupun boleh, tetap saja seorang muslimah betapapun keadaannya adalah lebih baik bagi seorang muslim, daripada perempuan ahli kitab. Lalu kamu akan berandai-andai lagi, sayang dia bukanlah seorang muslimah. Terlalu banyak berandai-andai itu tidak baik.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Ah, Kyai. Entahlah hati saya masih nelangsa seperti ini. &lt;br /&gt;Kyai : Kamu ini kurang wirid. Ditambah lagi sudah saatnya kamu kudu kawin. Ngomong-ngomong, tadi siapa cewek India tadi? Ai..ai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Aishwarya Rai, Kyai.&lt;br /&gt;Kyai : Yah..yah..si Aishwa...Aishwai...ray. Aduh pokoknya si dia. Tapi kamu tahu tidak jang. Ada si Ai yang  mau sama kamu? Ai Anjarwati. Pembantunya Nyai di rumah. Mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Cantik, Kyai?&lt;br /&gt;Kyai : Hah, dia bahkan lebih mulia daripada si Ai-nya kamu itu. Sudah, saya mau dhuha dulu. Kamu istikharah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang Kyai melenggang menuju ruang utama masjid. Tubuhnya sudah mulai menghangat. Sedangkan santri itu kini wajahnya oranye. Terpapar matahari dhuha. Memandang ufuk timur. Dengan pemikiran baru tentang Ai. Ai yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Maraji:’ Halal dan Haram, Yusuf Al-Qaradhawy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;Dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;Kalibata masih siang&lt;br /&gt;12:29 30 Maret 2007&lt;br /&gt;http://10.9.4.215/blog/dedaunan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dirantingcemara.blogspot.com"&gt;http://dirantingcemara.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5980159337142692733?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5980159337142692733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5980159337142692733&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5980159337142692733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5980159337142692733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/aiswarya-ray.html' title='AISHWARYA RAY'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rjk5lBE1_XI/AAAAAAAAABM/lJm9AbJcj_U/s72-c/Daun.ico' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-2938958199583936103</id><published>2007-04-28T14:50:00.000+07:00</published><updated>2007-04-28T17:04:17.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam-macam Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blog Tutorial'/><title type='text'>Add Recent Reader</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Add Recent Reader &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;[Memanjang dari Kiri ke Kanan}&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saya punya &lt;i&gt;recent reader&lt;/i&gt; dari mybloglog. Awalnya letaknya &lt;br /&gt;ada di sidebar sebelah kiri, satu kolom menurun dari atas ke bawah. Otomatis &lt;br /&gt;dengan layout seperti ini, sidebar yang letaknya di bagian bawah postingan, &lt;br /&gt;semakin turun ke bawah dan makan tempat. Pengunjung harus memainkan &lt;i&gt;scrollbar&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;untuk melihatnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan saya melihat &lt;i&gt;recent reader&lt;/i&gt; yang dimiliki oleh Kang &lt;br /&gt;Agus ini apik dilihat dengan tata letak yang memanjang dari kiri ke kanan dan &lt;br /&gt;tentunya tidak memakan tempat. Apalagi &lt;i&gt;username&lt;/i&gt; yang terbaca oleh &lt;br /&gt;mybloglog tidak tampak. Cukup avatarnya yang terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saya berusaha melihat script yang diberikan mybloglog kepada &lt;br /&gt;saya saat pertama kali mendaftar dan menampilkannya di sidebar. &lt;/span&gt;Berikut &lt;br /&gt;scriptnya:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background: silver"&gt;&amp;lt;script &lt;br /&gt;src=&amp;quot;http://pub.mybloglog.com/comm2.php?mblID=2007041603253038&amp;amp;amp;c_width=180&amp;amp;amp;c_sn_opt=y&amp;amp;amp;c_rows=10&amp;amp;amp;c_img_size=f&amp;amp;amp;c_heading_text=Recent+Readers&amp;amp;amp;c_color_heading_bg=005A94&amp;amp;amp;c_color_heading=ffffff&amp;amp;amp;c_color_link_bg=E3E3E3&amp;amp;amp;c_color_link=005A94&amp;amp;amp;c_color_bottom_bg=005A94&amp;quot; &lt;br /&gt;type=&amp;quot;text/javascript&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;Dan saya &lt;br /&gt;bandingkan script yang dimiliki oleh Kang Agus:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background: silver"&gt;&amp;lt;script type=&amp;quot;text/javascript&amp;quot; &lt;br /&gt;src=&amp;quot;http://pub.mybloglog.com/comm2.php?mblID=2006032804592852&amp;amp;c_width=800&amp;amp;c_sn_opt=n&amp;amp;c_rows=2&amp;amp;c_img_size=f&amp;amp;c_heading_text=&amp;amp;c_color_heading_bg=005A94&amp;amp;c_color_heading=ffffff&amp;amp;c_color_link_bg=E3E3E3&amp;amp;c_color_link=005A94&amp;amp;c_color_bottom_bg=005A94&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;Pada &lt;br /&gt;pandangan pertama saya melihat letak bedanya ada di &lt;i&gt;width&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;row.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Saya menyamakan kedua perbedaan tersebut. Saya isi &lt;i&gt;width&lt;/i&gt;-nya dengan angka &lt;br /&gt;800 dan &lt;i&gt;row&lt;/i&gt;-nya 2. Saya simpan perubahan tersebut dan saya taruh &lt;br /&gt;sidebarnya di bagian bawah blog. Dan ternyata: Amburadul….oh…oh…Amburadul.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Yang terlihat: sama dengan format awal. Cuma bedanya, sekarang &lt;br /&gt;hanya ada dua avatar pengunjung yang terlihat dan ada kolom yang memanjang &lt;br /&gt;kekanan. Jelek sekale...Utak-atik lagi. Simpan dan ubah lagi. Sampai saya putus &lt;br /&gt;asa. Pada akhirnya pada titik-titik terakhir keputusasaan, saya menemukan &lt;br /&gt;sesuatu mengapa tidak sama tampilannya dengan yang dipunyai Kang Agus. Saya &lt;br /&gt;belum menghapus &lt;span style="background: silver"&gt;amp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah saya hapus &lt;span style="background: silver"&gt;amp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;dan tulisan &lt;span style="background: silver"&gt;Recent+Readers&lt;/span&gt; di script &lt;br /&gt;saya dengan berusaha menyamakan script (contohnya meletakkan&lt;br /&gt;&lt;span style="background: silver"&gt;type=&amp;quot;text/javascript”&lt;/span&gt; di depan, punya &lt;br /&gt;saya ditulis di bagian belakang script)—tapi ada yang wajib tidak disamakan &lt;br /&gt;yaitu nomor ID yang kita miliki. Karena bila IDnya disamakan maka yang tampak &lt;br /&gt;adalah &lt;i&gt;recent reader&lt;/i&gt;-nya kang Agus. Pula ia adalah nomor identik dan unik &lt;br /&gt;yang diberikan mybloglog kepada kita—maka saya dapat hasil yang memuaskan. &lt;br /&gt;Recent Reader saya sama dengan penampakan yang ada di Kang Agus. Nah begini &lt;br /&gt;ceritanya: (halah...)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background: silver"&gt;&amp;lt;script type=&amp;quot;text/javascript&amp;quot; &lt;br /&gt;src=&amp;quot;http://pub.mybloglog.com/comm2.php?mblID=2007041603253038&amp;amp;c_width=600&amp;amp;c_sn_opt=n&amp;amp;c_rows=2&amp;amp;c_img_size=f&amp;amp;c_heading_text=&amp;amp;c_color_heading_bg=005A94&amp;amp;c_color_heading=ffffff&amp;amp;c_color_link_bg=E3E3E3&amp;amp;c_color_link=005A94&amp;amp;c_color_bottom_bg=005A94&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;Saya &lt;br /&gt;sesuaikan ukuran width dengan ukuran width blog saya. &lt;span lang="ES"&gt;Yaitu 600 &lt;br /&gt;dan nilai row adalah 2. Hasilnya adalah seperti sekarang pembaca lihat. Enak &lt;br /&gt;dilihat bukan…?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Apa yang saya rasakan? &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Tentunya puas, &lt;br /&gt;senang, dan bahagia. Saya yang pemula kayak begini dapat mengedit. Dan meminjam &lt;br /&gt;istilah dari Kang Agus, mengedit itu ternyata mengenyangkan. Mengenyangkan batin &lt;br /&gt;kita tentunya… :-p.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Silakan tiru &lt;i&gt;script&lt;/i&gt; saya ini, jikalau memang berguna. Dan &lt;br /&gt;saya penasaran untuk meniru dan mengetahui hakekat dibalik script.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Itu saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Wassalaamu’alaikum wr.wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Riza almanfaluthi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dedaunan di ranting cemara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;14:38 28 April 2007&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-2938958199583936103?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/2938958199583936103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=2938958199583936103&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2938958199583936103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2938958199583936103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/add-recent-reader.html' title='Add Recent Reader'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5090239980671349038</id><published>2007-04-27T13:20:00.000+07:00</published><updated>2007-04-27T13:27:45.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam-macam Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blog Tutorial'/><title type='text'>Add Email Icon Generator,  Membuat Ikon Pribadi</title><content type='html'>Add Email Icon Generator&lt;br /&gt;Membuat Ikon Pribadi [Khusus Blogger Pemula]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Awalnya saya tertarik tentang bagaimana caranya membuat banner pribadi. Soalnya saya melihat betapa para blogger kayaknya punya banner kecil sebagai identitas pribadinya. Seperti bannernya edittag, fatih syuhud, dan para blogger terkenal lainnya. Caranya bagaimana? Pertanyaan itu yang mengemuka.&lt;br /&gt; Ohya, tiba-tiba saya teringat untuk mencarinya di Google.  Saya memasukkan kata kunci: membuat banner pribadi Dan ketemu!!! Ada sebuah situs yang telah membahas ini dengan mudahnya. Yaitu di alamat ini &lt;a href="http://sugoistanley.wordpress.com/2007/04/07/bikin-icon-bwat-pribadi/"&gt;sugoistanley&lt;/a&gt; . Alih-alih mencari cara membuat banner pribadi, eh, ternyata saya menemukan sesuatu yang menarik yaitu Membuat Ikon buat Pribadi. &lt;br /&gt; Arti dari ikon pribadi itu adalah ikon yang menampilkan informasi pribadi ataupun sekadar ajang narsisme di blog ataupun di forum. Itu yang saya dapatkan dari penjelasan di situs tersebut. Ini disediakan melalui aplikasi yang bernama Online Generator. Ini adalah sebuah aplikasi online berbasis web yang dapat menghasilkan (generate) sesuatu, seperti banner, avatar, id-card, CSS, dsb. Di Internet banyak terdapat beberapa online generator yang dapat digunakan secara cuma-cuma (cuma modal akses internet saja). Itu yang saya dapatkan dari penjelasan di situs tersebut.&lt;br /&gt; Salah satu aplikasi dari online generator ini adalah: Email Icon Generator. Kalau Anda melihat di sidebar kanan blog saya ini ada sebuah gambar dengan identitas email saya di gmail.com maka itulah yang disebut email icon generator. Berguna untuk menghasilkan sebuah icon/gambar email untuk beberapa penyedia email populer seperti Yahoo dan Gmail—dan masih banyak lagi penyedia layanan email lainnya.&lt;br /&gt;Email Icon Generator ini sangat bermanfaat untuk menghindari spam, karena yang ditampilkan berupa gambar. Karena kalau kita menulis alamat email disini, biasanya terlacak oleh spam. Makanya seringkali kita menemui para blogger yang menuliskan alamat emailnya dengan langsung menulis hurufnya seperti misalnya karakter @ ditulis at, karakter . ditulis dot. Ini semata-mata untuk menghindari spam. &lt;br /&gt;Kembali kepada topik awal kita. Lalu bagaimanakah cara membuat dan menampilkannya di blog kita. Ikuti cara sederhana ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kunjungi situs ini: &lt;a href="http://services.nexodyne.com/email/index.php"&gt;services.nexodyne.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. masukkan nama email Anda dan pilih situs penyedia layanan email Anda.&lt;br /&gt;3. Tekan tombol &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Generate&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;4. Lalu muncul ikonnya;&lt;br /&gt;5. Untuk menampilkan ikon tersebut di blog Anda maka copy url berwarna merah yang tampil di bawah gambar tersebut. &lt;br /&gt;6. Lalu pasang di blog Anda. Kalau untuk para Blogger di Blogspot maka bisa saya uraikan disini bagaimana cara pemasangannya. Yaitu di menu template Anda, klik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Add a Page Element&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;7. Pilih menu Picture dengan menekan tombol &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Add to Blog&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;8. Lalu paste alamat url tersebut di Image from the Web;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Save Changes&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;10. Selesai sudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah demikian ceritanya. Semoga berhasil yah…Ini sekadar buat pemula seperti saya. Mungkin berguna juga buat blogger pemula yang lainnya. Kurang lebihnya mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;13:19 27 April 2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5090239980671349038?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5090239980671349038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5090239980671349038&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5090239980671349038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5090239980671349038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/add-email-icon-generator-membuat-ikon.html' title='Add Email Icon Generator,  Membuat Ikon Pribadi'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5023254339508031365</id><published>2007-04-26T11:11:00.000+07:00</published><updated>2007-04-26T15:06:02.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>ELANG RETAK: MATI BUKAN MASALAH, HIDUP YANG JADI PERSOALAN</title><content type='html'>ELANG RETAK: MATI BUKAN MASALAH, HIDUP YANG JADI PERSOALAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Elang Retak&lt;br /&gt;Penulis: Gus Ballon&lt;br /&gt;619 Hal. Cetakan I, Juli 2005&lt;br /&gt;Penerbit: Q-Press (Kelompok Penerbit Pustaka Hidayah)&lt;br /&gt;Alamat: Jalan Rereng Adumanis 31, Sukaluyu Bandung 40123 Jawa Barat, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Novel ini saya temukan dalam tumpukan buku diskon yang dijual oleh toko buku terkenal di Depok. Sebuah buku cerita tebal yang dibanderol dengan harga cuma lima belas ribu rupiah. Tebal dan murah, dua parameter ini yang membuat  saya membelinya setelah beberapa hari sebelumnya saya kosong dari aktivitas membaca.&lt;br /&gt; Saya mungkin terlambat untuk membacanya dan untuk membuat sebuah tulisan tentang novel ini, oleh karena itu saya tidak akan membahas dengan mendalam apa isinya, karena sudah pernah dibahas oleh Alif di forum diskusi &lt;a href="http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?t=11683&amp;view=previous&amp;sid=a787661311e71fa206bc038012c4de63"&gt;ajangkita&lt;/a&gt;, dan oleh Perca di &lt;a href="http://72.14.235.104/search?q=cache:9fYKhwPVx4AJ:perca.blogdrive.com/archive/cm-03_cy-2006_m-03_d-12_y-2006_o-0.html+%22gus+ballon%22&amp;hl=id&amp;ct=clnk&amp;cd=15&amp;client=opera"&gt;blognya&lt;/a&gt;. Jadi saya menulis apa yang saya rasakan setelah membacanya.&lt;br /&gt; Pertama adalah masalah si penulisnya.  Baru kali ini saya tidak melihat sebuah pengenalan pribadi dari seorang penulis novel. Di sana tak ada satu halaman pun sebagai kata pengantar atau biografi kecil dari penulis. Entah Gus Ballon ini adalah nama asli atau nama pena. Sungguh mengundang kepenasaran bagi saya karena novel ini bagus.&lt;br /&gt; Baru pertama kali ini pula ada novel—yang seperti Alif katakan—sebuah novel thriller militer berlatar belakang operasi militer ABRI. Membacanya membuat saya berempati terhadap keadaan para prajurit yang hidup dengan keprihatinan tetapi penuh semangat perjuangan, polos dan dengan kepolosan tersebut mereka hanya menjadi pion dari sebuah ambisi politik dari para jenderal yang berkhianat dan tega untuk mengorbankan mereka.&lt;br /&gt; Novel ini pun membuat saya tidak bisa beranjak dan melepaskannya dari tangan ini. Semakin bertambah banyak halaman yang terbaca semakin bernafsu untuk segera menuntaskannya. Karena seru, tegang, dan lucu. Ya, kelucuan dari seorang Jajang Nurjaman, prajurit urakan, ahli tempur, yang  tidak mengenal medan (antara hidup dan mati) untuk selalu mengeluarkan gurauan. &lt;br /&gt; Jajang hanyalah satu dari empat belas prajurit yang dikirim ke Pulau Kabilat di Pasifik untuk sebuah misi khusus. Misi untuk menghancurkan batangan emas yang dimiliki oleh pemberontak yang akan ditukarkan dengan senjata dan amunisi yang dikirim oleh Jenderal Korea Utara yang korup.&lt;br /&gt; Keempatbelas orang tersebut adalah prajurit-prajurit amburadul, urakan, cara berpakaian seenaknya, terkesan tidak dispilin, yang dibuang dan tidak disenangi oleh kesatuan lain, tapi ganas dan tidak takut mati. Dan yang ada di markas hanya mereka pada saat itu untuk dikirim segera. Maka mereka adalah: &lt;br /&gt;Sersan Kepala Peter Soselisa. Lahir di Ambon. Peraih medali keberanian dalam operasi”Trisula”, ”Seroja”. Berpengalaman dalam berbagai aksi khusus maupun gabungan. Jabatan terakhir, instruktur kepala. Brevet: terjun bebas. Satu kali penangguhan pangkat karena tindakan indispliner dan satu kali penurunan pangkat karena melanggar perkawinan. Istrinya dua. Karena tidak tega untuk menceraikan salah satu istrinya maka ia menceraikan dua-duanya.&lt;br /&gt;Sersan Mayor Fajar Sidik, mahir berbagai senjata, empat kali tugas khusus, satu kali aksi gabungan. Mendapat medali atas keberaniannya menolong yang luka sewaktu kontak senjata jarak dekat. Brevet: Pendaki Utama. Satu kali penundaan pangkat.&lt;br /&gt;Kopral Dua Jajang Nurjaman. Asal Ciamis. Mahir berbagai senjata. Empat tugas khusus, tiga kali aksi gabungan. Mendapat medali atas keberhasilannya melumpuhkan sebuah kubu musuh dalam pertempuran di sekitar Laga. Juga medali keberanian mencuri bendera di markas musuh sekitar Hiomar. Satu kali penurunan pangkat, dua kali penundaan pangkat.&lt;br /&gt;Prajurit Satu Baringin Sinaga, lahir di Brastagi. Ahli senapan mesin. Tiga kali tugas khusus, satu kali tugas intelijen. Satu kali penundaan pangkat karena memukul seorang kapten dari kesatuan lain.&lt;br /&gt; Prajurit Satu Eko Cahyono. Ahli peledak. Dua kali tugas khusus. Pernah meledakkan bahan bakar musuh di hutan Baucau. Brevet: Pendaki utama. Satu kali penurunan pangkat akibat berkelahi dengan polisi lalu lintas, gara-gara mengejek soal setoran surat tilang. Empat polisi dirawat di RS.&lt;br /&gt;Prajurit Satu Margono Priambodo, lahir di Jetis, Muntilan. Ahli senapan mesin. Satu kali tugas khusus, satu kali aksi SAR. Satu kali penurunan pangkat karena indisipliner.&lt;br /&gt;Prajurit Dua Mansur Karim. Lahir di Solo dari ayah Arab dan ibu Jawa. Satu kali tugas khusus, satu kali aksi intelijen. Mendapat medali atas keberaniannya menawan perwira musuh. Dua kali penundaan pangkat.&lt;br /&gt;Prajurit Dua Gerson Nelson, asal Flores. Ahli radio komunikasi dan sabotase. Satu kali tugas khusus. Satu kali penundaan pangkat beturut-turut, karena melanggar perintah.&lt;br /&gt;Prajurit Dua Panji Kurnia. Anak pensiunan PM, lahir di Grsik. Guru ngaji di barak. Jago tembak (sniper). Satu kali tugas khusus. Brevet: penembak mahir. Satu kali penurunan pangkat karena menembak pantat penjual ganja tanpa bukti.&lt;br /&gt;Prajurit Satu Ahmad Basso, asal Makassar. Dua kali tugas khusus. Batal mendapat medali. Ahli perkelahian satu lawan satu. Satu kali hukuman kurungan karena menjual ransum sebanyak setengah truk.&lt;br /&gt;Kopral Satu Bram alias Ibrahim Ali Fatoni, Jakarta asli. Satu kali operasi intelijen, dua kali tugas khusus. Dua kali lolos dari tawanan musuh. Ahli mekanik dan komunikasi. Brevet: Penyelam mahir. Satu kali penurunan pangkat—dua tingkat sekaligus—karena meledakkan lima truk pengangkut pasir milik pemborong yang mengganggu ketentraman sebuah desa di Tangerang. Satu kali lagi penundaan pangkat karena masuk rumah seorang lurah melalui atap, dan mengancam lurah tersebut agar membereskan masalah ganti-rugi tanah di daerah Sawangan.&lt;br /&gt;Kopral Dua Jamal Ahman, ahli peledak asal Bangkalan Madura. Tiga kali aksi khusus, tiga kali terluka. Satu kali penindaan pangkat karena kabur selama 40 hari untuk menyepi di Gua Surowati—gua pertapaan Sunan Kalijaga—dan 21 hari bertapa di Batu Ageng—tempat bertapa Sunan Drajat di Paciran, Tuban.&lt;br /&gt;Sersan Mayor Albertus, lima belas kali tugas khusus, delapan kali aksi gabungan, lima kali tugas intelijen, dua kali operasi SAR. Mahir berbagai senjata dan pertarungan tangan kosong. Semua medali dicabut. Brevet: terjun bebas. Tiga kali penurunan pangkat, dua kali penundaan pangkat, dan dua kali hukuman kurungan.&lt;br /&gt;Dan Harun Bayonet, tokoh utama dalam novel ini, si Bajingan, sipil, yang direkrut oleh militer karena mengenal seluk beluk Pulau Kabilat. Mahasiswa yang menjadi buronan karena telah membunuh bandar judi dan melukai seorang polisi Medan saat dirinya dikeroyok. Ia bilang ia cuma dalam rangka membela diri. Veteran perang vietnam yang direkrut oleh SEAL sebagai sukarelawan melawan vietcong. Saat Saigon jatuh ia melarikan diri dan bergabung dengan penyelundup senjata dari Filipina yang bermarkas di Pulau Kabilat. Mahir M16,  pisau,  dan perkelahian satu lawan satu.&lt;br /&gt;Mereka dipimpin secara hirarki oleh Letnan Risman Zahiri, seorang sederhana, ramah, rendah hati, prajurit tempur berpengalaman, dan disegani oleh anak buahnya. Sosoknya mirip seorang ajengan dan ia mempunyai julukan Kyai Guntur.  &lt;br /&gt;Dan dalam misi khusus yang bersandi Konta ini mereka dipimpin oleh Mayor Santoso, prajurit dan komandan tempur berpengalaman, tegas, tidak mudah tersenyum, dan punya satu prinsip: semua tugas harus dituntaskan sebagai Prajurit Komando. &lt;br /&gt;Saat membaca novel yang bersetting akhir tahun 70-an dan pertengahan 80-an—walapun tidak dinyatakan secara tegas, saya tidak menyangka ada sebuah deskripsi seperti ini. Biasanya cuma ada di film-film holywood. Tidak menyangka bahwa kita pun sebenarnya punya kesatuan tempur yang tangguh secara professional. Gambaran ini perlu agar menyadarkan pembaca bahwa pasukan ABRI (sekarang TNI) walaupun dengan keterbatasan yang ada tidak bisa dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt; Maka dengan berbagai keahlian tempur yang dimiliki, berangkatlah mereka untuk melaksanakan misi yang tanpa disadari pula bahwa ada yang telah membocorkan pendaratan mereka. Maka berbagai masalah pun mulai bermunculan. Diakhir cerita Jajang selamat dalam misi tapi tetap saja dihukum untuk menghormat bendera di tengah lapangan karena memukul pejabat dan membuat mobil sang pejabat penyok. &lt;br /&gt;Dengan Santoso yang menyadari bahwa dirinya cuma pion dari ambisi segelintir orang untuk melanggengkan kekuasaan. Dengan tetap mendapatkan pelajaran penting dari seorang manusia yang bernama Harun: sebagai apa, untuk apa, dan bagaimana ia hidup, itulah yang utama. Ia hanyalah manusia dengan kelebihan dan juga keterbatasannya.&lt;br /&gt; Secara umum alurnya menarik, penuh ketegangan. Apalagi penuh perenungan diri dari sang tokoh. Terantuk pada sebuah kalimat: mati bukan masalah, hidup yang jadi persoalan. Mulai mengenal Tuhan, saat jelang maut. Tipisnya batas antara hidup dan mati. Saya memberi nilai tiga bintang untuk novel ini. Bagus tapi belum sedramatis JRR Tolkien yang mampu mengundang pembaca untuk membaca bukunya berulang kali. Tapi cukuplah sebagai alternatif bacaan sebagaimana penerbitnya tegaskan dalam pengantarnya. &lt;br /&gt; Allohua’lam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;11:07 26 April 2007&lt;br /&gt;Gelas itu masih bening&lt;br /&gt;http://10.9.4.215/blog/dedaunan&lt;br /&gt;http://dirantingcemara/blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5023254339508031365?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5023254339508031365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5023254339508031365&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5023254339508031365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5023254339508031365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/elang-retak-mati-bukan-masalah-hidup.html' title='ELANG RETAK: MATI BUKAN MASALAH, HIDUP YANG JADI PERSOALAN'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-2713385554814537479</id><published>2007-04-25T07:25:00.001+07:00</published><updated>2007-04-25T08:07:32.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>6 BULAN UJIAN SEBENARNYA</title><content type='html'>Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;Ba'da tahmid dan salam.&lt;br /&gt;      Setelah diawali dengan sebuah pesimisme tentang bisakah saya lulus untuk mengikuti Basic Training for Beginner V (BATRE V) yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Depok, akhirnya 20 April 2007 kemarin, sang Ketua FLP Depok, Koko Nata, memberikan sebuah woro-woro hasil seleksi tersebut dalam sebuah essaynya yang disebarkan melalui milis dan dimuat di blog komunitas penulis akhirat itu, &lt;a href="http://flpdepok.multiply.com/"&gt;http://flpdepok.multiply.com/&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ternyata saya lulus, dan dikelompokkan dengan calon peserta BATRE V yang lainnya, yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Berikut nama-nama peserta Batre V didasarkan keleompoknya--saya tidak tahu atas dasar apa pengelompokkan tersebut.&lt;br /&gt;Kelompok I: Anindita Gayatri, Bhayu Mahendra H, Dunianti Hinda Maharani, Hermanu, Ihsan Maskuri, Riza Almanfaluthi, Ronald P. Putra, Syafaatus Syarifah, Siti Azizah, Yulia Hasanah.&lt;br /&gt;Kelompok II: Arya Fernandes, Danni Azzam, Diah Ayu Sekararum, Nadia Nurhaliati,&lt;br /&gt;Neneng Tsani, Qurratuain, Riani Anggraeni, Ririk, Shahibah Yuliani, Tijih Andri&lt;br /&gt;Kelompok III: Diah Ayu Sekararum, Fadila, Indriani Putri, Isti, Muhammad Erfan, Nurul M, Nur Hasanah, Sari Harum Melaty, Sidiq, Siti Mundasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah itu ujian sebenarnya akan datang. Selama 6 bulan itu seluruh peserta akan diberikan pelatihan menulis. Loh kok ujian lagi. Yup, ujian atas sebuah ketekunan dalam kehadiran, ujian atas sebuah konsistensi, ujian atas sebuah pelurusan niat. Karena, sebagaimana Koko Nata telah tegaskan bahwa FLP Depok tak punya tongkat ajaib yang bisa menyulap seseorang menjadi penulis hebat.FLP Depok tak bisa memberikan apapun materi, anggotalah yang harus senantiasa memberi karena sesungguhnya ketika memberi maka kita akan menerima. Wow...berat juga yah. Enam bulan loh, Dua belas pertemuan. Dua jam dalam sekali pertemuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu kendala bagi saya adalah lemahnya semangat. Mungkin di awal, semangat saya begitu menggebu-gebu untuk mengikuti pelatihan ini. Tapi biasanya di pertengahan, kebosanan sudah mulai merambati diri. Terbukti kegagalan saya dalam menekuni pelatihan bahasa Inggris di LIA, yang tidak pernah saya tuntaskan padahal sudah bayar mahal. Kiranya saya senantiasa butuh penyemangat agar tercapai target jangka pendek saya yaitu: selalu hadir dalam setiap pertemuan.  Itu saja bagi saya adalah sebuah kesuksesan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap saya tidak lemah semangat.&lt;br /&gt;Saya harap saya tidak malas.&lt;br /&gt;Saya harap saya senantiasa tekun.&lt;br /&gt;Saya harap saya dapat mengikutinya tanpa jeda.&lt;br /&gt;Saya harap Allah menguatkan saya.&lt;br /&gt;Itu saja harap saya.&lt;br /&gt;Doakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dEDAUNAN di ranting cemara&lt;br /&gt;08:06 25 April 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-2713385554814537479?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/2713385554814537479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=2713385554814537479&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2713385554814537479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2713385554814537479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/6-bulan-ujian-sebenarnya.html' title='6 BULAN UJIAN SEBENARNYA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5790483913038071951</id><published>2007-04-24T08:43:00.000+07:00</published><updated>2007-04-24T08:45:39.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me [Completed]'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>LULUSKAH SAYA DI BATRE V?</title><content type='html'>LULUSKAH SAYA DI BATRE V?&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Batre (Basic Writing &lt;br /&gt;                  Training for Beginner) ke-5 yang diadakan oleh komunitas &lt;br /&gt;                  penulis Forum Lingkar Pena Cabang Depok. Syaratnya selain &lt;br /&gt;                  harus menyetorkan uang sebesar Rp39.000,00 untuk biaya &lt;br /&gt;                  pendaftaran juga harus menyerahkan sebuah tulisan dalam bentuk &lt;br /&gt;                  dan jenis apapun untuk dilihat oleh panitia. Saya menyerahkan &lt;br /&gt;                  sebuah essay yang berjudul Martabak Buat Bapak Polisi. Sebuah &lt;br /&gt;                  tulisan yang belum lama dibuat. Dan saya harus mengikuti &lt;br /&gt;                  writing test-- gunanya untuk menyeleksi seberapa jauh &lt;br /&gt;                  kemampuan menulis para peserta—pada hari Ahad kemarin (15/4) &lt;br /&gt;                  di Rumah Cahaya markas FLP Depok. &lt;br /&gt;                  Tetapi karena adanya musibah, yaitu dengan meninggalnya ibunda &lt;br /&gt;                  tercinta saya pada hari Kamis yang lalu dan saya harus pulang, &lt;br /&gt;                  maka saya tidak bisa mengikuti ujian tertulis tersebut. Sempat &lt;br /&gt;                  ada kekhawatiran bahwa saya tidak diperkenakan untuk bergabung &lt;br /&gt;                  dengan FLP Depok pada periode ini tetapi setelah saya sms &lt;br /&gt;                  Ketua FLP Depok, Koko Nata, tentang ketidakhadiran saya &lt;br /&gt;                  tersebut, ia memberikan kesempatan kepada saya untuk tetap &lt;br /&gt;                  mengikuti ujian tersebut. Dan saya mendapatkan email seperti &lt;br /&gt;                  ini:&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  ***&lt;br /&gt;                  Assalamualaikum Wr Wb&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Karena Mas dan Mbak berdua tidak bisa hadir pada acara perdana &lt;br /&gt;                  BATRE&lt;br /&gt;                  kemarin, silahkan buat tugas di bawah ini&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  1. Coba deskripsikan diri Mas/Mbak sendiri. Bisa secara fisik,&lt;br /&gt;                  psikologi dll. Bentuknya bebas. terserah deh mau nulis apa&lt;br /&gt;                  2. Tuliskan impian, harapan dan cita-cita setelah bergabung &lt;br /&gt;                  dentgan FLP&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Peserta kemarin, harus menyelesaikan tugas tersebut selama 30 &lt;br /&gt;                  menit.&lt;br /&gt;                  Di rumah/kantor Mbak dan Mas bisa melakukukan hal yang sama. &lt;br /&gt;                  Kirim&lt;br /&gt;                  tulisan tersebut ke e-mail ini. Saya tunggu paling lambat hari &lt;br /&gt;                  Kamis.&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Selamat menunaikan tugas ^_^&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Wassalam&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  ***&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                              Saya bersemangat sekali saat mendapatkan email &lt;br /&gt;                  tersebut. Saya mengerjakan tugas itu di rumah pada pukul &lt;br /&gt;                  17.27, sesaat setelah menerima email dari Panitia BATRE. Dan &lt;br /&gt;                  saya berkomitmen bahwa saya harus mengerjakannya dalam waktu &lt;br /&gt;                  yang telah ditentukan, walaupun tidak ada Panitia yang &lt;br /&gt;                  melihat. Sekali lagi, karena ini adalah sebuah penghargaan &lt;br /&gt;                  terhadap kesempatan yang diberikan kepada saya. Dan tentunya &lt;br /&gt;                  harapan saya adalah saya dapat lulus dari ujian ini. &lt;br /&gt;                  Ohya, pengumuman kelulusannya Insya Allah akan diumumkan pada &lt;br /&gt;                  tanggal 21 April esok. Kalau saya lulus, saya bersyukur. Tidak &lt;br /&gt;                  lulus? Yah, tetap berusaha di periode mendatang di bulan &lt;br /&gt;                  September nanti.&lt;br /&gt;                              Dan Alhamdulillah, pada menit ke-30 saya sudah &lt;br /&gt;                  berusaha menghentikan ketukan jari pada tuts keyboard ini. &lt;br /&gt;                  Lumayan satu seperempat halaman terselesaikan. Sebuah &lt;br /&gt;                  deskripsi tentang saya. Fisik dan psikologi. Berikut hasilnya:&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Inilah Saya&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Riza Almanfaluthi adalah nama saya. Cuma orang biasa yang &lt;br /&gt;                  berusaha menjadi lebih baik lagi di setiap harinya. Lahir di &lt;br /&gt;                  Jatibarang, sebuah kota kecil di Kabupaten Indramayu tepatnya &lt;br /&gt;                  tanggal 24 Juli 1976. Sekarang sedang menapaki usia kepala &lt;br /&gt;                  tiga, sebuah usia yang membuat saya terkejut karena saya sudah &lt;br /&gt;                  tidak muda lagi. Tapi, show must go on, mau tidak mau hidup &lt;br /&gt;                  harus dijalani, tinggal memilih kehidupan yang lebih baik atau &lt;br /&gt;                  buruk di akhir. Tentu sebagai manusia yang bertuhan saya pasti &lt;br /&gt;                  akan memilih yang pertama. Khusnul khotimah, penghabisan yang &lt;br /&gt;                  terbaik.&lt;br /&gt;                              Tinggal bersama orang tua selama menempuh &lt;br /&gt;                  pendidikan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, lalu &lt;br /&gt;                  berpisah saat menempuh pendidikan menengah atas karena sekolah &lt;br /&gt;                  di Cirebon, membuat saya bisa hidup mandiri. Artinya saya &lt;br /&gt;                  terbiasa jauh dari orang tua. Ditambah lagi saat Allah &lt;br /&gt;                  mengizinkan saya untuk menempuh kuliah di Jakarta yaitu di &lt;br /&gt;                  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Spesialisasi Perpajakan di &lt;br /&gt;                  tahun 1994 membuat saya kembali hidup jauh dari orang tua.&lt;br /&gt;                              Kemandirian sejak kecil itulah yang senantiasa &lt;br /&gt;                  membuat saya berusaha untuk sukses dengan kaki sendiri—tentu &lt;br /&gt;                  kehendak Allah bermain sepenuhnya dalam kehidupan saya. Selama &lt;br /&gt;                  saya masih bisa untuk melakukan suatu pekerjaan itu sendiri &lt;br /&gt;                  mengapa saya harus meminta bantuan orang lain. Selain karena &lt;br /&gt;                  merendahkan diri sendiri juga karena selalu ingat kata-kata &lt;br /&gt;                  bijak dari Sang Nabi Terakhir bahwa  tangan yang di atas &lt;br /&gt;                  selalu lebih baik daripada tangan dibawah. Inilah yang saya &lt;br /&gt;                  pegang.  &lt;br /&gt;                              Secara fisik, saya sama dengan orang kebanyakan di &lt;br /&gt;                  republik ini. Kata orang sih, dan ini saya akui sendiri, warna &lt;br /&gt;                  kulit saya hitam. Tapi tentunya tidak selegam orang India dan &lt;br /&gt;                  Afrika sana. Rambut saya lurus dan tentunya—lagi-lagi—hitam. &lt;br /&gt;                  Tinggi biasa-biasa saja. Kurang lebih 165 cm. &lt;br /&gt;                  Ganteng? Relatif, dan saya berpikir tentu saya yang paling &lt;br /&gt;                  ganteng. Karena pada dasarnya manusia diciptakan dalam &lt;br /&gt;                  sebaik-baik bentuk. Hatta, menurut saya, seseorang dilahirkan &lt;br /&gt;                  dalam keadaan cacat, ia adalah manusia dengan sebaik-baiknya &lt;br /&gt;                  bentuk. Nah, ada satu kekurangan saya, kalau memang ini bisa &lt;br /&gt;                  disebut sebuah kekurangan, saya tidak bisa mengucapkan huruf &lt;br /&gt;                  R. Kata orang sih namanya cadel, atau pelo kata orang jawanya. &lt;br /&gt;                  Bagi saya kekurangan ini bukanlah variabel yang menentukan &lt;br /&gt;                  kesuksesan seseorang di akhirat sana. Betul bukan?&lt;br /&gt;                  Nah, sekarang saya perlu menceritakan motivasi, impian, &lt;br /&gt;                  harapan dan cita-cita saya kenapa ingin bergabung dengan &lt;br /&gt;                  komunitas penulis di Forum Lingkar Pena ini. Dulu, setahun &lt;br /&gt;                  yang lalu, ada motivasi duniawi yang mengiringi saya. Saya &lt;br /&gt;                  ingin jadi penulis terkenal, membuat banyak buku, dan &lt;br /&gt;                  lain-lain.  Saya perlu wadah, sebuah batu loncatan dan saya &lt;br /&gt;                  pikir FLP adalah sarana yang tepat, segalanya. &lt;br /&gt;                  Sebuah motivasi yang membuat saya lupa bahwa niatan itulah &lt;br /&gt;                  yang akan membuat saya tersungkur dengan wajah yang tertekuk &lt;br /&gt;                  diseret para malaikat dan diceburkan pada sebuah wahana &lt;br /&gt;                  kepedihan dan kesengsaraan, karena semata-mata hanya mengharap &lt;br /&gt;                  pujian dari manusia belaka. Dan saya pikir semua penulis rawan &lt;br /&gt;                  atas bahaya dari sebuah nikmat duniawi berupa pujian melangit. &lt;br /&gt;                  Saya berlindung kepada Allah atas semua itu.&lt;br /&gt;                  Pada akhirnya, pada sebuah kontemplasi, saya pikir semua itu &lt;br /&gt;                  sudah terlalu jauh. Kini, saya senantiasa berusaha keras untuk &lt;br /&gt;                  bisa meneguhkan hati agar bisa meluruskan niat.  Dan motivasi &lt;br /&gt;                  teranyar dan terupgrade pada diri saya adalah saya ingin &lt;br /&gt;                  senantiasa belajar dan terus belajar menulis. Tidak kurang dan &lt;br /&gt;                  tidak lebih. Bagi saya, saat ini, menulis adalah sebuah &lt;br /&gt;                  kebutuhan. Dan harus selalu terasah. Maka sebuah harapan indah &lt;br /&gt;                  di FLP adalah saya bisa mengasah kemampuan menulis saya. &lt;br /&gt;                  Menulis untuk sebuah pencerahan, untuk diri saya, dan tentunya &lt;br /&gt;                  untuk orang lain.&lt;br /&gt;                  Cita-cita? Tidak muluk-muluk,  menjadi seseorang yang berguna &lt;br /&gt;                  bagi diri saya sendiri, FLP, dan tentunya orang lain pula. Itu &lt;br /&gt;                  saja. Semoga tulisan ini bisa menggambarkan apa adanya saya. &lt;br /&gt;                  Semoga Allah pun meridhai upaya saya ini. &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;                  http://dirantingcemara.blogspot.com &lt;br /&gt;                  tepat di menit ke-30&lt;br /&gt;                  mulai 17.27 s.d. 17.56 &lt;br /&gt;                  (tambah beberapa detik untuk sedikit editing)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5790483913038071951?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5790483913038071951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5790483913038071951&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5790483913038071951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5790483913038071951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/luluskah-saya-di-batre-v.html' title='LULUSKAH SAYA DI BATRE V?'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1586532621906350335</id><published>2007-04-24T08:26:00.000+07:00</published><updated>2007-04-24T08:39:19.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me [Completed]'/><title type='text'>Curriculum Vitae</title><content type='html'>Curriculum Vitae&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama   : Riza Almanfaluthi, S.Sos.&lt;br /&gt;Tempat/tanggal lahir : Jatibarang,  24 Juli 1976&lt;br /&gt;Pekerjaan  : Pegawai Negeri Sipil&lt;br /&gt;NIP   : 060089098&lt;br /&gt;Pangkat/Gol. Ruang : Penata Muda/IIIa&lt;br /&gt;Jabatan   : Account Representative&lt;br /&gt;Alamat Kantor  : Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Empat &lt;br /&gt;                          Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan   &lt;br /&gt;                          12750&lt;br /&gt;Alamat email  : &lt;a href="riza.almanfaluthi@pajak.go.id"&gt;riza.almanfaluthi@pajak.go.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;a href="almanfaluthi@gmail.com"&gt;almanfaluthi@gmail.com&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;URL   : &lt;a href="http://dirantingcemara.blogspot.com"&gt;http://dirantingcemara.blogspot.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan:&lt;br /&gt;- Sekolah Dasar Negeri Pendowo V (lulus tahun 1988);&lt;br /&gt;- Sekolah Menengah Pertama Negeri I Jatibarang (lulus tahun 1991);&lt;br /&gt;- Sekolah Menengah Atas Negeri Palimanan (lulus tahun 1994);&lt;br /&gt;- Program Diploma Keuangan Spesialisasi Perpajakan, Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan, Departemen Keuangan (lulus tahun 1997);&lt;br /&gt;- Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi - Lembaga Adminsitrasi Negara Republik Indonesia (STIA LAN RI) Jurusan Administrasi Bisnis (lulus tahun 2002);&lt;br /&gt;- Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (lulus tahun 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Pekerjaan:&lt;br /&gt;- Pelaksana pada Seksi Pemotongan dan Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga (1997 s.d. 2001);&lt;br /&gt;- Pelaksana  pada Seksi Penagihan Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga (sejak 2001 s.d. 2003);&lt;br /&gt;- Juru Sita Pajak Negara Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga (sejak 2003 s.d. Nopember 2004);&lt;br /&gt;- Account Representative pada Seksi Pengawasan dan Konsultasi III Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga (sejak Nopember 2004 s.d. Juni 2006);&lt;br /&gt;- Account Representative pada Seksi Pengawasan dan Konsultasi II Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Empat (sejak Juli 2006 s.d. sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Pengalaman Mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tenaga Pengajar Pajak di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan Ko-FIN, Depok, Jawa Barat, 2004;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tenaga Pengajar pada Sosialisasi e-Filling Wajib Pajak Kantor Pelayanan Pajak   Penanaman Modal Asing Tiga, 2005;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tenaga Pengajar Program Ekstrakurikuler Pembinaan Mental Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Iman, Pabuaran, Bojonggede, Bogor, sejak Juli 2006 s.d. sekarang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tenaga Pengajar pada Lembaga Swadaya Masyarakat Kepemudaan, Kelompok Studi Pelajar Muslim (KSPM), Bojonggede, Jawa Barat, sejak Oktober 2006 s.d. sekarang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tenaga Pengajar pada Pembekalan Pemuda se-Pabuaran yang diselenggarakan oleh Dewan Keluarga Masjid Al-Ikhwan , Bojonggede,  Bogor, Maret  2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1586532621906350335?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1586532621906350335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1586532621906350335&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1586532621906350335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1586532621906350335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/curriculum-vitae.html' title='Curriculum Vitae'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-3547624269668176524</id><published>2007-04-24T08:13:00.000+07:00</published><updated>2007-04-24T08:18:59.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS MENULIS'/><title type='text'>KONTEMPLASI: MENULIS DENGAN HATI</title><content type='html'>KONTEMPLASI: MENULIS DENGAN HATI [CURHAT &lt;br /&gt;                  MURAHAN]&lt;br /&gt;                  Setelah &lt;br /&gt;                  menimbang-nimbang apa yang terjadi pada diri saya sampai &lt;br /&gt;                  menemukan suatu kebuntuan untuk berpikir dan juga &lt;br /&gt;                  menuangkannya dalam sebuah tulisan adalah karena saya salah &lt;br /&gt;                  pergaulan. Salahnya di mana? Dulu saya sampai sanggup untuk &lt;br /&gt;                  menulis dengan mudahnya apa yang saya rasakan saat ini. Cerita &lt;br /&gt;                  apa saja. Cerita tentang kesedihan dan kegembiraan. Dan cuek &lt;br /&gt;                  bebeknya saya tentang hasil apa yang didapat dari tulisan &lt;br /&gt;                  tersebut. Bagus buruk tidak dipedulikan lagi. Yang penting &lt;br /&gt;                  menulis. Kini ada suatu keengganan kalau saya belum menemukan &lt;br /&gt;                  mood di hati dan tema yang pantas untuk diungkap maka saya &lt;br /&gt;                  berhenti menulis. Maka apa yang terjadi. Saya gagap untuk &lt;br /&gt;                  menulis.    &lt;br /&gt;                          Bahkan untuk menulis inipun hampir-hampir tidak jadi &lt;br /&gt;                  karena saya pikir ini sebuah curhatan murahan yang gak pantas &lt;br /&gt;                  untuk ditaruh di blog saya. Tapi saya tepis semua itu. Saya &lt;br /&gt;                  berusaha mengingat motivasi awal dulu untuk menulis di blog &lt;br /&gt;                  ini. Belajar menulis. Yup, betul. Senantiasa untuk belajar &lt;br /&gt;                  menulis. Dengan itu kepekaan kita akan terasah. Dengan itu &lt;br /&gt;                  akan mudah kembali mencari mood yang sempat hilang. Dengan itu &lt;br /&gt;                  saya akan mudah menyusun paragraf demi paragraf pada kehidupan &lt;br /&gt;                  kita yang paling remeh temeh sekalipun.&lt;br /&gt;                          Kembali kepada salah pergaulan itu adalah saya sering &lt;br /&gt;                  dan gemar memelototi setiap perdebatan dalam suatu diskusi. &lt;br /&gt;                  Alhasil sebagian waktu digunakan untuk mencari mencari &lt;br /&gt;                  argumen-argumen yang tepat untuk membalas argumen-argumen ayng &lt;br /&gt;                  diajukan oleh lawan diskusi. Otomatis tiada upgrade diri. &lt;br /&gt;                  Sampai-sampai saya merasa kelelahan sendiri. Puncaknya adalah &lt;br /&gt;                  sebuah kesimpulan: Saya salah bergaul.&lt;br /&gt;                          Dulu sewaktu saya masih memantau dengan teliti &lt;br /&gt;                  tulisan-tulisan Azimah Rahayu, Bayu Gawtama, tulisan-tulisan &lt;br /&gt;                  di Eramuslim, tulisan-tulisan penuh perenungan maka saya bisa &lt;br /&gt;                  merasakan getaran hati yang tidak kasat. Saya mudah menulis &lt;br /&gt;                  sebuah kontemplasi diri. Menulis sebuah cerita sederhana dari &lt;br /&gt;                  seorang kawan, penuh hikmah dan penuh teladan. Menulis sebuah &lt;br /&gt;                  pencerahan. Menulis dengan hati. &lt;br /&gt;                          Dan saya terkejut, apa yang saya tulis dengan &lt;br /&gt;                  benar-benar dari hati--yah menurut saya sih demikian--adalah &lt;br /&gt;                  JANGAN SEPERTI NIRINA. Di awal Januari 2007 yang lalu. Bahkan &lt;br /&gt;                  yang sebelumnya adalah di tulisan AKU BUKAN JUFAT DAN GHULLAT &lt;br /&gt;                  SAYYID QUTHB sekitar Bulan Mei 2006 lalu. masya Allah sungguh &lt;br /&gt;                  lama sekali. Hampir satu tahun yang lalu.&lt;br /&gt;                          Cuma satu penyebabnya. Muroqobatullah yang semakin &lt;br /&gt;                  terkikis dari diri saya. Astaghfirullahal'adzim. Ya, bagaimana &lt;br /&gt;                  bisa saya akan bisa memberikan sebuah pencerahan sedangkan &lt;br /&gt;                  diri saya sendiri bukan lagi sebagai sumber dari sebuah cahaya &lt;br /&gt;                  pencerahan. Gelap. Hitam. &lt;br /&gt;                          Sungguh, betapa banyak saya mengemis pada-Nya agar &lt;br /&gt;                  sudi aku menggigit selandang kebesaran dan rahmat-Nya. Tapi &lt;br /&gt;                  senantiasa itu pula saya tak mampu menahannya lebih lama. &lt;br /&gt;                  Tergelincir lagi ke lubang yang sama. Duh, dosaku...Atau &lt;br /&gt;                  karena rintihan saya yang jarang terdengar di tengah malam. &lt;br /&gt;                  Untuk menghiba-hiba ampunannya. Karena Ia mengerti rintihan &lt;br /&gt;                  saya cuma rintihan palsu, tiada bermakna maka Ia biarkan saya &lt;br /&gt;                  menemukan jalan-Nya. Agar saya tersadar segera. Ah, kini saya &lt;br /&gt;                  berusaha mencari kembali jalan itu.&lt;br /&gt;                          Maka upaya kecil untuk memulainya adalah dengan tidak &lt;br /&gt;                  salah bergaul mungkin adalah langkah tepat. Tidak mudah &lt;br /&gt;                  terpancing untuk berdebat karena itu akan mengeraskan hati. &lt;br /&gt;                  Tidak mudah mengeluarkan argumentasi-argumentasi yang cuma &lt;br /&gt;                  kesannya saja ilmiah tapi jauh dari sentuhan hati. Karena niat &lt;br /&gt;                  yang sudah salah bukan karena-Nya.&lt;br /&gt;                          Lagi, kembali saya akan membaca banyak tulisan penuh &lt;br /&gt;                  perenungan diri, tulisan-tulisan yang jauh dari kontroversi &lt;br /&gt;                  dan perdebatan tiada henti. Kemudian sedikit demi sedikit &lt;br /&gt;                  merubah gaya blogku sebagai suatu catatan harian bukan semata &lt;br /&gt;                  tulisan yang ingin dianggap ilmiah atau sebagai cetak biru &lt;br /&gt;                  dari sebuah buku. Karena dua hal inilah yang senantiasa &lt;br /&gt;                  menghalangi saya menulis apa saja di blog ini. Apa saja &lt;br /&gt;                  tentang kehidupan yang saya temui setiap saatnya. Bahkan pada &lt;br /&gt;                  detik ini saat menulis huruf ini. &lt;br /&gt;                          Ditambah meluangkan waktu untuk memberikan komentar &lt;br /&gt;                  pada postingan blogger di Cicadas ini mungkin bisa merampas &lt;br /&gt;                  waktuku agar tetap punya empati, peduli pada sesama. karena &lt;br /&gt;                  kalau diingat-ingat sebelum saya menemukan kembali DSH saya &lt;br /&gt;                  yang sempat hilang. Produktivitas menulis saya sangat tinggi. &lt;br /&gt;                  Tapi kalau dingat-ingat pula penurunan produktivitas itu &lt;br /&gt;                  dimulai sejak saya menjadi moderator di DSH. Memantau begitu &lt;br /&gt;                  banyak postingan agar sesuai dengan visi dan misi DSH. Ah, &lt;br /&gt;                  bagaimanapun jangan mencari kambing hitam untuk semua &lt;br /&gt;                  kelemahan saya ini. &lt;br /&gt;                          So, saat ini saya punya komitmen untuk mengupayakan &lt;br /&gt;                  langkah-langkah kecil seperti di atas tadi agar terwujud, agar &lt;br /&gt;                  saya menemukan tulisan saya keluar dari hati, agar saya &lt;br /&gt;                  menemukan kembali jalan-Nya. Insya Allah. Terimakasih ya &lt;br /&gt;                  Allah.&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  ps: Alhamdulillah, saya bisa menulis ini. Setelah sempat &lt;br /&gt;                  ragu-ragu apakah saya bisa menulis dan berniat menghapusnya &lt;br /&gt;                  saat satu paragraf pertama tertulis.&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;                  Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;                  11:42 03 April 2007&lt;br /&gt;                  riza.almanfaluthi@pajak.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-3547624269668176524?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/3547624269668176524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=3547624269668176524&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/3547624269668176524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/3547624269668176524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/kontemplasi-menulis-dengan-hati.html' title='KONTEMPLASI: MENULIS DENGAN HATI'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-4127534659991332521</id><published>2007-04-24T07:47:00.000+07:00</published><updated>2007-04-24T07:59:40.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selembar puisi'/><title type='text'>sekuntum mawar</title><content type='html'>Melihat signaturenya salah &lt;br /&gt;                  seorang moderator di DSHnet, saya langsung terinspirasi untuk &lt;br /&gt;                  membuat  beberapa kata ini:&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  sekuntum mawar &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  sekuntum mawar menulis pada hari-hari yang lampau &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  tegas! &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  menanyakan kepingan hati yang terpaut &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  kini entah berada di mana &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  cuma hasrat sukma menyucikan diri &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  dalam rintih sepi &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  membakar amukku pada renjana &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  renjana cinta bertubi-tubi &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  ah, sentuhan rindu tak mampu menidurkanku &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  lelap! &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  cuma ayat-ayat cinta bertabur pesona &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  di dalamnya kutemukan sekuntum mawar &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  menulis hari-harinya penuh kata &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  :have a nice day &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                                                  &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Sekilas Saja &lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                  Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;                  dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;                  15:05 03 04 2007.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-4127534659991332521?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/4127534659991332521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=4127534659991332521&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4127534659991332521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4127534659991332521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/sekuntum-mawar.html' title='sekuntum mawar'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5651150864682598690</id><published>2007-04-23T09:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T16:37:46.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ratapan sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>AL-IKHWAN WAHABI PEMBERONTAK [TERAKHIR]</title><content type='html'>AL-IKHWAN: WAHABI PEMBERONTAK [TERAKHIR]&lt;br /&gt;[tulisan keempat]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tulisan terdahulu diuraikan tentang benih-benih timbulnya ketidaksukaan para pemimpin Al-Ikhwan kepada Abdul Aziz maka pada bagian terakhir ini diterangkan tentang upaya Al-Ikhwan melancarkan bughot melawan amirnya, Abdul Aziz bin Abdurrahman. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan: "Tapi Robert Lacey dalam catatan kakinya di halaman 180 sudah mewanti-wanti bahwa kelompok Al-Ikhwan dari Nejd ini tidak ada kaitannya dan tak boleh dicampuradukkan dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun (Persaudaraan Muslim) yang dibentuk di Mesir di tahun 1930-an dan masih aktif sampai saat ini."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertempuran Sabillah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RiwY__ZxoEI/AAAAAAAAAA8/xy1WcYsvTy8/s1600-h/abdulaaziz.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RiwY__ZxoEI/AAAAAAAAAA8/xy1WcYsvTy8/s200/abdulaaziz.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056443969260593218" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Ikhwan tidak bisa sesabar Abdul Aziz menunggu dua bulan. Mereka tidak bisa berpikiran tenang dan berpertimbangan matang. Justru kefanatikan yang tidak masuk akallah yang membuat mereka bertentangan dengan Abdul Aziz. Beberapa minggu setelah pertemuan Riyadh, mereka melancarkan serangan bertubi-tubi yang membuat perdamaian takkan mungkin dicapai lagi dan menghilangkan simpati yang selama ini mereka peroleh.&lt;br /&gt;Di bulan Desember 1928 mereka menyerang rombongan pedagang unta Nejd di Jumaymah, dekat perbatasan Irak. Semua dibunuh dan hewan dagangan mereka dirampas. Sekelompok orang Badui di sebelah utara dibantai pula oleh sepasukan Al-Ikhwan. Nyata-nyata bahwa Al-Saud dan Nejd tidak lagi menghadapi suatu perselisihan agama melainkan penghancurkan negara baru Abdul Aziz. &lt;br /&gt;Mereka menolak kewajiban suatu masyarakat, peraturan yang ada, tak mau menetap dan membentuk pemukiman Ikhwan yang tetap. Mereka ingin kembali menjadi bangsa Badui yang bisa mengembara kemana saja. Faisal Al-Dawisy menulis surat kepada Saud Bin Abdul Aziz, ”...Kau telah menjauhkan kami dari agama kami, kau telah menjauhkan kami dari kesenangan duniawi kami.”&lt;br /&gt; Pasukan kendaraan bermotor dikirim Abdul Aziz di bulan Maret 1929 dipimpin oleh Abdullah Suleiman al-Hamdan, juru tulis kepercayaan Abdul Aziz yang berhasil mengorganisir pengadaan bahan bakar, suku cadang, dan mesiu. Iringan pasukan itu menuju Anayzah dan Buraydah untuk mengumpulkan bantuan. Abdul Aziz menggunakan uang dan pegnaruhnya pada suku-suku Badui yang ada. Ia memberi 6 pound emas kepada kepala suku yang berhasil membawa sukunya untuk bergabung. Tiga pound untuk orang biasa dan kota yang ikut berperang dan dengan janji tambahan  lainnya bila tugas selesai.&lt;br /&gt; Di akhir Maret 1929, pasukan Abdul Aziz berhadapan dengan pasukan Faisal al-Dawisy dan Ibnu Bijad di padang Sabillah dekat Artawiya. Tiga berbanding satu. Pasukan pemberontak kalah jauh diukur dari kuantitas pasukan.&lt;br /&gt;Al-Dawiys dan Ibnu Bijad pemimpin penyerangan yang paling ulung. Mereka tak biasa berhadapan dengan lawan yang begitu besar. Tapi mereka mengira bahwa Abdul Aziz tak bisa bertempur lagi, karena Abdul Aziz secara pribadi terakhir ikut pertempuran 12 tahun yang lalu. Mereka yakin Abdul Aziz hanya pandai bicara saja. Dan mereka yakin kemenangan ada di tangan mereka karena sejak 1919 merekalah yang berperang untuk Abdul Aziz. Ketakberanian Abdul Aziz menghadapi Inggris secara langsung, menurut mereka, menajdi tanda kelemahan yang tampak dari Abdul Aziz.&lt;br /&gt;Tapi Abdul Aziz masih cukup galak. Berulang kali utusan pencari kedamaian antara kedua belah pihak saling berunding, mencoba merumuskan gencatan senjata. Tapi gagal. Abdul Aziz marah besar saat utusan Ibnu Bijad tidak mau menjawab salam sebagaimana kebiasaan mereka yang tidak mau menjawab salam kepada mereka yang dianggap ”Bukan Muslim Sejati”. &lt;br /&gt;Bahkan saat Faisal Al-Dawisy datang sendiri ke Abdul Aziz, Abdul Aziz sudah tak punya selera lagi berdamai dan menyarankan kepada mereka untuk menyerah. Saat Al-Dawisy pulang kembali ke perkemahannya, ia mengabarkan bahwa orang-orang Saud itu cuma sekumpulan orang-orang lemah lemas yang hanya bisa tidur di atas kasur. ”Mereka tak berguna sama sekali, bagaikan pelana unta tanpa pegangan,” kata Faisal kepada Ibnu Bijad.&lt;br /&gt; Keesokan paginya Abdul Aziz berkuda mengepalai pasukannya. Ia turun sesaat untuk mengambil segenggam pasir dan melemparkannya ke arah musuh. Segera pertempuran dimulai. Al-Ikhwan berada diketinggian dan telah membangun suatu tumpukan batu sebagai tempat perlindungan. Di balik itu mereka bisa menembak dengan aman. Saat mereka melihat pasukan Saudi mundur—yang sebenarnya hanya untuk mengambil kesempatan makan pagi yang sudah begitu terlambat—Al-Ikhwan menganggap ini adalah gerakan mundur besar-besaran.&lt;br /&gt; Dengan gembira pasukan Al-Ikhwan menyerbu meninggalkan kubu mereka, mengejar. Tapi mereka langsung dibabat oleh dua belas senapan mesin yang sengaja disembunyikan dan tempat kedudukannya sangat dirahasiakan. Singkatnya ratusan orang roboh, yang selamat cerai berai melarikan diri. Abdul Aziz menyuruh pasukannya mengejar. Pertempuran Sabillah hanya berlangsung setengah jam saja. Inilah kekalahan Al-Ikhwan yang pertama. &lt;br /&gt;Para perempuan Al-Dawisy memohon untuk menyerah. Faisal Al-Dawisy tertembak di punggungnya tapi masih hidup. Abdul Aziz memberikan mereka ampun, tapi tak membiarkan pemukiman Ibnu Bijad utuh, ia menghancurkannya dan menahan Ibnu Bijad. Lalu Abdul Aziz memberi hadiah pada pasukannya yang setia, memberi ganti rugi kepada yang telah berkorban, menyuruh mereka pulang, dan ia sendiri berangkat hají ke Mekah. Ia pikir, Al-Ikhwan telah tamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berontak Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemuka Al-Ikhwan yang satu lagi, Dhaidhan bin Hithlain, sedang berada di daerah Timur saat pertempuran Sabillah berlangsung. Kekalahan dua sekutunya mendorongnya untuk segera berdamai. Maka di bulan Mei 1929, ia merundingkan perdamaian dengan Fahad bin Abdullah  bin Jaluwi.&lt;br /&gt;Ia diundang ke tenda Fahad. Setelah berunding pada malam harinya Ibnu Hithlain pamit untuk pulang kemahnya. Namun Fahad memintanya untuk menginap. Ditolak oleh Ibnu Hithlain karena ia harus memenuhi janjinya kepada sukunya—Ajman—untuk segera kembali setelah perundingan. Bila tidak memenuhi janji itu maka suku Ajman akan meluruk mereka, ke tempat itu.&lt;br /&gt;Fahad merasa bahwa ini merupakan ancaman terselubung, maka ia memerintahkan pengawalnya untuk menahan Ibnu Hithlain dan kesebelas pengiringnya. Dan meminta mereka dibunuh jika orang-orang Ajman itu datang. Dan benar ketika suku Ajman datang, mereka dibunuh. Padahal di saku Ibnu Hithlain ada surat jaminan keselamatan dirinya yang ditandatangani oleh Abdul Aziz, Abdullah bin Jaluwi, dan Fahad sendiri. Orang Ajman membunuh Fahad sebagai balasan, ditembak tepat di antara kedua matanya.&lt;br /&gt;Al-Ikhwan marah besar, bahkan suku-suku Nejd lainnya karena mereka menganggap bahwa undangan Fahad itu tipu daya semata agar ia bisa membunuh Ibnu Hithlain, dan ini sebuah kepengecutan. Faisal al-Dawisy mengobarkan gerakan angkat senjata dan kini dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Ini berbahaya bagi Abdul Aziz karena ia masih berada di Mekah, jauh dari Riyadh dan jika ia ingin kembali ke sana maka ia harus bertempur di sepanjang perjalanannya. &lt;br /&gt;Kali ini pergaulannya dengan Inggris—kaum kafir—berbuah besar. Inggris yang menginginkan kestabilan di semenanjung Arab memaksa merubah politik devide et-impera-nya. Di musim panas di tahun 1929, dukungan terhadap Abdul Aziz dari berbagai penjuru wilayah kekuasaan Britania datang bertubi-tubi. Inggris melarang penguasa di Irak dan Kuwait untuk mengambil keuntungan dari kekisruhan di Nejd. Senjata mengalir dari India. Dengan dukungan tersebut Abdul Aziz menyeberangi Arabia dengan iring-iringan kendaraan bermotornya dan dikawal dengan enam senjata mesin.&lt;br /&gt;Abdul Aziz bergerak ke timur laut. Kekuatan Inggris dikerahkan untuk mencegah Al-Ikhwan tidak lari ke arah yang sama. Agen-agen Inggris mengirimkan telegram ke Riyadh tentang pergerakan Al-Ikhwan. Abdul Aziz sendiri mengatur gerak pasukannya dengan jaringan radionya.&lt;br /&gt;Azaiyiz anak Faisal ad-Dawisy memimpin 600 prajuritnya diikuti pula oleh kaum Ajman dan beberapa pejuang tua Mutair melancarkan serangan ke bagian utara Arabia. Di bulan Agustus 1929 pasukan itu merobek-robek Arabia utara, mengumpulkan kawan dan menghancurkan kawan. Serangan mereka sampai jauh di utara Hail dan berhasil merampas ratusan ekor unta dari kaum Syammar dan Amarat, merampas sebuah kafilah yang berisi uang 10.000 real hasil tarikan pajak Saudi yang akan diantarkan kepada Gubernur Hail. &lt;br /&gt;Namun bawaan besar itu membuat perjalanan Azaiyiz semakin berat apalagi mereka sudah kekurangan air. Sumber-sumer air yang berusaha diduduki Faisal telah dikepung rapat oleh pasukan Gubernur Hail. Semangat mereka semakin mengendur. Di oase Umm Urdhumah mereka sekarang berhadapan. Di satu sisi Abdul Aziz bersama pasukannya yang segar-segar karena menguasai sumber air dengan di sisi lain pihak Al-Ikhwan yang kehausan karena kantung air yang sudah kosong. Apalagi onta-onta mereka yang sudah empat hari tidak minum.&lt;br /&gt;”Allah bersama kita, Al-Ikhwan pilihan-Nya,” teriak Azaiyiz menyemangati. ”Kita harus terus maju dan memenangkan sumber air itu. Allah akan memberkati pengikut-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran terjadi di siang hari yang panas, tak karuan, dan kejam, tak berampun, satu lawan satu, di mana tak ada yang memberi dan meminta ampun. Kaum Al-Ikhwan sia-sia memekikkan teriakan kemenangan karena Abdul Aziz terus menambah bala bantuannya. Sore harinya walaupun Al-Ikhwan sudah membabat ratusan lawan, tapi tak sanggup menguasai oase. Azaiyiz tak bertenaga lagi karena lelah, lapar, dan haus diseret oleh lima orang budaknya dan bersembunyi di perbukitan pasir. Dua bulan kemudian mayat mereka ditemukan di tengah padang pasir, kering kerontang, agaknya sedang berjalan pulang. &lt;br /&gt;Sebanyak 250 prajurit Al-Ikhwan tertawan dan dipenggal semuanya. Dan Ibnu Musa’id yang memimpin pertempuran tersebut saat mendengar bahwa di balik bukit masih terdapat 40 orang yang bersembunyi, memerintahkan pasukannya untuk menembaki orang-orang itu tanpa ampun. Kekalahan yang memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mati di Penjara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa Al-Ikhwan masih menjarah rayah sampai musim dingin tahun 1929. Tapi Faisal al-Dawisy yang sudah kehilangan anaknya telah kehilangan pula semangatnya. Ia mulai menasehati yang lain agar menyerahkan diri saja, mungkin Abdul Aziz mau mengampuni mereka. Sedangkan Faisal sudah memastikan bahwa dirinya tak akan mendapat ampun.&lt;br /&gt;Pemberantasan terhadap sisa-sisa Al-Ikhwan dilakukan. Faisal—dalam rangka melindungi wanita, anak-anak, dan ternaknya—meminta perlindungan kepada Inggris melalui Kapten Dickson untuk bisa masuk Kuwait. Pemerintah Inggris menolak. Pasukan Abdul Aziz semakin menjepitnya. Di akhir Desember 1929 sekelompok orang Mutair berusaha meloloskan diri dari kepungan tapi ketahuan dan tak dibiarkan satupun hidup.&lt;br /&gt;Beberapa puluh kilometer dari tempat itu Faisal Al-Dawisy ditemukan dengan kelompok kecilnya oleh pasukan Inggris. Padahal ia baru saja diserang oleh suku Badui lainnya yang masih setia pada Abdul Aziz.  Kini ia cuma punya tiga pilihan: menyerah pada Abdul Aziz, pada Inggris di Irak, atau pada Inggris di Kuwait. &lt;br /&gt;Ia memilih yang terakhir. Ia meminta Inggris berjanji bahwa ia tidak akan diserahkan kepada Abdul Aziz jika Abdul Aziz tidak berjanji untuk tidak membunuhnya. &lt;br /&gt;Pada tanggal 28 Januari 1930, Angkatan Udara Inggris membawa Faisal Al-Dawisy dan dua orang bawahannya ke pangkalan Abdul Aziz dekat perbatasan Kuwait. Abdul Aziz telah menyiapkan suatu majelis berlebih-lebihan untuk menyambutnya. Abdul Aziz menangis tersedu-sedu saat memeluk Faisal Al-Dawisy dan mengajaknya berciuman di hidung sebagai kebiasaan orang Badui. &lt;br /&gt;Abdul Aziz memegang janjinya kepada Inggris. Faisal tak dihukum mati. Ia memenjarakannya seumur hidup. Lalu 18 bulan kemudian Faisal Al-Dawisy meninggal di penjara karena daging tumbuh di tenggorokannya yang terus menerus mengucurkan darah. Al-Ikhwan musnah sudah.&lt;br /&gt;Dua tahun kemudian, September 1932, Abdul Aziz menyatakan seluruh daerah Arabia, Nejd dan Hijaz adalah milik Al-Saud dan menyatakan daulah barunya sebagai Kerajaan Arab Saudi. Dengan lambang berupa dua pedang yang bersilang dan menyempurnakan lambangnya dengan gambar pohon kurma di atasnya sebagai lambang para penghuni daerah oase, para penghuni kota yang telah mapan. Tidak dengan lambang unta di atas dua pedang tersebut, suatu lambang bagi kaum Badui yang pasukan sucinya  telah sangat membantu menegakkan kerajaan dan pula yang hampir saja membuat kerajaannya hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Demikian sejarah singkat dari keberadaan Al-Ikhwan, yang pada awalnya bahu-membahu dan seide dalam pemahaman keberagamaan dengan pemimpinnya, Abdul Aziz, namun pada akhirnya dengan pemahamannya tersebut serta kesederhanaan alami mereka yang menyebabkan mereka melakukan pemberontakan terhadap pemimpinnya sendiri.&lt;br /&gt;Maka pantas saja—seperti disebutkan di bagian pertama tulisan ini—sang Amir harus bersikeras dengan panitia masjid untuk mengubah nama masjid dalam proposal itu dengan nama yang lain asal tidak dengan nama Al-Ikhwan, karena Al-Ikhwan identik dengan Osama bin Laden. Dua-duanya—menurut mereka—adalah pemberontak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhaqqu min rabbika.&lt;br /&gt;Allohu’alamu bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;1. Kerajaan Pertrodolar Saudi Arabia, Robert Lacey, Pustaka Jaya, 1986;&lt;br /&gt;2. History of The Arabs, Philip K. Hitti, PT Serambi Ilmu Semesta, 2005;&lt;br /&gt;3. Ensiklopedia Islam, PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;12:54 26 Maret 2007&lt;br /&gt;Kalibata Masih Membiru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5651150864682598690?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5651150864682598690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5651150864682598690&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5651150864682598690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5651150864682598690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/al-ikhwan-wahabi-pemberontak-terakhir.html' title='AL-IKHWAN WAHABI PEMBERONTAK [TERAKHIR]'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RiwY__ZxoEI/AAAAAAAAAA8/xy1WcYsvTy8/s72-c/abdulaaziz.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-2100493022679895069</id><published>2007-04-23T08:38:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T16:37:46.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ratapan sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>AL-IKHWAN WAHABI PEMBERONTAK [3]</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AL-IKHWAN: WAHABI PEMBERONTAK [3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[tulisan ketiga]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah dalam dua tulisan sebelumnya diuraikan latar belakang berdirinya Al-Ikhwan dan mesranya hubungan mereka dengan pemimpinnya Abdul Aziz maka pada tulisan yang ketiga ini akan diuraikan bagaimana benih-benih perpecahan yang sudah mulai tumbuh kian membesar. Sampai diperlukan bai’at kembali kepada Abdul Aziz.&lt;br /&gt;Tapi sebelumnya perlu diperhatikan hal ini:&lt;br /&gt;"Tapi Robert Lacey dalam catatan kakinya di halaman 180 sudah mewanti-wanti bahwa kelompok Al-Ikhwan dari Nejd ini tidak ada kaitannya dan tak boleh dicampuradukkan dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun (Persaudaraan Muslim) yang dibentuk di Mesir di tahun 1930-an dan masih aktif sampai saat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Mereka adalah anak-anakku”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RiwSGPZxoDI/AAAAAAAAAA0/a0ypTNvbwIY/s1600-h/kurma.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RiwSGPZxoDI/AAAAAAAAAA0/a0ypTNvbwIY/s200/kurma.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056436380053381170" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika kaum Ikhwan di tahun 1925 memasuki Jeddah, mereka langsung memutuskan kabel-kabel telepon, temasuk saluran yang menuju rumah Abdul Aziz. Menurut mereka telepon adalah penemuan baru—seperti mobil dan radio—yang tak bisa dimengerti cara kerjanya.  &lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan pertemuan dengan Abdul Aziz mereka memberikan peringatan, ”Dengan direbutnya tanah Suci, Muslim yang baik haruslah menjaga diri jangan sampai terbujuh oleh pengaruh asing,” kata Faisal al-Dawisy. Semua harus waspada, jangan sampai ke luar dari jalur murni ajaran Islam. Mereka harus siap untuk menghukum siapapun yang melakukan hal itu.&lt;br /&gt;Adik Abdul Aziz, Abdullah bin Abdul Rahman yang telah ditunjuk sebagai panglima pasukan Saudi di Hijaz merasakan bahwa sikap Al-Ikhwan ini begitu menantang. Tiap hari ia harus berhadapan dengan sikap menyakitkan hati dari kaum Ikhwan di bawahnya. Ia harus selalu menghibur mereka, membujuk mereka agar mau mengikuti perintah. Dan ia merasa bahwa sikap menantang ini kalau dibiarkan terus akan berbahaya. Mereka harus ditindak tegas sebelum tak bisa dikendalikan lagi.&lt;br /&gt;Tetapi  Abdul Aziz hanya menertawakan kekhawatiran adiknya itu. ”Kaum Ikhwan adalah anak-anakku,” katanya. Maka jika salah satu Ikhwan itu mengatakan bahwa kumisnya terlalu panjang, Abdul Aziz segera memanggil tukang cukur untuk memotongnya di depan umum dan menganggapnya sebagai suatu gurauan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmal&lt;br /&gt; Keangkuhan Al-Ikhwan menjadi-jadi di musim pertama haji di tahun 1926 setelah Jeddah jatuh. Masalahnya dimulai dari kain hitam berhias emas yang menutupi Ka’bah. Secara tradisional kain ini dijahit oleh ahli-ahli Mesir dan sebagai hadiah tahunan Mesir kepada Hijaz. Setiap tahun pemberangkatannya dari Emsir dilakukan dengan upacara besar-besaran, dinaikkan ke sebuah tandu kehormatan yang diberi Mahmal. &lt;br /&gt; Setiap tahun mereka membuat barisan panjang, ribuan banyaknya, diatur dan dilindungi oleh sepasukan kecil pengawal yang bersenjata. Dan ini merupakan tantangan bagi Al-Ikhwan. Bagi mereka, tandu yang berhias indah, penghormatan yang begitu berlebihan kepada Mahmal, setara penyembahan tehadap berhala. Apalagi pasukan pengawal bersenjatanya yang sepertinya melukai rasa kebanggaan mereka. Ditambah suara terompet mereka yang mencemari kesucian Mekah. Ini tak berampun lagi. Al-Ikhwan melempari mereka dengan batu. Orang Mesir bertahan. Terjadilah pertempuran sengit. Abdul Aziz muncul dan menyerukan agar Al-Ikhwan mundur. Sektiar 40 orang jama’ah tewas dan sejak saat itu mahmal tidak lagi diarak megah di jalan-jalan Mekah.&lt;br /&gt; Kaum Ikhwan menganggap ini sebagai kemenangan kecil. Sebab menurut ukuran mereka, penakhlukan Hijaz ternyata jauh di bawah harapan mereka. Hanya beberapa jam setelah membantai mereka yang sesat di Taif, setelah itu Abdul Aziz mengekang harapan mereka melakukan ’penyucian’ terhadap Hijaz, tak boleh merampas, bahkan tak ada kebanggaan jika menang. Abdul Aziz telah bersekongkol dengan penduduk Madinah untuk mencegah Al-Ikhwan merusak kuil-kuil mereka, ia bahkan melarang Al-Ikhwan menyerang Badui-badui Hijaz. Ini mengecewakan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Insiden Perbatasan&lt;br /&gt;Al-Ikhwan gagal di segala bidang. Abdul Aziz telah berdamai dengan para pemuka Hijaz serta ingin memberikan gambaran yang baik tentang dirinya pada para perwakilan negara asing sehingga ia bertindak seolah-olah pasukannya sendirilah musuhnya. Karenanya setelah luntang lantung di Hijaz selama setahun, Al-Ikhwan pulang ke Nejd dengan membawa sedikit sekali rampasan, kemegahan kemenangan, cuma rasa kecewa yang besar dan kekhawatiran tak akan ada lagi tugas untuk mereka.&lt;br /&gt; Jantung persoalannya adalah dengan Al-Ikhwan Abdul Aziz bisa menguasai Nejd dan Hijaz. Dan jika Abdul Aziz ingin mengembangkan lagi wilayahnya di luar dua daerah itu maka ia harus berhadapan dengan Inggris, sama sekali tak mungkin. Inggris tak mau kehilangan lagi sekutu Hasyimiyahnya jatuh.&lt;br /&gt; Karena kecewa dan haus akan kemegahan menjadi pemenang serta kenikmatan merampas yang tak mereka peroleh di Hijaz, Al-Ikhwan mengarahkan pandangan ke arah Timur Laut, daerah yang secara tradisional menjadi sasaran kemarahan Wahabi, daerah perbatasan kaum Syiah yang mereka anggap menduakan Allah. Maka awal 1927, serangan ke daerah perbatasan Irak semakin menjadi dan hebat. &lt;br /&gt; Korban mereka, kelompok pengembara biri-biri dan pekerja di Pos Polisi di Busaiya. Faisal al-Dawisy secara pribadi meimpin beberapa penyerangan untuk menunjukkan hak kaumnya untuk pergi ke mana pun mereka suka. Pesawat Inggris membalas dengan mengebom para penyerang dan kemudian mengejar mereka sampai masuk ke wilayah Nejd. &lt;br /&gt;Inggris pun mengajukan protes. Mulanya Abdul Aziz membela rakyatnya karena pembangunan pos-pos polisi itu memang melanggar adat kebiasaan suku-suku Badui. Abdul Aziz menghadapi persoalan rumit untuk menjelaskan terhadap Al-Ikhwan tentang adab-adab dunia Internasional pada saat itu. Mereka tak mengerti dan tak peduli bagaimana pemimpin mereka harus menyesuaikan diri dengan batasan-batasan dunia yang lebih luas dari mereka. Mereka bahkan siap untuk menggulingkan sang pemimpin bila ia tidak mau memimpin mereka menghancurkan pos-pos kaum kafir itu. &lt;br /&gt;Abdul Aziz berusaha menerangkan kepada delegasi Inggris di Perundingan Jeddah Mei 1928 bahwa perbuatan mereka di luar sepengetahuannya. Tapi Inggris tak mudah percaya karena ia sepertinya menarik keuntungan dari gerakan Al-Ikhwan itu. Dan tetap saja di tahun tersebut penyerangan dan pertumpahan darah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaharuan Ba’iat&lt;br /&gt; Perundingan Jeddah gagal. Abdul Aziz harus kembali ke Nejd dan menerangkan kegagalannya kepada Al-Ikhwan tentang tak mampunya ia membongkar pos polisi di Busaiya. Mungkin mendengar ini mereka akan melakukan perang suci dengannya atau tanpanya. &lt;br /&gt; Ia yang telah menanamkan dan mengembangkan kefanatikan di orang-orang berpikiran sederhana itu. Ia yang telah membuat mereka menganggap semua yang bukan Wahabi sebagai penjelmaan Iblis. Ia yang mendapatkan keuntungan dari kefanatikan mereka itu penakhlukan Rasyid, menjatuhkan Hijaz, mendamaikan dunia luas dan kini menghadapi kekeraskepalaan Al-Ikhwan. Pun kini ia harus menerangkan dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka tak mungkin melawan Inggris, karena sia-sia saja. &lt;br /&gt;Dengan penuh persoalan pelik dihadapannya ditambah kepergian sang Ayah, Abdurrahman, di bulan Juni 1928, ia merasa putus asa. Kalau saja ayahnya tidak meninggal, mungkin kehadirannya bisa membantu untuk menghadapi pertentangan yang semakin tajam antara Al-Ikhwan dan dirinya. Maka ia mengambil suatu tindakan drastis yang mungkin akan dapat membantunya mengatasi semuanya.&lt;br /&gt;Ia mengundang seluruh tokoh dan ulama Nejd di Riyadh di Nopember 1928 untuk merundingkan sistem perbentengan Irak serta keluhan lain dari Kaum Ikhwan. Sekitar 800 orang yang hadir kecuali tiga tokoh utama Al-Ikhwan: Faisal Al-Dawisy, Suktan bin Bijad, dan Dhadhan bin Hithlain. &lt;br /&gt;Tapi ada satu hal lagi yang perlu diungkap kepada mereka. Abdul Aziz berdiri tegak di hadapan musyawarah tersebut dan menawarkan secara resmi untuk turun tahta, dan berkata, ”pilihlah salah seorang anggota keluargaku.”&lt;br /&gt; Semua terpaku dan tercengang. Seketika semua berteriak ramai menolak usulnya. ”Kami hanya menginginmu sebagai pemimpin kami!” para delegasi itu berteriak. Seluruhnya berdiri di belakangnya. Memperbaharui ba’iatnya. Abdul Aziz tahu sepeninggal ayahnya tak ada satu tokoh di keluarganya yang bisa menampung kesetiaan dari seluruh golongan—kecuali dirinya. Dan ia menawarkan untuk mengundurkan diri karena yakin bahwa hal itu akan ditolak oleh semua orang. Tapi setidaknya dengan ini memberikan pandangan kepada dunia bahwa pada dirinya puncak keabsahan kekuasaan Saudi terletak.&lt;br /&gt; Setelah menutup persidangan itu, ia minta kepada para ulama memberi pesan tentang telepon dan radio, dan mereka menyatakan bahwa dalam Al-Qur’an dan Hadits tidak ada keterangan bahwa kedua benda itu diharamkan. Para wakil Al-Ikhwan kecuali tiga orang di atas telah memperbaharui janji setianya pula dan akan memihak  kepada Abdul Aziz bila terjadi pertentangan dengan tiga tokoh Al-Ikhwan itu asal dengan syarat Abdul Aziz dapat menghancurkan pos polisi tersebut dalam jangka waktu dua bulan. Abdul Aziz menyanggupi sesuatu yang rasanya takkan mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;1. Kerajaan Pertrodolar Saudi Arabia, Robert Lacey, Pustaka Jaya, 1986;&lt;br /&gt;2. History of The Arabs, Philip K. Hitti, PT Serambi Ilmu Semesta, 2005;&lt;br /&gt;3. Ensiklopedia Islam, PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;12:54 26 Maret 2007&lt;br /&gt;Kalibata Masih Membiru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-2100493022679895069?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/2100493022679895069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=2100493022679895069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2100493022679895069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2100493022679895069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/al-ikhwan-wahabi-pemberontak-3.html' title='AL-IKHWAN WAHABI PEMBERONTAK [3]'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/RiwSGPZxoDI/AAAAAAAAAA0/a0ypTNvbwIY/s72-c/kurma.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5566986195642022612</id><published>2007-04-23T08:03:00.000+07:00</published><updated>2007-04-23T08:31:06.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ratapan sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>AL-IKHWAN WAHABI PEMBERONTAK [2]</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AL-IKHWAN: WAHABI PEMBERONTAK [2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[tulisan kedua]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Penting Tulisan Pertama:&lt;br /&gt;Tapi Robert Lacey dalam catatan kakinya di halaman 180 sudah mewanti-wanti bahwa kelompok Al-Ikhwan dari Nejd ini tidak ada kaitannya dan tak boleh dicampuradukkan dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun (Persaudaraan Muslim) yang dibentuk di Mesir di tahun 1930-an dan masih aktif sampai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Gelar Khalifah dan Taif&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/unta06.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/unta06.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Di tahun 1924 salah satu keturunan dari Bani Hasyim yakni Syarif Husain bin Ali masih sebagai Penguasa Hijaz. Anaknya Abdullah adalah penguasa Amman. Anaknya yang lain Faisal menjadi penguasa Irak. Rival dari keluarga mereka penerus keluarga Saud yakni Abdul Aziz,  penguasa Nejd. &lt;br /&gt;Di antara dua keluarga itu saling timbul kebencian apalagi bila Inggris memberikan Pounds yang lebih besar kepada salah satu dari mereka. Tentu uang-uang itu salah satunya dipergunakan membeli kesetiaan Suku Badui untuk mempertahankan kekuasaan mereka dan merebut kekeuasaan saingan mereka. &lt;br /&gt;Dan bagi Syarif Husain uang itu tak cukup. Ia mencoba mengumpulkan uang dengan jalan memasang pajak untuk apa saja, termasuk pajak dari jama’ah haji. Ini menyebabkan ia tak populer, apalagi ditambah sikapnya yang kian hari tidak bersikap layaknya sikap seorang raja. &lt;br /&gt;Terakhir adalah sikapnya pada tanggal 5 Maret 1924 yang memproklamirkan dirinya sebagai Khalifah, Keturunan dan Pangganti Nabi, Wali Islam, Pemimpin Kaum Muslimin Dunia—gelar sanjungan yang diperkirakan akan membuat kagum warganya di Hijaz. Ia berani karena dua hari sebelumnya tanggal 3 Maret 1924, Kamal  Ataturk resmi membuang gelar Khalifah, berarti menurutnya ini adalah sebuah kekosongan kepemimpinan umat Islam yang selama 400 tahun dipegang oleh Daulah Utsmani.&lt;br /&gt;Ini tak mendapat sambutan. Seorang pemuda Suriah yang mengakhiri pidatonya dengan seruan ”Hidup Khalifah Husain” disambut dengan diam, tanpa suara sama sekali oleh hadirin. Di dunia Islam, berita itu mendapat sambutan dingin. Kaum muslimin di Jawa meramalkan bahwa Syarif Husain akan menerima kutukan Allah karena kelancangannya. Di India kaum Nasionalis Islam merasa bahwa Inggris ada di belakang dari keberaniannya ini walaupun dibantah oleh Inggris. Di Nejd yang muncul adalah kutukan dan kemarahan yang tak bisa dipadamkan.&lt;br /&gt;Tanggal 5 Juni 1924 diadakan persidangan tokoh-tokoh Riyadh. Lima tahun sebelumnya Abdul Aziz mengadakan persidangan yang sama tapi yang dibahas adalah tentang sikap Al-Ikhwan yang menyebarkan paham mereka secara kekerasan dan ia ingin agar ulama mendisiplinkan persaudaraan tersebut. Kini yang dibahas adalah sikap terhadap Syarif Husain tersebut. &lt;br /&gt;Dan ini ditanggapi oleh para pemimpin Al-Ikhwan yang membeberkan segala dosa Syarif tua tersebut, yakni pelarangannya terhadap warga Nejd—terutama kaum Ikhwan untuk melakukan ibadah haji. Abdul Aziz berpikir inilah saatnya untuk bisa menguasai Hijaz apalagi ia merasa dunia Islam saat itu gerah dengan tindakan Syarif yang sembrono. &lt;br /&gt;Saatnya untuk melakukan tindakan yang tertunda lima tahun sebelumnya, karena pada saat itu ia membawa Al-Ikhwan, dan bila membawa pasukan tersebut ia seperti mengingat kenangan yang tak menyenangkan saat kaum Wahabi memasuki Mekah dan Medinah, seratus tahun lalu. &lt;br /&gt;Salah satu dukungan kepadanya adalah datang dari Komite Khilafah India. Karena komite selalu menganggap bahwa tindakan Syarif adalah siasat Inggris yang cerdik, siasat Inggris yang selalu ingin campur terhadap kepentingan Arabia dan umat Islam. &lt;br /&gt;Di bulan Agustus 1924 Abdul Aziz memerintahkan Khalid bin Lu’ay untuk memimpin 3000 pasukan Al-Ikhwan menuju Taif yang pada saat itu dijaga oleh Ali bin Syarif Husain. Tetapi melihat kekuatan Al-Ikhwan, pada tanggal 04 September 1924 dalam kegelapan Ali beserta pasukannya meninggalkan Taif dan penduduknya.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian adalah pembantaian yang terjadi sungguh tanpa ampun. Qady dan para syaikh kota mencoba berlindung di masjid. Tetapi mereka diseret ke luar dan dicincang. Rumah-rumah dihancurkan. Toko dan pasar diserbu. Mayat-mayat dilemparkan ke sumur-sumur terbuka. Dan dalam beberapa jam saja sekitar 300 orang tewas. Hijaz panik. Husain minta bantuan Inggris. Inggris diam saja melihat perkembangan yang terjadi. Mereka menganggap bahwa Syarif Husain lemah dan Abdul Aziz kuat serta memang pantas untuk memimpin seluruh Nejd dan Hijaz. Abdul Aziz tahu pada saat itu bahwa Inggris telah meninggalkan sekutunya.&lt;br /&gt;Para penghuni Jeddah terutama para saudagarnya yang kaya raya mengirimkan salah seorang utusannya untuk meminta Ali agar ayahnya turun tahta saja. 3 Oktober 1924, di ruang utamanya yang gelap dan sunyi, Syarif Husain menandatangani persetujuan untuk turun tahta. Sungguh tanpa pertarungan sedikitpun. Pada tanggal 16 Oktober 1924 Syarif Husain berangkat menuju Aqaba dan langsung ke Siprus untuk mengasingkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekkah, Madinah, dan Jeddah&lt;br /&gt;Di bulan Oktober 1924, Mekah jatuh. Dan Abdul Aziz melarang pasukan Al-Ikhwan untuk masuk ke kota. Tetapi ada beberapa yang lolos dan menghancurkan beberapa rumah minum, membakar semua rokok, dan pipa yang mereka temui. Beberapa kuburan berkubah juga dihancurkan atau dirusak. Tetapi tak ada korban satu pun seperti di Taif, Ibnu Lu’ay benar-benar menjaga keamanan di kota tersebut.&lt;br /&gt;Tiga bulan kemudian, Abdul Aziz datang ke Mekah. Ia bergerak sangat hati-hati. Ia tak pernah melupakan bagaimana dahulu keluarganya runtuh setelah mencoba mengasai Mekah—kekuatan asing (Turki) langsung ikut campur tangan dan menjatuhkan Dar’iyyah. Dan pembantaian di Taif adalah awal yang buruk di pandangan dunia. Oleh karena itu ia tidak menampilkan citra seorang penakluk.&lt;br /&gt;Dan ia benar-benar menjaga Mekah dengan sebaik-baiknya. Hingga ia berhasil mengatur perjalanan haji di musim panas 1925. Keberhasilannya disebarkan dari mulut ke mulut para jama’ah haji. Sehingga menegaskan bahwa generasi baru wahabi tidak seganas yang dikira oleh dunia Islam. &lt;br /&gt;Robert Lacey menulis pada tanggal 05 Desember 1925 Madinah menyerah. Kota tersebut hanya bisa mempertahankan diri pada minggu-minggu terakhir dari kepuangan kaum Ikhwan karena Abdul Aziz sendiri menyelundupkan makanan untuk para penghuni kota tersebut. Yang mengepung kota itu adalah kaum Ikhwan di bawah pimpinan Faisal al Dawis. Abdul Aziz tidak mau Kota Suci kedua ini jatuh di tangan Al-Ikhwan.&lt;br /&gt;Madinah adalah tempat makam nabi dan tempat-tempat peringatan bagi para pahlawan Islam lainnya. Al-Ikhwan sudah lama mencurigai kota ini. Madinah merupakan pangkalan khusus kaum muslimin Syiah yang mereka anggap suka memuja berhala. Harta benda mereka juga pastilah akan merupakan daya tarik bagi keliaran Al-Ikhwan. Maka secara rahasia Abdul Aziz mengatur agar bahan makanan diselundupkan ke dalam kota agar kota itu masih bisa bertahan. &lt;br /&gt;Dan  ia segera memerintahkan anaknya Muhammad untuk segera memimpin pasukannya ke kota tersebut. Pada tanggal 6 Desember 1925, ia memasuki kota Madinah dan kemudian berjalan ke masjid nabi yang berkubah hijau untuk sembahyang. Al-Saud kini telah menguasai semua kota suci.&lt;br /&gt;Berita itu membuat Jeddah kacau. Kota itu masih dikuasai keturunan Hasyimiah, yaitu Syarif Ali bin Husain.Pasukannya tak mau bertempur karena selama gaji setahun belum dibayarkan. Ia turun tahta dan meninggalkan Jedadh pada hari Minggu tanggal 20 Desember 1925 naik kapal Inggris, HMS Cornflower. Sejak saat itu Abdul Aziz memperoleh gelar baru: Raja Hijaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;1. Kerajaan Pertrodolar Saudi Arabia, Robert Lacey, Pustaka Jaya, 1986;&lt;br /&gt;2. History of The Arabs, Philip K. Hitti, PT Serambi Ilmu Semesta, 2005;&lt;br /&gt;3. Ensiklopedia Islam, PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;12:54 26 Maret 2007&lt;br /&gt;Kalibata Masih Membiru&lt;br /&gt;http://10.9.4.215/blog/dedaunan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5566986195642022612?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5566986195642022612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5566986195642022612&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5566986195642022612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5566986195642022612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/al-ikhwan-wahabi-pemberontak-2.html' title='AL-IKHWAN WAHABI PEMBERONTAK [2]'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7829082608046871956</id><published>2007-04-22T07:15:00.000+07:00</published><updated>2007-04-22T07:18:26.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ratapan sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>AL-IKHWAN: WAHABI PEMBERONTAK [1]</title><content type='html'>AL-IKHWAN: WAHABI PEMBERONTAK [1]&lt;br /&gt;[tulisan kesatu]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pernah bercerita, masjid kami yang belum jadi kedatangan satu keluarga dari Arab Saudi. Mereka berniat untuk menyalurkan dana yang mereka miliki untuk kelanjutan pembangunan masjid komplek yang sudah lama belum rampung. &lt;br /&gt;Ketika disodorkan proposal yang sudah kami siapkan, salah seorang dari mereka menolak saat melihat sampul proposal tersebut. Lalu mengusulkan agar nama masjid yang tertera di proposal tersebut diganti saja. Dengan nama apa pun boleh asal jangan nama itu. Di sana tertulis dengan huruf besar nama masjid kami Masjid Al-Ikhwan. &lt;br /&gt;Saat ditanya mengapa demikian? “Karena nama Al-Ikhwan identik dengan nama Osama,” katanya. Soalnya kalau di sana mendengar nama Osama bin Laden sudah antipati dan seringkali dicokok oleh pemerintah sana bila ada kaitan dengan nama itu. Jadi, takutnya nanti orang tidak mau pada menyumbang. &lt;br /&gt;Dulu saya berpikir ada dua kemungkinan dalam masalah ini. Pertama ia menganggap bodoh kami yang tidak tahu tentang pertarungan pemikiran di tanah saudi antara salafy dengan Ikhwanul Muslimin, sehingga untuk memudahkan berbicara dengan kami maka dikaitkan dengan nama Osama Bin Laden. Atau yang kedua memang ia benar-benar tidak tahu tentang kaitan kedua jama’ah ini tapi hanya mendengar dari informasi sepihak yang membenci Al Ikhwanul Muslimin lalu mengait-ngaitkanya dengan Osama. &lt;br /&gt;Setelah pertemuan tersebut saya sempat menyimpulkan bahwa nama Al Ikhwan (yang dalam bahasa Indonesia berarti persaudaraan) bagi saudara-saudara kita di tanah Arab Saudi sana menjadi bahan pertimbangan terpenting untuk jadi tidaknya berinfak. Atau karena kebencian semata nama Al-Ikhwan identik dengan ke-bid’ah-an (menurut mereka), lawan politik, dan pendukung Osama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ikhwan &lt;br /&gt;Tetapi saya barulah mengerti banyak mengapa nama Al-Ikhwan menjadi momok di Arab Saudi. Dan kaitan terdekat dari semua itu adalah masalah politik bukan pemikiran agama. Buku yang menjadi rujukan saya adalah buku lawas [1981] yang ditulis oleh Robert Lacey berjudul The Kingdom yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul Kerajaan Petrodolar Saudi Arabia.&lt;br /&gt; Sebanyak 102 halaman di bagian kedua buku tersebut dengan judul Al-Ikhwan diungkap manis pahitnya hubungan antara Abdul Aziz bin Saud dengan Al-Ikhwan sebagai kesatuan tempur yang tekstualis dalam tafsir agama, penerus gerakan wahabi,  militan, tangguh, dan ganas.&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tapi Robert Lacey dalam catatan kakinya di halaman 180 sudah mewanti-wanti bahwa kelompok Al-Ikhwan dari Nejd ini tidak ada kaitannya dan tak boleh dicampuradukkan dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun (Persaudaraan Muslim) yang dibentuk di Mesir di tahun 1930-an dan masih aktif sampai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kelompok ini di tahun 1912 datang dan menempati daerah penggembalaan yang disebut Al-Artawiyah. Di sana terdapat beberapa sumur tempat kafilah-kafilah dari Nejd dan Qasim bertemu. Kalau sekarang Al-Artawiyah ini berada di jalur perjalanan antara Riyadh dengan Kuwait.&lt;br /&gt; Gerakan Al-Ikhwan ini sesungguhnya adalah pembaharuan dari gerakan kemurnian beragama yang dicetuskan oleh Muhammad bin Abdulwahhab. Seperti diketahui bersama di tahun 1744 terbentuklah persekutuan antara Muhammad bin Abdulwahab dengan Muhammad bin Saud sebagai penerus dinasti Saud penguasa Dar’iyah.&lt;br /&gt; Kelompok Al-Ikhwan selalu berpegang teguh akan arti harfiah yang tersurat di Qur’an, sementara Hadits mereka anggap sebagai buku petunjuk dan perintah yang harus mereka laksanakan setepat-tepatnya. Mereka tak mau memakai aghal—tali ikat kepala, hitam, karena menurut mereka nabi tak pernah memakainya. Mereka juga memotong jubah mereka setinggi lutut. Mencukur kumis dan memanjangkan jenggot. &lt;br /&gt;Lacey menulis bahwa  penampilan mereka selalu menunjukkan betapa mereka menjauhi keduniawian, menolak tembakau, dan pula menolak radio dan telepon, karena Nabi tak pernah memakainya. Tapi anehnya tidak menolak kehadiran senapan dan penggunaannya. Di Al-Artawiyah menyanyi, menari, dan bahkan permainan anak-anak dilarang. Mereka menganggap bahwa mereka prajurit Allah yang tugas utamanya adalah membersihkan dan memurnikan agama.&lt;br /&gt;Ada satu perbedaan penting antara gerakan Al-Ikhwan di awal abad dua puluh dengan kaum Wahabi. Bahwa Muhammad bin Abdulwahhab adalah seorang yang tinggal di kota dan pesan yang disampaikan khusus diperuntukkan bagi penghuni kota sedangkan kelompok ini adalah dari kaum Badui dan tugas merekalah untuk menyebarkan pemahaman mereka di tengah masyarakat badui yang pada saat itu masih saja percaya dengan takhayul. Cuma itu saja. Dan pada saat itu mereka belum menjadi kekuatan tempur. Karena Abdul Aziz belum datang kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Tempur&lt;br /&gt;Yang jelas gerakan ini tak akan mungkin berkembang tanpa campur tangan Abdul Aziz. Ia memberi mereka tanah, mengirimkan penyuluh ke padang pasir untuk mengumpulkan  lebih banyak anggota baru untuk pemukiman mereka. &lt;br /&gt;Di tahun 1912 ia menempatkan dirinya secara kukuh di pucuk pimpinan gerakan ini. Dengan memberikan sebuah bentuk keterikatan  kepada kelompok ini dengan menghancurkan benda kesayangannya di depan umum berupa gramopon putar tangan yang dibawanya dari Kuwait dan sering dimainkannya di dalam tendanya. Kaum Ikhwan mengangguk setuju dengan perbuatannya. &lt;br /&gt;Di tahun 1917 dengan biaya pribadinya memesan dari India sejumlah besar buku cetakan karangan Ibnu Abdulwahab, pendidikan dasar tentang iman, agar pemikirannya bisa tersebar luas di tengah padang pasir.   &lt;br /&gt; Bagi Abdul Aziz pengorbanan benda kesayangannya ini tak seberapa dengan hasil yang ia dapatkan dengan menggenggam kekuasaan kelompok ini. Dengan kekuatan tempur dari  gerakan ini—perlu diketahui bahwa sebelumnya Abdul Aziz mempunyai kekuatan tempur lain dari suku-suku Badui liar yang hanya bisa dibeli dengan emas untuk bertempur dengan Kaum Rasyid, tetapi tidak untuk loyalitas kepadanya—sebanyak 60.000 sejak tahun 1912 ia dapat menjinakkan suku-suku Badui liar dan menunjukkan kekuatannya pada rival utamanya yaitu Penguasa Hijaz Syarif Husain bin Ali. &lt;br /&gt;Di tahun 1916 mereka dapat menguasai Khurmah—suatu daerah yang disepakati oleh Abdul Aziz dengan Inggris sebagai daerah perbatasan daerahnya Nejd dengan daerah Syarif yaitu Hijaz. Bahkan mereka sanggup menguasai  Turabah suatu daerah yang jaraknya ’hanya’ 150 km dari Mekah. Walaupun sempat dikuasai kembali oleh Syarif dengan pasukan dibawah kepemimpinan Abdullah bin Husain, namun tanggal 26 Mei 1919 Turabah direbut kembali. &lt;br /&gt;Penuturan salah seorang yang lolos dari sergapan Al-Ikhwan ini adalah ”aku melihat darah mengalir di Turabah bagaikan anak sungai di antara batang-batang kurma. Aku melihat mayat-mayat ditumpuk di benteng sebelum aku melompat ke jendela.” &lt;br /&gt;Taif geger mendengar berita tersebut. Dengan hancurnya pasukan Abdullah maka Hijaz sama sekali tak punya kekuatan lagi. Dengan mudahnya kaum Ikhwan bisa maju dan meruntuhkan Mekah. Tapi Abdul Aziz merasa belum saatnya untuk menakhlukkan Mekah karena ia ingin agar kota tersebut tidak direbut dengan kekerasan, cara itu takkan menjamin ia berkuasa lama di sana.  &lt;br /&gt;Terlalu dini bagi Saudi untuk bisa merebut Hijaz tanpa mendapat tentangan dari Inggris atau dunia Islam lainnya. Maka ia berusaha membujuk Al-Ikhwan untuk kembali ke pangkalan dengan alasan ia memerlukan mereka untuk menghadapi tantangan kaum Rasyid. Ini benih perpecahan Abdul Aziz dengan Al-Ikhwan. Mengapa hanya berhenti sampai di sini? Menurut kelompok ini, inilah saatnya membersihkan Mekah, Madinah, dan semua daerah di pantai Laut Merah dari segala macam khurafat. &lt;br /&gt;Dan benar kekuatan mereka digunakan oleh Abdul Aziz untuk mengalahkan saingan utamanya di Nejd yaitu kaum Rasyid. Setelah menakhlukkan Jabal Syammar di musim panas 1920, di awal Nopember 1921, Hail, sebagai pusat kekuasaan kaum Rasyid ditakhlukkan. Para saudagar Hail agaknya sudah bosan dengan keluarga Bani Rasyid yang memerintah mereka dan tak mau mengundang kemarahan kaum ikhwan  hingga para saudagar tersebut memutuskan untuk membukakan pintu gerbang Hail. Kini Abdul Aziz adalah penguasa Nejd sejati dengan mengganti gelar untuknya semula adalah Amir Riyadh menjadi Sultan Nejd.&lt;br /&gt;Di tahun 1922, tanpa sepengetahuan Abdul Aziz sekitar 1500 prajurit Al-Ikhwan memasuki Transyordania (kini Yordania) yang saat itu dikuasai oleh Keluarga Hasyim dan sampai berada 15 km dari Amman. Setelah hampir banyak menguasai perkampungan di sekitar daerah tersebut mereka terhalang oleh patroli pesawat terbang Inggris, mereka mundur. Apalagi ditambah dengan dukungan pasukan kendaraan berlapis baja Inggris yang memang tak dapat dibandingkan dengan kuda-kuda mereka.&lt;br /&gt;Abdul Aziz mendengar berita itu langsung menjebloskan pimpinan tentara Al-Ikhwan yang tersisa. Dan ia minta maaf kepada para penguasa Inggris. Tetapi sesungguhnya Abdul Aziz memaklumi keinginan dari Kaum Al-Ikhwan untuk pergi ke mana pun mereka inginkan, menjarah rayah daerah manapun yang mereka kehendaki. Ke daerah-daerah  kosong yang ditinggalkan oleh Turki sejak Perang Dunia Pertama selesai. &lt;br /&gt;Maka energi mereka disalurkan untuk merebut daerah Asir, sudut barat daya Arabia, daerah subur yang terjepit antara Hijaz dan Yaman. Daerah seluas 4000 mil itu pun dapat dikuasai oleh Abdul Aziz. Setelah itu mereka berniat untuk menguasai Kuwait, sekutu Abdul Aziz awalnya saat Kuwait diperintah oleh Mubarak dari keluarga Sabah. Namun saat Mubarak meninggal dan digantikan oleh anaknya, Salim, Abdul Aziz memutuskan untuk merebut daerah perbatasan yang sering menjadi sengketa yang tak kunjung padam. Menjadi sengketa karena bagi masyarakat Badui batas daerah pada saat itu cuma ada di hati manusia.&lt;br /&gt;Tapi Inggris tak mau ini terjadi. Menurut  Inggris, Asir bolehlah direbut, tapi Kuwait dan Irak lain ceritanya. Maka di tahun 1921 beberapa kapal perang dikirim untuk melindungi Kuwait. Pasukan Al-Ikhwan yang dipimpin oleh Faisal al-Dawisy pun harus berhadapan dengan polisi padang pasir plus dukungan Angkatan udara Inggris saat merambah Irak. Kali itu, Al-Ikhwan bertindak rasional memutuskan untuk mundur, dan ini lebih menguntungkan daripada keberanian semata. Sekarang, batas hati yang ada di manusia kadang harus mengalah pada penentuan dari Pemerintah Kerajaan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;1. Kerajaan Pertrodolar Saudi Arabia, Robert Lacey, Pustaka Jaya, 1986;&lt;br /&gt;2. History of The Arabs, Philip K. Hitti, PT Serambi Ilmu Semesta, 2005;&lt;br /&gt;3. Ensiklopedia Islam, PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;12:54 26 Maret 2007&lt;br /&gt;Kalibata Masih Membiru&lt;br /&gt;http://10.9.4.215/blog/dedaunan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7829082608046871956?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7829082608046871956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7829082608046871956&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7829082608046871956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7829082608046871956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/al-ikhwan-wahabi-pemberontak-1.html' title='AL-IKHWAN: WAHABI PEMBERONTAK [1]'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7526302398298016386</id><published>2007-04-21T17:27:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T16:37:46.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selembar puisi'/><title type='text'>Aduh, rinduku</title><content type='html'>Aduh Rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: riza almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rinon_ZxoCI/AAAAAAAAAAs/05GC_2woN18/s1600-h/to+much.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rinon_ZxoCI/AAAAAAAAAAs/05GC_2woN18/s200/to+much.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055827830432178210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aduh... rinduku padamu &lt;br /&gt;tak mudah usai sepanjang hari &lt;br /&gt;perlahan dan pasti masih menghangat &lt;br /&gt;bahkan menghampakan jiwa &lt;br /&gt;aduh... rinduku padamu &lt;br /&gt;membuat janjiku tak mudah terhapus segera &lt;br /&gt;mengikat segalanya dalam setiap ucap &lt;br /&gt;bahkan menyenandungkan nelangsa &lt;br /&gt;aduh... rinduku padamu &lt;br /&gt;membuat hati ini penuh warna &lt;br /&gt;tak mudah untuk memutih dan menghitam &lt;br /&gt;bahkan melanggengkan indahnya pelangi &lt;br /&gt;duh...rinduku padamu &lt;br /&gt;tak segan-segan menusuk desah nafasku &lt;br /&gt;tak mudah terucapkan karena ini cukup sudah menjadi rahasia &lt;br /&gt;bahkan abadi membisunya &lt;br /&gt;aduh...rinduku padamu&lt;br /&gt;biar masa saja yang bilang&lt;br /&gt;selalu aku merinduimu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang masih tetap merindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09.21 22 Maret 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7526302398298016386?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7526302398298016386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7526302398298016386&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7526302398298016386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7526302398298016386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/aduh-rinduku.html' title='Aduh, rinduku'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rinon_ZxoCI/AAAAAAAAAAs/05GC_2woN18/s72-c/to+much.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-146803917030089286</id><published>2007-04-20T12:47:00.000+07:00</published><updated>2007-04-20T12:56:28.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam-macam Tips'/><title type='text'>Dua Tips Menjadi Murabbi Sukses</title><content type='html'>Dua Tips Menjadi  Murabbi Sukses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari 114 tips menjadi murabbi sukses yang ditulis oleh Satria Hadi Lubis adalah “jangan lupa untuk mempersiapkan materi”. Berikut kutipan lengkap dari tips kedua tersebut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Da’i harus memiliki argumen yang kuat untuk mendukung makna yang diutarakan dan harus memperhatikan kesesuaian argumen dengan makna tersebut. Ia memiliki keluasan dalam memilih argumen, sebab ayat-ayat Al Qur’an, hadits-hadits Rasul, sirah Nabawiyah yang harum, dan sejarah Islam adalah argumen yang kuat yang dapat digunakan untuk memperkuat pembicaraan” (Musthafa Masyhur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kebiasaan buruk murobbi yang sering dijumpai adalah tidak mempersiapkan materi. Mereka tampil spontan. Mungkin merasa mad’u sudah tsiqoh (percaya) dengan mereka, sehingga tidak bakalan hengkang. Padahal Shakespeare pernah mengingatkan, “Barangsiapa naik panggung tanpa persiapan, ia akan turun panggung dengan kehinaan”. Hasilnya, mad’u mungkin tidak hengkang. Tapi penyajian materi terasa hambar, monoton dan tidak aktual, karena tidak dipersiapkan sebelumnya. Akhirnya, mad’u lama kelamaan merasa bosan dan merasa tidak bertambah wawasannya. Mad’u jadi suka absen, atau paling tidak hadir tanpa antusias yang tinggi. &lt;br /&gt;Karena itu, persiapkanlah materi yang akan Anda sampaikan di halaqah. Persiapkan walau hanya sebentar (10-15 menit). Idealnya, persiapan yang perlu Anda lakukan minimal 60 menit, agar Anda dapat mempersiapkan materi lebih komprehensif. Siapkan dalil naqli (dalil dari Al Qur’an dan Hadits) dan aqli (dalil secara rasional), data dan fakta terbaru, ilustrasi dan perumpamaan, contoh-contoh kasus, bahan humor, pertanyaan yang mungkin diajukan, bahasa non verbal yang perlu dilakukan, metode belajar yang cocok dan media belajar yang diperlukan. &lt;br /&gt;Dengan persiapan prima, niscaya Anda akan tampil di halaqah bagaikan aktor kawakan yang mampu menyedot perhatian penonton (mad’u).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tips di atas saya lakukan benar-benar. Caranya adalah dengan membuat materi tersebut dalam file berbentuk powerpoint. Maklum saya bukanlah seperti orang lain yang dengan mudahnya berbicara tanpa teks, tanpa slide, tanpa handsout. Jadi agar pembicaraan tetap terarah dari awal sampai akhir, pun agar yang diterangkan kepada pendengar adalah sesuai dengan maksud yang diharapkan dari tujuan materi tersebut maka saya melakukan upaya itu.&lt;br /&gt; Pertama, saya akan membaca materi yang akan disampaikan tersebut—tentunya materi yang sesuai dengan kurikulum mentoring. Lalu sambil melakukan kegiatan itu saya pun sekaligus membuat file berekstensi ppt. Di situlah saya merasakan membaca sambil membuat, menjadikan saya—setidaknya—dapat memahami dengan mudah alur berpikir dari tema pokok materi. &lt;br /&gt; Alhasil, setelah saya melakukan persiapan tersebut dengan matang, saya merasakan manfaat yang sangat besar—tentunya dengan pertolongan Allah pula—saya menjadi tidak grogi dan presentasi pun berjalan dengan lancar. &lt;br /&gt; Sewaktu acara daurah pemuda se-Pabuaran, saya diberikan amanah oleh ketua panitia untuk menyampaikan materi bertema ghazwulfikr, dengan persiapan  yang sungguh-sungguh maka Allah memudahkan saya memberikan materi tersebut. Begitu pula dengan Ahad kemarin untuk pertemuan pekanan yang ketiga ini saya memberikan materi tentang keseimbangan, dan lagi-lagi Allah memudahkan saya.&lt;br /&gt; Saya sampai berkesimpulan, mungkin inilah jalan yang Allah tunjukkan kepada saya bahwa salah satu cara untuk menghindari kebingungan yang biasa saya derita dalam memberikan materi adalah dengan cara yang demikian. Buat softcopy dari materi tersebut.&lt;br /&gt; Ya, salah satu kelemahan saya dalam mengisi mentoring adalah saya tak bisa tampil spontan dan kebingungan tentang materi apa yang harus saya berikan. Padahal referensi materi begitu seabrek dalam lemari buku. Sekali, dua kali, bahkan berkali-kali saya baca materi tersebut sebagai bentuk persiapan masih saja susah untuk dicerna oleh akal pendek saya. &lt;br /&gt;Tetapi dengan tips di atas Insya Allah saya sudah bisa mengatasi kebingungan tersebut. Intinya adalah buat catatan atau presenter bilang buat poin-poinnya. Ini sesuai dengan tips selanjutnya dari Satria Hadi Lubis berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Catat apa yang akan Anda bicarakan dengan mad’u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah ia rapi dalam segala urusannya” (Musthafa Masyhur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mempersiapkan materi, hal yang perlu Anda persiapkan sebelum mengisi halaqah adalah mencatat apa yang akan Anda bicarakan dengan mad’u. Misalnya, mencatat apa saja yang akan dievaluasi, apa saja informasi dan instruksi yang akan disampaikan, atau siapa yang akan Anda ajak bicara tentang sesuatu hal. &lt;br /&gt;Dengan mencacat, Anda akan ingat apa yang akan Anda bicarakan dengan mad’u. Tapi jika mengandalkan ingatan, Anda akan lupa karena saking banyaknya hal yang perlu Anda sampaikan kepada mad’u. Kelupaan tersebut dapat berakibat fatal, jika yang akan Anda bicarakan adalah hal yang penting dan mendesak. Anda mungkin terpaksa membicarakannya di luar halaqah via telpon. Hasilnya, tentu tidak seefektif jika Anda sampaikan secara tatap muda di depan halaqah. Nah.. agar tidak lupa, catat apa yang akan Anda sampaikan kepada mad’u di buku atau di kertas Anda sebelum Anda mengisi halaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk orang lain, membuat poin-poin pembicaraan itu pun mudah semudah membalikkan tangan. Dengan cukup mengambil secarik kertas kosong lalu menuliskan poin-poin tersebut. Tetapi bagi saya itu belumlah cukup, saya kudu membuatnya dengan tampilan bagus terlebih dahulu dalam sebuah software khusus baru saya bisa lebih paham. Kegunaan lainnya adalah bisa langsung dicetak dan dibagikan kepada peserta mentoring.&lt;br /&gt;Cuma satu kekhawatiran saya yakni upaya ini cuma semangat di awal saja lalu lama-kelamaan hilang ditelan bumi seiring dengan bangkitnya kemalasan saya. Tapi saya pikir, yang terjadi nanti biarlah terjadi nanti. Sekarang yang perlu saya lakukan adalah tetap memupuk semangat ini. Berusaha sekuat tenaga untuk tetap bekerja maksimal dalam jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. [Al-Ankabuut, 29: 69]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ayat di atas setidaknya menjadi pelipur kelelahan bagi saya. Semoga menjadi pelipur sampai akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan Kiat: &lt;br /&gt;1. Buat softcopy dari materi;&lt;br /&gt;2. Catat apa yang akan disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: &lt;br /&gt;- Alqur’anul Kariim&lt;br /&gt;- Menjadi Murabbi Sukses, Satria Hadi Lubis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;kalibata mendung&lt;br /&gt;12:28 20 Maret 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-146803917030089286?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/146803917030089286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=146803917030089286&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/146803917030089286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/146803917030089286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/dua-tips-menjadi-murabbi-sukses.html' title='Dua Tips Menjadi Murabbi Sukses'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-211421387118927235</id><published>2007-04-20T10:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-10T16:37:47.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ratapan sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>THE KINGDOM</title><content type='html'>PETRODOLAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rig4cPZxoBI/AAAAAAAAAAk/fNz9esgUAf0/s1600-h/faisal.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rig4cPZxoBI/AAAAAAAAAAk/fNz9esgUAf0/s200/faisal.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5055352639545516050" /&gt;&lt;/a&gt;Pada tanggal 20 Oktober 1973, dengan nama Allah dan berdasarkan agama yang diturunkan pada Muhammad 1400 tahun yang lalu di Mekah dan Madinah, raja Faisal dari Saudi Arabia mengemukakan jihad melawan Israel dan negara-negara yang membantunya. Sebagai bagian dari jihad tersebut ia menetapkan embargo penuh pada pengiriman minyak kerajaan ke Amerika Serikat. Sejak saat itulah keadaan di dunia begitu berubah. &lt;br /&gt; Di tahun 60-an, dunia barat dan Jepang membayar kurang dari 2 dolar Amerika Serikat setiap barel untuk minyak yang mereka terima dari Saudi Arabia dan negara-negara Timur Tengah. Harga 1,80 dolar untuk 42 galon Amerika, tak lebih dari sekitar 4 sen dolar setiap galonnya. Satu dasawarsa kemudian dunia barat harus membayar 32 dolar untuk 42 galon—suatu kenaikan rata-rata 264 persen pertahunnya! Tak heran bila Saudi Arabia menjadi begitu kaya. Dan dunia barat merasa begitu miskin. &lt;br /&gt; Tampak jihad raja Faisal itu telah menjadi salah satu titik penting dalam sejarah abad kedua puluh ini. Embargo minyak yang dipelopori oleh Faisal, kemudian diikuti oleh ledakan harga energi sebagai akibatnya, mengawali pergeseran kekayaan dunia secara besar-besaran, mengalir kekayaan dalam jumlah yang tak pernah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Tiga paragraf di atas adalah sebuah kutipan pembuka dari sebuah buku lawas yang ditulis oleh Robert Lacey berjudul KERAJAAN PETRODOLAR SAUDI ARABIA. Buku yang diterbitkan tahun 1986 oleh Dunia Pustaka Jaya dengan jumlah halaman sebanyak 663 ini tanpa sengaja saya temukan di pedagang buku Stasiun Kalibata saat menunggu kereta rel listrik.   &lt;br /&gt;Kondisinya masih sangat bagus, tidak terlihat seperti buku lama. Walaupun sudah berwarna kekuningan. Ini mungkin buku baru yang tidak laku atau belum sempat terjual. Yang menarik saya cuma membelinya dengan harga Rp12.000,00 saja setelah sang pedagang menawarkan dengan harga Rp15.000,00 sebelumnya.&lt;br /&gt;Buku yang berjudul asli The Kingdom ini merupakan hasil riset yang dimulai pada Agustus 1977 yang dilakukan oleh penulis selama ia diizinkan tinggal di sana untuk beberapa tahun. Ia melakukan banyak wawancara dengan para petinggi seperti raja Saudi Arabia pada saat itu King Khalid ibn Abdul Aziz, dan para pangeran serta bangsawan-bangsawan dari dinasti Saud, plus dukungan dari Pusat Riset Raja Abdul Aziz.&lt;br /&gt;Tak pelak buku ini menceritakan dari awal bagaimana dinasti ini didirikan. Dari semula hanya orang-orang badui yang hidup di padang pasir yang membakar dan menyiksa keluarga mereka dengan kekeringan, kemiskinan, kelaparan, pun anggapan sebagai suku yang terlalu mengikuti naluri, tak punya rasa keindahan, keingintahuan, selera halus, filsafat, kesenian tulis, seni rupa, bahkan tak punya dongeng-dongeng yang pelik sampai kepada perubahan drastis di mana mereka menjadi penguasa karunia Allah di muka bumi, penguasa jaringan sisa-sisa berlemak di bawah permukaan bumi, penguasa genangan hitam yang menggelegak: minyak bumi.&lt;br /&gt;Mereka menjadi yang paling dihormati di seluruh dunia, penguasa yang bisa menentukan damai dan tenteramnya kehidupan perpolitikan dunia. ”Dan jikalau saja bukan karena adanya suatu keanehan  yang terjadi pada lapisan bumi tempatnya berpijak, maka dunia barat pastilah tak akan peduli apa yang terjadi dengan raja Khalid. Kalau saja buminya itu tak mengadung apa-apa, maka penghuni kerajaan Saudi Arabia akan bebas menikmati padang pasir mereka, sajak-sajak mereka atau kenehan apa saja yang ada dalam kehidupan mereka. Paling-paling mereka akan menarik perhatian bila sekali-sekali majalah ilmiah seperti National Geographic memuat artikel bergambar tentang mereka,” ungkap Lacey.&lt;br /&gt;Tetapi Syaikh Ahmad Zaki Yamani—Menteri Minyak Saudi Arabia saat itu—mengatakan:&lt;br /&gt;”Negara barat melihat kami hanya sebagai sebuah negara yang ada hanya untuk mengisi tangki mobil. Tetapi pandangan itu terlalu moderen untuk Arabia. Dan itu bukanlah pandangan kami dan juga bukan pandangan jutaan orang di seluruh dunia yang sama-sama menganut agama kami.”&lt;br /&gt;”Kalau Anda ingin mengerti tentang Saudi Arabia, Anda harus mengerti bahwa 1400 tahun yang lalu Allah telah menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad di kota-kota suci Mekah dan Madinah. Kedua kota tersebut begitu jauh terpisah dari padang-padang minyak kami, tetapi masih tetap merupakan bagian dari Arabia kami. Dan bagi kami, keduanya jauh lebih penting dari apapun juga.”&lt;br /&gt;”Itulah sebabnya orang-orang di negara Muslim yang miskin menyapa aku. Karena aku datang dari Mekah! Inilah yang paling berarti. Tentang Mekah dan Islam-lah orang-orang itu mengajakku berbicara. Jadi kalau aku ditanya, apa yang menjadi tulang punggung Kerajaan kami ini, maka akan kujawab, di atas segala-segalanya adalah Islam. Bukan minyak. Suatu hari kami akan kehabisan minyak. Tetapi kami takkan pernah kehilangan Mekah dan Madinah.”&lt;br /&gt;Subhanallah, pernyataan yang keluar dari hasil wawancara yang dilakukan penulis di bulan November 1980 dan Mei 1981 itu, terasa gaungnya hingga saat ini, saat waktu telah berputar 26 tahunan. Adanya semangat persaudaraan yang memang dibutuhkan sekali untuk dunia Islam saat ini menghadapi kezaliman-kezaliman penguasa dunia yang menyetir dengan boneka-boneka untuk memuaskan nafsu kolonialismenya. Tapi sayangnya gaungnya yang terasa adalah gaung yang semakin melemah.&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut diceritakan pula tentang bagaimana Abdul Aziz merebut Riyadh sampai ia menakhlukkan Nejd daerah pedalaman Saudi Arabia dengan dukungan dari Kaum Muwahiddun (Salafy) dan tentunya mengusir keturunan Nabi Muhammad yaitu Ibnu Rasyid sebagai penguasa Mekah dan Madinah pada saat itu. &lt;br /&gt;Pengusirannya terhadap Ibnu Rasyid mengakibatkan ia harus berhadap-hadapan dengan dengan Kekhilafahan Turki, menyebabkan ia harus menerima gencatan senjata karena sampai saat itu pertempuran yang terjadi tak menyebabkan salah satu dari mereka kalah atau menang. &lt;br /&gt;Bulan Pebruari 1905 Turki mengakui kekuasaan Saudi di Nejd, sebaliknya Abdul Aziz menerima pengangkatan dirinya sebagai qaimaqam (komisaris distrik). Ini berarti Abdul Aziz menerima kenyataan akan adanya kekuasaan Turki di atasnya, sebuah sikap yang sangat bertentangan dengan sikap antiTurki-nya sebelum itu. &lt;br /&gt;Suatu sikap yang nantinya pun akan selalu ia terangkan kepada setiap tamunya, bahwa dahulu ia mau mengaku tunduk pada Sultan Turki hanya karena terpaksa oleh keadaan. Sebagai seorang Wahabi, kata Abdul Aziz, ia takkan pernah bisa menerima tuntutan Sultan yang mengaku bergelar khalifah, sebab cara orang Turki menjalankan ajaran Islam sungguh sangat menyimpang dari garis yang benar. Oleh karena itulah pendahulunya dulu—Muhammad Ibn Saud—pernah melarang para peziarah yang dilindungi oleh Khalifah untuk berziarah menuju Mekah dan Medinah, dan hal inilah yang membuat marah besar Khalifah yang menganggap dirinya sebagai pelindung dua tempat suci. &lt;br /&gt;Masih banyak hal yang menarik diungkap di buku ini, misalnya tentang bagaimana penyikapan suku badui ini di kala mereka menjadi orang kaya baru, intrik sesama saudara, pembunuhan, perebutan kekuasaan, pemborosan, dan korupsi, November gelap di tahun 1979, penyikapan terhadap Syiah dan Al-Ikhwan, kegemasan Onassis terhadap pembentukan OPEC, permusuhan terhadap Biarawan Zion*)dan penerimaan kerajaan terhadap investasi Pepsi daripada Coca-Cola.&lt;br /&gt;Saya merasa beruntung sekali mendapatkan buku bagus seperti ini.Walaupun belum seluruhnya terbaca, tapi saya merasa yakin sedari awal, buku ini akan membuat saya mengetahui secara detil masa lalu Saudi Arabia hingga masa awal 80-an. Setidaknya ini akan memberikan gambaran utuh dari Saudi Arabia masa kini. Muhammad Abduh mengatakan masa lalu adalah bagian dari masa kini sehingga tidak mungkin dilupakan begitu saja. Sehingga bisa memahami apa dan kenapanya pewaris kerajaan petrodolar saat ini bertindak, yang menguntungkan saudara-saudaranya seiman di seluruh dunia atau hanya memuaskan dahaga keduniawaian semata.&lt;br /&gt;Sejarah yang sedikit dibahas waktu smu dulu kini terbentang dengan detilnya dalam satu buku yang merupakan ramuan—seperti diakui penulisnya—dari peristiwa sejarah, hasil pengamatan pribadi, desas-desus di pasar, ramalan masa depan, ditambah dengan kenangan orang-orang tua yang masih ingat tentang keadaan dunia mereka, dunia yang bagi kita bagaikan tertinggal berabad-abad yang lalu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kita bukannya sekadar pembuat slogan belaka. Apa yang kita katakan akan kita kerjakan. Jika mereka memandangmu dengan sebelah mata, katakan bahwa Allah memberkati rasul-Nya dan bangsa negara ini. Kalian adalah keturunan para pahlawan jaman bahari, kalian anak cucu mereka yang berjuang di samping nabi. Jadilah madu bagi mereka yang bersahabat dengan mu, jadilah racun bagi musuh-musuhmu. (Raja Faisal bin Abdul Aziz, 1973)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Suatu kebetulan semata bahwa persis sebelum membaca buku ini, saya membaca buku Rizki Ridyasmara yang membahas tentang Biarawan Zion ini secara detil di Knight Templar Knight of Christ (2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji: Robert Lacey, Kerajaan Petrodolar Saudi Arabia, Cet-I, 1986, Dunia Pustaka Jaya, Jakarta;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;Citayam Siang&lt;br /&gt;15.00 01 Pebruari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-211421387118927235?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/211421387118927235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=211421387118927235&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/211421387118927235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/211421387118927235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/kingdom.html' title='THE KINGDOM'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lKpbhf_LqcA/Rig4cPZxoBI/AAAAAAAAAAk/fNz9esgUAf0/s72-c/faisal.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-4304774978913912220</id><published>2007-04-19T14:03:00.001+07:00</published><updated>2007-04-19T14:03:39.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selembar puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>karena kamu cantik...</title><content type='html'>karena kamu cantik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan saya yang semakin menipis membuat saya gagap untuk menulis puisi. Tapi saya memang harus melawan kecenderungan yang biasanya membuat orang takut yaitu memulai untuk menulis. Jikalau semua kita memahami bahwa sesuatu yang indah tentunya diawali dari kesulitan-kesulitan maka tentunya tak akan ada keluhan karena akhirnya keindahan itu pasti datang pada akhirnya. &lt;br /&gt;Maka saya tak akan pernah mengeluh bahwa keindahan itu tiada terasa pada puisi ini, karena hari ini saya kembali untuk memulai. Memulai untuk menulis. Menulis sebuah puisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mengapa perempuan selalu dibahas dalam setiap diskusi? Karena kecantikannya? Atau karena apa?&lt;br /&gt;Kata Dr. Najah Ahmad Azh Zhihar dan Ustad Cinta dalam "Ya Ma'syaru Ar-Rijaal, Rifqan bin An-nisaa, sesungguhnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan &lt;br /&gt;mata kaum laki-laki;&lt;br /&gt;2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu &lt;br /&gt;menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria;&lt;br /&gt;3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya;&lt;br /&gt;4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan &lt;br /&gt;suaranya yang hangat;&lt;br /&gt;5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah &lt;br /&gt;kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya;&lt;br /&gt;6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya;&lt;br /&gt;7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia;&lt;br /&gt;8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan saya cuma bisa jawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena...&lt;br /&gt;by: Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena perempuan itu 1001 misteri&lt;br /&gt;karena perempuan itu ingin dimengerti&lt;br /&gt;karena perempuan itu sejatinya adalah kawan sejati&lt;br /&gt;karena perempuan itu adanya lelaki&lt;br /&gt;karena perempuan itu mampu membuat warna hati&lt;br /&gt;karena perempuan itu keindahan sebuah puisi&lt;br /&gt;karena perempuan itu membuatku tak mudah patah hati&lt;br /&gt;dan selaksa lainnya hanya &lt;br /&gt;untukmu perempuanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalibata Biru &lt;br /&gt;11:21, 12 Maret 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta...&lt;br /&gt;selayaknya datang di senja&lt;br /&gt;saat kau memandang buih lautan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tanyamu &lt;br /&gt;adalah asa yang tak kunjung tiba &lt;br /&gt;di selokan penuh embun &lt;br /&gt;absurd&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalibata Biru, &lt;br /&gt;10:00, 12 Maret 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-4304774978913912220?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/4304774978913912220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=4304774978913912220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4304774978913912220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4304774978913912220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/karena-kamu-cantik.html' title='karena kamu cantik...'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7687032929768153056</id><published>2007-04-19T14:01:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T14:02:05.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><title type='text'>NYAR’I ITU BERKAH</title><content type='html'>NYAR’I ITU BERKAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua wanita yang saya kenal ini fotonya terselip di antara foto-foto yang terpampang pada satu halaman penuh iklan salah satu perusahaan asuransi syariah terkemuka di Indonesia. Dua wanita yang pernah saya ceritakan dulu setahun lalu pada tulisan saya yang berjudul: Memilih di Antara Dua Wanita  (tepatnya di http://10.254.4.4/isi_partisipasi.asp?dsh=4875). Mereka masing-masing mendapatkan penghargaan Diamond dan Silver Club Member Agency. Hebat euy,  fotonya jadi dikenal ke seluruh Indonesia.  &lt;br /&gt;Perempuan yang mendapatkan penghargaan Diamond—sebut saja Sumaryanti –saya mengenalnya walaupun belum pernah deal closing dengannya. Sedangkan sosok satunya lagi yang mendapatkan penghargaan silver, Lasmawati, saya sudah menitipkan dua asuransi pendidikan anak saya melaluinya. &lt;br /&gt;Lalu apa kaitannya dengan saya? Tidak ada sih. Cuma saya merasa bangga saja terhadap mereka dan tentunya dengan perkembangan asuransi syariah ini. Bangga yang diiringi dengan komitmen. Komitmen saya untuk membuktikan bahwa sesuatu yang ”nyar’i” itu membuat berkah selalu teruji di saat banyak para agen asuransi mendatangi saya dan membujuk saya untuk bisa ikut programnya. Selalu pertanyaan ini yang keluar dari mulut saya: ”syariah atau konvensional?”. &lt;br /&gt;Bila yang terakhir, maaf-maaf saja saya sudah menolaknya sedari awal agar ia tak membuang-buang waktunya untuk mempengaruhi saya beralih dari syariah, walaupun sudah jelas keuntungan yang didapat dari asuransi syariah lebih kecil dibandingkan yang konvensional. Namun demikian, setidaknya untuk saat ini—saya berharap pula sampai akhirnya—ada sesuatu yang tidak bisa dibandingkan dan tak bisa terlampaui walaupun dengan seribu keunggulan asuransi konvensional: keberkahan. Itu saja.  &lt;br /&gt;Wujudnya apa? Yah, semisal lancarnya pembiayaan pendidikan anak saya, ketenangan dan kedamaian dalam mendidik mereka, hingga harapan akhir adalah hasil yang didapat: menjadi orang yang sukses dalam mengarungi samudera ilmu. Tidak muluk-muluk. So, nyar’i  itu berkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji: Republika, Kamis 22 Pebruari 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;22 Pebruari 2007. 11:39&lt;br /&gt;”tiba-tiba teringat, rumah saya masih &lt;br /&gt;dicicil konvensional selama 9 tahun lagi. duh...”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7687032929768153056?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7687032929768153056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7687032929768153056&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7687032929768153056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7687032929768153056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/nyari-itu-berkah.html' title='NYAR’I ITU BERKAH'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7546598450245291465</id><published>2007-04-19T13:50:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T14:00:47.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>'SYAHWAT'KU MENGGELORA</title><content type='html'>'SYAHWAT' BERGELORA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dulu pernah menceritakan keengganan saya untuk membeli buku dikarenakan tiada tempat lagi untuk menaruhnya di berbagai sudut rumah saya. Entah di lemari buku yang sudah over loaded dan reot itu hingga di atas ranjang atau di dapur. Kini setelah saya memesan sebuah lemari buku buatan seorang perajin lemari, syahwat saya membeli buku semakin memuncak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi setelah saya membaca iklan yang ditampilkan oleh sebuah penerbit buku Islam kenamaan yang menampilkan buku-buku terbarunya, wuih membuat saya semakin ngiler untuk dapat memilikinya. Tapi sayangnya hasrat saya ini adalah hasrat yang terlalu berlebihan. Soalnya buku yang saya beli terkadang buku yang tidak bisa saya habiskan dalam sekali baca. Biasanya buku ini berkategori buku yang tidak memenuhi keinginan terdalam dari diri saya, yakni buku-buku yang berkadar referensi, bukan buku yang bergenre sejarah dan cerita. Alhasil buku itu cuma menjadi pajangan semata. "suatu saat pasti diperlukan," pikir saya mencari pembenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh, kenapa dibeli?" pertanyaan yang sering diajukan oleh beberapa teman menanggapi keluhan syahwat saya ini. Ya, saya sering terjebak kreativitas cover designer dari para penerbit. Mungkin mereka sudah mengadakan riset dan sudah bisa menebak jalan pikiran calon pembaca dan tentunya pembeli, sehingga dapat menyentuh alam bawah sadarnya dan mendoktrin dengan sebuah ungkapan "sampulnya bagus tentu isinya bagus". Ditambah dengan judul buku yang eye catching dan menggugah kepenasaran, plus endorsement di bagian belakang buku yang memuji setinggi langit isi buku tersebut membuat gedoran hasrat untuk membaca semakin nyaring diperdengarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya jika syahwat ini tidak tertahankan anggaran keuangan bisa jebol juga. Oleh karena itu saya harus benar-benar menyeleksi dan merencanakan buku apa saja yang harus saya beli sesuai dengan selera alamiah saya. Tak perlu memaksakan buku yang di luar minat saya itu harus dibeli karena mentang-mentang bukunya ber-hard cover,  dan judulnya bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya punya catatan kecil di sebuah agenda besar buku-buku apa saja yang dalam waktu dekat ini harus saya beli demi memuaskan hasrat intelektualitas--mohon jangan disalahtafsirkan dengan ungkapan yang hiperbola seperti "saya adalah orang yang paling pintar", karena saya belum menemukan diksi yang pas untuk menggambarkan kalimat ini: "keinginan membaca yang menggelora" dan pada dasarnya semua orang punya nilai intelektualitasnya masing-masing--terdalam saya. Ini buku-buku dalam rencana itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Akidah Salaf &amp; Khalaf: Kajian Komprehensif seputar Asma' wa sifat,&lt;br /&gt;Wali &amp; Karamah, Tawassul, dan Ziarah Kubur, DR. Yusuf Al-Qaradhawi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Tokoh-tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     60 Biografi Ulama Salaf;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     Knight Templar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.     VCD Bedah Buku: Siapa Teroris Siapa Khawarij (2 keping);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.     Thesaurus Bahasa Indonesia, Eko Endarmoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diperhatikan oleh saya dan juga pembaca tentunya adalah kiranya perlu untuk seksama melihat isi buku, dan jangan berpatokan pada sampulnya, kata Tukul sih: DON'T JUDGE THE BOOK BY THE COVER. Karena sering saya lihat ada banyak buku yang terbitan lama di tahun-tahun lalu, di-remark, diganti dengan sampul yang lebih baru dan indah, juga terkadang dengan judul yang baru oleh penerbit lama atau bahkan diterbitkan oleh penerbit baru. Sehingga bila kita tidak peduli dengan satu hal kecil ini, bisa-bisa kita membeli buku yang sudah kita punyai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, saya perlu mengecek ulang dengan koleksi saya yang sudah ada untuk buku nomor satu dan nomor dua. Soalnya saya punya buku dengan tema yang mirip yang ditulis oleh penulis yang sama Dr. Yusuf AlQaradhawy, judulnya panjang jadi saya tidak tahu persis tapi isinya seputar "mimpi, ilham, dan kasf bisakah dijadikan hujjah". Juga seingat saya, saya sudah punya buku tentang tokoh-tokoh besar Islam, tapi perlu dicocokkan apakah tokoh-tokoh yang diungkap itu sama atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ini mungkin upaya kecil untuk menahan 'syahwat' saya. Beli buku yang dibutuhkan saja. Buku yang membuat saya terperangah dan bisa menikmati hidup. Hal ini mengingatkan saya tentang perjalanan dari Jakarta menuju Semarang beberapa bulan yang lalu dengan ditemani sebuah buku bagus, membuat perjalanan itu tiada terasa lamanya. Bahkan saking menariknya, saya sampai mengirim pesan singkat kepada teman-teman saya yang ada di Surabaya dan Jember untuk membaca buku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya yang mungkin tak berarti seandainya saya kembali mengunjungi pameran buku dan pedagang Kramat Raya yang menjajakan ribuan buku, karena godaannya sungguh luar biasa. Tapi saya pikir semuanya dimulai dari hal yang kecil. Menyusun paradigma kecil: Beli Buku yang Dibutuhkan Saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza.almanfaluthi@pajak.go.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:29 15 Pebruari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7546598450245291465?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7546598450245291465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7546598450245291465&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7546598450245291465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7546598450245291465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/syahwatku-menggelora.html' title='&apos;SYAHWAT&apos;KU MENGGELORA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5893852861330411644</id><published>2007-04-19T13:47:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:49:15.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>MADE IN SAUDI ARABIA</title><content type='html'>MADE IN SAUDI ARABIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih enam belas tahun yang lalu, di saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas dua, saya mendapatkan hadiah dari seorang paman yang baru saja kembali dari bekerja di Arab Saudi. Hadiahnya berupa roll-On perfume seukuran pulpen yang biasa saya pakai. Yang istimewa dari parfum ini  adalah wanginya—yang menurut saya—sangat luar biasa harumnya. Lembut dan—kata orang Jawa—ngangeni (dirindui). &lt;br /&gt; Saya sungguh merasakan kebahagiaan luar biasa saat mendapatkan hadiah itu. Alhasil saya pun selalu memakainya setiap pagi. Bahkan saya membawanya ke sekolah agar saya senantiasa tetap wangi sepanjang hari. Agar semua orang tahu bahwa saya memakai parfum dari luar negeri: Made in Arab Saudi. Kalau perlu bikin pengumuman di papan majalah dinding, nih Riza pake parfum oiy...!!! Maklum masih norak. (Ke...ke...ke...)   &lt;br /&gt;Tapi lama kelamaan parfum ini habis juga. Akhirnya saya meminta kepada Ibu untuk mengingatkan sang paman kalau pulang lagi ke tanah air agar membawakan saya parfum yang sama. &lt;br /&gt; Di tengah-tengah penantian bertahun-tahun, sang paman pun kembali saat saya sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Kali ini ia tidak membawa parfum itu, yang ia bawa dan dihadihkannya kepada saya adalah sebuah  kalkulator FX merek Jepang dan sebuah jam tangan berwarna kuning emas. Dua hadiah ini sangat berguna sekali bagi saya, karena kalkulator itu memang sangat dibutuhkan pada waktu itu untuk membantu penyelesaian soal-soal matematika. Sedangkan jam tangan bisa membantu menaikkan nilai dari penampilan saya yang sudah pas-pasan ini, maklum saat itu saya sudah puber. (Hi...hi...hi...). &lt;br /&gt; Tapi tetap saya memendam kekecewaan, karena parfum yang saya idamkan bertahun-tahun itu tidak kunjung saya dapatkan. Saya berharap sang paman tidak melupakan permintaan saya ini suatu saat kelak. Atau kalau perlu tidak usah menunggu kembalinya sang paman agar bisa mendapatkan parfum itu. Kalau saya ada uang saya mungkin bisa membelinya. Tapi tak pernah  kesampaian juga.&lt;br /&gt; Saat saya di kampus, dengan banyaknya kegiatan, saya hampir saja melupakan wangi parfum itu. Tetapi dalam kesendirian, ketika kerinduan kepada kampung halaman begitu membuncah, saya pun kembali teringat aromanya. &lt;br /&gt;Pun di saat saya sudah bekerja dan diberikan Allah rezeki dan kehidupan yang lapang, saya masih berusaha mencari wangi khas itu di kala saya berkunjung ke supermarket atau mal. &lt;br /&gt;Namun saat saya ditanya oleh pramuniaga, merek apa, wangi yang seperti apa, saya tidak bisa menjawab karena saya sudah benar-benar lupa merek dari parfum itu (mereknya bertuliskan huruf Arab yang tidak pernah saya ingat).  Dan wanginya itu pun tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Hidung saya masih menolak setiap parfum yang disodorkan kepada saya. Bukan ini. Bukan itu.&lt;br /&gt;Di lapak-lapak kaki lima yang menjual parfum nonalkohol, saya pun sudah mencarinya. Ada parfum yang hampir menyamai wanginya: wangi misk. Tapi saya masih kurang sreg. Sepertinya ada sesuatu yang gimana gitjcu... Di toko Arab yang menjual bibit minyak wangi sepanjang Condet pun tak bisa saya temukan. &lt;br /&gt;Ya sudah, enam belas tahun berlalu. Parfum itu tidak menjadi dominan dalam pemikiran saya. Tapi setidaknya wanginya masih saya ingat. Tapi pagi ini Allah berkehendak lain. &lt;br /&gt;Seorang teman datang ke tempat saya bersilaturahim dan menyerahkan sebuah benda kecil. ”Ini untuk mas Riza, ini untuk Ibu Linda, dan ini untuk Pak Pinem,”katanya.  &lt;br /&gt;”Wah surprise...ternyata di tengah kesibukannya Ibu masih ingat kami-kami yang sudah pindah ini,”sambil membayangkan sosok atasan saya dulu yang baru saja pulang dari tanah suci.&lt;br /&gt;”Terimakasih, ya...”&lt;br /&gt;Sesaat setelah saya mendistribusikan amanah, saya memperhatikan kotak berbentuk segitiga itu. Di sana tertulis: DALAL, Roll on Concentrated Perfume. Pelan-pelan saya buka. Saya keluarkan isinya. Sebuah botol seukuran jari telunjuk berisi parfum. Saya buka tutupnya dan saya dekatkan ke hidung saya.  &lt;br /&gt;Masya Allah...! Simpul-simpul saraf untuk membaui sesuatu telah bekerja. Dan ingatan saya langsung online dengan aroma 16 tahun yang lalu itu. Subhanallah...inilah parfum yang saya cari, yang saya rindukan, yang saya idam-idamkan sejak dulu kala (halah...kayak lagu saja). &lt;br /&gt;Sungguh rezeki yang Allah berikan tidak akan kemana, parfum made in Saudi Arabia adalah buktinya bagi saya. Saya yang sudah bertahun-tahun berusaha mencari kemana-mana  dan hasilnya nihil akhirnya dengan mudahnya Allah memberikan jalan kepada saya agar bisa menikmati wangi itu dengan cara  yang begitu ringannya. Yaitu dengan sebuah upaya yang dilakukan oleh seorang hamba-Nya untuk melaksanakan sebuah sunnah nabi berupa pemberian hadiah. &lt;br /&gt;Hadiah adalah merupakan pemberian yang dianjurkan secara syariat. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda: ”Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencinta. (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad, No. 594. Ibnu Hajar berkata, ”Sanadnya shahih”).&lt;br /&gt;Terimakasih Bu, karena telah membuat saya bisa mengenang masa lalu yang hampir terlupakan (oh ya, saat saya menulis ini pun wangi itu sudah melekat di baju saya, karena saya sudah mencobanya.) &lt;br /&gt;Terimakasih Bu, karena telah memberikan saya pedoman buat saya di kala parfum ini habis,  sehingga dengan mudahnya saya nanti bisa menyebut merek parfum yang bagus itu kepada paman saya yang sampai saat ini masih di sana dan terutama pula kepada para penjual parfum. &lt;br /&gt;Terimakasih Bu, membuat saya semakin mencintai wangi-wangian yang dianjurkan Teladan kita. Terimakasih Bu, semoga Allah memberikan balasan yang terbaik buat Ibu, dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Thanks to Ibu Leli atas hadiah spesialnya. Dan Mr TJ yang telah mengantarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji: Naro, Armen Halim. ( 2006). Hukum Seputar Suap dan Hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;riza.almanfaluthi@pajak.go.id&lt;br /&gt; 11:54 30 Januari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5893852861330411644?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5893852861330411644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5893852861330411644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5893852861330411644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5893852861330411644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/made-in-saudi-arabia.html' title='MADE IN SAUDI ARABIA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-320165280626802846</id><published>2007-04-19T13:45:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:46:56.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><title type='text'>GAMAY DI ANTARA MICROSOFT DAN GOOGLE</title><content type='html'>GAMAY DI ANTARA MICROSOFT DAN GOOGLE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini saya sudah tidak sabaran sekali untuk menuliskan tentang Google setelah membaca sebagian halaman dari sebuah buku yang mengisahkan tentang kesuksesan Google—yang dirintis dua orang keturunan Yahudi—untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi terbesar dengan nilai kapitalisasi saham yang tidak pernah dibayangkan para kapitalis untuk perusahaan baru tumbuh seperti Google. Di benak saya sudah tak terbendung lagi air bah ide untuk dituliskan agar tidak meluber kemana-mana. &lt;br /&gt;Tetapi saya tidak akan menuliskan begitu saja isi tentang buku itu, karena apa yang mau saya tulis sedangkan bagi saya semuanya dari halaman pertama hingga halaman 167—halaman yang sedang saya baca, dan saya percaya sampai halaman terakhir pun—menarik semua dan tidak akan membuat saya bosan. Wajar saja kalau Daily Mail menulis sebuah endorsement di sampul depan buku berwarna putih—khas gaya antarmuka Google—itu dengan sebuah ungkapan: ”Sungguh memikat, ditulis dengan gaya kisah detektif...sangat cerdas.”&lt;br /&gt;Di sini saya cuma ingin mengungkapkan sebuah kisah atau beberapa kisah tentang pergaulan saya dengan Google—sebuah ikon tentang citarasa gaya surfing masa kini yang membuat Bill Gates panik karena banyak sekali para lulusan tercerdas dari kampus-kampus ternama Amerika Serikat berusaha bergabung dengan Google alih-alih bergabung dengan Microsoft.&lt;br /&gt;Ya, kisah yang dimulai dari sebuah keputusasaan saya mencari arsip-arsip penting di komputer desktop saya. Dengan mengklik tombol start di Windows bawaan komputer, lalu menekan tombol Search dengan ikon sebuah kaca pembesar maka muncul tampilan search result dengan balloon yang diungkapkan seekor anjing  berwarna coklat. &lt;br /&gt;”What do you want to search for?” tanya anjing itu. Maka saya ketikkan keywords dari file yang saya cari itu. Setelah saya memilih salah satu menu yang ada di sana lalu menekan tombol search,  maka mulailah pencarian itu dimulai dengan si Anjing berdiri pura-pura sibuk membuka halaman-halaman buku tebal itu. Satu atau dua kemungkinan yang muncul pada search result. “Search is complete. There are no results to display.” Itu kemungkinan yang pertama. Selanjutnya adalah kalau file itu ada maka hasil pencarian memakan waktu yang cukup lama. Bermenit-menit bahkan.  Sungguh lama sekali. Saya frustasi dengan hal ini. &lt;br /&gt;Tetapi setelah saya mengenal Google di awal pengenalan saya dengan internet di tahun 2002, apalagi setelah Google mengeluarkan perangkat lunak canggihnya yaitu Google Desktop  walaupun masih dalam versi beta, membuat persepsi saya tentang sebuah pencarian di komputer rumahan menjadi berubah, dari semula mengerikan, mimpi buruk menjadi  mengasyikkan dan saya sungguh menikmatinya. &lt;br /&gt;Google Desktop memberikan kepuasan manusiawi dalam hitungan detik dari pencarian ribuan file yang bersemayam dalam komputer kita.  Sekarang saya tak lagi pusing-pusing lagi menemui file yang lupa disimpan di mana karena tidak suksesnya saya dalam penertiban administrasi file. &lt;br /&gt;Software kecil tersebut juga memberikan fasilitas kotak pencarian kecil di taskbar—letaknya biasanya di sudut kanan bawah. Dengan ini saya tak perlu membuka halaman browser untuk pencarian sebuah file. Dengan mengetikkan satu huruf depan dari keywords maka akan tampil di atas taskbar tersebut indeks dari file-file yang dicari. Microsoft pernah sesumbar untuk membuat search engine desktop yang mampu mencari file dalam setiap bit di pc, tapi MSN Search (mesin pencari buatan Microsft) pun masih tak sanggup menandingi kehebatan PageRank—sistem Google dalam pencarian di dunia maya.&lt;br /&gt;Luar biasa. Dulu hingga kini saya sangat terbantu dengan fasilitas ini. Oleh karena itu di saat saya pindah kantor dan menjumpai personal computer (pc) baru di hadapan saya, yang pertama kali saya lakukan adalah menginstalasi program bagus tersebut. Saya merasa seperti orang buta tanpa tongkat dengan tiadanya fasilitas itu.&lt;br /&gt;Satu lagi bantuan yang membuat saya terpuaskan dari sistem pencarian ini adalah kemampuannya mengorganisir apa yang saya mau saat mencari data jurnal dan tesis. Saya tidak bisa membayangkan kalau tidak ada fasilitas ini, kemungkinan besar saya tidak bisa menyelesaikan tesis dalam waktu dua bulan penuh. Karena saya harus kemana-mana mencari data primer ataupun sekunder. Ke lokasi perusahaan, perpustakaan, ataupun ke Bursa Efek Jakarta. &lt;br /&gt;Tapi dengan Google saya cuma cukup dengan memelototinya dan melihat bagaimana ia menginventarisir web-web mana saja yang harus saya kunjungi dan menyediakan data tersebut. Mulai dari Jakarta Stock Exchange, Yahoo! Finance, Reuters, Bloomberg, Republika Online, Kompas Online, dan situs-situs keuangan lainnya. Alhasil saya tak perlu capek-capek membolak-balikkan halaman berbagai referensi di perpustakaan atapun tempat-tempat yang saya sebutkan tadi. &lt;br /&gt;Saya perlu menyatakan pula, dengan Google itulah saya menemukan satu tesis lengkap—mulai halaman pertama sampai akhir—yang menarik saya dan memberikan ide awal untuk membuat tesis. Menurut saya tesis si fulan ini cukup bagus, mudah dimengerti, dan satu yang pasti adalah sarannya yang memberikan ruang gerak kepada penelitian lanjutan. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan penelitiannya. &lt;br /&gt;Tapi secara moral saya perlu legitimasi untuk ini, oleh karena itu saya perlu meminta izin secara informal dari penulis tesis. Lalu menghubungi siapa? Saya tak tahu kemana saya harus melakukan kontak dengan sang penulis. Tapi saya berpikir cepat, insting saya berjalan, karena dalam kata pengantar tesisnya ia adalah termasuk orang yang tidak gamay (gagap dunia maya) dan juga seorang blogger, saya langsung ketikkan nama si fulan di Google, Jreng....!!! Di layar, tampak alamat dan nomor telepon genggamnya. Saya sukses besar meminta kepadanya untuk mengizinkan saya melanjutkan penelitiannya dengan mengganti variabel-variabel penelitian dan menambah time frame penelitian sesuai apa yang disarankan pada bab terakhir tesisnya itu.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan penelitian saya kutip satu paragraf dalam buku tersebut: &lt;br /&gt;Pelajar dan mahasiswa, berapa pun usia mereka, adalah pengguna Google kelas berat, walaupun ada guru dan dosen yang terus menyuruh mereka menggunakan mesin pencari akademik yang lebih khusus, selain mendorong pemanfaatan perpustakaan, pertemuan tatap muka, dan sejumlah cara lain yang tradisional dan telah teruji untuk mendapatkan informasi penting. Tokoh pendidikan masih belum satu pendapat soal manfaat Google. Banyak yang mengatakan Google menjadikan mahasiswa malas, mendorong plagiarisme, dan mengganggu proses belajar dengan memungkinkan pengambilan data secara cepat, alih-alih memaksa mereka melakukan penggalian yang didorong oleh hasrat untuk tahu lebih banyak mengenai suatu bidang. Namun yang lain memujinya, mengatakan bahwa kemudahan dalam penggunaannya mendorong orang mengeksplorasi dan menganalisis dokumen-dokumen penting kapan pun, entah siang atau malam. Mereka juga berpendapat bahwa Google meminimalkan perbedaan yang dihadapi oleh mahasiswa, entah sekolah atau universitas mereka besar atau kecil, entah mereka kaya atau miskin, dan entah mereka mempunyai akses ke perpsutakaan yang lengkap atau tidak sama sekali. Pendek kata, mereka mendukung tujuan Google untuk mendemokrasikan akses ke informasi, termasuk hasil penelitian ilmiah yang terus bertambah.(Vise: 2006).&lt;br /&gt;Bagi saya, manfaat Google adalah menurut pendapat yang kedua. Ya, setidaknya untuk mengimbangi gap intelektualisme dan mencegah diskriminasi penyebaran informasi antara negara maju dan berkembang. &lt;br /&gt;Begitu banyak manfaat yang didapat dari Google yang tidak bisa saya ungkapkan di sini. Dan terakhir saya cuma berpikir tentang kalimat di bawah ini saat memakai Google: ”Al-hikmatu dhaallatul mu'min, annaa wajadahaa fahuwa ahaqqu bihaa". Hikmah itu adalah sesuatu yang hilang dari orang beriman, di manapun dan bagaimana pun itu ditemukan, maka ia lebih berhak untuk mendapatkannya." (Kalimat ini pun saya temukan dengan searching via Google).&lt;br /&gt;Saya tidak tahu bagaimana kontribusi mereka terhadap Israel, saya cuma tahu mereka pernah berkunjung ke Israel untuk memotivasi para murid di satu sekolah khusus para jenius agar tetap eksis dengan ditemani oleh Mikhail Gorbachev dan Shimon Perez (pembantai rakyat Palestina). &lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk tetap memelihara semangat dan dukungan perjuangan kepada rakyat Palestina dan berhati-hati terhadap dana yang bisa disumbangkan kepada Israel, saya cuma bertekad untuk tidak mengklik teks iklan yang disediakan oleh Google di sebelah kanan situsnya, karena dari sanalah jutaan bahkan milyaran dollar pemasukan Google di dapat. Berhati-hati tidak mengapa bukan...?&lt;br /&gt;So, sila ber-google-ria, tentunya dengan cerdas.&lt;br /&gt;Allohua’lam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;”Pak, kok di situs pajak saya tidak mendapatkan peraturan yang saya cari ya?” tanya seorang Wajib Pajak Penanaman Modal Asing Tiga.&lt;br /&gt;”Ah, yang benar, masak sih Bu...?” tanya saya menyangsikannya.&lt;br /&gt;”Betul Pak, saya sudah lama nyari tapi tetap gak ketemu,” jawabnya dengan dialek jawa yang kental.&lt;br /&gt;”Ya sudah ibu cari di Google saja,” saya memberikan solusi.&lt;br /&gt;“Google? Situs apaan tuh Pak?&lt;br /&gt;“What the…?” pikir saya dalam hati. Wajib Pajak PMA, lokasi di Surabaya, sering pakai email, kejadian ini benar adanya kurang lebih sebulan yang lalu. Gap?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: Vise, David A. dan Malseed, Mark. (2006). Kisah Sukses Goggle, Cetakan Kedua, Jakarta: PT GPU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi &lt;br /&gt;(seorang gamay juga)&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;malam ramai di gelapnya mendung berhias sabit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05:27 24 Januari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-320165280626802846?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/320165280626802846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=320165280626802846&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/320165280626802846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/320165280626802846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/gamay-di-antara-microsoft-dan-google.html' title='GAMAY DI ANTARA MICROSOFT DAN GOOGLE'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-4960142564794706121</id><published>2007-04-19T13:42:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:44:56.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tutorial'/><title type='text'>POINTER PENGHALANG MAKSIAT</title><content type='html'>Thanks Jhon, atas email pagi itu. Ya, Marjono3 Jum'at itu (19/1) mengirim email yang menurut saya sangat bermanfaat sekali buat saya. Dan saya pikir bermanfaat pula bagi orang lain. Dalam emailnya itu ia melampirkan attachment-nya berupa program pointer  yang bila kita simpan di komputer kita, maka default pointer berupa panah putih yang membosankan itu akan tergantikan dengan pointer yang berwarna kuning dengan lafaz zikir yang bergantian muncul di bawah pointer tersebut. &lt;br /&gt;         Zikirnya adalah: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illa Allah, Wallahu Akbar. &lt;br /&gt;        Oleh karena asas manfaatnya yang sungguh luar biasa yaitu sebagai pengingat Allah di waktu kita bekerja juga tentunya yang terpenting adalah menghindari kita melihat-lihat situs-situs atau gambar-gambar yang tidak senonoh, maka saya langsung menyebarkannya di portal DJP dan DSHNet. Sambutannya luar biasa. Mereka yang sudah berhasil memanfaatkannya merespon dengan baik sekali. Syukurlah. Saya berpikir orang yang membuat program kecil ini mendapatkan pahala yang terus mengalir dari perbuatan baiknya itu yang dipakai oleh banyak orang. Dan tidak lupa bagi orang yang turut menyebarkannya. Terimakasih John...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Tetapi, ini semua tergantung siapa pemakai pointer ini, kalau tidak peduli ya tetap saja nekad menggunakan pointer ini  untuk berkunjung ke situs antah berantah tersebut. Jadinya aneh dan menurut saya ia memakai pointer ini tidak pada tempatnya. Nambahin dosa aja...&lt;br /&gt;        Oh ya, saya tunjukkan di mana Anda mendapatkan file ini. Silakan berkunjung ke halaman web ini dengan mengkliknya, lalu akan saya tunjukkan cara bagaimana Anda bisa menggunakan pointer ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. http://10.11.5.215/filesharing/file//Allah.ani&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Simpan file tersebut di tempat penyimpanan favorit di komputer Anda;&lt;br /&gt;3. Lalu ke control  panel;&lt;br /&gt;4. Klik ikon mouse;&lt;br /&gt;5. Lalu tekan Tab Pointer;&lt;br /&gt;6. Klik tombol browse;&lt;br /&gt;7. Cari file tersebut, dan Apply;&lt;br /&gt;8. Lalu  OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Selesai sudah. Kini di layar komputer Anda sudah terpampang pointer yang sedang berzikir. Anda pun setidaknya ikut berzikir juga bukan...?&lt;br /&gt;       Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;jiwa centang perenang&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;08:51 24 Januari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-4960142564794706121?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/4960142564794706121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=4960142564794706121&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4960142564794706121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4960142564794706121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/pointer-penghalang-maksiat.html' title='POINTER PENGHALANG MAKSIAT'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1353884353533151002</id><published>2007-04-19T13:40:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:41:53.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macam-macam Tips'/><title type='text'>TIPS JITU MEMBUAT SKRIPSI/TESIS</title><content type='html'>TIPS BUAT YANG LAGI BIKIN SKRIPSI DAN TESIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skripsi atau tesis menjadi momok yang menakutkan. Menjadi mimpi buruk. Selalu hinggap di ingatan saat makan, jalan-jalan, atau beraktivitas sehari-hari lainnya. Oleh karena itu begitu banyak para mahasiswa yang kedodoran dalam penyelesaiannya, hingga berbulan-bulan, tak terasa biaya kuliah membengkak karena tetap harus bayar uang kuliah ataupun ancaman drop out dari penyelenggara perkuliahan. Perlu diketahui sampai saat ini masih ada teman saya yang belum juga menyelesaikan skripsinya sejak sama-sama masuk kampus di tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa daya, dengan sangat terpaksa, banyak dari mahasiswa tersebut menyewa jasa konsultan penulisan tugas akhir untuk membantu mereka. Alhasil selain dana lebih yang harus dianggarkan untuk membayar fee, bantuan ini juga rawan dari masalah plagiat, serta tak lupa minimalis dalam pertanggungjawaban di sidang komprehensif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua hanya bertumpu pada kemalasan, tiadanya semangat  di dada, dan tiadanya faktor pemicu untuk bergerak. Dan tentunya seribu macam alasan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, pada kali ini ada yang harus saya tularkan kepada Anda semua tentang keberhasilan saya dalam menanggulangi kemalasan yang mendarah daging. Terutama saat membuat tugas akhir kuliah kita berupa skripsi atau tesis. Karena biasanyaâ€”dan sudah menjadi penyakit bagi masyarakat kita yang sedari kecil tidak pernah diajarkan untuk menuangkan gagasan yang berada di otak kita dalam bentuk tulisanâ€”mengarang menjadi pelajaran yang dibenci banyak siswa. Ia adalah sesuatu yang menyulitkan tiada terperi, dulu hingga kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bukti? saya tantang Anda untuk membuat satu paragraf yang terdiri dari empat kalimat tentang keadaan di sekitar Anda dalam waktu lima menit. Dahi Anda akan mengerenyit, pikiran Anda akan berputar-putar mencari-cari kata demi kata atau kalimat demi kalimat agar terbentuk satu paragraf, tersusun dengan pas dan sesuai dengan rasa bahasa. Bagi yang sudah terbiasa, hal ini bukan sebuah kesulitan. Tapi bagi yang tidak biasa, ini akan memakan waktu lebih dari lima menit. Saya pun sama dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana mungkin membuat skripsi atau tesis sedangkan untuk membuat satu paragraf saja susah. Sebenarnya satu saja kuncinya: banyak latihan. Okelah saya sudah melenceng jauh dari keinginan saya untuk memberikan tips yang sesuai judul di atas. Tapi setidaknya di saat kita sudah terbiasa menulis dan menuangkan gagasan  di atas kertas (sekarang bukan zamannya lagi) atau di layar komputer, ini akan sangat membantu sekali mempercepat masa penyelesaian penulisan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tips pertama adalah perbanyak latihan menulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, agar kita segera bisa terpacu, coba berusaha untuk mengumpulkan teman-teman yang mempunyai problem sama. Adakan pertemuan khusus membahas ini. Biasanya akan muncul gagasan baru, semangat baru, dan perencanaan baru secara bersama-sama. Hal ini sukses dilakukan oleh salah seorang teman saya yang dapat mengumpulkan hingga kurang lebih empat orang untuk bersama-sama membuat tesis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringnya berkumpul, mencari data bersama-sama, hingga menulis pun bersama-sama mampu membuat mereka lulus pada tahun yang sama. Saya pastikan bahwa tips yang kedua ini adalah: ajak teman untuk bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tips kedua ini tak bisa dilaksanakan karena ternyata tidak ada teman yang mau diajak bekerja sama atau pergerakan teman kita terlalu lambat sedangkan kita sudah mempunyai semangat yang membara di dada, maka saya anjurkan kepada Anda untuk langsung jalan sendiri saja. Tips ketiga ini adalah: jika Anda tidak menemukan teman, segera restart diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, tips yang keempat adalah: jangan pernah terlewat satu hari pun untuk tidak memikirkan skripsi/tesis. Implementasi dari tips ini adalah dengan minimal sehari ada satu jurnal atau referensi yang harus dibaca, mencari data ke perpustakaan dan sumber-sumber referensi lainnya. Jangan berputus asa bahwa sehari itu Anda belum mampu membuat satu paragraf tertera dalam karya tulis Anda. Karena bagi saya, dengan sedikit saja Anda sudah membaca atau setidaknya memikirkan skripsi/tesis, itu berarti Anda sudah punya proggres yang baik. Sekali lagi: ciptakan progess sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips kelima adalah mencari satu contoh skripsi/tesis sebagai rujukan utama. Hal ini sudah saya buktikan dengan sukses oleh saya. Saya mencari di internet dengan menggunakan search engine terkemuka Goggle. Eureka...! Eureka...! Eureka...! Ketemu dan langsung saya cetak. Karena bagi saya lebih enak membaca hardcopy dibandingkan dengan memelototi layar komputer. Temuan itu dijadikan rujukan untuk bisa diketahui alur berpikirnya, cara penyajiannya, metode-metode penulisannya dan masih banyak lagi yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips keenam: jalin hubungan baik dengan dosen pembimbing. Ini sudah lazim dan kudu dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa yang memang lagi butuh kebijakan, saran, dan tentunya kemurahan sang dosen, lebih-lebih kalau dosennya langsung menyetujui proposal penelitian ataupun karya lengkap kita. Ini yang patut disyukuri.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips ketujuh: struggle, man! Sekuat tenaga dah kita lakuin, kalo perlu jabanin ampe gak tidur ngerjain skripsi/tesis. Semua ini memang butuh pengorbanan. Main games, chating, fordis harus dilupakan dulu agar fokus kita tidak pecah. Dan tentunya agar kita punya waktu untuk memikirkan semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, mungkin ini saja yang baru bisa saya sampaikan kepada Anda. Tujuh tips ini tidak akan berguna kalau Anda sendiri tidak menyerahkan segala daya dan upaya kepada Allah Yang Mahakuat, karena sesungguhnya IA-lah yang membuat saya dan Anda mampu melewati masa-masa sulit. Semoga kita tercerahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh bulan kuliah, setahun nganggur, dua bulan ngebut, selesai juga akhirnya. Saya bisa Anda pasti bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Thanks to Abu Nashih yang telah memberikan inspiring words: "kalau ente fokus, satu bulan tesis bisa kelar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.30 22 Januari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1353884353533151002?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1353884353533151002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1353884353533151002&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1353884353533151002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1353884353533151002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/tips-jitu-membuat-skripsitesis.html' title='TIPS JITU MEMBUAT SKRIPSI/TESIS'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1389115760175983641</id><published>2007-04-19T13:31:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:32:22.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>MENGUKIR DI ATAS BATU: KESUNGGUHAN TAK TERNILAI</title><content type='html'>MENGUKIR DI ATAS BATU: KESUNGGUHAN TAK TERNILAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da dzuhur yang sejuk, dua anak kecil itu terlihat sedang belari-larian di dalam masjid AlHikmah, Cipayung, Depok. Yang satu mempunyai perawakan yang lebih kecil daripada yang lainnya. Mereka adalah dua diantara beberapa anak seumuran mereka yang ikut pendidikan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Terpadu.&lt;br /&gt;”Dek-dek...sini dulu. Saya mau  tanya nih...!” seru saya setengah berteriak kepada mereka. Akhirnya mereka berkumpul di hadapan saya. &lt;br /&gt;”Wah...sudah berapa juz nih hafalannya?” tanya saya kepada dua anak kecil pertama. &lt;br /&gt;”Saya baru satu juz, kok”, jawab yang lebih besar.&lt;br /&gt;“Kalau saya lagi menghapal Juz 30,” yang kecil menyahut.&lt;br /&gt;”Satu juz tuh selesai berapa lama,” tanya saya lagi.&lt;br /&gt;“Dua bulan setengah,” jawab yang besar.&lt;br /&gt;”Sering nangis yah...?” &lt;br /&gt;”Iya...”&lt;br /&gt;”Kenapa?”&lt;br /&gt;”Kangen abi sama ummi” jawab mereka berdua serempak, yang ternyata kakak beradik. Yang lebih tua duduk di kelas enam sekolah dasar sedangkan yang kecil kelas tiga. &lt;br /&gt;”Masih ngompol, enggak...?” tanya saya lagi.&lt;br /&gt;”Enggak dong, kalau dia berhenti ngompolnya waktu kelas dua, sekarang sudah enggak lagi,” jawab si kakak sambil menunjuk sang adik.&lt;br /&gt;Tiba-tiba datang lagi di hadapan saya dua anak seumuran dengan mereka. Yang satu—anak dari pengelola pesantren ini—sudah hafal tiga juz yang ditempuh selama 12 bulan. Sedangkan satunya lagi adalah anak dari seorang ustadz sudah hafal lima juz  selama setahun.&lt;br /&gt;Subhanallah, mereka, kecil-kecil sudah bisa menghafal banyak surat Al-Qur’an. Sedangkan saya menjaga surat-surat yang sudah saya hafal saja sampai pontang-panting apalagi untuk menambah hafalan lagi. Saya telah dilupakan. Duh, malu euy...Benar kata rasulullah SAW: “Selalulah bersama Al-Quran, demi jiwa Muhammad yang berada di genggaman-Nya, sesungguhnya Al-Quran itu lebih cepat hilangnya daripada tali onta dalam ikatannya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih). &lt;br /&gt;Saya bisa berkaca kepada mereka. Berkaca pada kesungguhan untuk menjadi seorang hafidz, yang akan memahkotai orang tua mereka kelak. Yang tubuhnya utuh tak termakan ulat saat terkubur dalam tanah. Kesungguhan mereka untuk berjauh-jauhan dengan orang tua yang mereka rindukan setiap harinya. Kesungguhan untuk mencapai karakter shahihul ibadah dalam dirinya.  &lt;br /&gt;Dan tentunya tidak bisa kita remehkan adalah kesungguhan dari orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan mengorbankan kesenangan berkumpul dengan anak-anak tercinta. Mengorbankan perasaan kangen mereka untuk masa depan anak-anaknya. Kesungguhan yang timbul karena adanya kesadaran bahwa menghafal di usia muda adalah lebih mudah dan lebih baik daripada menghafal di usia tua. Kerana menghafal di waktu kecil seperti mengukir di atas batu, menghafal di waktu tua seperti mengukir di atas air. &lt;br /&gt;Untuk merajut kesungguhan itu hanya doa yang bisa mereka panjatkan kepada Sang Penguasa Jagat agar senantiasa menjaga anak-anak mereka, mudah menerima pelajaran, menghapal, dan tentunya betah tinggal berjauh-jauhan dengan orang tua, betah tinggal di tempat yang fasilitas untuk mendapatkan kesenangan masa kecilnya terbatas dibandingkan dengan di rumah mereka sendiri. &lt;br /&gt;Sebuah kesungguhan tak ternilai.&lt;br /&gt;Ah, bisakah saya mempunyai kesungguhan seperti mereka...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;08:55 13/11/2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah artikel ini: &lt;br /&gt;1. Materi Tarbiyah: Hifzhil Qur’an Juz 30;&lt;br /&gt;            2. Kiat Menghafal Alqur’an, Ummu Abdillah, Ummu Maryam;&lt;br /&gt; 3. Kiat-kiat Menghafal Al-Quran menuju Ridho Ilahi, Azzahra (10.9.2.64) &lt;br /&gt;    http://10.254.4.4/isi_partisipasi.asp?dsh=5136&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1389115760175983641?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1389115760175983641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1389115760175983641&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1389115760175983641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1389115760175983641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/mengukir-di-atas-batu-kesungguhan-tak.html' title='MENGUKIR DI ATAS BATU: KESUNGGUHAN TAK TERNILAI'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7950312151637116444</id><published>2007-04-19T13:25:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:28:48.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>KETUA RT</title><content type='html'>KETUA RT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan tamu itu dipenuhi asap rokok. Dari empat belas orang yang menghadiri acara rapat Rukun Tetangga (RT) dan sekaligus halal bihalal itu cuma empat orang saja yang berkorban menjadi perokok pasif. Selebihnya asyik menikmati bara merah dari tembakau yang terbakar dan kepulan asapnya.&lt;br /&gt;  Acara ini masih berkutat pada pembahasan siapa yang mau ditunjuk sebagai Ketua RT. Ya, jabatan Ketua RT di tempat kami sudah lama kosong. Apalagi setelah kepengurusan yang lalu demisioner beberapa bulan sebelumnya karena sudah berakhirnya masa tugas mereka. Tidak ada yang mau mengangkat tangan. Banyak argumentasi yang keluar dari bapak-bapak yang dipinta untuk menjabat jabatan tersebut. Rata-rata semua ogah. Why...?&lt;br /&gt; Mungkin jabatan Ketua RT inilah yang tidak dianggap sebagai jabatan yang dicari-cari di Indonesia. Karena kental sekali nuansa sosialnya dibandingkan ketenaran dan komersialisasi yang menggemukkan kantong-kantong para penjabatnya. Apalagi tuntutan menjadi penengah dan pemecah kebuntuan permasalahan keseharian yang ada  sangat tinggi diharapkan oleh masyarakat.&lt;br /&gt; ”Ayolah pak, kalau kita niatkan dengan ibadah Insya Allah jabtan ini bukanlah suatu beban. Apalagi kita-kita yang muda ini juga sudah siap untuk membantu,” pinta salah seorang pengurus RT yang lalu kepada Pak Bobbi yang dikenal sanga supel di lingkungan kami. ”Apalagi bapak kan selalu stanby di lingkungan sini. Dan Insya Allah mulai Januari 2007 ini usulan tunjangan penghargaan dan pembebasan uang sampah kepada ketua RT akan mulai diberlakukan.”&lt;br /&gt; ”Kalau masalah itu sih, bagi saya nomor sekian. Tapi yang jadi masalah bagi saya, saya ini sudah bukan waktunya untuk mengurusi beginian.  Saya ingin menikmati masa-masa pensiun saya. Cobalah kepada yang muda-muda sajalah,” tukas Pak Bobbi.&lt;br /&gt; Tunjuk sana-tunjuk sini pun lagi-lagi terjadi. Usulan-usulan lain bermunculan bak cendawan di musim hujan. Dari usulan perpendekan jabatan yang semula tiga tahun menjadi satu tahun, pergiliran jabatan kepada setiap warga yang mulai urut dari rumah yang paling ujung sampai sistem kocok untuk menentukan siapa yang harus menjadi Ketua RT.&lt;br /&gt; Malam bertambah larut, sudah terasa dinginnya pula. Akhirnya para peserta rapat pun sudah tidak tahan lagi untuk segera menyelesaikan acara ini apalagi esok hari adalah hari senin, hari pertama untuk memulai aktivitas keseharian dalam sepekan ke depan. Tentunya butuh tenaga yang fresh, yang tidak tersita oleh rapat yang berlarut-larut ini.&lt;br /&gt; Akhirnya setelah dilakukan pendekatan yang intens kepada Pak Bobby, beliau akhirnya bersedia dengan satu syarat semua harus mendukung dirinya. Yang diiyakan oleh seluruh peserta rapat. &lt;br /&gt; ”Sekarang siapa dari bapak-bapak yang ada di sini yang mau jadi sekretaris dan bendaharanya?” tanya Pak Bobbi.&lt;br /&gt; ”Begini saja pak, karena ini adalah kerja tim tentunya perlu orang-orang  yang berkesatuan hati dengan Bapak jadi pilih saja menurut Bapak yang dianggap cocok,” jawab salah seorang warga.&lt;br /&gt; ”Oke saya tunjuk Abu Ayyasy untuk jadi Bendaharanya, karena saya percaya padanya.” tegas Pak Bobbi.&lt;br /&gt; ”Insya Allah saya siap Pak,” jawab Abu Ayyasy.&lt;br /&gt; ”Untuk sekretarisnya saya tunjuk Pak Faisal.” tunjuk Pak Bobbi.&lt;br /&gt; ”Wah jangan Pak, saya sudah bertekad untuk pensiun dari dunia kemasyarakatan selama tiga tahun jadi jangan pilih saya, yah...” elak Pak Faisal.&lt;br /&gt; Ujung-ujungnya pengelakan ini membuat rapat menjadi berlarut-larut kembali. Sampai akhirnya ada salah satu warga mengusulkan untuk menunda penunjukkan jabatan sekretaris ini, dengan pertimbangan bahwa Pak Bobbi punya cukup waktu untuk mencari orang yang benar-benar dianggap mumpuni dan sehati tentunya.&lt;br /&gt; Sebelum rapat diakhiri tuan rumah meminta saya untuk memberikan sedikit taushiyah kepada para peserta halal bihalal ini.Tentunya suatu nasehat yang sangat berarti  pula untuk diri saya sendiri.&lt;br /&gt; 26. Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;27. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup[191]. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (Ali-Imran)&lt;br /&gt; Saya cuma bisa bilang: ”sesungguhnya Allah menghendaki kepemimpinan ini dipegang oleh Pak Bobbi. Dan kita patut pula untuk menyukurinya, karena sungguh kita akan lebih baik hidup dalam suatu jamaah daripada hidup dalam kesendirian. Kata Rasulullah: Hendaklah kalian berjamaah , sebab srigala itu memakan domba yang lepas dari kawanannya.1)”&lt;br /&gt;Kepada Pak Bobbi, berlaku adillah. Karena pemimpin yang adil adalah satu dari tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah SWT pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya 2). Kepada saya dan bapak-bapak sekalian, bantu, dan taatilah Pak Bobbi, karena kini Pak Bobbi adalah pemimpin di antara kita semua.  &lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt; Jelang tidur, malam semakin larut. &lt;br /&gt; Abi:  ”Mi, Alhamdulillah Pak Bobbi sekarang udah jadi Ketua RT.”&lt;br /&gt;    Ummi:   ”Abi jadi apa...?”&lt;br /&gt; Abi: ”Bendahara, sudah komitmen dari bapak-bapak kalau ditunjuk harus mau, tapi ada &lt;br /&gt;  juga yang tidak mau”&lt;br /&gt; Ummi:  ”Peran bagus”&lt;br /&gt; Abi:  “Bagusnya…?”&lt;br /&gt; Ummi: ”Jadi ladang amal. Dan ini bukan peran kecil.”&lt;br /&gt; Abi: ”Hmmm...peran kecil. Jadi inget imel teman. &lt;br /&gt;”Kita pun sesunguhnya bisa walaupun saat ini kita "baru" berperan kecil. Tidak hanya berpangku tangan menunggu SATRIA PININGIT untuk Indonesia. Bertahun-tahun selama saya ikut menjadi bagian kecil dalam kegiatan Masjid Shalahuddin Kalibata sungguh membuat saya menjadi prihatin dengan pandangan sebagian besar teman-teman seperjuangan yang menganggap sepele peran-peran yang diamanahkan. Totalitas. Sulit menemukan partner dalam tim yang menyadari itu, apakah bisa memakmurkan masjid dengan sisa-sisa tenaga dan pemikiran kita setelah bekerja saja? (Ratna Marlina)”&lt;br /&gt;Mi, bisa tidak dengan peran ini saya jadi Umar Bin Khatthab saat kini. Bangun malam, ngecek lingkungan, kentongin tiang listrik, dan pasang telinga kalau-kalau ada tetangga yang belum tidur karena belum makan.” &lt;br /&gt; Ummi: ”Ah ngayal”&lt;br /&gt; Abi:  ”Kok pesimis kayak gitu...?”&lt;br /&gt; Ummi:  ”Karena ummi tahu persis Abi itu siapa...?”&lt;br /&gt; Abi:  ”Loh, Umar bin Abdul Aziz dulu sebelum jadi khalifah adalah pemuda yang royal dan tidak peduli dengan sekitar tapi setelah diangkat, Subhanallah, berubah 180 derajat jadi khalifah yang adil, zuhud, dan dermawan.   &lt;br /&gt;    Ummi:   ”Abi bukan dia...”&lt;br /&gt;    Abi:       ”Pantas saja ummi pun bukan seperti istri Umar bin Abdul Aziz. Enggak pernah &lt;br /&gt;                             memotivasi” &lt;br /&gt;   Ummi:    ”Ah, bisanya cuma ngeles....Sudah sono katanya mau keliling, mo jadi Umar kan?&lt;br /&gt;   Abi:        ”hmmm...berat juga jadi Umar. Godaan kasur begitu menghiba, padahal dua Umar   &lt;br /&gt;      cuma beralaskan daun kurma” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, jelang tidur.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. HR Abu Daud 547 dan Nasai 2 / 106 dengan sanad yang hasan   &lt;br /&gt;2. Ash-shahihain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;10:00 07 Nopember 2006&lt;br /&gt;riza.almanfaluthi@pajak.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7950312151637116444?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7950312151637116444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7950312151637116444&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7950312151637116444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7950312151637116444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/ketua-rt.html' title='KETUA RT'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-11720503881152192</id><published>2007-04-19T13:02:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:24:40.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>CUMA JARKONI....?</title><content type='html'>CUMA JARKONI....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ini sudah diundang berceramah kemana-kemana. Kemarin ke Hongkong dan besok akan ke Hongkong lagi,” demikian diungkapkan oleh aktor sinetron Indonesia saat ditanya tentang kegiatannya di bulan Ramadhan. Ya, di bulan Suci itu ia telah berganti profesi dari sebuah profesi yang bergelimang dengan hedonisme kepada sebuah profesi yang tuntutannya berat di akhirat kelak. &lt;br /&gt;  Tayangan infotainment itu mengejutkan saya dan saya ucapkan dalam hati semoga ia berkesuaian antara ucapan dengan perbuatan. Soalnya dulu saat ada konflik antara Bang Haji Rhoma Irama dengan Inul Daratista, ia pendukung berat dan berada di belakang Inul untuk tetap eksis dengan goyang ngebornya. Bahkan mengecam Bang Haji sebagai golongan orang-orang munafik dan sakit hati karena tidak kebagian order manggung. &lt;br /&gt; Apalagi setelah ia membintangi sinetron laris tahun lalu berjudul Kiamat Sudah Dekat yang disutradarai oleh Dedi Mizwar membuat keyakinan saya tentang dirinya bertambah bahwa ia telah menemukan jalan yang benar. Plus setelah saya membaca berita ia diundang  bersama Cici Tegal berceramah dihadapan ribuan buruh Indonesia di Hongkong. &lt;br /&gt; Ini yang disorot oleh Infotainment tentang maraknya pertaubatan para artis di bulan ramadhan. Maraknya mereka menjadi ustadz yang diundang berceramah ke mana-mana. Ada satu pertanyaan yang dicoba untuk diajukan kepada pemirsa. Apakah ini cuma trend sesaat di bulan ramadhan atau telah menjadi bagian seutuhnya yang tidak bisa dipisahkan dari jiwa para artis tersebut. &lt;br /&gt; Haji Amidhan—ketua MUI, mantan Dirjen Departemen Agama—adalah salah seorang narasumber yang diminta pandangannya terhadap fenomena ini. Satu saja poin yang beliau ungkapkan: ”Amat besar kebencian di sisi Allah  bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”&lt;br /&gt; Ya, ustadz itu adalah tuntunan bukan tontonan. Saya setuju itu, sebagai sebuah nasehat bagi diri yang lemah ini, nasehat itu amat menohok bagi saya yang sering berperilaku sebagai seorang hipokrit tulen (sudah hipokrit, tulen lagi). &lt;br /&gt; Tapi, teman-teman, harapan saya salah. Persis keeseokan harinya ternyata ada berita yang menayangkan sosok aktor kita ini lagi. Tidak berpakaian batik dan berpeci seperti yang saya lihat sebelumnya, kini ia berpakaian macho banget (bukan ini masalahnya) dan ada bagian yang membuat saya terhenyak. Ia berangkul-rangkulan dengan wanita yang bukan muhrimnya. Wanita penyiar tivi berambut laki-laki itu dirangkulnya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya saya lupa merangkul siapa. Katanya ia akan pergi ke Eropa bersama rombongan tersebut untuk jalan-jalan. &lt;br /&gt; Harapan saya menemukan suatu perubahan pada diri aktor tersebut pupus sudah. Atau karena ia belum tahu dan sedang dalam proses menuju perbaikan? Entahlah. Setidaknya ketika ia diundang berceramah kemana-mana bekal ilmu hendaknya senantiasa ia perbanyak, dan ketika persiapan pemenuhan bekal itu dilakukan ia pastinya akan menemukan bab tentang muhrim dan bukan muhrim.&lt;br /&gt;So, ternyata jadi ustadz itu berat, ia harus menyelaraskan ucapan dan perbuatannya. Satu yang pasti lagi ia harus senantiasa menjadi teladan bagi yang lain. Karena dengan keteladanan, objek dakwah akan dapat terbuka hatinya untuk bisa mencontoh semua perbuatan panutannya dan menerima nasehat-nasehat kebaikan. Jika tidak, yang ada cuma semburan panas celaan seperti munafik, omdo (omong doang), jarkoni (ngajar ora dilakoni). Mengutip perkataan Menteri Pertanian kita Anton Apriantono, "Kalau pemimpin tak bisa jadi uswah (teladan), jangan berharap anak buah mengikuti," ujarnya.&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kita hanya bisa berharap kepada Allah semoga Ia memudahkan upaya kita untuk senantiasa selaras antara perkataan dengan perbuatan. Semoga Allah menetapkan hidayah ini kepada kita, karena sesungguhnya Allah menyesatkan siapa saja yang Ia kehendaki dan memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;astaghfirullah...&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;08:40 31 Oktober 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-11720503881152192?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/11720503881152192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=11720503881152192&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/11720503881152192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/11720503881152192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/cuma-jarkoni.html' title='CUMA JARKONI....?'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-734949235930891935</id><published>2007-04-19T13:01:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:02:34.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>ASLI DERMAYON</title><content type='html'>ASLI DERMAYU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat akan kembali ke Jakarta, Ibu bersikeras membawakan kami oleh-oleh untuk dibagikan ke tetangga-tetangga kami. Sebenarnya bukannya tidak suka kami dibawakan semua itu tapi karena bawaan kami sudah banyak dan khawatir ribet di sepanjang perjalanan dengan kereta api pada saat puncak arus balik Sabtu kemarin. &lt;br /&gt; Tapi karena Ummu Haqi juga tidak keberatan untuk menerimanya—dan tentu pula membawanya—maka otomatis jadi juga saya membawa satu kardus oleh-oleh khas Indramayu; buah mangga asli Indramayu dari daerah sentranya Desa Segeran. Tapi pada akhirnya tetap saya yang membawa beban itu berupa tiga tas pakaian dan satu kardus. Berat euy…&lt;br /&gt;    Ngomong-ngomong tentang buah mangga ini, mungkin ini satu-satunya yang bisa saya banggakan dari Indramayu selain pandangan negatif tentang daerah di pantura ini. Tentang kawin cerainya-lah, tentang wisata plusnya (Anda tahu sendiri lah…), tentang kemiskinannya dan lain-lainnya. Walaupun saya tidak suka mangga dan tidak punya pohonnya di kampung sana tapi saya bilang kepada setiap orang yang saya beri: “ini benar-benar asli dari Indramayu loh…” &lt;br /&gt;Soalnya statemen ini perlu untuk meyakinkan bahwa buah yang kami bawa ini beda banget dengan buah mangga berlabel “Indramayu” yang dijual di pinggir jalanan Jakarta atau yang diasongkan di kereta rel listrik Jakarta-Bogor. Rasanyalah—ini bukan kata saya tapi kata Ummu Haqi—yang membedakannya. Dan katanya pula yang membuat beda adalah karena pohon mangga itu ditanam di Indramayu—dekat pantai dan tanahnya bergaram, soalnya walaupun bibitnya asli dari Indramayu juga tapi kalau tidak ditanam di Indramayu, rasanya akan beda pula. Tidak senikmat dan selezat aslinya. &lt;br /&gt;Anda mau merasakan nikmatnya? Kalau Anda bepergian di sekitar Pantura sempatkan mampir di Jatibarang karena di sepanjang jalan ada warung-warung yang menjajakan beragam jenis buah mangga—bapang, susu, golek, apel, arummanis, dll. Kalau punya waktu lebih maka kunjungilah desa Segeran yang letaknya sekitar 15 km arah timur Jatibarang menuju Karangampel, karena di sana Anda akan melihat betapa di setiap rumah penduduk desa terlihat pohon mangga yang berbuah banyak sampai menjuntai-juntai ke tanah. Uih...menyenangkan sekali untuk dilihat dan dinikmati tentunya.&lt;br /&gt;Allohuta’ala a’lamu bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;08:06 30 Oktober 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-734949235930891935?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/734949235930891935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=734949235930891935&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/734949235930891935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/734949235930891935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/asli-dermayon.html' title='ASLI DERMAYON'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5257970645505048569</id><published>2007-04-19T12:57:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T13:01:36.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>TIGA CARA MASUK SURGA</title><content type='html'>TIGA CARA MASUK SURGA&lt;br /&gt;http://10.9.4.215/blog/dedaunan/25764&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu kemarin saya diundang  untuk ikut berbuka puasa bersama di salah satu rumah anggota pengajian pekanan istri saya. Saat jelang magrib saya didaulat untuk memberikan taushiyah di acara itu. Pendaulatan itu mau tidak mau harus saya terima. So, saya butuh referensi cepat untuk itu. Dengan membuka-buka mushaf syamil yang ada di tangan, mata saya terantuk pada dua ayat di Surat Ali Imran. Tepatnya di ayat 133 dan 134.&lt;br /&gt;  Kawan, inilah isi dari ayat tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,&lt;br /&gt;134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari dua ayat tersebut saya ambil kesimpulan, kalau mau jadi orang bertakwa yang dijanjikan kepada mereka dua hadiah istimewa yakni ampunan Allah dan surga yang seluas langit dan bumi maka kita harus dapat mengerjakan tiga amalan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. berinfak di waktu lapang dan sempit;&lt;br /&gt;2. menahan amarah;&lt;br /&gt;3. memaafkan kesalahan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa susahnya? Ternyata memang berat, memang susah. Maka pantas saja bagi Allah untuk memberikan kepada yang mampu melakukannya imbalan terbesar itu. Ya, bagaimana tidak manusia sesungguhnya mempunyai tabiat kikir artinya manusia tidak mau melepaskan sebagian haknya kepada orang lain dengan seikhlas hatinya. Ditambah lagi dengan setan yang menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan. Otomatis lintasan pikiran untuk berbagi tidak menjadi mainframe kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Tapi bagi mereka yang mengetahui bahwa segala harta bendanya itu hanya amanah yang dititipkan Allah kepada dirinya, dan mengetahui bahwa sebenar-benarnya harta yang dimiliki adalah harta yang ia infakkan maka tabiat kekikiran dan tipuan setan itu mudah dikikis. Karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah tipu daya yang lemah.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana jikalau kita-kita ini sebagai manusia dengan tabiat kikir yang sudah diredam sehingga selalu timbul semangat untuk berbagi di setiap kesempatan tapi masalahnya kita tidak punya kelapangan rezeki? Nah, inilah salah satu bentuk ujian bagi kita. Wajar sih kalau lagi kaya kita selalu berinfak, tapi sungguh luar biasa jikalau sebaliknya. Ia papa, tidak punya apa-apa tapi selalu bersemangat dalam berbagi. &lt;br /&gt;Inilah yang perlu kita tiru. Di lapang ataupun sempitnya keadaan kita, semangat berbagi hendaknya senantiasa menjadi hiasan hidup kita. Apalagi kalau kita mendengar janji Allah yang akan melipatgandakan sepuluh kali lipat bahkan menggandakan 700 kali lipat buat orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. (Pantas saja saya belum merasakan ketiban rejeki nomplok ratusan juta rupiah, karena pancingan untuk mendatangkan rejeki itu cuma infak ribuan perak doang )&lt;br /&gt;Kalau meniru bahasanya Ustadz Yusuf Mansyur: ”ente-ente mau kaya, sedekahlah”. Matematika kehidupan yang berlawanan 180 derajat dengan pakem teori ekonomi yang paling canggih di abad ini. Atau dengan bahasa lainnya: ente-ente mau sehat, sedekahlah atau ente-ente mau selamat dari malapetaka, sedekahlah. Sedekah mengatasi masalah tanpa masalah.&lt;br /&gt;Satu nasehat baik untuk diri saya sendiri.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan amarah. Ini juga suatu perbuatan yang rada-rada sulit dan berat. Apalagi kalau marah disaat kita mempunyai kekuasaan, punya power, kesempatan untuk membalas dan menyakiti orang lain. Maka pantas saja ada statement bahwa  orang yang terbaik adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya disaat ia mampu membalas. Pantas pula Rasulullah SAW pernah berkata: ”janganlah kamu marah, maka bagimu surga”.  &lt;br /&gt;Saat marah yang tidak pada tempatnya itulah saat di mana setan menguasai hati dan akal kita. Sehingga wajar saja orang yang sedang marah ia tidak akan mampu memberikan penalaran yang baik terhadap kondisi sekitar. Marah bisa menjadi awal untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa lainnya. Menyakiti secara lisan dan fisik hingga terjadi pembunuhan. &lt;br /&gt;Di sana ada api yang membakar diri. Yang cuma bisa dipadamkan dengan cara-cara Rasulullah SAW contohkan: pindah tempat berganti posisi dan berwudhu. Gampang sih, cuma karena nalar kita sudah dibolak-balikkan maka perbuatan yang semudah itu saja susah sekali dilakukan. Tinggal kuat-kuatnya kita dan orang lain saja menyadarkan diri ini. Pantas bagi orang yang bisa menahan amarah ia mendapatkan surga dan ampunan Allah.&lt;br /&gt;Satu nasehat baik untuk diri saya sendiri.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kawan, ternyata memaafkan kesalahan orang lain pun menjadi suatu perbuatan mulia yang memang berat dilakukan. Bagaimana tidak, ketika kita disakiti orang lain dengan perkataan ataupun perbuatan maka sebagai manusia normal kita ingin sekali membalasnya dengan perbuatan yang setimpal  bahkan jika perlu dibalas dua sampai sepuluh kali lipat. Kita sampai tidak bisa tidur hanya untuk memikirkan balasan itu. Hati kita gelisah, dongkol dan mangkel. Marah pun berkecamuk. &lt;br /&gt;Ketika ia berusaha untuk memaafkan orang lain maka ia berarti sudah memutus habis banyak perkara. Ia menyerahkan semua urusannya kepada Allah. Ia telah menghilangkan penyakit pada hatinya. Ia menjadi orang yang benar-benar pemaaf dan berjiwa besar. Melapangkan dadanya dari kesalahan saudaranya. Ia membuat tidurnya lebih nikmat dirasakan tanpa gundah yang membuncah. Pantas saja bagi orang yang bisa memaafkan kesalahan orang lain mendapatkan ampunan Allah dan surgaNya. &lt;br /&gt;Kawan pasti ingat tentang sebutan calon penghuni surga dari Rasulullah SAW terhadap salah seorang sahabatnya sehingga membuat penasaran sahabat yang lain. Di saat dicek amalan hariannya, amalan yang ia lakukan adalah amalan yang biasa dilakukan oleh sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang lain. Ternyata cuma satu yang beda: di setiap malamnya , sebelum tidur, ia memaafkan kesalahan saudara-saudaranya di hari itu. Subhanallah. Pantas saja bagi orang yang bisa memaafkan kesalahan orang lain mendapatkan ampunan Allah dan surgaNya.&lt;br /&gt;Sungguh, satu nasehat baik untuk diri saya sendiri.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba’da maghrib itu saya mendapatkan dua santapan yang mengenyangkan. Santapan ruhani—nasehat untuk diri saya sendiri dan Insya Allah beguna pula untuk yang lain—dan santapan jasmani berupa nasi, mie goreng, plus ayam bakar. Tidak hanya itu silaturahim pun terjalin dengan erat menambah semarak ramadhan mubarak. Menambah keyakinan sebuah cita. Satu cita pasti bagi kami: berkumpul di jannahNya. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;14:22 17 Oktober 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5257970645505048569?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5257970645505048569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5257970645505048569&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5257970645505048569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5257970645505048569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/tiga-cara-masuk-surga.html' title='TIGA CARA MASUK SURGA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1505424384936494924</id><published>2007-04-19T12:55:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:56:44.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>KUNTILANAK BERAMBUT PANJANG</title><content type='html'>KUNTILANAK BERAMBUT PANJANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 02.40 dinihari ini saya memaksakan diri untuk bangun. Sudah waktunya untuk meminta pemenuhan segala hajat kepada Sang Pemilik Bumi dan Langit. Setelah ke kamar mandi sebentar, mengambil wudhu, dan berpakaian sepantasnya saya mengambil sajadah lalu menggelarnya di ruang tamu. Biasanya saya sholat di kamar tengah yang biasa kosong, namun karena banyaknya mainan si bungsu yang masih belum dibereskan saya terpaksa pindah. &lt;br /&gt;Di ruang utama yang tidak berkursi tamu, gelap, dan cuma menyisakan cahaya dari dapur ini saya memulai rakaat pertama. Allahu Akbar. Doa iftitah dan surat Al-fatihah pelan-pelan saya lafalkan. Lalu dilanjutkan dengan surat An-Naazi’aat. &lt;br /&gt;”Wannaazi’aati ghorqoo”&lt;br /&gt;”Wannaasyithooti Nasythoo”&lt;br /&gt;Pelan-pelan saya berusaha keras untuk menikmati setiap ayat yang dilafalkan. Di saat menuju kekhusyu’an itulah—tepatnya di ayat ”faidzaajaa atiththammatul kubraa”—melalui sudut mata saya melihat bayangan hitam muncul dari dapur, seperti sosok perempuan bergerak pelan-pelan, terhuyung-huyung. &lt;br /&gt;”Deg...ya Allah siapa nih,” pikir saya sambil tetap melanjutkan bacaan surat. Tapi kok bayangan hitam mendekat ke arah saya. Konsentrasi saya sudah pecah. Pikiran buruk saya sudah hinggap di kepala. ”jangan-jangan jin nih,” pikir saya. Entah kenapa saya bisa berpikiran ke arah sana. &lt;br /&gt;Saya sebenarnya sudah berpikiran bahwa itu pasti khadimat saya yang memang sudah bangun dan menuju kamar mandi yang berada dekat dengan kamar tamu. Tapi kok tidak biasanya ia bangun pada jam-jam seperti ini. Dan kali ini ia pun tidak menuju ke kamar mandi. Sekali lagi dengan pelan-pelan, terhuyung-huyung, bayangan itu mendekat ke arah saya. Selangkah demi selangkah ia mendekat, mendekat, mendekat.&lt;br /&gt;Masih tetap dengan melafalkan surat, saya bimbang untuk melakukan apa. Menengok untuk menuntaskan kepenarasaran saya hingga saya benar-benar dihadapkan pada dugaan saya di awal, sosok jin, atau tetap melanjutkan sholat saya dan menganggap bayangan itu adalah khadimat saya sendiri. Kepenasaran saya ternyata yang mendominasi. &lt;br /&gt;Sekitar dua langkah sebelum bayangan itu mendekat ke arah saya, akhirnya saya memutuskan untuk menengok ke sebelah kanan seperti orang yang sedang mengakhiri sholat—tapi masih dengan melanjutkan bacaan surat. &lt;br /&gt;”....Astaghfirullahal ’adzim.”  Herannya setelah melihat bayangan itu saya langsung meluruskan posisi kepala saya dan tetap dengan bacaan yang terlafalkan dari mulut saya. Melanjutkan sholat. Tapi saya pikir sholat saya sudah batal dan konsentrasi saya sudah pecah. Saya putuskan untuk mengulang dari awal rakaat saya yang baru satu itu.  &lt;br /&gt;Teman-teman, coba tebak apa bayangan hitam yang saya lihat tadi? WEKS...! Bukan jin, bukan kuntilanak, dan bukan siapa-siapa. Dia hanya khadimat saya yang ternyata cuma ingin melihat jam yang ada di ruangan tamu. &lt;br /&gt;Setelah itu saya cuma bisa tersenyum geli. Inilah kalau memori tentang Suketi—Kuntilanak yang diperankan Suzanna—masih melekat erat di benak. Tapi ya gimana lagi suasana sudah sangat mendukung sekali untuk menghadirkan sosok itu. Lampu tengah dimatikan, gelap. Muncul dari balik tirai yang membatasi dapur dengan ruang tamu. Bayangan hitam itu bertambah gelap karena menghalangi sumber cahaya dari dapur. Dengan rambut tergerai yang tidak diikat dengan karet pengikat rambut, beringsut pelan-pelan. Lengkap sudah penampakan sosok  itu.&lt;br /&gt;”Dasar nih, puasa-puasa masih saja memikirkan Suketi. ”&lt;br /&gt;Akhirnya saya meneruskan sholat di kamar tengah. Itu pun setelah saya membereskan terlebih dahulu mainan yang berserakan. Di belakang, saat ini, sudah terdengar gemerisik sang khadimat mempersiapkan makanan sahur kami.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Paginya saya bercerita kepada istri saya, dia cuma bisa ngakak....membayangkan  mimik saya di saat menoleh dengan masih melafalkan bacaan An-Nazi’aat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Omong-omong tentang makhluk seperti itu di rumah kami, ada cerita, bapak saya  menyangka saya sedang tidur di samping adik saya di kamar depan. Padahal saat itu saya tidak tidur di sana. Khadimat saya pun bercerita saat tidur sepertinya ia merasakan mukanya ditongkrongin oleh wanita tanpa wajah. Tapi Alhamdulillah saya tidak pernah melihat apapun. Allohua’lam bishshowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;09:27 11 Oktober 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1505424384936494924?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1505424384936494924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1505424384936494924&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1505424384936494924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1505424384936494924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/kuntilanak-berambut-panjang.html' title='KUNTILANAK BERAMBUT PANJANG'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-2830063019982909218</id><published>2007-04-19T12:54:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:55:02.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>Anti Hukuman Mati</title><content type='html'>Anti Hukuman Mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai saat ini saya tidak mengerti jalan pikiran orang-orang yang menentang hukuman mati. Biasanya argumentasi yang biasa mereka kemukakan adalah kita sebagai manusia tidak punya hak untuk mencabut nyawa manusia. Ini adalah merampas hak yang paling hakiki milik Tuhan. Berkenaan dengan masalah si terkuhum mati itu telah menghilangkan nyawa orang lain dan melakukan pelanggaran berat sebelumnya ini masalah lain. &lt;br /&gt; Argumen lainnya ialah hukuman mati ini tidak memberikan kesempatan kepada si terhukum untuk menginsyafi perbuatannya dan membuktikan pertaubatannya kepada masyarakat. Ada lagi argumen tentang siapa yang akan menanggung dosa dari si terhukum sebagaimana sebuah komentar yang mampir di blog saya terkait dengan eksekusi Tibo dkk. Begini komentarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by Anonymous[Not Login]&lt;br /&gt;sapakah yg akan menangung dOsa krn mengambil nyawa tibO dkk???bukankah itu jUga bukan hak hukum yg katanya adil tapi kasat mata...hapUskan hUkUman Mati di IndOnesia!!!!itU bUkan keadIlan...itU hanya sekeDar..napsU pembalasan Dendam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menanggapi ini menurut saya tidak usah memakai dalil-dalil seabrek-abrek. Karena walaupun dikemukakan dalil segunung tetap saja tidak bisa dipahami jika hati ini tiada punya iman terhadap syariat Allah. &lt;br /&gt; Tentang masalah hak Tuhan, kata siapa Tuhan tidak memberikan hak tersebut kepada kita. Syariat Islam sudah mengatur hal sedemikian rupa. Coba buka Al-Qur’an deh, niscaya kita banyak menemukan kisas ini. Sebagai clue, coba buka 2:178, 2:179, 5:45, 6:151, 17:33. (Maaf saya tidak menampilkan ayat-ayatnya karena seperti sudah saya kemukakan di atas, tidak perlu tampilan dalil di sini).&lt;br /&gt; Yang kedua tentang bahwa manusia tidak berhak merampas nyawa manusia lainnya, lalu kenapa si terhukum tidak pernah memikirkan bahwa perbuatannya menghilangan nyawa (misalnya) manusia lainnya adalah perbuatan tercela dan tiada hak. Aneh jika kita menggunakan asas ketidakseimbangan dalam menimbang permasalahan ini.&lt;br /&gt; Dan kata siapa pula itu bukan keadilan, bahkan hukuman itu adalah bentuk dari keadilan itu sendiri. Secara naluri kemanusiaan, maka keluarga yang ditinggalkan karena dibunuh itu merasa tidak pernah puas dan tidak rela melihat kematiannya. Dan ia akan menuntut balas. Jika ini tidak diselesaikan dengan syariat maka niscaya balas dendam tidak akan berkesudahan. &lt;br /&gt;Ini bukan pula NAFSU tapi ini NALURI. Maka Islam datang dengan syariatnya itu untuk mendudukkan persoalan itu kembali pada tempatnya. Dengan hukuman mati inilah cara terefektif menghentikan dendam. Walaupun secara syariat pula Islam memberikan jalan keluar bahwa hukuman mati tidak akan dilaksanakan jika pihak keluarga memaafkan si pembunuh dan si pembunuh membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya.&lt;br /&gt;Tentang dosa Tibo, ya tentu dosa ditanggung sendiri. Dalam Islam Pahala dan dosa menjadi milik manusia itu sendiri. Tidak ada seseorang yang berbuat dosa lalu dosanya ditimpakan kepada yang lain. Enak saja kalau begini… Memangnya malaikat pencatat amal manusia itu tidur dan buta? Lalu bagaimana dengan para hakim dan pelaku eksekusi itu apakah mereka berdosa? Menurut saya mereka tidaklah berdosa karena mereka menjalankan hukum yang telah memutuskan bahwa Tibo dkk bersalah. Mereka dilindungi oleh hukum. Enggak percaya?  Kita lihat saja di akhirat nanti .&lt;br /&gt;Kalaulah saja mereka memakai nuraninya dan pula memakai akalnya maka niscaya mereka akan memahami ternyata ada begitu banyak hikmah dan kebaikan di balik kisas ini. Sebagaimana Allah menjanjikan adanya jaminan kelangsungan hidup bagi manusia dalam kisas tersebut bahkan puncaknya menjadikan para penerap kisas ini mendapatkan gelar orang-orang yang bertakwa layaknya hasil yang didapat bagi orang-orang  yang berpuasa di ramadhan. Orang yang dikisas pun tidak akan mendapatkan balasan di akhirat—ini pun jika ia bertaubat.&lt;br /&gt;Salah satu hikmah lainnya adalah timbulnya efek jera dalam masyarakat. Biasanya yang anti hukuman mati akan bertanya: ”mana buktinya? Tidak ada penurunan signifikan dalam angka kriminalitas.” Ya, betul, karena hukuman mati yang dilaksanakan di Indonesia dilaksanakan tertutup dan diam-diam. Yang kita pun–masyarakat awam—ini tidak bisa meyakini orang tersebut sudah tewas atau belum karena banyak dugaan adanya teori konspirasi dan lain-lain. Lalu kalau begini, bagaimana bisa menggedor urat-urat syaraf jera dan ketakutan bagi masyarakat. &lt;br /&gt;Yang benar adalah pelaksanakan hukuman mati tersebut dilakukan di tengah keramaian atau di suatu lapangan yang bisa ditonton banyak orang dan diliput besar-besaran, disiarkan langsung oleh media elektronik. Saya yakin kalau kejadiannya begini, angka kriminalitas di negeri ini akan turun. Insya Allah. &lt;br /&gt;Kalau kita mau melihat statistik kecil tentang penerapan syariat ini maka kita bisa melihat di Bulukamba dengan data sebagai berikut:&lt;br /&gt;Tingkat kriminalitas di Bulukamba, Sulawesi Selatan, setelah diterapkannya Perda Anti Maksyiat di tahun 2002 sampai dengan sekarang:&lt;br /&gt;A.&lt;br /&gt;2002 : 220 (dengan berbagai jenis kejahatan)&lt;br /&gt;2003: 148 (dengan berbagai jenis kejahatan)&lt;br /&gt;2004 : 87 (dengan berbagai jenis kejahatan)&lt;br /&gt;2005 : 13 (dengan berbagai jenis kejahatan)&lt;br /&gt;B.&lt;br /&gt;Salah satu detilnya adalah:&lt;br /&gt;Statistik dari Perkosaan.&lt;br /&gt;2002: 41&lt;br /&gt;2003: 3&lt;br /&gt;2004: 3&lt;br /&gt;2005: NIHIL&lt;br /&gt;Statistik Pencabulan.&lt;br /&gt;Tahun 2004: 2&lt;br /&gt;Tahun Lainnya Nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.&lt;br /&gt;Dari 10 Jenis Kejahatan, Di Tahun 2005 Cuma Tiga Kejahatan Saja:&lt;br /&gt;1. Pembunuhan Sebanyak 2 Kasus&lt;br /&gt;2. Psikotropika 2 Kasus&lt;br /&gt;3. Miras 9 Kasus&lt;br /&gt;Sumber: Makalah Fauzan Al Anshari dari Polres Bulukamba.&lt;br /&gt; Bila kita melihat data di atas yang hanya didasarkan dengan penerapan hukuman nonfisik seperti denda dan kurungan maka kita bisa melihat kecenderungan angka kriminalitas yang semakin menurun. Apalagi kalau kisas benar-benar diterapkan. Maka percayalah kehormatan dan keamanan manusia akan terjamin. Insya Allah. Bila demikian mengapa masih anti dengan hukuman mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ramadhan indah&lt;br /&gt;09.14 04 Oktober 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-2830063019982909218?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/2830063019982909218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=2830063019982909218&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2830063019982909218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2830063019982909218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/anti-hukuman-mati.html' title='Anti Hukuman Mati'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1517020461320039459</id><published>2007-04-19T12:53:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:54:06.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>AL IKHWAN=AHLUL BID’AH= OSAMA?</title><content type='html'>AL IKHWAN=AHLUL BID’AH= OSAMA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masjid di komplek perumahan kami ini bernama Al-Ikhwan. Bangunannya sejak tahun tahun 2001 belum pernah utuh menjadi sebuah masjid. Setelah bergonta-ganti panitia dan telah menghabiskan dana swadaya masyarakat lebih dari 100 juta rupiah, masjid ini pun masih belum beratap. Yang ada cuma reng baja. &lt;br /&gt;Untuk melanjutkan pembangunan ke tahap pengatapan memerlukan dana tunai yang tidak sedikit kurang lebih 75 juta rupiah. Itu pun belum termasuk biaya pemasangan lantai, pemelesteran dan pengecatan dinding, pengadaan kusen dan kamar mandi dan masih banyak lagi yang lainnya. &lt;br /&gt;Sudah banyak usaha yang dilakukan pengurusnya dalam hal penggalangan dana, mulai dari pengumpulan infak dan zakat penghasilan dari donatur, penitipan kotak infak di tiga SPBU, atau penyebaran banyak proposal. Tapi sampai jelang ramadhan 1427 ini pemasangan atap sebagai target utama selanjutnya tidak kunjung terealisir. &lt;br /&gt;Akhirnya agar sholat tarawih bisa terlaksana di bangunan utama masjid—selama ini memakai bangunan kecil yang sudah ada di bagian bawah meskipun tidak layak untuk menampung banyak orang karena kurangnya ventilasi—maka pengurus pun berinisiatif untuk membeli terpal sebagai pengganti atap metal sambil menunggu terkumpulnya dana tersebut.&lt;br /&gt;Maka terpasanglah sudah atap terpal plastik berwarna biru di masjid kami ini. Dan sudah tiga hari tiga malam ini kami melaksanakan sholat berjamaah di bawah atap itu. Jumlah jamaah pun meningkat—tidak sama saat masih di bawah. Ini dimungkinkan karena luasnya masjid dapat menampung mereka semua. Yang kami tidak bisa bayangkan adalah bagaimana kalau hujan deras benar-benar turun. Kuatkah terpal itu untuk menahan derasnya hujan? Allohua’alam. Kami berharap selama ramadhan ini tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu aktivitas ibadah kami mengisi ramadhan.  &lt;br /&gt;Nah, di Sabtu Sore kemarin jelang 1 ramadhan 1427,   di saat takmir masjid sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan shalat tarawih,  datanglah tetangga saya—yang diikuti dengan sepasang suami istri bertampang arab. Yang laki-laki berpostur khas timur tengah, hitam, tinggi besar. Berbaju putih lengan panjang tanpa krah dan celana jin warna hitam. Sedangkan yang wanitanya berabaya hitam dengan cadar menutupi sebagian mukanya—walaupun ia tidak menutupi dengan rapat telapak kakinya yang sempat tersembul.&lt;br /&gt;Yang laki-laki tidak bisa berbahasa Indonesia sehingga saat dia berbicara diterjemahkan oleh istri tetangga kami—sebut saja Ibu Ning—yang sempat bermukim di Riyadh selama beberapa tahun. Yang perempuan sanggup berbicara lokal walaupun dengan logat yang aneh. Mungkin karena sudah kelamaan tinggal di bumi Nejed. &lt;br /&gt;Ibu Ning memperkenalkan dua orang tamu tersebut sebagai keponakannya. Suami keponakannya itu—katanya masih keturunan kerajaan, entah menjabat sebagai apa, yang pasti sebutannya adalah Amir—ingin melihat langsung masjid di sini dan berdialog dengan para pengurusnya.&lt;br /&gt;Memang beberapa tahun lalu kami pernah menyampaikan proposal kepada Ibu Ning untuk disampaikan kepada keponakannya. Tapi sampai detik ini tidak ada dana yang cair dari Arab. Ini  mungkin dikarenakan suami keponakannya ini belum sempat untuk berkunjung ke tempat kami. Ia dikenal berhati-hati dengan permintaan proposal pembangunan masjid dari Indonesia, soalnya pernah kejadian ternyata masjid yang dibangun  tidak sesuai dengan dana yang diberikan. Dana yang diminta tinggi tapi hasilnya  tidak sesuai dengan yang di proposal atau yang dibangun cuma musholla kecil. Istilahnya ada markup dana masjid bodong. &lt;br /&gt;Setelah berbasa-basi sebentar dengan kami, sang Amir ini pun langsung saja ambil gambar dengan telepon genggam berkameranya. Atap terpal, dinding yang tidak berplester, lantai semen, dan banyak lagi gambar yang diambil olehnya. Setelah itu ada beberapa pertanyaan yang diajukan olehnya. Satu yang menggelitik adalah: ”masjid ini masjid ahlul bid’ah bukan?” Yang ia maksud adalah sering diadakan acara-acara bid’ah di sini. Soalnya kalau benar demikian, ia tidak akan menyumbang. Kalau menyumbang ia merasa berdosa. Sang ketua takmir, menjawabnya dengan mantap: ”Insya Allah tidak”.  Dalam hati saya berkata: ”Ya...Amir, kalau ente bilang bid’ah, belum tentu bid’ah bagi kami”.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang lain adalah ”apakah pengurusnya amanah?. Pertanyaan ini dijawab sendiri oleh Ibu Ning dengan nada penuh percaya diri, ”Insya Allah amanah.”&lt;br /&gt;Namun saat sang Amir ini melihat halaman judul proposal di mana nama Masjid Al-Ikhwan ditulis dengan huruf besar-besar, sang Amir protes dan mengusulkan untuk diganti saja. Maksudnya biarlah nama masjid yang ditulis di proposal yang diubah. Dengan nama apa pun boleh asal jangan Al-Ikhwan. &lt;br /&gt;Ketika ditanya mengapa demikian? ”Karena nama Al-Ikhwan identik dengan nama Osama,” katanya. Soalnya kalau di sana mendengar nama Osama bin Laden sudah antipati dan seringkali dicokok oleh pemerintah sana bila ada kaitan dengan nama itu. Jadi, orang nanti takutnya tidak mau pada menyumbang.&lt;br /&gt;Wow...mantap sekali. Kami berpikir ada dua kemungkinan dalam masalah ini. Pertama ia menganggap bodoh kami yang tidak tahu tentang pertarungan pemikiran di tanah saudi antara salafy dengan Ikhwanul Muslimin, sehingga untuk memudahkan berbicara dengan kami maka dikaitkan dengan nama Osama Bin Laden. Atau yang kedua memang ia benar-benar tidak tahu tentang kaitan kedua jama’ah ini tapi hanya mendengar dari informasi sepihak yang membenci Al Ikhwanul Muslimin lalu mengait-ngaitkanya dengan Osama. &lt;br /&gt;Bila yang benar adalah yang pertama, maka pertanyaan saya adalah sampai sejauh itukah kebencian terhadap Ikhwanul Muslimin terjadi? Sampai ke akar rumput. Atau cuma di akar rumput. Soalnya dari apa yang saya lihat terdapat buku-buku hasil dari tesis dan disertasi di sana yang membahas tema Ikhwanul Muslimin ini dan ini tidak menjadi masalah. Atau ini karena kedewasaan berpikir dan keilmiahan yang menjadi tradisi dari kalangan akademis sana. Allohua’lam, karena saya tidak pernah hidup di tanah arab.&lt;br /&gt;Setelah kami mengganti kaver depan proposal pembangunan masjid dengan nama yang lain, Masjid Citayam —istrinya sempat mengusulkan diganti menjadi Jannatul Khuld—kami pun dijanjikan bahwa Insya Allah ramadhan akan menjadi bulan barokah buat masjid kami ini. Maksudnya ia bertekad akan menuntaskan tahap pengatapannya. Karena banyak kawannya yang rajin berinfak dan sangat senang membangun masjid—sebagai bekal rumah di surga—di saat bulan ramadhan. Kami cuma bisa bersyukur saja.  Namun tidak harap-harap cemas karena sudah banyak kami diberi janji tapi nihil realisasi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setelah mereka pergi, sore itu saya mendapatkan pelajaran ’penting’ bahwa nama Al Ikhwan (yang dalam bahasa Indonesia berarti persaudaraan) bagi saudara-saudara kita di tanah Arab Saudi sana menjadi bahan pertimbangan terpenting untuk jadi tidaknya berinfak. Padahal belum pernah saya menemukan dalilnya bahwa memberikan infak itu harus melihat nama mustahiqnya  terlebih dahulu. Atau karena kebencian semata nama Al-Ikhwan identik dengan ke-bid’ah-an (menurut mereka), lawan politik, dan pendukung Osama? Allohuta’ala a’lamu bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader Masjid Al Ikhwan  &lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;11:46 26 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1517020461320039459?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1517020461320039459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1517020461320039459&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1517020461320039459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1517020461320039459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/al-ikhwanahlul-bidah-osama.html' title='AL IKHWAN=AHLUL BID’AH= OSAMA?'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1798595250087255693</id><published>2007-04-19T12:52:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:53:09.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah politik'/><title type='text'>PERCAYA ENGGAK PERCAYA</title><content type='html'>PERCAYA ENGGAK PERCAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah acara reality show yang ditayangkan di sebuah televisi swasta diperlihatkan bagaimana kemampuan seorang paranormal bertubuh subur dan berpeci hitam dapat melihat keberadaan dan penampakan berbagai macam makhluk halus, semacam genderuwo, pocong, kuntilanak, tuyul dan masih banyak lagi lainnya. &lt;br /&gt;Agar tidak dianggap membual oleh para pemirsa, maka ia pun sering membawa bintang tamu untuk turut melihat dan merasakan keberadaan makhluk itu. Sang paranormal terlebih dahulu harus membuka mata batin sang bintang tamu dengan menangkupkan  salah satu telapak tangannya ke wajah bintang tamu dengan tidak lupa mulutnya komat-kamit entah merapalkan mantera apa. Dan terpenting lagi wajah bintang tamu masih kering karena tidak ada semburan air yang keluar dari mulut sang dukun itu.&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi? Setelah dibuka mata batinnya—sebenarnya adalah bintang tamulah yang dirasuki oleh jin—ia benar-benar dapat melihat semua itu. Ada yang biasa-biasa saja, terkejut, terperangah, bahkan shock, menjerit, dan pingsan. &lt;br /&gt;Sang dukun tentunya tidak main-main untuk memperlihatkan semua itu kepada bintang tamu. Ada sebuah keinginan terpendam dari sang dukun kepada sang bintang tamu yaitu adanya sebuah perubahan sikap. Dari yang semula tidak percaya menjadi percaya. Bahkan diharapkan percaya 100%, tidak lagi tidak percaya, atau setengah percaya dengan cuma mengatakan ”percaya enggak percaya”. Lalu menjadi pendukung fanatik yang dapat menyukseskan misi yang dibawa acara itu.&lt;br /&gt;Tapi sungguh, bukan percaya pada makhluk piaraan dukun itu yang akan  dibahas pada tulisan kali ini.  Karena bagi saya acara itu adalah acara yang dapat menjerumuskan para pemirsanya kepada lubang hitam kemusyrikan—karena berlawanan secara syar’i dengan pandangan Islam terhadap makhluk gaib. Syukurnya acara itu tidak bertahan lama karena kalah rating dengan acara lainnya. &lt;br /&gt;Di sebuah cerita lain, saat ramai-ramainya pemilihan presiden di tahun 2004, di mana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap terlambat untuk memberikan dukungannya kepada Amin Rais dan lebih condong keberpihakannya kepada pasangan Wiranto-Shalahuddin Wahid, yang pada akhirnya ternyata Amin Rais pun kalah di putaran pertama. &lt;br /&gt;Lalu PKS memberikan dukungannya kepada pasangan SBY-JK di putaran kedua, maka sesaat menjelang hari H pemilihan tersebut, betapa banyak kader merasa risau dengan hasil ijtihad para pimpinan partai ini. Resah karena ada sejuta pertanyaan yang menggelayuti di benak para kader, ditambah berhasilnya kampanye negatif terhadap pilihan PKS tersebut, sehingga tuduhan, cacian, dan makian  bertebaran di media massa dan khususnya di dunia maya sejak putaran pertama, maka membuat sebagian kader kehilangan rasa percaya dirinya dan bertanya-tanya pertimbangan apa sih yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Partai dalam hal ini?&lt;br /&gt;Tidak sekadar bertanya-tanya, berburuk sangka—yang dulunya sebagai suatu yang tidak pantas dan haram dilakukan seorang muslim dan kader—menjadi hal yang biasa dikedepankan terlebih dahulu untuk menilai tindak tanduk para pimpinan partai. Ada ketidakpercayaan yang menjangkiti hampir sebagian kader. &lt;br /&gt;Namun sebagiannya yang berusaha tetap percaya dengan hasil ijtihad itu pun tidak luput dari serangan sejuta pertanyaan hitam itu. Namun lebih mending karena mekanisme tabayyun tetap dipertahankan melalui jalur yang digariskan dari ranting sampai pusat. Tapi setidaknya ini tetap menjadi hal yang tidak biasa dan wajar untuk dilakukan karena pada saat barisan jamaah ini dalam keadaan genting memerlukan kader-kader yang senantiasa percaya pada para pimpinannya tanpa syarat dan penghentian mekanisme pertanyaan yang akan membuat bertambah runyamnya keadaan dan tidak tepatnya keputusan yang akan diambil.&lt;br /&gt;Salah seorang kader pernah mengirimkan pertanyaan itu melalui pesan singkat ke telepon genggam Ustadz Hidayat Nurwahid mempertanyakan keputusan yang diambil serta ketidakbenaran dugaan dari berita-berita yang diterima. &lt;br /&gt;Jawaban singkat dan menohok diberikan oleh Ustadz Hidayat Nurwahid. Kurang lebihnya demikian: &lt;br /&gt;"Yaa Akhi, jikalau antum tidak percaya lagi kepada saudara antum, kepada siapa lagi antum akan percaya...?"&lt;br /&gt;Membaca jawaban yang diberikan sang Ustadz, ia pun gemetar dan menangisi apa yang telah diperbuatnya. Sejak saat itu ia tidak pernah bertanya-tanya lagi tentang ijtihad yang dilakukan para pimpinan partai itu. Dulu ia percaya 100% tapi kini kepercayaannya meningkat menjadi 1000%. Ia pun menjadi yang terdepan dalam menangkis setiap berita buruk yang dibawakan dari siapa saja yang akan meruntuhkan eksistensi keberadaan jamaah dakwah itu.&lt;br /&gt;Cerita kedua inilah yang akan membawa kita pada arti penting dari sebuah kepercayaan (ats-tsiqah) dalam sebuah jamaah. Sehingga karena begitu pentingnya  arti sebuah kepercayaan ini maka Asysyahid Hasan Al Banna memasukkannya ke dalam Arkanul Bai’at (rukun-rukun bai’at) jama’ah Al-Ikhwan Al-Muslimin. &lt;br /&gt;Bahkan beliau menempatkan ats-tsiqah ini pada urutan terakhir dari 10 rukun sistematis dalam pembentukan kader ummat yang terbaik. Ini menandakan bahwa kepercayaan pada sebuah karakteristik gerak jama’ah terkait bagaimana sang kader tersebut memahami terlebih dahulu rukun-rukun sebelumnya. &lt;br /&gt;Ia tidak akan pernah memahami arti penting sebuah kepercayaan jika ia belum memiliki pemahaman yang benar pada jama’ah ini. Setelah ia paham maka ia pun dianggap belum bisa memiliki kepercayaan yang penuh jika ia tidak ikhlas dalam setiap amalnya. &lt;br /&gt;Tidak berhenti di ikhlasnya hati, maka ia pun harus senantiasa beramal sebagai buah dari pemahaman ilmu dan keikhlasan. Setelahnya pula  seorang kader dalam setiap amal atau kerja nyatanya harus disertai dengan upaya sungguh-sungguh atau daya juang yang tinggi (jihad) dengan tangannya, lisannya, pendidikan ataupun politik.&lt;br /&gt;Dan sebagai konsekuensi logis dari sebuah kerja keras atau perjuangan tersebut adalah adanya sebuah pengorbanan dari dirinya baik dalam bentuk waktu yang diberikan, harta, atau bahkan dengan jiwanya. &lt;br /&gt;Dan semua itu dibingkai dengan adanya ketaatan yang kuat seorang kader pada pimpinannya serta adanya konsistensi atau keteguhan seorang kader dalam menjalani perjuangan tersebut. Ia teguh tidak hina, tidak lemah, dan tidak tunduk kepada musuh. &lt;br /&gt;Dan terpenting lagi ia senantiasa harus dapat membersihkan pola pikirnya dari berbagai prinsip nilai lain atau pengaruh individu lainnya, proses inilah yang disebut sebagai tajarrud (pemurnian). Pemurnian yang mampu membedakan manusia menjadi golongan-golongan sebagai berikut: muslim mujahid, muslim qa-id, muslim aatsim, dzimmy, mu’aahad, muhayyid, muhaarib.&lt;br /&gt;Lalu sebelum ia mampu menjadikan kepercayaannya pada jama’ah ini sebagai rukun terakhir dari sepuluh rukun tersebut maka ia berkewajiban untuk mempunyai nilai-nilai ukhuwah (persatuan) dengan saudara-saudaranya yang lain yang didasarkan pada ikatan hati dan ruhani yang terikat pada sebuah simpul aqidah yang sama. Karena sesungguhnya ukhuwah itu adalah saudaranya keimanan dan perpecahan adalah saudara kembarnya kekufuran.&lt;br /&gt;Barulah setelah seorang kader memiliki kesembilan rukun ba’iatnya itu ia senantiasa melengkapinya dengan sebuah kepercayaan (Tsiqah).  Kepercayaan di sini  menurut Asysyahid adalah rasa puasnya seorang tentara atas komandannya, dalam hal kapasitas kepemimpinannya maupun keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang menghasilkan perasaan cinta, penghargaan, penghormatan, dan ketaatan. &lt;br /&gt;Berikut apa yang dimaksud kepercayaan itu adalah:&lt;br /&gt;1. Kepercayaan ini merupakan komponen yang sangat penting dalam pengambilan keputusan;&lt;br /&gt;2. Lawannya kepercayaan adalah keraguan, dan keraguan ini merupakan sikap nurani yang menjadi karakter dasar seorang munafik. Pun keraguan itu adalah langkah pertama syaitan dalam menyesatkan manusia;&lt;br /&gt;3. Kepercayaan diri menjadi bagian yang menentukan dalam pengembangan diri seseorang;&lt;br /&gt;4. Dan Islam telah menunjukkan konsep membangun kepercayaan diri manusia dengan konsep diri dan harga diri yang luar biasa luas dan tinggi. Di mana seorang kader atau da’i menjadi sangat percaya diri bila mempunyai nilai-nilai kepercayaan dan keyakinan kepada Allah, kepada Rasul, kepada Islam, kepada kepemimpinan, dan kepada Ikhwah (saudara). Dan ini adalah sebuah harga mati.&lt;br /&gt;5. Natijah (buah) yang dihasilkan dari nilai-nilai tersebut maka timbulnya suatu kesadaran dan perasaan tenang, tenteram, cinta, rasa hormat, dan menghargai orang-orang yang memiliki keyakinan yang sama. Terutama pula kepada pimpinannya. Di mana seorang kader siap menjadi prajurit yang benar-benar mampu memberikan kepercayaan dan ketaatan tanpa sedikitpun keberatan atau ganjalan hati.&lt;br /&gt;6. Karena bagi jama’ah ini pemimpin adalah unsur penting dakwah, di mana tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar kepercayaan–yang timbal balik—antara pemimpin dan pasukan menjadi neraca yang menentukan sejauhmana kekuatan sistem jama’ah, ketahanan khithahnya, keberhasilannya mewujudkan tujuan, dan ketegarannya menghadapi berbagai tangangan. (Risalah Pergerakan 2:194)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada sebuah parameter yang diungkapkan oleh Assyahid dalam menentukan sejauhmana kepercayaan dirinya terhadap kepemimpinan yang ada. Karena sekali lagi kepemimpinan dalam jama’ah ini menduduki posisi sebagai orang tua dalam ikatan hati, posisi guru dalam hal fungsi kepengajaran, posisi syaikh dalam aspek pendidikan ruhani, dan posisi pemimpin dalam aspek penentuan kebijakan plitik secara umum bagi dakwah. Asysyahid pun menekankan bahwa tsiqah kepada kepmimpinan adalah segala-galanya bagi keberhasilan dakwah. &lt;br /&gt;Inilah parameter itu:&lt;br /&gt;1. Apakah sejak dahulu ia mengenal pemimpinnya, apakh pernah mempelajari riwayat hidupnya?&lt;br /&gt;2. Apakah ia percaya kepada kapasitas dan keikhlasannya?&lt;br /&gt;3. Apakah ia siap menganggap semua instruksi—yang diputuskan oleh pemimpinnya untuknya, tanpa maksiat tertentu—sebagai instruksi yang harus dilaksanakan tanpa reserve, tanpa ragu, tanpa ditambah dan tanpa dikurangi, dengan keberanian memberi nasehat dan peringatan untuk tujuan yang benar?&lt;br /&gt;4. Apakah ia siap untuk menganggap dirinya salah dan pemimpinnya benar, jika terjadi pertentangan antara apa yang diperintahkan pemimpin dan apa yang ia ketahui dalam masalah-masalah ijtihadiyah yang tidak ada teks tegasnya dalam syariat?&lt;br /&gt;5. Apakah ia siap untuk meletakkan seluruh aktivitas kehidupannya dalam kendali dakwah? Apakah—dalam pandangannya—pemimpin memiliki hak untuk menimbang dan memutuskan antara kemaslahatan dirinya dan kemaslahatan dakwah secara umum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah ia menjawab semua paramater itu, seorang kader dapat menilai kadar dirinya apakah ia mempunyai kepercayaan kepada pemimpin atau tidak? Percaya sepenuhnya atau cuma bisa berkata percaya nggak percaya sih.  Kalau yang terakhir yang terucap, maka bersiaplah sang kader untuk ditinggalkan gerbong dakwah yang melaju dengan cepat ini atau digantikan dengan kader-kader lain yang lebih baik dan lebih tsiqah lagi.&lt;br /&gt;Allahuta’ala a’lamu bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maradi: 1. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin 2&lt;br /&gt;              2. Makalah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;09:24 25 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1798595250087255693?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1798595250087255693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1798595250087255693&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1798595250087255693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1798595250087255693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/percaya-enggak-percaya.html' title='PERCAYA ENGGAK PERCAYA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5208432707925614695</id><published>2007-04-19T12:50:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:51:30.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selembar puisi'/><title type='text'>UNTUK TIBO DI AKHIRAT</title><content type='html'>di sebuah milis ada sebuah puisi yang luput dari perhatian, lalu tak sengaja terbaca. Membaca puisi (dilampirkan di bagian bawah) itu sepertinya lupa dengan fakta nyata pembaintaian itu, maka saya buatkan puisi ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;UNTUK TIBO DI AKHIRAT&lt;br /&gt;by: Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah ketidakadilan&lt;br /&gt;dimanakah kehidupan akan ditanam&lt;br /&gt;bahkan dalam mimpi pun tidak akan pernah usai bercerita&lt;br /&gt;tentang kepedihan anak-anak Walisongo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tubuh bersimbah darah&lt;br /&gt;daging yang terserpih di tanah kering&lt;br /&gt;dan melaut dari aliran sungai&lt;br /&gt;ada jejak-jejak kebengisan tawamu&lt;br /&gt;keangkuhanmu, kebencianmu&lt;br /&gt;menyelip di antara kilau parang-parang&lt;br /&gt;yang kini berwarna merah segar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sungguh kemunafikan&lt;br /&gt;mengendemi pada segelintir watak&lt;br /&gt;menuntut keadilan pada dunia&lt;br /&gt;tapi mudah lupa pada dosa diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, betapa banyak orang tertipu&lt;br /&gt;dengan fiturmu di televisi dulu&lt;br /&gt;seakan engkau seorang hamba Tuhan terbaik di dunia&lt;br /&gt;padahal engkau adalah seperti  yang terusir dari surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, betapa banyak yang menyoraki kemunafikan itu&lt;br /&gt;bahkan dengan air mata buaya&lt;br /&gt;merintih-rintih pada waktu yang menjepit&lt;br /&gt;bebaskan...bebaskan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, kini serapah itu tinggal kenangan&lt;br /&gt;bahkan serapah itu cuma ada di hati para pembuat syair&lt;br /&gt;ah, dunia kini aman tanpamu...&lt;br /&gt;mungkin saat ini&lt;br /&gt;di sana&lt;br /&gt;di akhirat&lt;br /&gt;engkau sedang dituntut anak-anak Walisongo itu&lt;br /&gt;pembelaan apa lagi yang akan engkau berikan...?&lt;br /&gt;dari siapa lagi engkau harapkan...?&lt;br /&gt;dari penyair dunia?&lt;br /&gt;lupakan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 September 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----- Original Message -----&lt;br /&gt;From: "LEONOWENS SP" &lt;leonowens_sp@yahoo.com&gt;&lt;br /&gt;To: &lt;Forum_LingkarPena@yahoogroups.com&gt;&lt;br /&gt;Sent: Thursday, September 21, 2006 6:28 PM&lt;br /&gt;Subject: [FLP] [POETRY] UNTUK TIBO DKK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK TIBO DKK.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Untuk sebuah keadilan.&lt;br /&gt;  dimanakah kematian akan dituai?&lt;br /&gt;  tidak! tidaklah demikian keadilan itu&lt;br /&gt;  ketika kematian hanyalah sepenggal hasrat&lt;br /&gt;  demi mencari serpihan jerit keadilan&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Untuk sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;  dimanakah kemunafikan ditabur?&lt;br /&gt;  oh, kebenaran yang tergenggam kemunafikan&lt;br /&gt;  sangatlah erat! hingga kemunafikan adalah bahasa&lt;br /&gt;  demi mengubur sejatinya kisah kematian&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Untuk sebuah kebajikan.&lt;br /&gt;  dimanakah kisah dusta terlahir?&lt;br /&gt;  ya, kebajikan yang dirahimi oleh dusta&lt;br /&gt;  dipersembahkan demi keangkuhan sang malapetaka&lt;br /&gt;  hingga kebajikan itu lumat, tiada berjejak.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Oh. ketika jeritmu kepada keadilan!&lt;br /&gt;  merintih pilu di malam yang sarat kepedihan&lt;br /&gt;  untuk sebuah kematian yang bukanlah kau penentunya&lt;br /&gt;  demikian dengan takdirmu, tergores dalam, sangatlah dalam.&lt;br /&gt;  oleh kuku-kuku sang penguasa, menancap kokoh di bumi yang celaka&lt;br /&gt;  dan segala luka rasamu, diperihkan oleh tawa penjunjung dusta&lt;br /&gt;  kini, kau di sebuah malam penantian. akan kulukis jeritan&lt;br /&gt;  'tuk penuhi segala serapahku di bumi yang meronta.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  September 2006, Leonowens SP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5208432707925614695?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5208432707925614695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5208432707925614695&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5208432707925614695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5208432707925614695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/untuk-tibo-di-akhirat.html' title='UNTUK TIBO DI AKHIRAT'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-3371566303111877812</id><published>2007-04-19T12:47:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:50:23.860+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>19 September 2000</title><content type='html'>19 September 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan setiap pagi yang saya lakukan sesaat sebelum berangkat ke kantor adalah melihat dua prajurit saya yang masih terlelap tidur itu. Lalu saya tatap wajah-wajah polos mereka. Mengelus-elus kepala dan mencium pipi-pipi mereka. Sungguh pada saat itulah kebahagiaan itu terasa hinggap. Seiring beratnya rasa untuk meninggalkan mereka. Ada sepucuk doa terselip untuk mereka, semoga Allah mengekalkan kebersamaan ini sampai di jannah-Nya.&lt;br /&gt; Bagaimana tidak bahagia, jikalau saya mendapatkan kesempatan yang luar biasa itu di tengah waktu yang seakan mendera saya dengan rutinitas setiap harinya. Pergi saat matahari belumlah muncul, dan pulang saat matahari sudah tenggelam di peraduannya. Maka pertemuan dan kebersamaan itu terasa singkat di setiap malamnya saat bergumul dengan keceriaan mereka. Saat si sulung mengulang kembali pelajarannya dan saat si bungsu ini mencoba dengan terbata-bata mengulang hafalan bunyi hurufnya. Lalu malam kian menjelang dan tidurlah mereka kembali dibalut mimpi di kamar yang terpisah.&lt;br /&gt; Sebelumnya kembali rutinitas mengasyikkan dilakukan dengan merangkul mereka satu-persatu.&lt;br /&gt; ”Ayo Haqi, peluk Abi dulu,” pinta saya. Haqi pun bergegas menghampiri saya, dan saya memeluknya dengan erat, erat sekali. Tidak sekadar pelukan biasa. Saya usahakan tangan si Haqi pun memeluk punggung saya. Agar terasa kehangatannya. Agar terasa kasih sayangnya. &lt;br /&gt; “Ayo cium Abi…”pinta saya lagi. Lalu ciuman itu mendarat di bibir dan kedua pipi saya. Terakhir ciuman saya mendarat di keningnya. Begitu pula saya lakukan kepada si bungsu. &lt;br /&gt;Indah sekali rasanya. Ada keinginan abadi untuk selalu melakukan ini, tapi sungguh saya tak bisa mengekang waktu agar berhenti berputar untuk kedua anakku agar senantiasa mereka tetap menjadi anak-anak yang lucu supaya saya dapat dengan leluasa mencium mereka sepuasnya. Tentunya ini melanggar sunnatullah yang sudah semestinya ada pada diri mereka. Ah, biarlah mereka tumbuh apa adanya. &lt;br /&gt; Pagi ini, saya mengulangi ritual itu. Kali ini saya mencium cukup lama Ayyasy—si bungsu—karena saya tahu hari ini Allah masih berkehendak menitipkannya padaku genap empat tahun. “Sudah besar pula, kau nak rupanya,” batinku. &lt;br /&gt; Maafkan Abi jika sempat-sempatnya Abi ini memelototimu saat kau masih saja bergurau di tengah-tengah sholat berjamaah di masjid. Atau saat Abi menolak dengan keras keinginanmu untuk jajan permen selalu. Ah, kiranya sudah terlalu banyak hitungan Abi ini menolak pintamu. &lt;br /&gt;Tapi nak, Abi masih ingat sekitar dua bulan yang lalu, saat di rumah yang ada hanya kita berdua. Kau pergi saja tanpa pamit ke luar rumah tanpa meminta izin kepada Abimu ini yang sedang berkutat dengan asyiknya di depan komputer. Dan menyadari bahwa rumah ini sudah sepi dari riuh rendah suaramu saat bermain sendiri dengan mainanmu itu. &lt;br /&gt;Abimu memanggil tapi tiada bersaut. Di belakang rumah, di kamar, Abi pun sempatkan untuk membuka lemari—teringat dalam sebuah artikel ada seorang anak yang terjebak lama di lemari es, tapi tiada menemukan engkau. Abi mencoba mencari ke rumah tetangga sebelah, lalu menjauh ke tetangga-tetangga jauh lainnya di satu RT bahkan di lain RT dan hasilnya tetap sama, tiada Abi ini menemukan engkau. Ah Abimu ini panik, nak. &lt;br /&gt;Pikiran buruk pun menghampiri. Ah, jangan-jangan engkau diculik nak. Bergegas Abimu ini mencari ke tempat yang lain. Syukurnya Abimu ini bertemu dengan wanita tua peminta sumbangan yang sempat bertemu denganmu, saat engkau memberinya dengan tangan mungilmu itu. &lt;br /&gt;“Bu, ibu melihat anak saya yang ngasih uang kepada ibu tadi tidak?” &lt;br /&gt;“Oh ya, si eneng itu yah…” Ibu itu menganggapmu anak perempuan, Ayyasy.  &lt;br /&gt;“Memang setelah ngasih ibu, dia langsung pergi keluar, makanya Ibu tadi tanya, mau kemana neng? Tapi dia diam saja.” jelas si Ibu.&lt;br /&gt;“Kemana arahnya, Bu?” tanya Abimu. Sang Ibu menunjuk ke arah selatan. Ke arah warung yang menjadi favorit Ayyasy untuk membeli jajanan kesukaannya. Tidak jauh dari tempat Abimu ini berdiri.&lt;br /&gt;”Ah, mengapa tidak terpikir oleh Abimu ini nak, hingga melupakan tempat itu,” batin Abimu.&lt;br /&gt;Bergegas menghampiri, di sana, di dekat warung itu, bergerombol anak-anak yang sedang bermain kelereng. Di pinggirnya, terlihat engkau berdiri menatap mereka sambil mengemut permen merah berbentuk telapak kaki itu. &lt;br /&gt;”Ah, Ayyasy, Ayyasy...akhirnya engkau ada di sini.” Saya peluk ia, erat. Saya gandeng tangannya pulang ke rumah. Lega rasanya, di samping tumpukan rasa bersalah padanya karena membiarkan ia pergi sendirian dan tak menemaninya bermain. &lt;br /&gt;”Kalau mau pergi bilang-bilang dulu yah...”pinta saya padanya.&lt;br /&gt;Kini, pagi ini, memori kilas balik pun terpajang. Saat kami—Abi dan umimu ini—hidup dalam keprihatinan. Hingga premi asuransi jiwa ummimu yang niatnya kekal itu terpaksa dibatalkan agar bisa diambil untuk membiayai persalinanmu. Masih terasa dinginnya lantai saat Abimu ini sujud syukur  di rumah bidan bersalin mendengar proses persalinan lancar-lancar saja.&lt;br /&gt;Masih terasa indahnya sebagai hadiah kelahiranmu adalah Abimu ini lulus diklat jurusita dan ujian skripsi. Ah…rejekimu adalah rejeki buat Abimu. Lalu tumbuh kembanglah engkau meniti waktu bersama Abi dan Ummimu. Menangis, berceloteh, berteriak, merangkak, tertatih-tatih berjalan, jatuh dari ranjang goyangmu, berbicara terbata-bata hingga lancar walaupun sekarang huruf r-mu masih tidak jelas seperti Abimu, bertengkar dengan kakakmu, dan saat ini engkau masih saja lucu dengan baju seragam TK-mu yang kebesaran itu. Ya, masih saja lucu…&lt;br /&gt;Selamat ya Nak…Abimu masih saja berusaha bersyukur kepada-Nya karena IA senantiasa mempercayai Abimu untuk menjagamu, memilikimu. Selamat nak, semoga ini akan terbaca olehmu kelak dewasa. Semoga pula kita dikumpulkan di jannah-Nya, bersama kakakmu, Abimu, dan Ummimu tentunya. &lt;br /&gt;Kabulkanlah ya Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps. Belum sempat Abimu ini membuat syair seperti dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;02:24 19 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-3371566303111877812?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/3371566303111877812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=3371566303111877812&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/3371566303111877812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/3371566303111877812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/19-september-2000.html' title='19 September 2000'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7945725090680356253</id><published>2007-04-19T12:44:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:46:00.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>Siapa Teroris? Siapa Khawarij?</title><content type='html'>Siapa Teroris? Siapa Khawarij?&lt;br /&gt;(ini bukan resensi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku yang ditulis oleh Abduh Zulfidar Akaha ini memang luput perhatian dari saya. Buktinya buku yang terbit perdana di Bulan Juni 2006 ini baru saya ketahui hari Kamis (14/09) kemarin. Sebenarnya saya sudah mendengar tentang buku ini tapi berupa iklan penjualan vcd bedah buku ini di sebuah milis. Pun saya menganggapnya biasa-biasa saja. Tidak ada yang menarik. &lt;br /&gt;Tapi setelah saya melihat keramaian di sebuah forum diskusi dunia maya dan melihat betapa yang kontra terhadap buku ini begitu kerasnya meng-counter buku ini, kepenasaran saya langsung muncul. Sorenya sepulang dari kantor saya sempatkan untuk singgah di toko buku di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan. &lt;br /&gt;Di toko itu, saya mencari-cari di setiap rak tapi tidak ketemu. Padahal dari komputer pencarian, buku tersebut masih ada delapan eksemplar. Dibantu oleh satu orang pegawai yang ikut membantu mencari akhirnya saya menemukan buku itu di rak buku. Pun setelah pegawai toko itu angkat tangan karena tidak bisa menemukannya dan mengatakan bahwa kemungkinan besar buku itu sudah diretur. &lt;br /&gt;Buku ini adalah bantahan dari sebuah buku yang ditulis oleh Ustadz Luqman Ba’abduh yang berjudul ”Sebuah Tinjauan Syari’at: MEREKA ADALAH TERORIS!” (untuk selanjutnya disingkat MAT). Buku ustadz Luqman ini  awalnya diniatkan untuk menjawab buku ”Aku Melawan Teroris!” karya Imam Samudera. Tapi seperti diungkapkan sendiri oleh Akaha di kaver belakang bukunya, bahwa ternyata buku itu secara membabi buta mengarahkan semua tuduhannya ke berbagai kelompok pegiat dakwah Islam lainnya selain salafi yang tidak ada hubungannya dengan Imam Samudera, terorisme, dan aksi bom bunuh diri. &lt;br /&gt;Maka muncullah buku berjudul Siapa Teroris? Siapa Khawarij? Ini. Buku yang walaupun berformat bantahan, tetapi diusahakan oleh sang penulisnya untuk senantiasa menjaga etika dan batas-batas kesantunan dalam tutur kata dan gaya bahasa penulisannya. Maka pembaca dapat membandingkan sendiri bagaimana etika itu dimunculkan oleh masing-masing penulis ini. Mana yang lebih santun dan mana yang sebaliknya.&lt;br /&gt;Tidak berpanjang lebar dalam berkata-kata, berikut apa yang saya tangkap setelah membaca buku ini:&lt;br /&gt;1. Desain kavernya (hardcover) bagus. Berlatar belakang warna hitam dengan api yang menyala-nyala seperti seakan-akan membakar kaver buku MAT. Kaver depan MAT pun terdapat ilustrasi api yang membakar buku Imam Samudera itu;&lt;br /&gt;2. Peletakkan isi buku pun layak untuk disebut bagus karena sudah diperhitungkan agar para pembaca mudah untuk menikmati isi buku ini;&lt;br /&gt;3. Referensi yang banyak pada catatan kaki. Ini dimungkinkan karena penulis  adalah salah satu manajer Pustaka Al-Kautsar—penerbit buku ini. Sehingga data dan informasi otentik yang dibutuhkan lebih mudah didapat. Tidak perlu aneh karena Pustaka Al-Kautsar adalah penerbit buku-buku terjemahan dari Timur Tengah.&lt;br /&gt;4. Membuat saya lebih memahami tentang arti sebuah perbedaan pendapat;&lt;br /&gt;5. Satu yang pasti adalah buku ini menjawab hampir semua pertanyaan dan tema kontroversial di forum diskusi DSH;&lt;br /&gt;6. Saya tidak bisa menuliskan kelebihan (yang tentunya terdapat pula kesalahan di dalamnya karena yang pasti sempurna adalah Alquran) yang ada pada buku ini, karena saking banyaknya. Saran saya buku ini layak untuk dibaca bagi para penggiat dakwah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohua’lam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;11:56 18 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7945725090680356253?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7945725090680356253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7945725090680356253&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7945725090680356253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7945725090680356253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/siapa-teroris-siapa-khawarij.html' title='Siapa Teroris? Siapa Khawarij?'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-8209989534309724123</id><published>2007-04-19T12:43:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:44:33.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>VIRUS KAWASAKI BUKAN VIRUS MURAHAN</title><content type='html'>VIRUS KAWASAKI BUKAN VIRUS MURAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Ekokardiografi pada jantung anak pertama kami, Haqi, menunjukkan hasil negatif dari akibat serangan virus Kawasaki—virus luar negeri yang dideteksi telah masuk Indonesia setahun lalu. Ini sangat melegakan kami yang sempat panik saat seminggu lalu (08/09) mendapat vonis dari dokter spesialisasi anak di salah satu rumah  sakit ibu dan anak Depok, bahwa haqi terkena virus ini. &lt;br /&gt;Awalnya tiga minggu lalu, Haqi sepulang dari sekolah mengadukan apa yang dideritanya. Sekujur tubuhnya terutama di bagian badan menderita bercak-bercak merah seperti tampak. Kami menanggapinya dengan biasa-biasa saja karena ini mungkin cuma penyakit kulit biasa saja.  Lalu kami meminta obat antiseptik kepada tetangga kami, seorang bidan yang juga membuka rumah persalinan di komplek kami. &lt;br /&gt;Namun, obat antiseptik itu tidak bekerja dengan baik. Tapi malah suhu badan Haqi semakin bertambah, oleh karena itu esoknya kami memutuskan untuk membawanya ke dokter klinik terdekat di daerah kami. Alhamdulillah, setelah diberi obat-obatan dari dokter tersebut, suhu badan Haqi berangsur-angsur turun, dan setelah kurang lebih dua hari bercak-bercak itu hilang. Dokter Cuma mendiagnosa bercak-bercak itu sebagai akibat panas dalam yang diderita Haqi.&lt;br /&gt;Anehnya, setelah itu kulit tangan Haqi terutama di bagian telapak tangan dan juga di jari-jari kakinya mengelupas. Tapi ketika kami tanyakan apa yang dirasakan sekarang oleh Haqi, ia cuma menggeleng saja. Kulit yang mengelupas itu sempat menjadi bahan mainan Haqi, dengan gunting ia pun memotong kulit yang benar-benar telah mengelupas itu. Hasil dari kulit yang mengelupas itu adalah telapak tangan Haqi menjadi kemerahan dan terasa kasar. &lt;br /&gt;Tidak hanya kulit tangan yang mengelupas, sudut-sudut bibirnya pun seperti luka, dan lidahnya sakit karena sariawan. Puncaknya dua minggu setelah bercak-bercak itu muncul, Haqi kembali panas sambil merasakan sakit di lidahnya itu. Kami pun mencoba konsultasi ke dokter spesialisai anak untuk masalah sariawan ini sekalian bertanya tentang mengapa anak ini kurus sekali walaupun asupan susunya banyak. &lt;br /&gt;Ternyata oleh dokter yang diperhatikan bukanlah masalah sariawannya tetapi bekas bercak-bercak di badan serta kulit telapak tangan yang mengelupas itu. Setelah mendengar keterangan kami dan melihat secara fisik kondisi Haqi (suhu tubuhnya naik menjadi 39 derajat celsius) Dokter pun mendiagnosa bahwa Haqi terkena Kawasaki Diseases. Penyebabnya adalah virus yang bila tidak ditangani secara dini maka akan berkomplikasi ke Jantung. &lt;br /&gt;Dokter pun memerintahkan kami supaya memeriksa darah Haqi di laboratorium terlebih dahulu. Selain itu dokter memberikan resep obat yang salah satu obatnya itu mengandung ibuprofen—bila diberikan kepada anak yang terkena virus kawasaki maka tidak akan ada pengaruh. Karena menunggunya hasil lab itu terlalu lama, sedangkan Haqi sudah merengek-rengek minta pulang dan sudah tidak kuat menahan sakit di lidahnya, maka kami putuskan untuk pulang dengan menitipkan hasil lab itu kepada salah seorang tetangga kami yang kebetulan sedang bekerja di lab tersebut.&lt;br /&gt;Malam harinya, suami tetangga kami itu—sebut saja Pak Jumani—mengetuk pintu kami dan menyerahkan hasil lab tersebut dan memberitahukan bahwa  Haqi ditengarai positif terkena virus Kawasaki. Saran dokternya adalah segera dilakukan ekokardiografi. Lalu bila besok pagi panasnya tidak turun maka harus segera kembali ke dokter tersebut.&lt;br /&gt;Syukurnya di tengah kepanikan kami Pak Jumani yang juga seorang analis lab itu mengendorkan kepanikan kami. Ia mengatakan bahwa hasil lab memang sudah pasti tapi diagnosa dokter bisa berbeda-beda. Oleh karena itu kami disarankan untuk mencari second opinion sekalian ekokardiografi di rumah sakit anak dan bersalin (RSAB) Harapan Kita. Apa yang dikatakannya melegakan kami ditambah keesokan harinya suhu badan Haqi sudah turun. Dan kami putuskan untuk menunda mencari second opinion itu pagi itu, tapi setelah obat ini habis.  &lt;br /&gt;Hari ini (14/09), seminggu setelah kami mendapat vonis itu, kami menuju RSAB Harapan Kita untuk menuntaskan rasa kepanasaran kami apalagi ditambah setelah kami membaca artikel-artikel yang kami cari di Internet tentang virus ini. Membaca semua itu jelas mengagetkan kami, apalagi ini efeknya akan terasa kembali 10 tahun lagi bagi si penderita. Kami tidak bisa membayangkan bahwa anak kami ini kan mengalami kelainan jantung.&lt;br /&gt;Segera setelah konsultasi dengan dokter spesialisasi anak kami dirujuk untuk dilakukan ekokardiografi  di dokter lain pada rumah sakit yang sama—dr Syarif namanya. Setelah mendengarkan penjelasan kami dengan teliti, terutama mengecek bermulanya derita itu secara detil per tanggal, dr. Syarif menyarankan kami untuk dilakukan ekokardiografi. Saran yang diutarakan kepada kami dengan segan-segan karena ini menyangkut biaya dan setelah secara rinci dijelaskan tentang kegunaan dari tes ini. &lt;br /&gt;Syukurnya kami tidak terperanjat dengan biaya yang diajukan oleh dr. Syarif, karena kami sudah bertekad untuk menuntaskannya. Biayanya Rp300.000,00 hanya untuk tes tersebut, belum termasuk jasa dua orang dokter dan jasa rumah sakit. &lt;br /&gt;Hasilnya seperti yang dijelaskan di awal, jantung anak kami normal-normal saja. Katup-katup, arteri koronernya normal. Tidak ada yang bermasalah. Dr Syarif pun mengatakan bahwa gejala-gejala yang diderita sangat berlawanan dengan apa yang menjadi karakter serangan virus yang hanya menyerang anak-anak ini. &lt;br /&gt;Alhamdulillah, tuntas sudah rasa kepenasaran kami, tinggal melanjutkan mencari penyebab mengapa badan anak kami selalu kurus. Kami dirujuk untuk konsultasi ke dokter kulit dan kelamin, dokter THT, dan melakukan serangkaian tes lagi yaitu tes mantuk dan rontgen dada. Setelah berkonsultasi dengan dokter Syarif, konsultasi dan pengobatan ini bisa sambil jalan saja, tidak harus dilakukan pada hari ini. &lt;br /&gt;Terpenting adalah kepastian yang menggembirakan kami dari hasil ekokardiografi tersebut bahwa anak kami tidak terserang virus Kawasaki. Karena bila terserang, penyembuhannya lama berkisar dua sampai dengan tiga bulan,  obatnya pun sungguh mahal sekali. Sebotol dosis tertentu mencapai harga Rp3.500.000,00. Dan ini tergantung dengan berat badan si penderita, bila si anak beratnya mencapai 25kg, maka obat yang diperlukan sebanyak 10 botol (2,5kg/botol). Hitung saja...ternyata virus ini virus mahal, virus luar negeri dan bukan kampungan pula. Semoga anak-anak kita terhindar dari virus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi tambahan, berikut salah satu artikel mengenai virus ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus Kawasaki Mengancam Jiwa Anak&lt;br /&gt;24 Agustus 2005 &lt;br /&gt;Di ambil dari http://www.cbn.net.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah digegerkan virus flu burung, kini, masyarakat dikejutkan dengan adanya virus Kawasaki. Virus Kawasaki yang menyerang seorang anak dan dirawat di RS Harapan Kita tidak perlu terlalu dikhawatirkan mengingat virus tersebut sangat langka di Indonesia. Dan, menurut Menkes Siti Fadillah Supari, virus Kawasaki ini selalu ada, tapi bisa diobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Virus Kawasaki itu memang selalu ada. Itu virus biasa. Tapi, pada orang-orang tertentu, ada yang mengakibatkan reaksi imunologis yang akan berefek pada jantung," kata Menkes kepada wartawan usai silaturahmi bersama pejabat eselon I Depkes dengan pemimpin media massa di Hotel Twin Plaza, Slipi, Jakarta, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang dirawat di RS Harapan Kita memang memiliki gejala klinik yang mirip virus Kawasaki. Virus yang pertama kalinya muncul di Jepang ini, menimpa anak dan berkomplikasi dengan pembuluh darah jantung. "Kemarin yang di Harapan Kita itu, tampaknya begitu. Tapi ini bisa diobati," lanjut Menkes. Kasus virus Kawasaki ini masih sedikit di Indonesia. Tahun lalu, tercatat ada dua orang yang terkena virus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam Tinggi, Waspadalah!&lt;br /&gt;Lalu, apa sih virus kawasaki itu atau dalam dunia medis dikenal dengan Sindrom Kawasaki atau sindrom kelenjar getah bening Mukokutaneus, Sindrom ini merupakan suatu penyakit non-spesifik, tanpa agen infeksius tertentu. Penyakit ini menyerang penderita pada bagian selaput lendir, kelenjar getah bening, lapisan pembuluh darah dan jantung. Penyebab pasti dari Sindrom Kawasaki hingga saat ini belum diketahui. Namun diperkirakan penyebabnya toksin superr antigen bakteri yang dikeluarkan staphylococcus aureus atau oleh grup A. streptococci, demikian menurut uraian Dr. Susilo, spesialis anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini pertama kali ditemukan di Jepang sekitar tahun 1960-an. Dan, penyakit inipun menyerang anak berumur 2 bulan sampai S tahun dan 2 kali lebih Bering ditemukan pada anak laki-laki, lanjut Susilo. Sekitar 80 persen kasus ditemukan pada balita. Kasus sindrom kawasald terjadi banyak pada musim dingin atau musim semi di beberapa negara. Jepang merupakan negara yang paling banyak ditemukan kasus ini. Puncaknya terjadi pada tahun 1984 - 1985. KLB dilaporkan pemah terjadi pada beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Penyakit ini telah tersebar diseluruh dunia. Namun cara penularan belum diketahui dan belum ada bukti terjadi penularan dari orang ke orang. Bahkan masa inkubasi dan masa penularan virus kawasaki belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang untuk mendiagnosis penderita terserang virus Kawasaki bukanlah perkara mudah, ujar Susilo. Diagnosis baru dapat dilakukan bila terjadi demam yang turun naik dengan suhu tubuh 39 derajat celcius selarna lebih dari 5 hari. Dan, demam tersebut tidak memberikan respon terhadap asetaminofen maupun ibuprofen dalam dosis normal. Gejala lain yang perlu diperhatikan terjadi kerewelan pada anak dan tampak mengantuk. Kadang anak merasakan nyeri dan kram di perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu terjadi pula ruam kulit di batang tubuh dan di sekeliling daerah yang tertutup popok. Atau dapat pula ruam terjadi di bagian selaput lendir, lapisan inulut clan vagina misalnya. Anak yang terserang penyakit Kawasaki menunjukkan pula gejala seperti bibir merah, kering dan pecah-pecah, lidah merah seperti stroberi, dan tenggorokan merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa minggu, ada tiga fase perkembangan dari penderita virus kawasaki, yakni fase demam akut berlangsung kira kira 10 hari yang ditandai dengan demam tinggi, kelainan kulit yang muncul secara cepat dan mendadak sebagai akibat dari penyakit, pembengkakan kelenjar, kulit merah karena terjadi pelebaran pembuluh darah. Setelah fase akut, terjadi fase subakut yang berlabgsung kira-kira dua minggu ditandai dengan demam, trombositosis, pengelupasan sisik-sisik lapisan tanduk epidermis (desquamasi), dan mulai menurunnya demam. Sedangkan fase berikutnya adalah fase konvalesen yang panjang ditandai dengan menghilangnya gejala klinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi Jantung&lt;br /&gt;Sebenarnya, jika gejala awal cepat diketahui maka penanganan penyakit akan cepat dilakukan. Yang justru dikhawatirkan dengan penyakit kawasaki ini jika terjadi komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, sekitar 5-20 persen penderita mengalami komplikasi jantung, yang biasanya timbal pada minggu ke 2-4. Jika tidak terjadi komplikasi jantung, biasanya akan terjadi pemulihan sempurna. Sekitar 1-2% penderita meninggal, biasanya akibat komplikasi jantung; 50% diantaranya meninggal pada bulan pertama, 75% meninggal pada bulan kedua, 95 % meninggal pada bulan keenam. Tetapi kematian bisa terjadi 10 tahun kemudian dan kadang secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi bisa berupa peradangan adangan arteri koroner yakni arteri yang membawa darah ke jantung, pelebaran bagian dari arteri koroner (aneurisma), peradangan kantung jantung (perikarditis), peradangan otot jantung (Miokarditis akut, gagal jantung, dan kematian otot jantung (infark miokard). Penyakit sindrom kawasaki selain komplikasi dengan jantung, dapat pula terjadi komplikasi lainnya, seperti ruam yang tidak biasa, nyeri atau peradangan sendi (terutama sendi-sendi yang kecil), peradangan non-infeksius pada selaput otak (meningitis aseptik), peradangan kandung empedu, dan diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan yang Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sindrom kawasaki tidak diketahui penyebabnya secara pasti, jadi tidak ada cara untuk pencegahan. Yang terpenting untuk Anda adalah segera menghubungi dokter bila anak Anda terserang demam tinggi. Demam tersebut apakah dengan gejala atau tanpa gejala dari sindrom kawasaki. Dengan pemeriksaan segera dokter dapat mengetahui segera sebab-sebab dari demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, bila buah hati Anda dinyatakan terserang virus kawasaki, maka pihak medis akan segera memberikan pengobatan. Pengobatan dini secara berarti dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan pada arteri koroner dan mempercepat pemulihan demam, ruam dan rasa tidak nyaman. Selama 14 hari diberikan immunoglobulin dosis tinggi melalui infus dan aspirin dosis tinggi melalui mulut. Setelah demam turun, biasanya aspirin dalam dosis yang lebih rendah diberikan selama beberapa bulan untuk mengurangi risiko kerusakan arteri koroner dan pembentukan bekuan darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan EKG akan dilakukan beberapa kali untuk mendeteksi adanya komlikasi jantung. Aneurisma yang besar diobati dengan aspirin dan obat anti pembekuan (misalnya warfarin). Aneurisma yang kecil cukup diatasi dengan aspirin. Jika anak menderita influenza atau cacar air, untuk mengurangi resiko terjadinya sindroma Reye, sebaiknya untuk sementara waktu diberikan dipiridamol, bukan aspirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadai Gejala Berikut&lt;br /&gt;• Demam yang turun-naik, tetapi biasanya diatas 39° Celsius, sifatnya menetap (lebih dari 5 hari) dan tidak memberikan respon terhadap asetaminofen maupun ibuprofen dalam dosis normal&lt;br /&gt;• Rewel, tampak mengantuk&lt;br /&gt;• Kadang timbul nyeri kram perut&lt;br /&gt;• Ruam kulit di batang tubuh dan di sekeliling daerah yang tertutup popok&lt;br /&gt;• Ruam pada selaput lendir (misalnya lapisan mulut dan vagina)&lt;br /&gt;• Tenggorokan tampak merah&lt;br /&gt;• Bibir merah, kering dan pecah-pecah&lt;br /&gt;• Lidah tampak merah (strawberry-red tongue),&lt;br /&gt;• Kedua mata menjadi merah, tanpa disertai keluarnya kotoran.&lt;br /&gt;• Telapak tangan dan telapak kaki tampak merah, tangan dan&lt;br /&gt;kaki membengkak&lt;br /&gt;• Kulit pada jari tangan dan jari kaki mengelupas (pada hari ke&lt;br /&gt;10-20)&lt;br /&gt;• Pembengkakan kelenjar getah bening leher&lt;br /&gt;• Nyeri persendian (atralgia) dan pembengkakan, seringkali simetris (pada sisi tubuh kiri dan kanan).&lt;br /&gt;Pemeriksaan Medis&lt;br /&gt;Ada beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk penderita sindrom kawasaki, yakni:&lt;br /&gt;• EKG. yang bisa menunjukkan tandatanda dari miokarditis, perikarditis, artritis, meningitis aseptik atau vaskulitis koroner,&lt;br /&gt;• Hitung darah lengkap, yang menunjukkan peningkatan jumlah sel darah, putih dan anemia (berkurangnya jumlah sel darah merah); pemeriksaan darah berikutnya menunjukkan peningkatan jumlah trombosit,&lt;br /&gt;• Rontgen dada,&lt;br /&gt;• Analisa air kemih yang bisa menunjukkan adanya nanah atau protein dalam air kemih.&lt;br /&gt;Penanganan Penderita&lt;br /&gt;• Bila ada kasus dilaporkan ke instansi kesehatan dengan segera.&lt;br /&gt;• Isolasi tidak dilakukan.&lt;br /&gt;• Tidak diperlukan desinfeksi serentak.&lt;br /&gt;• Tidak perlu karantina.&lt;br /&gt;• Imunisasi dengan kontak tidak dilakukan.&lt;br /&gt;• Investigasi dilakukan jika terjadi KLB untuk mengetahui etiologi dan faktor risiko.&lt;br /&gt;Sumber: Tabloid Ibu &amp; Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;Dedaunan Di Ranting Cemara&lt;br /&gt;02:43 14 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-8209989534309724123?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/8209989534309724123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=8209989534309724123&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/8209989534309724123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/8209989534309724123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/virus-kawasaki-bukan-virus-murahan.html' title='VIRUS KAWASAKI BUKAN VIRUS MURAHAN'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5638378653540114862</id><published>2007-04-19T11:41:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T12:42:16.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>CALON GUBERNUR KUDU BISA BACA ALQURAN</title><content type='html'>CALON GUBERNUR KUDU BISA BACA ALQURAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini mungkin menjadi yang paling unik dan satu-satunya di dunia, tes membaca Alqur’an untuk setiap calon kepala daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Berarti setiap calon yang tidak lulus dari tes ini maka ia dipastikan tidak akan lolos menjadi bakal calon gubernur NAD. Karena salah satu syarat dari berbagai macam syarat menjadi gubernur NAD setiap calon harus mampu membaca Alqur’an dengan baik dan benar tepatnya tartil dan sesuai dengan ilmu tajwid.&lt;br /&gt; Ini yang saya dengar dan lihat dari berita di televisi saat dilakukannya tes tersebut di Masjid Baiturrahman. Walaupun sampai detik ini saya belum mendengar kabar terakhir dari hasil tersebut tapi setidaknya bagi saya ini merupakan capaian prestasi mengagumkan dari negeri serambi Mekkah ini untuk mencari pemimpin yang benar-benar amanah dan sesuai syariat Islam tentunya. Suatu capaian dahsyat setelah negeri itu diterpa dengan kekejaman rezim terdahulu, perang saudara, dan bencana terpedih yang tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Aceh sendiri tapi seluruh saudara-saudaranya ditanah air tercinta ini. &lt;br /&gt; Penerapan syarat kemampuan membaca Alqur’an ini tentunya merupakan satu capaian sukses dari capaian-capaian lainnya. Seperti yang kita ketahui bersama salah satu capaian lainnya itu adalah penerapan hudud berupa hukuman cambuk bagi para pelaku maksiat seperti judi dan zina. Suatu hal yang ditentang habis-habisan oleh para sekuler negeri ini tanpa memahami kerinduan yang dirasakan masyarakat Aceh terhadap penerapan syariat Islam di negeri itu. &lt;br /&gt; Ada satu pertanyaan menggelitik dari diterapkannya uji kemampuan membaca Alqur’an ini. Apakah kemampuan membaca Alquran itu mempunyai relevansi yang signifikan dengan keberhasilan sang pemimpin untuk dapat menyejahterakan masyarakatnya, menghilangkan ketidakjujuran yang bermuara ke korupsi, mengurangi kriminalitas dan parameter-parameter lainnya dari keberhasilan suatu kepemimpinan daerah?&lt;br /&gt; Tentunya jawaban yang akan diberikan adalah jawaban yang panjang sepanjang perkembangan peradaban Islam yang bermula pada era keemasan rasulullah saw sampai saat ini. Dari janji Allah dan RasulNya yang mulia Muhammad SAW, maka dapat dipastikan jawabannya adalah 100% ya. Dengan satu syarat jika Alquran itu tidak sekadar dibaca oleh pemimpin yang memang mampu untuk membacanya. Jika sang pemimpin itu, tidak berhenti di titik itu saja. Sang pemimpin harus mampu untuk mennadabburi dan mengamalkannya. Itu saja.&lt;br /&gt; Ya, Bagaimana mungkin dia mampu mengetahui isi Alquran yang merupakan pedoman itu sedangkan ia tidak mampu untuk membacanya. Tidak cukup dengan terjemahannya? Tentu tidak, karena aktivitas membaca Alquran adalah aktivitas bernilai ibadah yang satu hurufnya bisa bernilai 10 kebaikan. Yang bila dijumlahkan terdapat berjuta-juta nilai kebaikan. Bila diulang-ulang terus maka dilipatkan pula nilai kebaikan yang didapat itu. Maka sang pemimpin pun menjadi seseorang yang mempunyai modal untuk melangkah kepada kebaikan-kebaikan lainnya. &lt;br /&gt; Tidak hanya itu selain mendapatkan nilai kebaikan sang pemimpin akan mempunyai kekuatan ruhiyah, intelektual, atau sikap mental yang tinggi, positif dan tidak mudah tertipu dengan kenikmatan semu karena Alquran adalah cahaya yang menerangi, pengingat dan rahmat bagi umat manusia.&lt;br /&gt; Aktivitas membaca Alquran itu pun adalah jalan bagi para pemimpin untuk memperoleh petunjuk kebenaran dan menjadikan dirinya senantiasa sensitif terhadap kemungkaran. Ia akan mampu untuk memperoleh satu syarat mutlak kepemimpinan dalam Islam yakni kemampuan membedakan kebenaran dan kebathilan sebagaimana salah satu nama Alquran itu sendiri adalah Alfurqon yakni pembeda (antara yang hak dan batil). Ia akan mampu membedakan kebenaran yang berada pada cahaya—pada akhirnya selesailah semua permasalahan—dengan kebatilan yang selalu berada di sisi gelap atau kejahiliyahan yang merupakan sumber masalah umat dan perintis munculnya masalah.&lt;br /&gt; Semua inilah yang memang harus lekat pada diri pemimpin-pemimpin kita. Agar senantiasa mereka tercerahkan dan selalu memikirkan keadaan rakyatnya. Dan saat ini kita memang merindukan pemimpin yang demikian, tidak hanya untuk rakyat Aceh juga semua rakyat Indonesia yang merindukan terciptanya negeri tercinta ini menjadi baldatun thoyyibatun warobbun ghoffur. Kapan ia akan datang? Tunggu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  121. Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[84], mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [Al Baqarah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Intermezo:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ustadz Hidayat Nurwahid hafal 30 juz (berita ini sedang dalam konfirmasi)&lt;br /&gt;2. Mantan Menteri Agama juga hafal 30 Juz, tapi dituduh melakukan korupsi. Siapa salah? Alqur’an mungkin sekadar bacaan saja. Nul Aplikasi.&lt;br /&gt;3. Salah satu menteri di New Era  pernah berkunjung ke sebuah pesantren dan berdialog dengan dengan salah satu santri kecil di sana yang sudah hafal 30 juz, Sang Menteri bertanya: ”berapa juz lagi dek hafalnya...? Weks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;02:46  11 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5638378653540114862?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5638378653540114862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5638378653540114862&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5638378653540114862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5638378653540114862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/calon-gubernur-kudu-bisa-baca-alquran_19.html' title='CALON GUBERNUR KUDU BISA BACA ALQURAN'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1212101247989419918</id><published>2007-04-19T11:38:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T11:39:49.916+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>ZINAI ISTRI TETANGGA</title><content type='html'>ZINAI ISTRI TETANGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kultum kemarin di masjid Shalahuddin Kalibata, saya yang maju karena memang sudah dapat gilirannya. Saya nervous, saya tidak pandai bicara, saya demam panggung, saya batuk-batuk (kebiasaan begini memang kalau lagi stress), saya cuma bisanya nulis, ngeblog lagi. Tapi apa mau di kata tugas ya tugas. Saya memberanikan diri untuk menyampaikan secuil nasehat. Nasehat yang diharapkan bisa dilakukan oleh saya khususnya dan para jama’ah tentunya. &lt;br /&gt;Keberanian ini memang harus diadakan karena dalam rangka kebaikan mengapa harus malu. Sedangkan banyak sekali orang yang melakukan kejahtan dan dosa malah bangga dengan dosanya itu. Ah yang benar....? Bener, coba saja lihat di fordis portal DJP, begitu banyak orang dengan entengnya menampilkan gambar-gambar seronok, tidak senonoh, tidak sopan, dan lain sebagainya. Eh...saat dinasehatin, malah ketawa-tawa, cengengesan, bangga lagi. Aneh...&lt;br /&gt;Ya tapi tentang keberanian maju ke depan itu memang banyak godaannya. Godaan supaya kita tidak bisa bersikap ikhlas gitu loh...Godaan dengan senangnya dipuji orang dan ketakutan karena celaan orang. Ini sama-sama tidak ikhlasnya loh...Tidak berhenti di saat mau kultum atawa sudah berakhirnya kultum. Ditengah perjalanan pun si setan dengan mudahnya mengajak kita dalam kesesatan. Yakni dengan menikmati godaannya. Coba apa godaannya. &lt;br /&gt;”Wahai manusia, tuh lihat betapa orang-orang seakan terpana mendengar omonganmu, maka cobalah bergaya dikit, tambah lagi intonasi suaramu...” kata setan. Intinya supaya kita ingin terlihat bagus di mata manusia, pujian lagi akhirnya. Dan tidak menginginkan kebaikan kita di mata Allah. Kalau begini caranya, niscaya sia-sia perbuatan kita ini. Sudah apa yang disampaikan tidak berbekas karena tidak berasal dari hati, tidak akan pernah lama ada dalam benak pendengar, juga tidak akan mendapat apa-apa dariNya. Masak menjual akhirat kita dengan hal dunia yang remeh temeh seperti ini sih...syirik lagi.&lt;br /&gt;Nothing to lose poinnya. Biarlah apa dikata orang, mau memuji kek silakan, mau mencela, mengutuk, mencela, melaknat, ya silakan saja. Cuma penilaian Allah saja kok yang kita harapkan. Betul begitu kan? Tidak untuk yang lain. Tapi saya rasakan benar-benar susah sekali belajar ilmu ikhlas, ilmu yang dikejar-dikejar sama Andre Stinky untuk bisa melamar Sarah, karena calon mertuanya—Dedi Mizwar—menyaratkan demikian. Yah...namanya juga manusia, hidup senantiasa untuk memperbaiki diri. &lt;br /&gt;Coba kita simak apa yang AsySyahid Hasan Al Banna berbicara Al-ikhlas dalam Rísalah Ta’alim-nya:&lt;br /&gt;”Yang kami kehendaki dengan ikhlas adalah bahwa seorang al-akh muslim dalam setiap kata-kata, aktivitas, dan jihadnya, semua harus dimaksudkan semata-mata untuk mencari ridha Allah dan pahala-Nya, tanpa mempertimbangkan aspek kekayaan, penampilan, pangkat, gelar, kemajuan, atau keterbelakangan. Dengan itulah, ia menjadi tentara fikrah dan aqidah, bukan tentara kepentingan dan ambisi pribadi.”&lt;br /&gt;Ah…jelas sudah bukan untuk ambisi pribadi. Tepat sekali. Menusuk dan menohok ke jantung. Bukan pula untuk yang lanilla, yaitu segala yang dapat meningkatkan harkat dan martabatnya di mata manusia.Jelas sudah.&lt;br /&gt;Dengan berupaya nothing to lose itulah saya maju ke depan membahas satu hadits pada waktu yang singkat itu, cuma tujuh menit belaka.  Diambil dari kitab Al-Wafie, terjemahan kitab syarah hadits Arbain. Saya mengambil hadits yang ke-15, yakni hadits tentang etika orang beriman. &lt;br /&gt;Kurang lebihnya demikian hadits yang diriwayatkan Bukhari Muslim ini:&lt;br /&gt;Tidaklah beriman pada Allah dan hari akhir sampai ia berkata baik atau diam, menghormati tetangga, dan memuliakan tamu.&lt;br /&gt;Berkenaan dengan adab menghormati tetangga itu ada salah satu hadits di buku tersebut yang mengutarakan tentang bentuk penzaliman kepada tetanggga yaitu pada hadits di mana suatu saat Rasulullah ditanya perbuatan apa yang termasuk dosa besar. Rasulullah menyebut perbuatan pertama yaitu menyekutukan Allah, lalu setelah ditanya lagi perbuatan apa setelah itu adalah perbuatan membunuh anak, dan terakhir adalah menzinahi istri tetangga.&lt;br /&gt;Nah, pada poin menzinahi istri tetangga itulah saya tekankan sampai dua kali. Sampai di sini tidak ada masalah. Delapan menit pun berlalu, kultum pun selesai. Baru setelah turun dari mimbar dan kembali ke ruangan kantor, teman saya pun berkomentar tentang masalah menzinahi istri tetangga. Ternyata ia melihat banyak jamaah yang saling berbisik saat saya mengutarakan hal ini. &lt;br /&gt;Dan teman saya yang lain mengirim SMS kepada saya, begini bunyinya:&lt;br /&gt;[....tapi jangan terlalu penekanan dong pada poin berzina sama tetangga, 2 kali lo Za, aku melihat banyak yang senyum lo poin itu, kayak di film saja]&lt;br /&gt;Bukan hanya di fim saja, di media massa, wabil khusus di  Poskota sering kita lihat fenomena ini. Itulah hebatnya Rasulullah, masalah ini tenyata benar-benar dipahami betul oleh beliau 14 abad yang lalu sehingga mewanti-wanti kepada umatnya untuk menghindari ini.&lt;br /&gt;Paginya, saat saya bersilaturahim dengan kawan di Subbagian Umum, ternyata ada teman juga yang mengomentari kultum saya. Lagi-lagi tentang menzinahi istri tetangga, penekanannya pada pelarangan menzinahi istri tetangga, berarti boleh dong menzinahi istri bukan tetangga. Halah.... &lt;br /&gt;Seharusnya kita melihat kaidah yang lebih umum yaitu pelarangan berzina dengan yang bukan haknya. Yaitu pelarangan berzina dengan siapapun orangnya di luar hukum agama termasuk berzina dengan binatang. Yang mana hukum dari berzina ini sudah termasuk dosa besar. Apalagi menzinahi istri tetangga, bisa lebih besar lagi dosa yang didapat untuk para pelakunya. Botullll....&lt;br /&gt;Yah itulah di saat saya lagi tidak melucu, orang bisa juga menganggap omongan saya lucu. Tapi di saat saya lagi melucu, tidak ada tuh orang yang tertawa...? (sudah bisa ditebak joke saya basi habisssss...).&lt;br /&gt;So, zinahi istri tetangga....Na’udzubillaahimindzaalik, Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan yang sedemikian rupa. Forever, ever,ever ...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;02:58 08 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1212101247989419918?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1212101247989419918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1212101247989419918&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1212101247989419918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1212101247989419918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/zinai-istri-tetangga.html' title='ZINAI ISTRI TETANGGA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7895586176050955927</id><published>2007-04-19T11:35:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T11:36:52.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>Saya Bukan Juru Ledak</title><content type='html'>Saya Bukan Juru Ledak&lt;br /&gt;(Ikuti Milis Bermanfaat) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu manfaat kita mengikuti milis adalah kita bisa berbagi. Yang paling penting adalah berbagi informasi dan apa saja terkecuali—seperti yang selalu teman saya bilang , Mas Soy—hati dan perasaan (halah…). &lt;br /&gt;Tentunya milis yang benar-benar menjadikan diri kita insider bukan outsider. Maksudnya milis itu memang berkaitan dengan yang segala sesuatu kita sukai bukan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kita.  Tapi ada saja yang memang mengikuti milis bukan untuk take and give tapi memberi saja. Biasanya ini cuma untuk penyebaran opini, pemasaran bisnis pribadi, atawa spam tidak bermutu.&lt;br /&gt;Kalau kita mengikuti milis yang tidak disukai, tepatnya memang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kesukaan, hobi, atau pekerjaan kita maka bersiap-siaplah menjadi orang yang terasing, yang bloon dan melongo tidak tahu apa yang didiskusikan. Hasilnya ini membuang-buang bandwith saja. Lalu buat apa dipertahankan, so tinggal unsubscribe saja. &lt;br /&gt;Contoh terbaru adalah saat saya mengikuti milis pekerja tambang. Niat pertama saya adalah mungkin saya bisa berbagi tentang pengetahuan perpajakan saya, sehingga para peserta milis setidaknya merasakan sedikit manfaat dari keberadaan dan eksistensi saya (halah…lagi). Eh…ternyata memang pajak dari sononya tidak disukai, kalau bisa ya dihindari saja (kalau masalah ini sih  basic instinct, atawa wild instinct dari manusia). Jadinya tidak ada yang pernah menanyakan hal ini. Malah saya yang terlongong-longong membaca istilah-istilah aneh seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planning, Monitoring and Evaluation Project with the Logical Framework Approach (LFA),&lt;br /&gt;sertifikat juru ledak &lt;br /&gt;kandungan TiO2 &gt;12% &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wah…kalau dulu saya memang pernah jadi juru tapi bukan yang berkaitan dengan dinamit dan TNT tapi Jurusita, profesi khusus dengan segala sesuatu yang membuat Wajib Pajak gemetar dan tidak bisa tidur karena membaca surat teguran, surat paksa dan surat sita.  Dan maaf juga yah, saya sekarang bukan di PMA Tiga lagi, saya sudah tidak mengurusi kilaunya emas dan sangitnya batubara. Yang saya urusi sekarang adalah sepatu, tekstil, dan tembakau. Jadi beda jauh, ibarat bedanya Squall sama saya (emang sudah beda dari dulu). Saya mengambil langkah tepat, saya bukan juru ledak, saya bukan pekerja tambang, saya tidak mendapatkan apa-apa di sana, saya cabut dari milis pekerja tambang.&lt;br /&gt; Kembali tentang kegunaan kita mengikuti milis—yang saya ikuti adalah keadilan4all—saya seringkali mendapatkan informasi terkini tentang perkembangan dunia Islam karena ada satu peserta milis yang sangat konsisten untuk mengupload berita-berita terkini dari internet. Ada lagi yang konsisten sekali untuk menampilkan tanya jawab dari Pusat Konsultasi Syariah, atau tentang tipu daya Amerika terhadap dunia Islam dengan menampilkan berita asli dari situs luar negeri. &lt;br /&gt;Nah, yang paling gua demen adalah semangat berbagi di saat peserta lain membutuhkan sesuatu misalnya tentang permintaan softcopy materi daurah, informasi seminar, atau daftar-daftar informasi penting lainnya.Dua hari ini saya diminta bantuannya oleh beberapa teman untuk memberikan informasi seputar SDIT di Jakarta Selatan dan materi daurah. &lt;br /&gt;Sudah jelas saya tidak tahu mengenai masalah ini, tapi saya berusaha ketika saya tidak bisa mampu memberi yang diminta setidaknya saya bisa membantu dengan memberikan kepada mereka info siapa yang harus mereka hubungi. Tidak hanya itu, saya kemudian mengirimkan permintaan bantuan kepada para peserta milis. Dan alhamdulillah, responnya luar biasa. Tidak berapa lama apa yang teman saya butuhkan bisa segera didapat. Ternyata yang membantu adalah kawan-kawan dari pajak juga yang ikut milis itu. Syukurlah…saya cukup puas sekali kalau saya bisa sedikit membantu.  &lt;br /&gt;Sekarang, milis yang saya ikuti adalah keadilan4all, forum_lingkarpena, dan Belajar_IT. Yang disebut terakhir, sedang dipertimbang-timbang untuk keluar juga. Karena belum ada manfaat yang bisa saya ambil. Tapi saya perlu waktu lagi untuk menelisik lebih dalam, apakah milis ini berguna bagi saya atau tidak. Agar saya benar-benar bisa menjadi insider bukan outsider yang tidak punya inner beauty dan outer beauty. Loh....loh...loh...kagak nyambung lagi...&lt;br /&gt;Kesimpulannya—ini memang harus benar-benar disimpulkan karena bisanya si TJ malas membacanya, dan cuma bisa minta ringkasannya saja. Pertama, ikutilah milis yang benar-benar bermanfaat untuk kita, kedua, ikuti milis yang bisa menjadikan diri kita menjadi bagian dari milis itu, dan ketiga yang para anggotanya suka untuk berbagi dan ringan tangan membantu sesama. Jika tidak, ledakkan saja, upss...saya bukan Amrozi dan bukan pula agen-agen barat, saya bukan pula juru ledak, maksudnya cabut saja, unsubscribe saja gitu loh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih untuk: &lt;br /&gt;Arman [LTO]; &lt;br /&gt;Winanto [Solo]; &lt;br /&gt;Muhammad Damiri [London Sumatera].&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;12:44 07 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7895586176050955927?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7895586176050955927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7895586176050955927&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7895586176050955927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7895586176050955927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/saya-bukan-juru-ledak.html' title='Saya Bukan Juru Ledak'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-6348853745376543398</id><published>2007-04-19T09:33:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:34:08.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selembar puisi'/><title type='text'>RENDA CINTA</title><content type='html'>RENDA CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah tiada jarak&lt;br /&gt;tiada lagi resah kesah&lt;br /&gt;tiada lagi lagu-lagu syahdu&lt;br /&gt;tiada lagi sunyinya malam&lt;br /&gt;tiada lagi dentingan yang mendayu&lt;br /&gt;tiada lagi bening di sudut mata&lt;br /&gt;tiada lagi merenung di balik jendela &lt;br /&gt;tiada lagi memandang rintik hujan&lt;br /&gt;saatnya merenda cinta bukan...?&lt;br /&gt;kau dan ia tentunya&lt;br /&gt;aku?&lt;br /&gt;cuma desiran angin yang menerpa wajahmu&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;Buitenzorg Semakin Dingin&lt;br /&gt;04:42 &lt;br /&gt;04 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-6348853745376543398?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/6348853745376543398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=6348853745376543398&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/6348853745376543398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/6348853745376543398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/renda-cinta.html' title='RENDA CINTA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-4866946951223873173</id><published>2007-04-19T09:32:00.001+07:00</published><updated>2007-04-19T09:32:55.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>SUATU SAAT SAYA AKAN MENGGIGIT KAMU</title><content type='html'>SUATU SAAT SAYA AKAN MENGGIGIT KAMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbulan-bulan sudah saya tidak pernah mencicipi kue ini. Ada sih kue sejenis ini: serabi solo. Kalau yang ini juga  saya doyan dan sering makan di Kalibata sini. Tapi saya ingin yang klasik, yang konvensional. Kue serabi yang biasa saja itu loh. Yang sering saya jumpai di kampung halaman di setiap ahad pagi sehabis jogging. &lt;br /&gt;Ada yang berwarna putih dan ada pula yang berwarna merah. Kalau yang putih tentu rasanya asin biasa atau gurih. Tapi yang merah  tentunya manis karena ditambah dengan gula merah cair oleh bibik-bibik penjual kue serabi. Dan sedapnya….tanpa di tambah-tambah dengan cairan gula lainnya seperti kue serabi yang ada di Bandung atau Jakarta.&lt;br /&gt;Waktu pulang ke Semarang kemarin (ini kemarinnya orang Jawa yah...) saya mencari-cari kue ini. Hasilnya nihil. Tidak barang sebiji pun yang bisa saya jumpai. Padahal saya sedang kangen-kangennya  sama itu tuh barang. Uh...&lt;br /&gt;Tapi, akhirnya Allah mempertemukan juga dengan kue itu. Tiga hari lalu, di rute baru yang saya tempuh dalam perjalanan menuju kantor, di dekat perlintasan kereta api Pasar Minggu menuju Condet, di ujung gang ada ibu muda penjual kue itu sedang asyik membakar serabi dalam gerabah hitamnya. Tapi karena saya sedang diburu oleh waktu untuk segera meletakkan jempol kiri ini di finger print maka saya tidak berhenti untuk mencicipi salah satu warisan kuliner nenek moyang kita itu. Tetapi saya sudah mengincarnya. ”Suatu saat saya akan menggigit kamu,”tekadku. &lt;br /&gt;Nah, hari ini, Jum’at, tanggal satu bulan September tahun dua ribu enam, saya kembali melewati jalan itu dan berhenti sejenak untuk membelinya. Tapi saya ingat saya cuma membawa satu lembar I Gusti Ngurah Rai dan dua lembar Pattimura. ”Wah, duit recehnya tidak ada lagi, padahal saya mau membeli banyak, setidaknya buat teman-teman di kantor,”pikir saya.&lt;br /&gt;”Bu, harganya berapa?”&lt;br /&gt;”Seribu dua, mas.”&lt;br /&gt;“ Ya, sudah saya beli empat.” &lt;br /&gt;“Empat ribu mas…?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Nggak Bu, saya cuma punya receh dua ribu, jadi empat biji saja.”&lt;br /&gt;Dengan sigapnya ia memilihkan buat saya serabi yang masih panas dan terlihat bersih. Tapi saya memintanya untuk mengambilkan yang bagian bawahnya menghitam, agar terasa khas sangit-sangit terbakarnya. &lt;br /&gt;Empat kue sudah berada di kantong plastik dan bertengger di stang bagian kiri motor yang sudah hampir mendekati kantor. Kini, sambil menulis ini, saya menggigit kue ini pelan-pelan, merasakan gruihnya (tidak lezat-lezat amat sih). Tapi yang pasti saya merasakan sensasi luar biasa, yaitu sensasi terpenuhinya rasa kangen saya terhadap kue kuno yang satu ini. Alhamdulillah, yang mana IA telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menikmati kue ini. &lt;br /&gt;Ngomong-ngomong masalah kenikmatan serabi, yang cuma kenikmatan kampung, dan cuma kenikmatan semu dunia maka kenikmatan mana lagi yang sempurna selain kenikmatan yang Allah persembahkan kepada orang-orang bertakwa.&lt;br /&gt;Pasnya lagi hari ini saya sering mengulang-ulang beberapa ayat di surat Al-Insaan ayat 41 s.d. 44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air&lt;br /&gt;Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini.&lt;br /&gt;(Dikatakan kepada mereka): ”makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa ayang telah kamu kerjakan”.&lt;br /&gt;Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;Setelah beberapa ayat itu, Allah menggambarkan tentang keadaan bagi orang-orang yang mendustakanNya di dunia.&lt;br /&gt;”...Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.”&lt;br /&gt;”Kecelakaanlah yang besar bagi orang-orang yang mendustakan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah...&lt;br /&gt;Ah, pagi ini serabi saya memberikan sedikit penyadaran bahkan banyak, untuk selalu sadar bahwa ada kehidupan setelah kematian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohua’lam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;08.29 01 September 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-4866946951223873173?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/4866946951223873173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=4866946951223873173&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4866946951223873173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4866946951223873173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/suatu-saat-saya-akan-menggigit-kamu.html' title='SUATU SAAT SAYA AKAN MENGGIGIT KAMU'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1608545652519008714</id><published>2007-04-19T09:30:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:31:39.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>SEMANGAT CINTA DI FORUM KELUARGA</title><content type='html'>SEMANGAT CINTA DI FORUM KELUARGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sang penjaga DSHNet itu pergi meninggalkan kantor pusat untuk menjalankan tugas di tempat baru, dan setelah begitu terbengkalai halaman depannya dengan berita-berita basi yang tidak up to date, dan setelah tanggung jawab di forum diskusi dipunggawai oleh salah seorang al-akh yang lain, tiba-tiba saja DSHNet itu menghilang. &lt;br /&gt;Apa yang saya rasakan? Kalau Anda yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul: akhir dari penantian panjang? di http://10.9.4.215/blog/dedaunan/11493 maka Anda akan melihat betapa rindunya saya dengan DSHNet. Rindu yang membuncah kerana saya sendiri yang tidak merasakan kelezatan berita DSHNet, asyiknya mengirim tulisan di partisipasi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Tetapi sekarang, saya belum merasakan kerinduan itu. Walaupun lagi-lagi serasa seperti tercerabut dari akarnya. Mungkin dikarenakan tidak hanya saya yang kehilangan tetapi banyak teman yang senantiasa di setiap harinya memantau dan menemukan eksistensi dirinya di DSHNet, entah sebagai komentator dari berita-berita yang ada, atau sebagai pengirim ucapan yang setiap setiap saat di menu Kirim Ucapan, atau sebagai seorang yang haus akan kekerabatan di forum keluarga, bahkan penempur sejati di forum dakwah dengan segala cacian dan makiannya.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan forum inilah yang membuat saya merasakan ketidakrinduan ini terkecuali untuk bersilaturahim dengan para peserta forum di Keluarga. Karena selain di forum Keluarga—terutama di forum dakwah dan politik yang ada hanyalah kecaman, celaan, dan fitnah yang dibungkus dengan nasehat manis belaka. Yang tiada habis-hasbinya setiap hari digunakan untuk membongkar kelemahan kawan atau manhaj tertentu lainnya. Yang sudah pasti memang sudah berbeda dari sononya dan tidak pernah akan ketemu kalau tidak ada salah satunya yang mengalah. &lt;br /&gt;Ternyata, hikmah apa yang saya dapatkan dari kehilangan DSHNet ini. Ini pengakuan jujur dari saya. Saya bisa lebih concern untuk memikirkan yang lain. Untuk menulis, untuk beraktivitas pada kegiatan utama sebagai seorang petugas pajak, untuk menambah hafalan, untuk membuat proyek ebook dari kumpulan tulisan saya di blog dedaunan di ranting cemara. &lt;br /&gt;Saya lebih concern pula dengan membuat rencana materi apa yang diberikan kepada calon kader-kader Islam yang tangguh (Insya Allah). Dan terpenting lagi kini saya kembali lebih sering untuk bersilaturahim dengan sanak-saudara di blog Cicadas ini. Syukur yang tak terkira, walaupun dengan komentar seadanya kepada kawan yang lain dikarenakan lambatnya akses.&lt;br /&gt;Dan apa yang saya tidak rasakan lagi setelah hilangnya DSHNet ini. Saya tidak lagi merasakan hati panas karena membaca komentar-komentar yang sepenuhnya penuh dengan kebencian itu terhadap manhaj dakwah yang saya pegang dengan erat ini. Pikiran-pikiran untuk mencari pembelaan yang ujung-ujungnya tetap saja dicaci itu pun tidak ada lagi. Pun hari-hari berhati gersang karena terlalu memikirkan celaan  kini sudah tiada lagi. Insya Allah. &lt;br /&gt;Dan itulah hikmah yang saya rasakan. Damai saja kiranya yang ada. Sudahlah, yang sudah berbeda ya tetap berbeda, kenapa sih ”kalian” masih tetap memaksakan kami dengan sebutan penghuni neraka karena dianggap tidak nyunnah. Kita masing-masing sudah punya ulama yang kita tsiqoh-i (percayai) bukan...? mengapa”kalian” yang panas...? tanya kenapa? (halah...) Sepertinya memang sudah terlalu banyak mudhorotnya tinimbang manfaatnya forum tersebut (terkecuali forum keluarga, ekonomi dan iptek tentunya, oh ya ada juga yang baru: forum pajak). Usul saya forum tersebut ditutup saja deh...   &lt;br /&gt;Tapi satu kehilangan pasti adalah tiadanya berita Islam yang hot. Apakah saya harus membuka kembali situs Islam lain di pulau Sumatera itu? (nama dan alamatnya pun saya lupa, ada yang tahu?) Kehilangan lainnya adalah saya tidak bisa berbagi cerita dan berita bagus dari milis yang saya ikuti tentang kondisi umat Islam sedunia untuk saya beritahukan kepada khalayak di Forum Keluarga. &lt;br /&gt;Ah...kiranya saya cuma merindukan fordis keluarga. Di sana ada Abu Salma, Umminya Zaidan, Abu Yazid, Atik Faizah, Ananda, Dandelion, Abu Umar, Brazkie, Abu Sa’ad, Salsabila, dan lain-lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena saking banyaknya. Mereka dan yang lain setidaknya menghidupkan silaturahim di forum keluarga itu. Ada semangat cinta di antara mereka. Cinta karena Allah tentunya. Cinta yang tidak dibungkus dengan semangat jarh wa ta’dil yang kebablasan itu. &lt;br /&gt;Pula di sana saya pikir ada semangat koreksi yang tulus untuk sesama penghuni. Semangat berbagi yang tulus pula (berbagi resep kue seperti yang Umminya Zaidan lakukan). Semangat menulis buat para pengirim partisipasi (jangan pernah lemah semangat yah...). Semangat melankolis dengan puisi-puisi indahnya di Zona Poetry-nya.  Ah...cukup banyak sekali semangat-semangat yang saya temukan di sana. Ah, kiranya saya merindukan forum keluarga. Itu saja. &lt;br /&gt;Tapi kapan rindu ini tertuntaskan jikalau DSHNetnya pun tidak kunjung tiba. Atau jangan-jangan saya saja yang tidak tahu, kalau-kalau DSHNet kini sedang dipersiapkan dengan tampilan baru, funny, dan eye catching, tentunya pula dengan semangat baru oleh sang punggawa baru. Siapa tahu ...? Semoga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi&lt;br /&gt;“Mas Danang S H. kemana dikau pergi…?,” (halah...) &lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;02:32 30 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1608545652519008714?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1608545652519008714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1608545652519008714&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1608545652519008714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1608545652519008714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/semangat-cinta-di-forum-keluarga.html' title='SEMANGAT CINTA DI FORUM KELUARGA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-4317189690065438527</id><published>2007-04-19T09:29:00.001+07:00</published><updated>2007-04-19T09:29:59.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>Kepala Kita Tidak Senilai Uang 20 Ribu</title><content type='html'>Kepala Kita Tidak Senilai Uang 20 Ribu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawat Helm Kita: Kepala Kita Tidak Senilai Uang 20 Ribu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanggal 06 Februari 2006 yang lalu saya membeli helm â€˜termahalâ€™ yang pernah saya beli. Helm bermerk Agiva ini dikasih banderol â€˜cumaâ€™ Rp175.000,00 di toko kecil di bilangan Lenteng Agung arah ke Depok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helm full face ini benar-benar saya rawat. Tidak seperti kebanyakan helm yang pernah saya miliki dulu. Dulu waktu masih memakai helm pemberian dari toko, warna putih tentunya, saya terbiasa untuk menggeletakannya begitu saja tanpa ada sedikitpun keinginan untuk merawat, membersihkannya, atau tetap menjadikannya senantiasa kinclong setiap harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jatuh pun, saya tidak merasa hati ini tergores (halah...). Lecet-lecet, berdebu, kumuh, dan penyak-penyok (saya belum menemukan kata dalam bahasa Indonesianya yang pas) menjadi pemandangan biasa pada helm itu. Tapi itu dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setelah saya memiliki helm ini saya benar-benar merubah kebiasaan saya. Saya yang jarang merawat suatu benda saat ini berupaya dan bertekad bagaimana supaya helm ini senantiasa indah di pandang mata. Maka coba tebak apa yang saya lakukan...? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, saya selalu mengelapnya setiap hari body luar helm setelah saya pakai dalam perjalanan pulang pergi ke kantor. Tentu mengelapnya pun dengan bahan khusus, yakni dengan spray pengilat body motor. Â Sret...sret...sedikit, lalu saya lap dengan kanebo. â€�Indah nian dikau...â€� kata saya dalam hati. Saking selalu mengilapnya Â saya kadang dalam perjalanan melalui spion motor berusaha melihat helm saya untuk mengetahui seberapa mengilatnya helm ini. Narsis sekali.... J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terkadang memang dalam sehari saya tidak membersihkan helm tersebut. Karena kecapekan setelah pulang kantor dan paginya tidak sempat karena terburu-buru harus berangkat lebih pagi. Maksimal dua hari sekali saya harus membersihkan helm tersebut, dengan bahan yang disemprotkan lebih banyak dan tekanan saat mengelap dobel juga. Idih... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, meletakannya dengan hati-hati di tempat yang bersih. Kalau di rumah ditempatkan di ruang tamu. Dengan menjauhkan segala benda dari dekatnya. Takut tergores gitu... J. Saya selalu mewanti-wanti anak-anak saya agar berhati-hati di saat mereka saya suruh untuk menaruh helm ini. Dulu, saya punya helm ditaruh begitu saja di dapur, diatas rak sepatu, dan bercampur dengan berbagai macam benda, maka saksikan saja kepala selalu digaruk-garuk karena kegatelan. J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kalau di kantor, saya tidak meletakkan helmnya ditempat parkir. Saya selalu membawanya ke dalam ruangan kantor. Ini untuk menghindari jatuhnya helm yang akan membuat helm lecet. Karena biasanya saking sempitnya lahan parkir, senggolan antarmotor dan gemuruh (kayak petir saja) suara helm jatuh sudah seringkali terjadi. Tentu ada reason Â lain. Anda pasti sudah tahu. Dicolong? Ya betul Anda tepat sekali. Biasa, kalau ada barang bagus diembat juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya di taruh kantor adalah setidaknya ruangannya berAC (emang ini pengaruh?) dan kebersihannya terjaga. Berbeda 180 derajat dengan di tempat parkir. Panas dan tidak terlindung dari sinar ganas ultraviolet matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, jangan lupa saat menaruh helm, visor (kaca helm)-nya harap dibuka agar sirkulasi udara di helm terjaga. Ini juga penting untuk menghindari bau yang tidak mengenakkan di dalam helm. Malu bukan, kalau helm itu diendus-endus sama yang lain terasa bau menyengat (emang apaan). BTW, saya belum pernah mencuci bagian dalamnya, karena belum tahu cara membuka bagian itu untuk bisa dicuci. Suatu saat, di hari libur, saya akan mencobanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Â Â Saking saya berusaha merawat helm ini, teman-teman saya biasanya komentar...â€�ini nih gara-gara helm mahal, jadi kerepotan sendiri.â€� Ah, biarlah yang penting apa yang saya lakukan tidak merugikan orang lain. Dan terpenting lagi ini membuat saya merasa nyaman. Dengan kenyamanan ini, saya bisa berkonsentrasi lebih. Dan Insya Allah selamat di sepanjang perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat wejangan Kyai Haji Abdullah Gymnastiar dulu bahwa: â€�harga kepala kita sungguh tidak sebanding dengan harga Rp20.000,00.â€� Â Komentar beliau ini untuk para biker yang terkadang tidak menghargai keselamatan jiwanya saat mengendarai motor dengan memakai helm yang tidak standar. Ada juga yang standar sih, tapi standar proyek. Tentunya ini belumlah mampu untuk menahan liat dan kerasnya aspal hitam. Ih, sekali-kali tidak. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari hal yang sedemikian... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, pakailah helm standar dan rawatlah dengan baik. Insya Allah nyaman, lebih konsentrasi, dan selamat. Ingat...! keluarga senantiasa menanti kita di rumah.... J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 bulan helm itu sudah terawat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09:45 30 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-4317189690065438527?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/4317189690065438527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=4317189690065438527&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4317189690065438527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4317189690065438527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/kepala-kita-tidak-senilai-uang-20-ribu.html' title='Kepala Kita Tidak Senilai Uang 20 Ribu'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-8105671868263761063</id><published>2007-04-19T09:26:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:28:50.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>TUKANG SOL ITU TERNYATA...</title><content type='html'>TUKANG SOL ITU TERNYATA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kembali saya diajak menuntaskan rasa rindu Qaulan Sadiida kepada ibunya. Dan daripada saya bete seharian di rumah sang Ibu, saya benar-benar berniat untuk hunting foto kota lama sepuas-puasnya.  Ditemani dengan kakaknya saya kemudian kembali menuju lokasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kini saya mengawalinya dengan mengambil gambar gedung bank mandiri, lalu gedung sebelahnya. Berlanjut dengan gedung GKBI lalu menuju Pabrik Rokok Praoe Lajar. Bangunan pabrik rokok ini, mungkin satu-satunya gedung yang masih menampakkan kekunoannya dengan sentuhan yang lebih terawat dan moderen dengan cat merah menyala yang amat artistik menurut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lalu kembali lagi menuju folder stasiun Tawang. Saya tidak ambil gambar bangunan stasiun Tawang, karena sudah pernah diambil setahun lalu. Setelah puas, lalu saya beranjak ke gedung yang dulunya merupakan rumah sakit jiwa untuk perempuan. Bangunannya sudah rusak berat tapi masih bisa dihuni oleh beberapa pedagang warung remang-remang.  Sudah terkenal sekarang ini lokasi tersebut merupakan sarana pemuasan syahwat kelas bawah. Makanya jangan heran di sana setiap sorenya, sudah banyak wanita bergincu tebal menjajakan dirinya di depan pintu gedung itu yang kira-kira ada delapan buah . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pantasan saja di saat saya mencoba mengambil gambar di sana, ada dua orang yang langsung masuk ke dalam bangunan tersebut. Mungkin mereka mengira saya wartawan dan takut diekspos di media. Ah, ada-ada saja. Masak tampang saya seperti ini dikira wartawan sih... J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Perburuan terus berlanjut sampai di gedung Telkom dan gereja Blenduk serta bangunan di sekitar jalanan menuju Pasar Johar. Di tengah perburuan itu, saya berjumpa dengan tukang sol sepatu yang ternyata dia adalah penyuka fotografi dulunya. Kamera Canon ber-lensa tele sudah ia jual dulu sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padanyalah saya pun berkonsultasi masalah perawatan kamera dan bagaimana agar gambar yang diambil bisa bercerita banyak, tidak sekadar gambar belaka. Saya pun menegaskan kepadanya, saya itu cuma penyuka biasa saja. Dan belum mengerti sama sekali tentang fotografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tuh kan... jangan pernah melihat siapa orangnya, tapi lihat apa yang ia katakan. Sambil meminum air es degan itulah saya mengambil banyak pengetahuan dari tukang sol itu. Setelah lama berdiskusi dan berbincang-bincang saya memutuskan untuk mengakhiri perburuan ini. Bukan masalah saya sudah bosan dengan sekitar tapi saya sudah tidak kuat sekali dengan terik matahari di siang bolong ini, apalagi kami belum mengisi perut. So, sekali lagi saya benar-benar tidak tahan dengan panasnya Semarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            It is over. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Malamnya kami bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta besok pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 21 Agustus 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya merasa liburan lima hari di sana terlalu singkat. Apalagi terpotong dua hari untuk perjalanan pulang pergi. Namun esok harus kembali bekerja. Haqi dan Ayyasy pun harus bersekolah. Jadinya kami kembali dengan Kereta Bisnis Fajar Utama yang tiketnya sudah saya beli pada waktu membeli tiket ke Semarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lagi-lagi kereta pun padat dengan penumpang. Tapi masih mending karena puncaknya nanti malam.  Perjalanan ini diawali dengan kejar-kejaran petugas Provost TNI yang didampingi petugas PTKA dengan sekelompok laki-laki berbadan tegap, berambut cepak yang tidak mau membayar tiket untuk naik kereta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Memang perjalanan Semarang Jakarta dengan harga tiket sebesar 70 ribu rupiah bisa dihemat dengan harga 10 ribu rupiah dengan membayarnya langsung kepada kondektur di atas kereta saat sedang jalan. Soalnya saya melihat salah satu anggota grup itu memberikan ”sesuatu” kepada kondektur saat melewati Setasiun Cirebon.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saking padatnya dengan penumpang, sepanjang lorong kereta pun susah untuk dilewati. Makanya ada anak kecil yang memang tidak tahan untuk buang air kecil dan takut mengganggu anggota TNI yang sedang tertidur di lorong itu, terpaksa pipis di wadah bekas pop mi. Dan tidak lupa untuk membuangnya melalui jendela. Untungnya tidak tumpah. J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tujuh jam lamanya perjalanan ini. Tepat pukul setengah empat sore kami sudah sampai di Stasiun Jatinegara. Lalu dengan bajaj kami melanjutkan kembali perjalanan menuju stasiun Tebet untuk naik KRL. Kali ini kami tidak perlu berdesak-desakan di KRL, cukup lowong dan dapat tempat duduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cukup kurang lebih satu jam saja perjalanan ini menuju Stasiun Citayam Dari sana kami naik ojek untuk sampai di rumah yang kami rindukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akhirnya selesai sudah liburan kami. Menyenangkan dan cukup melelahkan. Tinggal kami memikirkan apakah di bulan September nanti kami akan mengajak lagi Haqi dan Ayyasy pergi ke Semarang. Tidak dengan hari libur panjang tapi cuma  di hari sabtu dan minggu. Yang kami khawatirkan adalah masalah kesehatan saja. Buktinya liburan panjang kemarin sempat membuat Haqi tidak masuk sekolah karena sakit di hari Rabu kemarin. Apalagi ini dengan frekuensi perjalanan tanpa istirahat, Jum’at malam pergi, ahad pagi pulang kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya bersikeras untuk meninggalkan mereka berdua, tapi Qaulan Sadiida benar-benar tidak tega. Kami mungkin perlu negosiasi ulang membahas ini. Tapi nanti sajalah, masih tiga minggu lagi bukan...? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eit, tapi awas, tiket keretanya habis loh.... J &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-8105671868263761063?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/8105671868263761063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=8105671868263761063&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/8105671868263761063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/8105671868263761063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/tukang-sol-itu-ternyata.html' title='TUKANG SOL ITU TERNYATA...'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-278509156389859108</id><published>2007-04-19T09:23:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:26:11.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>HUNTING IMAJI DAN KULINER SEMARANG</title><content type='html'>HUNTING IMAJI DAN KULINER SEMARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setelah semalamnya kami beristirahat total untuk merehatkan tubuh, pada hari ini kami sepakat untuk pergi ke rumah ibu yang berada di Poncol. Kami berempat pergi ke sana dengan mengendarai sepeda motor. Selalu saja antara Haqi dan ayyasy selalu bersaing untuk berada di depan. Pada akhirnya mereka selalu bertengkar pada masalah ini. Tapi saya tegaskan kepada mereka untuk gantian. Eh...maklum anak-anak. Padahal saya pikir apa enaknya sih  duduk di depan. Tapi mungkin enggak enaknya kalau duduk di belakang pasti tidak bebas melihat pemandangan sekitar karena terjepit badan kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Perjalanan kami tidak jauh, cuma menempuh sepuluh kilometer saja dari rumah kakak. Melewati kota lama yang dipenuhi dengan bangunan kuno saya berniat berhenti sebentar untuk potret-potret dengan kamera digital yang saya bawa: Nikon Coolpix 5700 bekas lungsuran teman yang mau berbaik hati merugi sekitar lima jutaan dari harga barunya untuk dibeli oleh saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Qaulan Sadiida tidak setuju untuk hunting foto pada saat ini. Kangen pada sang Ibu membuatnya tidak betah berlama-lama berhenti. “Sore saja nanti saat pulang,”katanya. Akhirnya saya menurut. Seharian kami di rumah sang Ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sorenya kami pun pulang. Saya menagih janji pada Qaulan Sadiida untuk menemani saya hunting. Karena hari sudah keburu terlalu sore, saya pun cuma ambil beberapa saja foto bangunan kuno di jalan samping gedung bank Mandiri. Lalu setelah cukup puas, saya pun kembali meneruskan perjalanan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tapi berhubung ada lokasi bagus yang kami lewati, yaitu folder pengendali rob di depan Stasiun Tawang dengan jejeran lampu hias zaman dulu, semburat sinar matahari senja, air yang tenang, lokasi yang tampak bersih, dan bendungan kecil ala Belanda membuat saya tergoda berhenti. Dengan rayuan kepada Qaulan Sadiida berupa posenya bersama anak-anak, Qaulan Sadiida mau menemani saya kembali hunting foto di sini. “Jangan lama-lama,” tegasnya. Oke, bossss….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bagus sekali. Banyak gambar sensasional  (menurut saya yang pemula ini) yang bisa diambil. Lumayan. Kalau saja bisa lebih lama lagi tapi senja semakin memerah semburatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 19 Agustus 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak ada yang dilakukan pada hari ini. Hanya main game kuno di komputer yang sudah lama saya tinggalkan. SOLITAIRE. Selanjutnya kami cuma berencana untuk pergi ke rumah saudara yang lain nanti malam. Yang pasti di tengah panasnya Semarang, saya habiskan waktu untuk eksplore keunikan kuliner Semarang (halah...). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ah, cuma soto Pak No  dan es teh manis. Plus bakso sapi Pak Min. Lezat Euy...Saya akui, ternyata di setiap sudut kota semarang selalu saja ada kaki lima yang berjualan makanan. Dan laku coy. Apalagi di daerah istri saya ini, Perumnas Tlogosari, Pedurungan. Kalau malam jalanan utamanya penuh sesak dengan orang yang berjalan kaki dan berkendaraan untuk meramaikan warung-warung kaki lima penjual makanan. Saya sampai bilang: “wuih...di sini surganya makanan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            So, tidak ada yang istimewa di hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-278509156389859108?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/278509156389859108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=278509156389859108&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/278509156389859108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/278509156389859108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/hunting-imaji-dan-kuliner-semarang.html' title='HUNTING IMAJI DAN KULINER SEMARANG'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-4496464113050811658</id><published>2007-04-19T09:21:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:22:44.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='geography'/><title type='text'>SEMARANG MEMANG PANAS</title><content type='html'>SEMARANG MEMANG PANAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tepat pukul 05.00, ba’da shubuh, kami berempat sudah bersiap-siap menuju Stasiun Jatinegara, karena Kereta Api Bisnis Fajar Utama jurusan Semarang Tawang sudah bersiap di stasiun itu pada pukul 07.30 pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tukang ojek yang biasanya banyak di pangkalan dekat rumah, ternyata pada saat itu tidak ada batang hidungnya satu pun. Akhirnya kami harus berjalan sekitar tiga ratus meter untuk mencari tukang ojek lain, sampai ketemu juga ojek langganan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sepuluh menit kemudian, saya, Qaulan Sadiida, Haqi, dan Ayyasy sudah berada di stasiun Citayam untuk naik KRL Jurusan Kota menuju Stasiun Tebet.  Tidak lama KRL itu pun datang. Penuh juga ternyata. Kami pun harus berdesak-desakan. Saya sampai heran kenapa hari libur seperti ini masih KRL dijejali oleh banyak penumpang. Saya akhirnya menyadari bahwa ternyata banyak PNS yang berseragam Korpri masuk kantor untuk mengikuti  upacara tujuh belas agustusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Syukurnya, saya tidak diberi giliran untuk mengikuti upacara itu. Karena kalau tidak, acara liburan pulang kampung ini akan gagal dan tiket yang sudah kami beli sebulan kemudian bisa hangus. Rugi banyak saya kalau kejadiannya demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ya, Istri saya memang sudah lama tidak pulang kampung ke Semarang. Kangen pada ibunya sudah tidak terbendung lagi. Saya pun tidak bisa menghalanginya untuk bertemu dengan sang ibu, walaupun nanti di bulan September besok kami harus datang ke sana kembali karena keponakan kami mengadakan resepsi pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak apa-apa sekalian menikmati liburan panjang. Dan tentunya sudah ada kesepakatan di antara kami, bahwa kalau bulan Agustus dan September ini pulang ke Semarang, nanti kalau lebaran tidak usah pulang lagi ke sana tapi cukup untuk pulang ke Jatibarang menemui orang tua saya. Deal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Perjalanan dengan KRL yang saya khawatirkan terlambat ternyata tidak terjadi. Kami masih punya banyak waktu untuk sampai ke Jatinegara. Walaupun kami harus bersusah payah untuk keluar dari gerbong KRL karena penuh sekali dengan penumpang. Kasihan Haqi dan Ayyasy terjepit-jepit. Apa daya  kami berdua sudah membawa barang bawaan yang cukup berat, jadinya tidak bisa menggendong mereka berdua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dari Stasiun tebet kami naik Bajaj dengan ongkos cukup Rp8.000,00. Awalnya kami hendak naik ojek tapi saat dipanggil dari kejauhan mereka tidak mau datang, malah yang datang tukang Bajaj. Ya, sudah tidak apa-apa malah menghemat karena kalau naik ojek bisa habis ongkos sebesar Rp14.000,00. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kurang lebih Pukul 07.00 pagi kami sudah sampai di Stasiun Jatinegara. Alhamdulillah kami tidak terlambat. Ada waktu setengah jam untuk bersantai sembari menyuruh kedua anak saya untuk sarapan pagi dulu dengan bekal yang kami bawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di stasiun ini ternyata banyak sekali orang yang akan pergi jauh dengan menggunakan moda angkutan kereta api untuk mengisi liburan panjang. Dan imbasnya ternyata di gerbong yang saya naiki penuh juga dengan orang yang bertiket tanpa nomor duduk. Lagi-lagi saya bersyukur, saya memesan tiket sudah lama sehingga kebagian nomor duduk untuk kami berempat. Haqi dan Ayyasy pun bisa menikmati perjalanan ini. Menikmati pemandangan sawah dan kegiatan panen di sekitar Pantura Jawa Barat. Laut dan sedikit hutan di Batang,  dan tanaman tembakau di Kaliwungu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Walaupun demikian, ternyata perjalanan kereta ini banyak terhambatnya. Di setasiun Bekasi kami diberhentikan cukup lama sekali. Hingga seharusnya kami sudah sampai di Stasiun Tawang sekitar pukul dua atau tiga siang, ternyata sampai di sana pada jam setengah empat sore. Waow...perjalanan ini asyik tapi melelahkan, apalagi kami sudah dibaui dengan bau kereta api, wajah lengket, dan penuh debu. Saya pikir enak juga ya kalau mencicipi perjalanan ke Semarang naik kereta eksekutif Argo. Belum pernah sih....:-) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Di stasiun ada kakak kami yang sampai terkantuk-kantuk menunggu kami. Di sepanjang perjalanan menuju rumah, dua anak kami yang di kereta itu tidak tidur saking asyiknya bermain sudah terlelap saja. Mereka terbuai dengan AC mobil yang meningkahi hawa panas Semarang. Semarang memang panas di musim panas, pun di musim hujan Semarang juga banjir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah perjalanan di hari pertama kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-4496464113050811658?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/4496464113050811658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=4496464113050811658&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4496464113050811658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/4496464113050811658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/semarang-memang-panas.html' title='SEMARANG MEMANG PANAS'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-3257280528953516397</id><published>2007-04-19T09:19:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:20:52.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh [good and badguys]'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>KADO TERAKHIR BUAT TIBO, DOMINGGUS, DAN MARINUS</title><content type='html'>KADO TERAKHIR BUAT TIBO, DOMINGGUS, DAN MARINUS&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksekusi yang saya tunggu-tunggu Sabtu dinihari kemarin ternyata batal juga. Tibo Cs tidak jadi ditembak oleh satu regu eksekutor. Yusuf Kalla--di Kompas hari ini (senin, 14/8)--menyatakan ada pertimbangan yang diberikan oleh SBY sebagai presiden yakni pertama adanya kesibukan dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia  dan kedua suara-suara protes dari elemen masyarakat, juga dari Vatikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Mantap, Indonesia, sekali lagi, selalu lemah di bawah tekanan asing. Dan lagi-lagi tidak berdaya. Apapun alasannya pemerintah bagi saya ini merupakan suatu bentuk kelemahan. Memperpanjang ketidakpedulian terhadap penegakan hukum. Tapi kita lihat apakah pemerintah juga bersikap adil terhadap rencana eksekusi Amrozi dkk. Saya tidak mempunyai urusan kepada para pelaku bom bali tersebut. Tapi bila tetap dipaksakan juga untuk dilakukan eksekusi terhadap mereka, sedangkan kepada Tibo Cs ditunda-tunda lagi, maka tampak sekali bahwa ketidakadilan sudah dilakukan oleh pemerintah. Tentunya kita tahu siapa pihak asing yang bisa menekan pemerintah kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dan saya setuju pula bahwa eksekusi pun harus dilakukan terhadap para narapidana yang sudah habis upaya perlawanan hukumnya sampai ke tingkat grasi. Entah itu dari kasus narkoba atau kasus  pembunuhan. Hendaknya pula agar menimbulkan efek jera--sebagaimana amanat falsafah hukum--maka eksekusi itu dilakukan di hadapan khalayak ramai, di lapangan terbuka dan diliput oleh media. Jangan ditutup-tutupi seperti sekarang ini. Yang eksekusinya dilakukan dinihari dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh melihatnya. Maka saya yakin tidak ada terapi kejut yang bisa diterima oleh masyarakat. Dan saksikan saja angka kriminalitas pun tidak mempunyai perubahan yang signifikan ke arah penurunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kembali kepada masalah eksekusi Tibo Cs, pemerintah kiranya lupa terhadap penderitaan yang dirasakan oleh korban yang lolos dari kekejian Tibo Cs dan para keluarga korban yang tewas dibantai mereka. Betapa tidak ratusan--bahkan ada yang mengatakan ribuan--nyawa melayang akibat ulah bejat gerombolan kelelawar pengecut seperti mereka yang bisanya cuma menganiaya dan membunuh orang-orang yang tak bersalah dan tak berani untuk berhadapan face to face dengan pasukan putih dari pihak muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Suara-suara elemen masyarakat--Sampai-sampai Gubernur Nusa Tenggara Timur, asal salah satu pelaku tersebut, pun ikut-ikutan--yang memprotes eksekusi dengan alasan bahwa Tibo Cs bukan aktor intelektual menjadi alasan utama permintaan penundaan itu. Bagi saya itu cuma alasan yang mengada-ada. Dibuat-buat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dan bagi saya, sungguh amat terlambat bagi kepolisian mencari-cari siapa saja dalang dibalik peristiwa itu setelah sekian lama peristiwa itu terjadi. Mengapa tidak sedari dulu investigasi itu dilakukan agar tampak yang benar-itu benar dan yang salah itu tetap salah. Tapi lagi-lagi kiranya seperti ada awan gelap menyelimuti kasus ini. Tapi berdasarkan hasil persidangan dan persaksian para korban hidup yang melihat Tibo Cs sebagai pelaku langsung dari aksi pembantaian itu sudah menjadi bukti cukup untuk segera menembak jantung mereka agar tidak lagi diberikan kesempatan untuk menarik nafas di muka bumi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kiranya saya tidak usah berpanjang lebar mengurai masalah Tibo ini, karena sudah puluhan berita media yang mengupas masalah ini. Namun terlihat sekali ada dua blok terbentuk dalam kasus Tibo ini. Yang membela dan menginginkan eksekusi Tibo Cs adalah mereka yang mempunyai afiliasi ideologis yang sama dengan tiga penjahat besar tersebut. Kelompok minoritas yang didukung medianya, nasional dan lokal tentunya—sampai-sampai ada liputan TV yang mengungkapkan sisi-sisi kemanusian Tibo Cs yang mereka buang entah kemana saat menyembelih para santri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kelompok kedua adalah kubu para korban dan ormas-ormas Islam yang minim dukungan dari media.  Tentunya mereka inilah yang merasakan kekecewaan berat atas penundaan tersebut. Kini mereka dan saya tentunya tinggal menunggu janji dari pemerintah bahwa eksekusi tersebut tetap akan dilaksanakan setelah peringatan 17 Agustusan ini. Saya harap ini merupakan kado terbesar dan terakhir buat Tibo Cs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak, maka  makin teranglah sikap pemerintah ini, seterang sinar matahari di siang bolong. Dan tentunya kita lihat betapa terpuruknya nasib pencari keadilan jika ia adalah seorang muslim. Itu saja bagi saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uneg-uneg yang tiada habisnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:21  14 Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-3257280528953516397?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/3257280528953516397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=3257280528953516397&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/3257280528953516397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/3257280528953516397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/kado-terakhir-buat-tibo-dominggus-dan.html' title='KADO TERAKHIR BUAT TIBO, DOMINGGUS, DAN MARINUS'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5584970135214322692</id><published>2007-04-19T09:16:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:18:59.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>NIH GUA ISRAEL LOH...</title><content type='html'>NIH GUA ISRAEL LOH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BINTANG DAVID DI MANA-MANA: “Gue Israel Loh…”&lt;br /&gt;( http://10.9.4.215/blog/dedaunan ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam perjalanan pergi ke kantor di pagi hari dengan sepeda motor, di tengah keramaian lalu lintas Jakarta, seperti biasa saya mengambil sisi kiri jalan untuk dapat melaju lebih lancar. Saya dikejutkan dengan stiker yang ditempelkan di bagian belakang motor di depan saya.  Tentu stiker ini tidak akan mempunyai makna apapun bila tidak ada kejadian yang mengharubirukan siapapun yang masih punya hati nurani melihat kebiadaban bangsa penjajah di Timur tengah sana pada pekan-pekan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Stiker ini berupa bintang sudut enam berwarna putih, Bintang David.  Ya, semua orang yang mengikuti perkembangan berita dunia tahu tentunya bahwa ini adalah simbol kebanggaan dan kejayaan bagi bangsa Israel. Tapi sayangnya kebanggaannya  itu adalah dengan mengorbankan ribuan nyawa tak bersalah. Dan kejayaan yang dicita-citakannya adalah berdiri di atas pondasi berupa tumpukan tulang-tulang yang direkatkan dengan gelimangan darah  ribuan manusia. Mengerikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya gemas sekali melihat stiker ini. Rasanya saya ingin benar-benar menegurnya apakah ia masih mempunyai nurani dan sensisitivitas atau memang ia tidak tahu atau benar-benar menantang. Tapi saya cuma bisa berdiam diri saja dengan banyak alasan dan memendam kegemasan tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan anehnya sore hari itu pula, di saat dalam perjalanan pulang, kembali saya menemukan stiker itu lagi. Kalau stiker yang saya temukan di pagi hari itu cuma Bintang David putih saja, kali ini benar-benar Bintang David berwarna biru di antara dua strip. Nah...kalau yang ini benar-benar bendera Israel, si penjajah La’natullah. So, saya meyakini benar bahwa orang ini benar-benar tidak sensitif. Saya kira ia benar-benar menantang dengan pemajangan stiker itu. ”Nih Gua Israel Loh...”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan kali itu saya benar-benar ingin menghentikannya, tapi ditegur oleh istri saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Jangan emosi, mungkin dia benar-benar orang Yahudi,” istri saya memperingatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Loh, kalau ia memang orang Yahudi, tidak selayaknya ia bersikap demikian karena ia hidup di tengah mayoritas Muslim yang sedang prihatin dengan kejadian di Palestina dan Libanon itu, dong,” tangkis saya panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Saya hentikan dia saja yah, saya marah nih, bener, swer...!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Tidak usah, percuma, ini bukan karena Allah kok ” kata istri saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Loh, ini benar karena Allah, saya marah karena Allah kok, melihat kedzaliman ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            ”Iya memang benar marah, tapi biasanya kalau sudah marah orang biasanya tidak bisa berpikir rasional lagi. Sudahlah saya tidak mau ribut, sekarang pun sudah maghrib lagi.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Lagi-lagi saya tidak mampu untuk berbuat apapun. Saya cuma bisa omong besar doang. Di tengah penyesalan dan pemakluman di hati bahwa ini merupakan selemah-lemahnya iman karena tidak bisa dengan tangan ataupun bahkan dengan mulut merubah suatu kedzaliman ini, saya berpikir kok bisa-bisanya saya menjumpai bintang ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan saya berpikir apakah orang-orang sudah tidak mempunyai nurani lagi tentang hal ini setelah kasus Dani Dewa yang memakai Bintang David saat pertunjukkannya. Entahlah...tapi yang paling diuntungkan tentunya Israel juga. Dengan pemajangan simbol ini secara tidak langsung merupakan upaya pengakuan eksisntensi dari Israel itu sendiri di muka bumi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tentunya kita tidak pernah lupa, bahwa bangsa yahudi adalah bangsa yang sangat menyukai simbol-simbol. Dan menjadikan simbol paling utama dari keberadaannya adalah Bintang David itu sendiri. Maka dalam suatu kesempatan, di sebuah milis, setelah akuisisi Indosat oleh perusahaan Singapura dan ditengarai dimiliki oleh perusahaan investasi milik Israel, saya dikecam oleh para peserta milis ketika mengungkapkan hal ini. Tapi faktanya benar-benar bahwa simbol Indosat adalah gradasi dari Bintang David. Ini meneguhkan pernyataan bahwa bangsa Yahudi ini sangat penyuka dengan simbol dan perlambangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan kasus terbaru tentang Bintang David adalah pemakaian lambang ini oleh Tora Sudiro di acara Extravaganza. Hidayatullah.com memberitakannya sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, TransTV, pada Senin tanggal 7 Agustus 2006 lalu saat acara hiburan, Extravaganza, salah seorang pemainnya, Tora Sudiro, mengenakan sebuah kalung terbuat dari 'Bintang David'. Sebuah lambang kebesaran Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tayangan tersebut, pihak TransTV berupaya untuk mengelabuhi &lt;br /&gt;pemirsa dengan cara menutup dan mengaburkan simbul penjajah yang kini &lt;br /&gt;sedang menyerang Palestina dan Libanon itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;a href="(http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3447&amp;Itemid=65)"&gt;(http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3447&amp;Itemid=65)&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ini meneguhkan bahwa betapa banyak orang Indonesia yang sudah tidak mempunyai sensitivitas dan hati nurani lagi untuk berempati dengan saudaranya sendirinya. Bahkan kalau kita runut ke belakang betapa ghozwul fikri ini sudah merambah ke sekolah-sekolah, sehingga dengan bangganya para siswanya membuat grafiti dan coretan-coretan di banyak dinding dengan lambang Bintang David yang ditengahnya terdapat huruf besar-besar: ISRAEL. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Atau jangan-jangan saya yang aneh karena memikirkan kulit saja daripada substansi. Tapi bagi saya, untuk kali ini, kulit dan substansinya adalah sama saja, yakni representasi dari kebiadaban dan keganasan Iblis berbulu domba (emang ada...? biasanya diilustrasikan oleh barat sebagai iblis berkepala kambing) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ah...saya harap ini cuma segelintir orang saja di tanah air tercinta ini. Yang bahkan perlu diwaspadai lagi adalah jasadnya secara fisik melayu tapi pikiran, tindak tanduknya, fatwanya, lidahnya  adalah kepanjangan dari yahudi itu sendiri. Ini dia yang bisanya menusuk dari belakang. Menggunting dalam lipatan. Lempar batu sembunyi tangan. Dan penuh sifat kelicikan dan kepengecutan. Sungguh ini yang perlu diwaspadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ah, terlalu banyak omong dan mencela seringkali melupakan aib diri sendiri. Semoga kegeraman ini berlanjut untuk tidak selama-lamanya dengan selemah-selemahnya iman. Semoga mulut saya dan tangan saya bisa membantu saudara-saudara saya di sini dan di sana.  Harap saya yang senantiasa meluncur ke langit. Berharap menembus pintu-pintuNya. Semoga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celaan, ejekan, makian, hinaan, cacian, kutukan sila ajukan ke: riza.almanfaluthi@pajak.go.id   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:16 11 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5584970135214322692?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5584970135214322692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5584970135214322692&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5584970135214322692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5584970135214322692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/nih-gua-israel-loh.html' title='NIH GUA ISRAEL LOH...'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1529205997539252513</id><published>2007-04-19T09:14:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:15:16.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>TINGIPOKNYAR: MEMENEJ CONTACT</title><content type='html'>TINGIPOKNYAR: MEMENEJ CONTACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Judul TINGIPOKNYAR di atas tidak ada kaitannya dengan tema yang saya tulis untuk antum semua. Ini hanyalah eye cathching tapi tetap ada mengenai ini di bagian paling bawah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MEMENEJ CONTACT&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;             Satu pekan lamanya saya tidak menulis. Entah kenapa beberapa pekan ini saya selalu hampa dari kebaruan tema. Sepertinya waktu libur benar-benar saya manfaatkan untuk beristirahat setelah lima hari lamanya bekerja di bawah tekanan lalu lintas Jakarta. Otomatis tuts-tuts keyboard komputer rumah seringkali menganggur dari tekanan jari-jari saya. Bahkan seringnya komputer cuma dipakai dalam rangka menyalurkan semangat jihad qital yang terpendam karena tidak mampu secara fisik pergi ke Libanon dan Palestina untuk bertempur dengan Israel dengan memainkan War Craft III: Frozen Throne. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya berusaha membatasi untuk menyentuh game ini, karena masih banyak yang harus saya lakukan. So, saya bertekad bahwa ini cuma sebagai pembuang waktu setelah makan siang dan sebelum tidur siangnya. Soale, tentunya kita tahu, kita tidak boleh langsung tidur setelah makan bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Nah, omong-omong soal tulis menulis ini, tiba-tiba pagi hari ini saya tergugah untuk mengunjungi situs yang sudah lama tidak pernah saya buka. Situs yang beralamatkan di www.penulislepas.com memang dikhususkan untuk pengembangan dunia kepenulisan entah di dunia yang sebenarnya atau di dunia maya seperti di internet ini. Saya harap di saat saya mengunjunginya saya mendapatkan inspirasi untuk menulis dan ternyata benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mata saya terpaku pada sebuah tulisan di kategori Kiat/Ilmu Kepenulisan yang berjudul: Mengapa Kita Menulis? Penulis, Ibn Ibrahim, menjelaskan alasan-alasan yang menjawab pertanyaan itu. Ada lima alasan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menulis adalah Salah Satu Langkah Menuju ke Keabadian; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Menulis Berarti Menata Pikiran; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu Tulisan Berpotensi Tersebar Sangat Luas; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menulis itu Menyehatkan; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Membantu Mendapatkan dan Mengingat Informasi Baru; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meniru Tradisi Para Ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertarik pada alasan pertama yang diajukannya yakni menulis adalah salah satu menuju langkah ke keabadian. Apa maksudnya, sih? Tidak usah berpanjang lebar, saya langsung kutip saja tulisannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada subjudul ini penulis menggunakan kata keabadian, karena merujuk kepada hadits nabi tentang amal yang tiada terputus. Sesungguhnya apabila setiap anak Adam telah mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: shodaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak yang sholih yang senantiasa mendoakannya. Nah, setidaknya, menghasilkan tulisan masuk dalam kategori ilmu yang bermanfaat. Tulisan dapat menjadi semacam passive income (passive income merujuk kepada istilah yang digunakan Robert T Kiyosaki pada bukunya Cash Flow Quadrant. Istilah ini berarti penghasilan yang diperoleh tanpa harus bekerja, seperti deposito, reksadana dan lain-lain). Tatkala kita sudah tidak mampu beramal lagi, Allah masih mencatatkan pahala apabila tulisan kita masih menginspirasi orang lain untuk berbuat baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditekankan di sini, perbuatan baik bukanlah semata mengerjakan ibadah-ibadah mahdloh. Ilustrasinya begini. Misalnya Anda menulis artikel tentang penggunaan CVS dan mengirimkannya ke situs www.ilmukomputer.com Kemudian artikel tersebut dimanfaatkan oleh seorang programmer dalam membuat repository untuk suatu aplikasi. Programmer tersebut memperoleh upah dari aplikasi yang dia buat. Upah tersebut, katakanlah, dipergunakannya untuk modal menikah. Nah, menikah adalah suatu perbuatan baik, dan bernilai ibadah jika diniatkan demikian. Programmer tadi memperoleh pahala atas ibadahnya, dan Anda, si pengirim artikel, yang mungkin tidak kenal sama sekali dengan programmer yang berbahagia tadi, dengan izin Allah akan memperoleh pahala juga. Indah sekali bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://www.penulislepas.com/more.php?id=2111_0_1_0_M13) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diilustrasikan oleh Ibn Ibrahim benar-benar menggugah saya. Amal yang tiada putusnya. That is the point!. So, dengan sedikit ilmu yang saya punyai saya berkeinginan untuk menyebarkan sedikit pula kebaikan yang saya miliki. Contohnya ilmu baru yang saya dapatkan  dari seorang teman  pada penggunaan media kirim terima surat elektronik Outlook Ekspress. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya harapkan sedikitnya ilmu ini berguna bagi pembaca sekalian. Tentunya ini bukan ditujukan kepada pembaca yang memang sehari-hari sudah berkutat dan familiar sekali dengan program bawaan Microsoft Windows ini. Jadinya khusus untuk pembaca yang memang kesulitan waktu untuk mengeksplor atau mendalami program ini dan bisanya cuma terima apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya pula harapan saya adalah ini akan memudahkan pembaca untuk mengirimkan email kepada yang lain. Jika dirasa mudah maka pembaca pun tidak akan malas mengirim berita-berita atau artikel-artikel yang memuat kebaikan kepada orang lain. Seperti yang diungkapkan oleh penulisnya lagi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ‘keuntungan’ yang dapat Anda peroleh, apabila satu persen saja dari pembaca Anda memperoleh hidayah (baca: terinspirasi berbuat kebaikan) setelah membaca tulisan yang Anda buat. Barangkali, seperti kata hadits, hal itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ini terjadi maka pembaca dan saya Insya Allah akan mendapatkan kebaikan yang lebih baik daripada dunia dan seiisinya. Indah bukan. Semoga. Okelah tidak usah berlama-lama saya langsung saja, berikan ilmu ini. Sekali lagi ini khusus untuk yang belum tahu saja, yah... J. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking banyaknya nama di Contact, seringkali ini membuat kita menjadi kebingungan sendiri. Soalnya nama yang tercantum di Contact adalah displayname.  Yaitu nama singkat yang bukan nama lengkap dan disertai dengan nama server emailnya. Nama ini biasanya given dari sang pengirim email. Atau nama yang biasanya diciptakan sendiri oleh kita untuk lebih mudah mengenalnya atau berupa nickname. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya nama pengirim email dalam Contact saya  adalah Awe Tea. Nama Awe Tea ini adalah nama yang diset oleh teman saya di setting emailnya. Ini langsung masuk ke dalam Contact saat saya mau me-reply email dari Awe Tea. Atau saat meng-klik kanan nama di inbox lalu klik add sender to address book. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi nama yang tecantum itu tidak disertai nama lengkap dari server emailnya seperti  nama awe tea tadi. Baru kalau kita klik kanan nama di contact lalu klik properties maka akan terlihat bahwa aklamat email lengkap dari awe tea adalah asep.nugraha@pajak.go.id. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kesulitan akan muncul di saat kita akan mengirim email khusus dan tertentu kepada teman-teman yang lain bila di dalam Contact sudah ada ratusan nama. Karena tentunya kita terkadang lupa teman kita ini dari komunitas mana.  Kita tentunya tidak mau bukan kalau email rahasia kelompok kita bisa tersebar ke orang yang bukan anggota komunitas kita sendiri hanya gara-gara kita salah menganggap orang lain adalah bagian dari komunitas tertentu kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kita kirim email tentang kekejaman Israel kepada teman kita yang pro Israel misalnya. Atau artikel keagamaan dari Manajemen Qalbu yang kita kirimkan pula kepada sahabat kita yang berbeda keyakinan. Atau di saat kita menerima email dari komunitas pajak yang menanyakan objek ini dipotong pajak atau tidak lalu kita menjawabnya dengan pesan singkat: Potong saja. Dan ternyata email itu pun kita kirimkan kepada teman yang lain yang ternyata anggota dari komunitas hobi terjun payung, dan pas saat itu di komunitas itu sedang di bahas mengenai simpul parasut, maka ini bisa gawat tentunya bukan...? Oleh karena itu kita harus tepat sasaran untuk mengirimnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan banyaknya nama ini pun kesulitannya adalah di saat kita ingin mengirimkan email kepada banyak orang misalnya kepada lima puluh teman kita. Tentunya kita merasa bete sekali kalau kita klik satu persatu . Dan selama ini saya yang berkecimpung selama satu tahun lebih dalam dunia Outlook Ekspress ini melakukan hal yang demikian. Maka seringkali saya malas untuk mengirimkan kepada teman-teman yang lain karena harus klik satu persatu nama-nama teman saya. Jadinya memang saya termasuk orang yang seirng menerima tapi tidak pernah memberi. Otomatis, kebaikan yang saya sebarkan pun terlalu sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadinya kita memang kudu menej ulang Contact kita supaya bisa memudahkan kita. Caranya kita mengelompokkan nama-nama teman kita yang satu kelompok dalam sebuah grup khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kita mau kelompokkan kedalam empat grup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.                           Grup pertama, adalah teman-teman yang bisa dikirimkan dan merasa nyaman menerima email ruhani, maka kita buat misalnya: Penerima Kebenaran; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                           Grup kedua misalnya dikhususkan untuk teman-teman eks KPP PMA Tiga, maka saya namai grup ini dengan ex PMA Tiga; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.                           Grup ketiga misalnya khusus untuk milis-milis yang kita ikuti, maka kita namai grup ini dengan milis saya; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.                            Grup keempat untuk teman-teman dari wajib pajak. Misalnya untuk ajang pengiriman peraturan terbaru dan konsultasi. Dengan nama grup adalah Wajib Pajak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu coba setelah kita membuka outlook ekspress, kita klik ikon bergambar buku yang terbuka atau ikon yng bernama addresses di toolbar. Setelah kita klik akan muncul display: Address Book – Main Identity. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Klik File lalu klik New Group. Sebenarnya kita bisa langsung dengan menekan Ctrl dan G. Dan muncul display: Properties. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tab Group kita isi nama grup yang kita inginkan. Misalnya kita isi dengan Penerima Kebaikan.  Lalu kita klik tombol Select Member untuk memilih nama-nama teman kita yang ingin kita masukkan ke dalam grup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul display Select Group Members, kita pilih nama-nama itu lalu klik tombol select. Lalu setelah cukup lengkap dengan daftar nama yang kita kehendaki, klik tombol OK. Lalu kita bisa menambah detil grup kita dengan meng-klik tab Group Details.  Tapi biasanya tidak saya lakukan karena informasi nama saja sudah cukup bagi saya. Kalau sudah kita bisa melanjutkan dengan membuat grup-grup yang lainnya. Dan bila sudah membuatnya kita keluar dengan menutup semua display yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang di Contact kita sudah muncul nama-nama grup kita tanpa menghilangkan nama-nama dari teman kita yang dimasukkan ke dalam masing-masing grup tersebut. Oke kita langsung mencobanya dengan mengirimkan email percobaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita klik Create Mail,  dan muncul display new message lalu di To: kita tulis  nama grup kita yang akan menerima email kita dengan cukup menulis satu atau sampai tiga huruf depan dari nama grup kita. Misalnya pen atau ex atau mil atau waj. Maka otomatis akan langsung muncul nama grup yang kita kehendaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di saat kita kirim email tersebut maka email itu hanya akan muncul kepada nama anggota dari grup tersebut. Memudahkan bukan? So, selamat tinggal gaya manual dengan meng-klik satu persatu nama email teman kita di To:, Cc:, atau BCc:. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Tentunya saya yang pertama kali merasankan manfaat ini. Walaupun terlambat karena gagap teknologi tapi tidak mengapa daripada tidak sama sekali. Percayalah ini sangat membantu sekali. Dan menambah semangat saya untuk selalu menyebarkan kebaikan. Tentunya anda tidak mau kalah dengan saya bukan...? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf tiada terkira. Segala caci maki, hinaan, ejekan, dan kutukan sila untuk dikirim kepada saya di riza.almanfaluthi@pajak.go.id. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intermezo: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namamu siapa jeng?” tanya Bokir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tingipoknyar” jawab perempuan bermuka pucat, berbaju putih, dan berambut panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apaan tuh neng,” tanya Bokir lagi, penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ma...Ti...Wi...Ngi...Ka...Pok-e...A...Nyar...” jawab perempuan itu pelan sambil tertawa ngikik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membalikkan punggungnya, terlihat lubang penuh darah dan belatung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hi....hi....hi.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bokir pucat lalu pingsan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:27 07 Agustus 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingipoknyar: Mati Kemarin Kapuknya Masih Baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-1529205997539252513?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/1529205997539252513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=1529205997539252513&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1529205997539252513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/1529205997539252513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/tingipoknyar-memenej-contact.html' title='TINGIPOKNYAR: MEMENEJ CONTACT'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-2915582209395973696</id><published>2007-04-19T09:12:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:16:34.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Islam'/><title type='text'>Mengapa Kita Harus Mengutuk Israel La’natullah</title><content type='html'>Mengapa Kita Harus Mengutuk Israel La’natullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saat ini dunia sedang dipertontonkan dengan kebiadaban dan kebengisan dari sebagian bangsa Yahudi di tanah Suci Palestina dan Libanon. Sudah ratusan nyawa melayang sejak penyerbuan Israel ke Libanon tersebut. Bahkan sudah tak bisa terhitung lagi berapa nyawa yang melayang sejak bangsa terkutuk tersebut menginjakkan kakinya di awal abad 20 dan kemudian mendirikan negara Israel di tahun 1948. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dengan kecanggihan teknologi, tontonan kebengisan itu seperti benar-benar tampak nyata di hadapan kita. Realistis, cepat, dan up to date. Dengan demikian tak sedikitpun yang terlewatkan. Dan dunia pun sadar, terkejut, mengutuk pada apa yang dilakukan Israel—terkecuali para antek-antek dan sekutunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kemarin (01/08), satu halaman penuh, Media Indonesia mempublikasikan foto-foto berukuran besar tentang korban-korban yang timbul atas serangan rudalnya ke  bangunan sipil. Begitu banyak korban dari anak-anak dan wanita yang belum sempat mengungsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petugas relawan Libanon sampai menangis melihat keadaan itu di saat melakukan evakuasi. Bagaimana tidak ia melihat seorang anak kecil berumur dua tahun yang pada pakaiannya masih tergantung dotnya. Atau seorang ibu yang meninggal dengan posisi melindungi anak-anaknya. Semuanya tewas tertimpa runtuhan bangunan. Semoga Allah memberikan kesyahidan kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia memang terkejut dengan apa yang menimpa warga sipil Libanon. Dan seharusnya dunia pun lebih terkejut lagi sedari awal dengan apa yang dilakukan Israel di tanah Palestina di mana setiap pekannya berapa nyawa yang harus direnggut dari penduduk Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi-bayi yang robek perutnya kerana peluru bengis Israel. Ribuan tawanan yang teraniaya di penjara-penjara Israel. Anak-anak yang telah kehilangan keriangan masa kecilnya, kehilangan masa belajarnya, kehilangan ibu dan bapaknya, dan kehilangan masa depannya. Atau mereka yang kehilangan semua anaknya. Mereka yang telah kehilangan suami atau istri dan saudara-sauadaranya yang tercinta. Sungguh dunia harusnya terkejut sejak 1948 atau sejak masa-masa sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah sepatutnya kita mengutuk dengan kekejaman Israel tersebut. Dengan nama apa pun ia.  Karena dibalik nama yang bagus sekalipun tetap saja ia adalah iblis yang menebarkan bencana dan angkara murka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah sepatutnya kita mengutuk Israel dengan segala kebiadabannya itu. Karena sesungguhnya bagi saya pemaknaan nama menjadi tidaklah penting. Bahkan tidak menyentuh sama sekali substansi dari persoalan dan keharusan umat Islam untuk membantu saudaranya di Palestina dan Libanon. Karena bila kembali kepada salah atau benarnya kutukan terhadap yahudi dengan penyebutan Israel (yang berarti hamba Allah), maka begitu banyak di Indonesia dan di dunia yang memakai nama ’Abdullah berada di penjara karena telah berlaku dzalim dengan melakukan pembunuhan, pencurian, korupsi, menipu, berzina, dan lain sebagainya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada yang memakai nama terbaik yakni ’Abdurrahman tetapi tingkah lakunya seperti orang yahudi sendiri yang bisanya menusuk dari belakang perjuangan umat di tanah air dengan masalah liberalisme dan sekulerismenya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh ketika kita mengutuk dan mencela tentang kejahatan dari oknum-oknum pemakai nama-nama terbaik itu, kita sesungguhnya  tidaklah sedang mengutuk dan mencela ’Abdullah dan ’Abdurrahman lainnya di Indonesia dan di seluruh permukaan bumi ini sedangkan mereka adalah hamba-hamab Allah yang sebenarnya, yang ta’at, takwa, beriman dan beramal sholeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh bukanlah fenomena aneh yang tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin yaitu menyebut negara Yahudi yang dimurkai Allah dengan nama Israel, karena nama itu adalah nama yang tercantum dalam daftar negara pada adminsitrasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Mengapa bisa ia mengklaim nama itu dan umat Islam berdiam diri saja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya jelas karena umat Islam tidak punya harga diri. Umat Islam pada saat ini berada di titik nadir dari kejayaannya. Tidak mampu berbuat apapun ketika di zalimi. Bahkan perang pun kalah, sehingga pada tahun 1948 itu berdirilah negara yang bernama Israel. Dan PBB (tentu dengan Amerika Serikat sebagai sekutu utamanya) pun mengakuinya. Dan jika kita tidak menginginkan nama Israel itu dilekatkan pada bangsa Yahudi maka ”Wahai umat Islam, bersatulah...! Rebut kembali kejayaan itu! Kalahkan Yahudi! Kalahkan musuh-musuh Allah! Maka dengan semua itu, niscaya PBB pun tidak akan semena-mena lagi membiarkan segala kezaliman itu. Nama itu akan kita cabut dari daftar. Dan tidak perlu lagi ada tertulis di peta dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Karena Yahudi Israel tidak punya hak  mendirikan Negara di jantung negeri-negeri Islam sebagai hak yang syar’i (memiliki dasar hukum dalam syariat) dengan mengatasnamakan warisan Ibrahim dan Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Karena kita pun mengakui bahwa Alqur’an mencela orang-orang yahudi dan mengutuk mereka dan Allah memberitakan kepada kita tentang kemurkaanNya terhadap mereka dengan sebutan “orang-orang yahudi” atau “orang-orang kafir dari kalangan Bani Israel”.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita mengakui bahwa orang-orang yahudi tidak memiliki hubungan din sedikitpun dengan Nabiyullah Israel (Ya’qub ‘alaihis salm) juga tidak dengan Ibrahim Khalilullah ‘alaihis shalatu wassalam.Dan mereka tidak memiliki hak sedikitpun atas warisan keagamaan keduanya. Karena warisan tersebut adalah khusus merupakan hak orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman(artinya) :”Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad) serta orang yang beriman kepada (Muhammad) dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman” (Qs.Ali Imran:68). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena kita pun meyakini dengan iman yang dalam bahwa Allah Ta’ala berfirman dalam rangka melepaskan hubungan kekasihnya Ibrahim dari ikatan hubungan dengan kaum yahudi,nashara dan kaum musyrikin (artinya) :”Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” (Qs.Ali Imran :67). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena Kaum muslimin tidak mengingkari bahwa orang-orang yahudi adalah keturunan Ibrahim dan Israel (Ya’qub ‘alaihis salam), tetapi mereka meyakini dengan mantap bahwa orang-orang yahudi itu adalah musuh Allah dan musuh-musuh para utusanNya seperti: Muhammad, Ibrahim, dan Israel. Kaum muslimin memutuskan(berdasarkan hukum syar’i) bahwa tidak bisa saling mewarisi antara para Nabi dan para musuhnya dari kalangan kafirin baik yahudi maupun nashara maupunn musyrikin arab dan yang lainnya, dan bahwa manusia yang paling dekat hubungannya dengan Ibrahim dan semua Nabi adalah kaum muslimin yang beriman kepada mereka,mencintai, dan memuliakan mereka serta mengimani kitab-kitab dan shuhuf yang diturunkan kepada mereka . Kaum muslimin memandang perkara ini sebagai salah satu prinsip dalam agama mereka. Karena itu merekalah pewaris para Nabi dan manusia yang paling dekat hubungannya dengan para Nabi. Dan bumi Alllah hanyalah milik hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan kepada para Rasul yang mulia. Maka musuh-musuh para Nabiitu tidak memiliki warsian bumi-terutama yahudi-di dunia ini dan bagi mereka di akhirat siksa neraka yang abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita sungguh amat yakin bahwa kita tidak pernah menerima—walaupun masih ada sebagian dari kita yang masih mau—menerima klaim yahudi sebagai ahli waris tanah Palestina dan rencana pemugaran kembali Haikal Sulaiman, padahal kaum Yahudi itu kafir kepada Sulaiman dan melemparkan tuduhan keji kepada Beliau.”apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh;maka di antara mereka kamu dustakan dan yang lain kamu bunuh”(Qs.Al Baqarah:87). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita pun yakin bahwa sungguh demi Allah, niscaya akan datang suatu hari dimana kaum mu’minin yang benar-benar beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam dan pada para Rasul serta risalah mereka akan menghancurkan kaum yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kami yakin. Insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam pandangan saya dan sekali lagi ini adalah pendapat saya bahwa hal ini bukanlah suatu perkara mungkar dalam perjuangan kaum muslimin melawan kemungkaran Yahudi Harb atau Israel la’natullah. Bahkan menjadi suatu perkara mungkar di saat kaum muslimin berjuang melawan kezaliman Israel ada sebagian dari kita mencela mereka padahal kita sendiri tidak pernah merasakan debu, keringat, dan darah dari peperangan tersebut. Bahkan menjadi suatu perkara munkar di saat anak-anak di sana menahan sakit dan derita berkepanjangan itu kita tidak mencari solusi tepat untuk membantu mereka malah dengan asyiknya mengejek mereka dan para pembela mereka sebagai pelaku kemungkaran yang wajib diperangi. Masya Allah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu..... Aina Anta...? Di mana saya, Anda dan kalian akan meletakkan diri sebagai batu karang dari sebuah benteng peradaban Islam yang kukuh, kuat, dan jaya sampai akhir nanti? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah yang tahu segalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kebenaran datangnya dari Allah, dan segala kesalahan dari diri saya pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf tiada terkira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji: http://10.254.4.4/dshforum/forum_posts.asp?TID=7835&amp;PN=1&amp;TPN=1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah yang dhoif dan miskin ilmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09:39 02 Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-2915582209395973696?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/2915582209395973696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=2915582209395973696&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2915582209395973696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/2915582209395973696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/mengapa-kita-harus-mengutuk-israel.html' title='Mengapa Kita Harus Mengutuk Israel La’natullah'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-5765765543100500687</id><published>2007-04-19T09:08:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:10:29.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI ITU MASALAH KECIL</title><content type='html'>Monday, July 31, 2006 - PORNOGRAFI ITU MASALAH KECIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini ideologi Pancasila menjadi semakin jauh dari Bangsa Indonesia. Banyak tingkah laku yang tidak lagi mencerminkan nilai Pancasila. Bahkan sering kali, hal-hal kecil diributkan dan melupakan hal besar yang justru hilang dari kita.  Misalnya saja sumber daya alam yang menipis karena dijual ke perusahaan asing.” (Kompas, 28/7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hal ini terungkap—seperti diberitakan Kompas—pada dialog publik yang diadakan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan pada hari Kamis yang lalu (27/7) bertema: ”Penegasan Sikap Kebangsaan Kita”. Sebagai pembicara pada acara ini adalah mantan Ketua MPR Amin Rais, mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, serta pengamat ekonomi Hartojo Wignyowijoto. Hadir dalam acara itu pula adalah Gubernur Sutiyoso dan tokoh-tokoh partai politik lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak ada yang mengganjal di hati saya saat membaca berita tersebut sebelum dua  paragraf terakhir yang berisi penegasan dari Amin Rais bahwa yang dimaksud hal-hal kecil yang diributkan itu adalah masalah RUU Pornografi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita simak apa yang dikutip oleh Kompas: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, menurut Amin, di situlah persoalan bangsa, yaitu dijualnya sumber daya alam kepada asing, bukan lalu banyak hal-hal kecil yang diributkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sudah lama mencari sebab mengapa bangsa ini mundur, ditinggal negara lain, bahkan oleh negara yang lebih muda. Kemudian banyak perdebatan, misalnya tentang RUU Antipornografi dan Pornoaksi, padahal bukan di situ masalahnya,” ujar dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya memang pernah mendengar sebelumnya bahwa Amin Rais pernah mengatakan hal yang demikian. Tapi saya anggap perkataannya adalah perkataan dari seseorang yang mengalami Post Power Syndrom. Jadi saya menganggapnya biasa-biasa saja dan cuma angin lalu. Nanti juga hilang dengan sendirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tapi dengan statement-nya pada acara itu, membuat saya berpikir lagi, bahwa Amin Rais memang konsisten dan serius dengan masalah keremehan dari pornografi dan pornoaksi tersebut. Dan ini jelas sungguh mengecewakan sebagian umat yang bekerja keras menyelamatkan bangsa ini dari jurang kehancuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, hal itu dikatakan oleh seorang mantan ketua organisasi masyarakat Islam terbesar kedua di Indonesia dan pula yang pernah menjadi ikon perlawanan umat terhadap orde baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pernyataannya itu ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia jelas menegasikan bahwa pornografi dan pornoaksi sebagai penyebab kehancuran bangsa ini. Dan ia konsisten sejak tahun 1997 bahwa semuanya karena perampasan sumber daya alam Indonesia oleh asing. Tidak ada yang salah jika ia tetap berkomitmen dengan perlawanannya itu namun seharusnya jika ia lebih bijak dan bisa menahan diri, tak perlu untuk membuat perbandingan atau peremehan terhadap tema besar perlawanan dari sebagian umat lainnya pada saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dengan demikian ini jelas menimbulkan friksi dan prasangka berkepanjangan terhadap komponen umat lainnya yang seharusnya tidak ada. Bagi umat apa yang ia lakukan adalah seperti menggunting dalam lipatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut saya dengan pernyataannya yang menganggap bahwa masalah bangsa ini bukan pada masalah pornografi dan pornoaksi, sebagai suatu penantangan terhadap ayat-ayat Allah yang begitu banyaknya membahas masalah kemunkaran ini. Dan seperti menafikan berbagai musibah yang datang ini karena ulah manusia akibat dari nafsu syahwat yang diumbar begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat memang perlu disadari bahwa betapa kekayaan alam bangsa Indonesia ini dikuras habis dan hanya menguntungkan asing saja, sehingga dengan demikian timbul kesadaran bahwa umat perlu menjaga kekayaan ini dan menjaganya, mengelolanya untuk kepentingan umat juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian umat pun tidak ketinggalan pula harus disadarkan bahwa pronografi dan pornoaksi sudah terang-terangan di depan mata dan akan menjadi bom waktu bagi generasi muda. Dan umat tidak menginginkan bahwa generasi ini menjadi generasi tanpa moral yang tidak menghormati nilai-nilai agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dengan data statistik yang dikeluarkan oleh para pendukung RUU APP, menunjukkan bahwa betapa korban-korban dari ketidaktegasan pemerintah dalam memerangi kemaksyiatan itu senyatanya ada dan mengkhawatirkan bagi para aktivis dan pemerhati masalah moral. Karena korbannya kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya sendi-sendi kemajuan suatu peradaban yang kuat yaitu keluarga akan menjadi lemah dan rusak karena pornografi. Kita tidak menginginkan peradaban materialis ala Amerika Serikat yang ditopang oleh masyarakat yang sakit dan tanpa ikatan keluarga—karena ini pula banyak para ahli memprediksikan bahwa kehancuran Amerika Serikat tidak akan lama lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamil di luar nikah, kawin cerai, single parent, anak tanpa ibu dan bapak, anak-anak jalanan, gank-gank hitam, lesbian, homoseks, narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, phedophilia menjadi penyakit masyarakat akut dalam keseharian di negara adidaya itu. Dan ini jelas semuanya adalah hal-hal yang sangat dihindari oleh umat Islam yang menginginkan kejayaannya kembali kepangkuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Hal yang dilupakan oleh Amin Rais bahwa sesungguhnya peradaban suatu bangsa tidak bisa hanya fokus pada satu aspek saja dengan melupakan aspek yang lainnya. Sayyid Sabiq tidak melupakan kekuatan akhlak dan maal (harta) dalam enam prasyarat membangun suatu peradaban. Sehingga tidak bisa satu dengan yang lainnya saling menafikan. Tidak bisa untuk saling dikecilkan. Semuanya harus ada.         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Akidah yang bersih, ilmu yang mumpuni, akhlak yang tinggi, ukhuwah yang erat, jama’ah yang kuat, dan maal yang banyak menjadi suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk membangun peradaban, untuk membangun Indonesia. Dengan sinergi dari berbagai komponen umat tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi dari Amin Rais yang berkomitmen tinggi untuk pengembalian harta umat kepada umat. Muhammadiyah dan Nahdhatul ’Ulama dengan pengembangan ilmunya. Ma’had-ma’had Ahlussunah Waljama'ah yang mengajarkan akidah yang bersih dari kemusyrikan. Majelis Ulama Indonesia dan Front Pembela Islam masing-masing sebagai penjaga ukhuwah dan moral. AA Gym dengan pesantren Darut Tauhid-nya dalam penggemblengan pejuang Islam ber-akhlakul karimah. Dan masih banyak lagi peran-peran dari ormas atau komponen umat Islam lainnya yang saling mengisi dan bersinergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bila ini terwujud, bangsa ini tidak mundur, dan persoalan yang dikhawatirkan Amin Rais akan cepat terselesaikan. Dan tidak akan ada lagi kegundahan seorang Amin Rais yang mengatakan pornografi dan pornoaksi itu cuma masalah kecil. Kegundahan yang malah melukai perjuangan umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riza Almanfaluthi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma resah belaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.11 30 Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-5765765543100500687?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/5765765543100500687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=5765765543100500687&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5765765543100500687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/5765765543100500687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/pornografi-dan-pornoaksi-itu-masalah.html' title='PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI ITU MASALAH KECIL'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-8364229574758701169</id><published>2007-04-19T09:06:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:08:09.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>ADA CINTA DI KANTORKU  (Bedanya Kantor Lama dan Baru)</title><content type='html'>Friday, July 28, 2006 - ADA CINTA DI KANTOR SAYA DULU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        (Bedanya Kantor Lama dan Baru)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Hari ini tepat dua minggu sudah saya berada di kantor baru, KPP PMA Empat. Enak juga nih di sini. Beda banget dengan di KPP PMA Tiga. Perbedaannya adalah pertama masalah fasilitas untuk kemudahan kerja AR. Contohnya seperti mesin faksimili yang ada di ruangan saya, sepertinya setiap lantai ada mesin tersebut. Telepon yang bisa keluar tanpa melalui operator dan bisa interlokal juga ada. &lt;br /&gt;        Pekerjaan sih tidak berubah tapi beban yang semula rada-rada banyak (ini pun karena ada PT Newmont Minahasa Raya) sekarang lumayan berkurang. Atau ini karena saya belum mengetahui detil bagaimana permasalahan di seksi saya. Lihat saja nanti lah... Saya cuma berusaha untuk bisa berbuat yang terbaik buat kantor ini.&lt;br /&gt;        Perbedaan yang kedua--ini yang membuat lebih hepi--adalah  dekat sekali dengan masjid komplek Kalibata, Masjid Shalahuddin. Jelas ada banyak efek samping yang di dapat. Terutama masalah keikutsertaan sholat berjamaah yang lebih intensif lagi. Soale, speaker  masjid benar-benar terdengar keras sekali dengan azannya yang berkumandang setiap waktu sholat tiba.   &lt;br /&gt;        Yang ketiga, adanya fasilitas tenis meja--olahraga favorit saya selain bola basket--yang disediakan oleh kawan-kawan dari KPP BUMN yang masih satu gedung dengan kantor saya. So, setiap jum'at pagi Insya Allah saya akan bertekad untuk menguruskan badan dengan berolahraga. Kebetulan sekali ada teman-teman BUMN yang mengajak saya untuk ikut serta. Oke, saya niat olahraga lagi.&lt;br /&gt;        Yang keempat, berupa pekerjaan perekaman yang tidak lagi dilakukan oleh AR. Dulu, di kantor yang lama, AR melakukan perekaman lalu berkas dikembalikan lagi kepada Seksi Pelayanan melalui Seksi PDI. Tapi di sini, di kantor yang baru, pekerjaan perekaman dilakukan oleh Seksi PDI dan berkas tahun berjalan diarsipkan oleh AR. &lt;br /&gt;        Enak juga sih menurut saya. Karena sesungguhnya yang kami butuhkan adalah data-data SPT Masa dari WP-WP yang kita kelola. Dengan sistem yang dilakukan di KPP PMA Tiga menurut saya tidak efektif dalam melaksanakan tugas penting AR yakni melakukan pengawasan. Tapi sistem di KPP PMA Empat baru bisa berjalan efektif kalau semua WP sudah melaporkan SPTnya dengan e-spt. Soalnya kalau belum, yang ketiban enggak enaknya adalah kawan-kawan di Seksi PDI. Rekaman terus. &lt;br /&gt;        Lalu selain itu, bedanya lagi adalah di setiap lantai ada tempat rapat, sehingga tidak perlu  lagi seperti di KPP PMA Tiga mengangkat-angkat kursi masuk ke ruangan Kepala Seksi ketika ada rapat interen mendadak. Di sana sudah disediakan meja besar dan kursi-kursinya. Menunjang sekali bukan.&lt;br /&gt;        Ya itulah kira-kira perbedaan antara kantor saya yang lama dengan yang dulu. Bukan berarti bahwa ini adalah pengungkapan sesuatu yang jelek, tapi memang setiap kantor selalu ada kelebihan dan kekurangannya. Saya tidak bisa menafikan kelebihan-kelebihan yang saya dapatkan selama saya berkantor di sana selama 8 tahun 7 bulan dan 7 hari.         &lt;br /&gt;        Kelemahan pun menjadi suatu yang tidak bisa dinafikan pula. Seperti penyedian fasilitas yang menjadi sorotan dari teman-teman AR baru yang sekarang menempati KPP PMA Tiga. Semula mereka yang bergelimang fasilitas memuaskan di kantor yang lama tiba-tiba dikejutkan dengan minimnya fasilitas yang diperoleh. Maka sudah barang tentu muncul suara-suara nyinyir, ketidakpuasan,  dan tanpa bentuk yang memang sudah tidak dikumandangkan lagi oleh AR-AR lama pindah--karena sudah patah arang tentunya dengan kondisi yang ada. Itu saja.&lt;br /&gt;         Yang tak bisa dilupakan oleh saya adalah di sana ada pengalaman, ada cinta, memori indah, kebersamaan, kemesraan, pertemuan,  perpisahan dan lain-lain. Dan untuk hal ini tiada yang dapat saya sampaikan kecuali ucapan terimakasih yang tiada terkira.&lt;br /&gt;        Satu hal terakhir, saya perlu bersyukur, kiranya Allah memberikan tempat yang terbaik buat saya. Pun saya berharap semoga Allah senantiasa memudahkan setiap permasalahan yang saya hadapi di kantor baru ini. Insya Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;riza.almanfaluthi@yahoo.com&lt;br /&gt;13:45 28 Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-8364229574758701169?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/8364229574758701169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=8364229574758701169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/8364229574758701169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/8364229574758701169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/ada-cinta-di-kantorku-bedanya-kantor.html' title='ADA CINTA DI KANTORKU  (Bedanya Kantor Lama dan Baru)'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-840012942672518868</id><published>2007-04-19T09:04:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T17:45:03.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>TIDAK HARUS MENJADI TUA</title><content type='html'>Monday, July 24, 2006 - 30 TIDAK HARUS MENJADI TUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hari-hari ini angka yang menghiasi lembaran kehidupan saya adalah adalah angka 30. Angka yang menurut saya sudah menjadi sebuah kepastian pada hari ini. Dan menjadi batas anggapan bahwa orang itu masih muda atau sudah beranjak tua. &lt;br /&gt;    Hari ini saya merasakannya kini. Saya sudah tidak lagi muda. Saya sudah tua. Dengan rambut sudah mulai memutih (tidak banyak-banyak amat sih). Tidak bisa lagi ingin disebut pemuda. Tapi boleh juga kan  kalau kita menginginkan jiwa kita tetap senantiasa jiwa pemuda. Jiwa yang penuh dengan gelora. Jiwa yang senantiasa enerjik. Penuh semangat dan pantang menyerah. Jiwa yang senantiasa siap memenuhi panggilan kebaikan yang dikumandangkan siapapun dan kapanpun. Inginnya sih begitu. Tapi kok ya tenaga sudah mulai tidak seperti dulu. Lebih mudah cepat lelah gitu loh.  &lt;br /&gt;    By the way, syukuri saja yah nikmat usia yang kita terima. Saya harusnya lebih banyak bersyukur bahwa Allah masih memberikan nikmat usia ini. Masih memberikan kesempatan untuk dapat memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik lagi. Tapi sayang kesempatan dan anugerah besar itu senantiasa pula sering saya lalaikan dengan urusan remeh temeh duniawi. Urusan yang senantiasa membuat neraca itu selalu berat ke arah timbangan ragawi bukan ukhrawi. Astaghfirullah....&lt;br /&gt;    Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan nikmat yang tiada tara pada diri saya.&lt;br /&gt;    Cukup di sini dulu ah..., saya benar-benar blank untuk menulis. Saya benar-benar kehabisan tema tiga minggu terakhir ini. Entah kapan saya bisa membanjiri isi kepala ini  dengan semangat untuk menulis lagi. Semoga di usia yang tidak muda lagi ini, tetap masih punya semangat berkobar untuk tetap menulis. Sehingga di 30 tidak harus merasa tua bukan....?&lt;br /&gt;Insya Allah. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;14:16 24 Juli 2006&lt;br /&gt;thanks berat untuk kawan-kawan yang masih sempat-sempatnya untuk menyapa saya yang hina dina ini. Seperti:&lt;br /&gt;1. Jasoen;&lt;br /&gt;2. Tukul Raka;&lt;br /&gt;3. The Paar;&lt;br /&gt;4. Sparkling;&lt;br /&gt;5. Hari Santoso Penagihan;&lt;br /&gt;6. Katyuzha;&lt;br /&gt;7. Violet;&lt;br /&gt;8. Tj;&lt;br /&gt;9. Erwan;&lt;br /&gt;10. Wahyu Diana;&lt;br /&gt;11. Ruhama Bainakum;&lt;br /&gt;12. Azzam;&lt;br /&gt;13. Ananda;&lt;br /&gt;14. Agung Priyo Susanto;&lt;br /&gt;15. Zaenal Arifin;&lt;br /&gt;16. Mas Sudewo;&lt;br /&gt;17. Kawan lama saya: Mohammad Suroto.&lt;br /&gt;    Dan juga kepada kawan-kawan yang tak bisa saya sebut satu persatu, yang diam-diam tanpa sepengetahuan saya, senantiasa mendoakan saya untuk menjadi lebih baik lagi. Semoga Allah memberikan yang terbaik buat Anda semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIZA ALMANFALUTHI&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-840012942672518868?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/840012942672518868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=840012942672518868&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/840012942672518868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/840012942672518868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/monday-july-24-2006-30-tidak-harus.html' title='TIDAK HARUS MENJADI TUA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-7539601770418339048</id><published>2007-04-19T09:03:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:04:33.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selembar puisi'/><title type='text'>BILA</title><content type='html'>Friday, July 21, 2006 - BILA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melowku kambuh lagi nih. Padahal aku tidak sedang jatuh cinta. Tapi hasrat besar berbuah kata-kata manis menggelora di sudut jiwa. Tak tertahankan (kata-kata basi). Bergemuruh di antara ombak Pangandaran. Halahhhh...terlalu banyak pembukaan basi lagi jadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;:::::BILA::::::&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;kepak sayap kecilmu &lt;br /&gt;membuatmu terbang jauh&lt;br /&gt;membawa sejumput hati yang retak&lt;br /&gt;tapi penuh kerinduan&lt;br /&gt;pada yang kau dambakan untuk bersatu&lt;br /&gt;:berselimutkan awan gelap&lt;br /&gt;berdindingkan tetes hujan dari tepian genting&lt;br /&gt;bergumul dengan desau angin dingin &lt;br /&gt;menghitung setitik dua titik serpihan waktu&lt;br /&gt;di balik jendela masih saja kau merenung&lt;br /&gt;adakah kata-kata yang menjadi sederhana&lt;br /&gt;tak berjarak dan menyekat, &lt;br /&gt;adakah harap yang tidak berhenti menjadi mimpi&lt;br /&gt;tetapi melaju pada kemestian dari sebuah kenyataan&lt;br /&gt;adakah resah tak berkesudahan dan cuma koma ini &lt;br /&gt;menemui sebuah titik &lt;br /&gt;ah...sampai kapan?&lt;br /&gt;sampai kepak sayap kecilmu kelelahan?&lt;br /&gt;sampai sahara yang kau lewati mulai subur?&lt;br /&gt;sampai mata air kesedihan ini habis terperas zaman?&lt;br /&gt;Bila...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riza almanfaluthi&lt;br /&gt;dedaunan di ranting cemara&lt;br /&gt;13:54 21 Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226727881771113755-7539601770418339048?l=dirantingcemara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/feeds/7539601770418339048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6226727881771113755&amp;postID=7539601770418339048&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7539601770418339048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226727881771113755/posts/default/7539601770418339048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dirantingcemara.blogspot.com/2007/04/bila.html' title='BILA'/><author><name>dedaunan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226727881771113755.post-1293566048050548232</id><published>2007-04-19T09:01:00.000+07:00</published><updated>2007-04-19T09:03:09.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejumput rintih'/><title type='text'>PROSEDUR PERPANJANGAN SIM</title><content type='html'>PROSEDUR PERPANJANGAN SURAT IZIN MENGEMUDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat ini Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya semakin giat untuk meperbaiki pelayanannya kepada masyarakat, terutama dalam hal pelayanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Contohnya dengan adanya layanan jemput bola berupa SIM keliling yang sangat membantu sekali agar warga tidak perlu pergi jauh-jauh hanya untuk sekadar memperpanjang masa berlaku SIM-nya. Tinggal tunggu di tempat yang telah ditentukan dan ikuti prosedurnya, maka urusan ini pun semakin mudah.&lt;br /&gt; Tidak hanya layanan di atas, pelayanan di kantor pun berusaha untu
